Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengaruh Kepemimpinan, Kompetensi, dan Disiplin Terhadap Kinerja dengan Motivasi Sebagai Variabel Mediasi Pada Guru SMP Kabupaten Tambrauw Nauw, Karel; Ismail, Tubagus; Purwanto, Agus Joko
Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 11 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jn.v11i2.4942

Abstract

This study aims to analyze the influence of principal leadership, teacher competence, and work discipline on teacher performance with work motivation as a mediating variable. The method used is quantitative with SEM-PLS analysis techniques. The population consists of 136 teachers, with a sample of 85 teachers. The results of the study indicate that teacher competence has a significant effect on teacher performance, while principal leadership, work discipline, and work motivation are not significant. Work motivation is also not proven to be a mediator. The implication is that it is recommended to focus on improving teacher competence.
Analisis Kebijakan Pemerintah Tentang Pondok Pesantren Purwanto, Agus Joko
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 2 No 2 (2025): 2025
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qz.v2i2.686

Abstract

Kebijakan pemerintah mengenai pondok pesantren merupakan aspek penting dalam menentukan posisi, pengakuan, serta arah pengembangan pesantren dalam sistem pendidikan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pemerintah terkait pondok pesantren, mengkaji latar belakang lahirnya kebijakan tersebut, serta menelaah implikasinya terhadap keberlangsungan pendidikan pesantren. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan content analysis melalui telaah undang-undang, peraturan pemerintah, keputusan menteri, serta literatur akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa lahirnya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan PP Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Keagamaan menjadi tonggak penting pengakuan formal pesantren dalam sistem pendidikan nasional. Selain itu, munculnya berbagai kebijakan lanjutan termasuk peta jalan kemandirian pesantren menunjukkan adanya penguatan fungsi pesantren tidak hanya sebagai lembaga pendidikan dan dakwah, tetapi juga sebagai lembaga pemberdayaan masyarakat. Namun demikian, kebijakan tersebut pada awalnya lahir sebagai respon atas adanya perlakuan diskriminatif dan ketidakadilan perhatian pemerintah dibandingkan dengan sekolah formal
Penguatan Partisipasi Masyarakat dalam Perencanaan Desa sebagai Pilar Desa Mandiri di Desa Waru Kecamatan Parung Kabupaten Bogor Susanti, Susanti; Wulandari, Florentina Ratih; Aripin, Sofjan; Madya, Faizal; Purwanto, Agus Joko; Susetyo, Ivan Budi; Maesarini, Indah Wahyu
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 01 (2026): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, January-March 2026
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penguatan partisipasi masyarakat merupakan salah satu pilar utama dalam mewujudkan desa mandiri, khususnya dalam proses perencanaan pembangunan desa. Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keterlibatan masyarakat serta merumuskan strategi yang efektif dalam meningkatkan partisipasi warga Desa Waru, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor dalam perencanaan desa. Rendahnya transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa ini berdampak pada kurang optimalnya peran RT/RW, BPD, LSM, dan lembaga desa lainnya dalam proses perencanaan dan pengawasan pembangunan. Melalui pendekatan partisipatif dan pemberdayaan, kegiatan ini berupaya memperkuat kapasitas masyarakat dan perangkat desa melalui pelatihan perencanaan desa, forum diskusi, dan pendampingan teknis. Hasil yang diharapkan adalah meningkatnya pemahaman masyarakat tentang mekanisme perencanaan desa, terbentuknya ruang partisipasi yang inklusif, serta terbangunnya tata kelola pembangunan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan warga. Dengan demikian, penguatan partisipasi masyarakat dapat menjadi fondasi strategis dalam mempercepat terwujudnya Desa Waru sebagai desa mandiri yang berkelanjutan.
Implementasi Kompetensi Abad 21 dalam Pembelajaran PAI: Integrasi 4C, Literasi, PPK, dan HOTS Purwanto, Agus Joko
GHIROH Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : MGMP PAI SMP BINTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61966/ghiroh.v5i1.112

Abstract

This study aims to analyze the implementation of 21st-century competencies in Islamic Religious Education (PAI) learning through the integration of 4C skills (critical thinking, creativity, collaboration, communication), literacy, Character Education Strengthening (PPK), and HOTS at SDN 2 Jatidatar. The study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through classroom observations, interviews with teachers and students, and document analysis. The results show that 21st-century competencies are implemented through group discussions, problem-based learning, simple projects, and reflection on Islamic values. Literacy is developed through reading texts and using digital media, PPK through habituation of religious attitudes and teamwork, and HOTS through case analysis and problem-solving. This implementation encourages students to be active, critical, and collaborative.
Implementasi Kebijakan Penanggulangan Bencana Pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Utara Saputra, Sefryan Ardi; Mulyana, Yaya; Purwanto, Agus Joko
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 6 No. 3 (2026): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v6i3.7954

Abstract

Indonesia memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi akibat kondisi geografis, geologis, dan klimatologis yang kompleks, termasuk di Provinsi Kalimantan Utara sebagai daerah otonom baru yang menghadapi ancaman banjir, kebakaran hutan dan lahan, tanah longsor, gempa bumi, dan bencana sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan penanggulangan bencana di Provinsi Kalimantan Utara serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma interpretatif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan belum berjalan optimal dan masih bersifat reaktif, ditandai dengan belum tersusunnya dokumen analisis risiko bencana yang komprehensif, belum adanya peta kawasan rawan bencana yang ditetapkan secara resmi, keterbatasan sumber daya manusia, anggaran, dan sarana prasarana, serta lemahnya koordinasi antarorganisasi perangkat daerah. Faktor pendukung meliputi adanya kerangka hukum daerah, komitmen pemerintah daerah, serta potensi kolaborasi multipihak. Disimpulkan bahwa penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya, dan integrasi pengurangan risiko bencana dalam perencanaan pembangunan daerah menjadi kebutuhan mendesak untuk mewujudkan tata kelola penanggulangan bencana yang efektif dan berkelanjutan di Provinsi Kalimantan Utara.
Implementasi Kepemimpinan Digital Kepala Sekolah dan Dampaknya terhadap Pemanfaatan Teknologi di Sekolah Dasar Rosita, Tita; Suhandoko, Astri Dwi Jayanti; Belawati, Tian; Sembiring, Maximus Gorky; Purwanto, Agus Joko; Ramdhani, Sendi; Kurniasih, Mia
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i2.17265

Abstract

Transformasi digital pada pendidikan dasar menuntut peran strategis kepala sekolah sebagai pemimpin perubahan dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran dan pengelolaan sekolah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kepemimpinan digital kepala sekolah dasar serta menganalisis dampaknya terhadap pemanfaatan teknologi di sekolah. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pelatihan yang bersifat aplikatif dan partisipatif, disertai dengan pengumpulan data melalui kuesioner untuk mengukur implementasi kepemimpinan digital kepala sekolah. Data dianalisis menggunakan metode Weighted Means Score (WMS) guna memperoleh gambaran tingkat capaian setiap indikator kepemimpinan digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kepemimpinan digital kepala sekolah berada pada kategori sangat baik, khususnya pada aspek visi digital, dorongan penggunaan teknologi dalam pembelajaran, keterbukaan terhadap inovasi, serta peran keteladanan kepala sekolah. Pelatihan terbukti mampu meningkatkan kesadaran dan kapasitas kepala sekolah dalam memimpin transformasi digital secara lebih terarah. Namun demikian, beberapa aspek seperti penguatan jejaring eksternal, penganggaran teknologi, dan kerja sama antar sekolah masih memerlukan pendampingan lanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap penguatan kepemimpinan digital dan pemanfaatan teknologi di sekolah dasar serta menjadi dasar rekomendasi pengembangan program pendampingan berkelanjutan untuk mendukung transformasi digital yang berkelanjutan.