Claim Missing Document
Check
Articles

Tawheed-Based Pedagogy: Empowering Islamic Education Through Community Engagement And Pesantren Tradition Hosaini, Hosaini; Hamzah, Hamzah; Efendi, Moch. Yusuf; Simbolon, Nanci Yosepin; Sutiapermana, Aden
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 4 (2024): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i4.1110

Abstract

Indonesia as a country with a Muslim majority population, has great potential to implement a tawhid-based educational approach in its education system. This approach, which emphasizes the oneness of Allah and the values ​​of tawhid in all aspects of life, can help overcome the complex challenges in education faced by the younger generation. Islamic boarding schools and Islamic educational institutions, such as the Sayyid Muhammad Alwi Al-Maliki Islamic Boarding School in Bondowoso, have become centers for character and moral development through the integration of tawhid in their curriculum. This holistic approach not only produces graduates who excel academically but also have high moral integrity, in accordance with Islamic religious values. Keywords: Tawhid-Based Pedagogy, Islamic Education, Community Engagement and Pesantren Traditions.
"Tawheed-Based Pedagogy: Empowering Islamic Education Through Community Engagement And Pesantren Tradition" Hosaini, Hosaini; Subaidi, Subaidi; Hamzah, Muh. Zuhdy; Simbolon, Nanci Yosepin; Sutiapermana, Aden
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 4 (2024): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i4.1220

Abstract

Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, memiliki potensi besar untuk mengimplementasikan pendekatan pendidikan berbasis tauhid dalam sistem pendidikannya. Pendekatan ini, yang menekankan keesaan Allah dan nilai-nilai tauhid dalam semua aspek kehidupan, dapat membantu mengatasi tantangan kompleks dalam dunia pendidikan yang dihadapi oleh generasi muda. Pesantren dan lembaga pendidikan Islam, seperti Pondok Pesantren Sayyid Muhammad Alwi Al-Maliki di Bondowoso, telah menjadi pusat bagi pengembangan karakter dan moral melalui integrasi tauhid dalam kurikulum mereka. Pendekatan holistik ini tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademis tetapi juga memiliki integritas moral yang tinggi, sesuai dengan nilai-nilai agama Islam.
Juridical Study of the Role of the Regional Technical Implementation Unit for the Protection of Women and Children in Ensuring Legal Protection for Child Victims of Sexual Violence After the Birth of Law Number 12 of 2022 Simbolon, Nanci Yosepin; Devi, Ria Sintha; Hamonangan, Alusianto; Yasid, Muhammad
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 23 No. 1 (2024): Pena Justisia
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v23i1.3056

Abstract

Law Number 12 of 2022 concerning Crimes of Sexual Violence exists as the main and first special rule in dealing with Crimes of Sexual Violence and as a complement to Indonesian criminal law instruments used in law enforcement against various Crimes of Sexual Violence. One of the efforts to implement the Crimes of Sexual Violence Law is the establishment of Integrated Service Delivery in the regions through the Regional Technical Implementation Unit for the Protection of Women and Children. This study uses a normative juridical research type with a conceptual approach, which aims to find out the role of the  Regional Technical Implementation Unit for the Protection of Women and Children in accommodating every aspect of handling criminal acts of sexual violence, starting from efforts to prevent, handle, to recovery efforts for Crimes of Sexual Violence victims. The results of this study are: First, the Crimes of Sexual Violence Law is the main special regulation and a complement to Indonesian criminal law instruments for tackling sexual violence crimes. Second, the Crimes of Sexual Violence Law provides legal protection for victims of sexual violence by involving the Regional Technical Implementation Units for the Protection of Women and Children in provinces and districts/cities who have duties and responsibilities in terms of reporting, victim protection, investigations, and in terms of handling, protecting and victim recovery.
Pelatihan terhadap Masyarakat Terkait Pelanggaran Data Pribadi dalam Transaksi E-commerce di Desa Durian Simbolon, Nanci Yosepin; Novi Juli Rosani Zulkarnain; Hamonangan, Alusianto; Ria Sintha Devi; Barus, Ramsi Meifati; Purba, Desborn Rico
SABAJAYA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 06 (2025): SABAJAYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SABA JAYA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan e-commerce di Indonesia telah memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi digital, namun juga menimbulkan tantangan serius dalam perlindungan data pribadi masyarakat. Rendahnya literasi digital menjadi penyebab utama maraknya kasus kebocoran dan penyalahgunaan data. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan keterampilan masyarakat dalam melindungi data pribadi saat bertransaksi daring, sejalan dengan implementasi Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi. Pelatihan dilaksanakan dengan metode edukatif-partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi, dan simulasi kasus, yang diikuti oleh 30 peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan terhadap pemahaman peserta, dari nilai rata-rata pre-test 55,4 menjadi 87,2 setelah pelatihan. Selain peningkatan pengetahuan, pelatihan juga berhasil mendorong perubahan perilaku digital peserta, seperti penggunaan autentikasi dua faktor, penguatan kata sandi, dan pengelolaan privasi akun. Program ini turut memperkuat budaya tanggung jawab digital, mendukung implementasi UU PDP, serta mendorong pembentukan ekosistem digital yang aman, etis, dan berkelanjutan. Kegiatan ini direkomendasikan untuk diperluas ke berbagai lapisan masyarakat guna memperkuat ketahanan dan tata kelola digital nasional.