Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Implementasi Sosialisasi Bangunan Tahan Gempa dan Sumur Resapan dalam Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Sitepu, Arif Rahman Hakim; Sihombing, Tera Melya Patrice; Yuliyanto, Andry; Zhafira, Elian; P, Kirtinanda; Maini, Miskar; Novalina, Winny; Rahma, Siti; Marina, Bernaditha Catur; Susanti, Junita Eka; Apriwelni, Siska; Kiranaratri, Ayudia Hardiyani; Perwitasari, Dian; Utami, Erdina Tyagita; Tambunan, Hermon Frederik
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 1 (2025): Bulan September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i1.462

Abstract

Kegiatan sosialisasi bangunan tahan gempa dan sumur resapan dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa di Desa Gedung Harapan sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terkait mitigasi bencana dan konservasi air. Metode pelaksanaan terdiri atas tiga tahapan, yaitu persiapan, pengumpulan materi, dan pelaksanaan kegiatan. Tahap persiapan meliputi survei kondisi lingkungan serta kebutuhan informasi warga. Selanjutnya, tahap pengumpulan materi menghasilkan media edukasi yang disusun dari literatur akademik dan pengalaman praktisi. Pada tahap pelaksanaan, digunakan metode interaktif berupa presentasi, diskusi kelompok, simulasi sederhana, dan demonstrasi pembuatan sumur resapan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penerapan bangunan tahan gempa dan pemanfaatan sumur resapan. Selain itu, kegiatan ini menumbuhkan nilai kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta memperkuat sinergi antara dosen, mahasiswa, dan warga desa. Kegiatan ini membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya berperan dalam transfer pengetahuan, tetapi juga dalam membangun ketahanan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.
Bantuan Teknis Desain Konstruksi Beton Non-Struktural Berbasis Pemanfaatan Limbah Industri Batching Plant dan Asphalt Mixing Plant untuk Mendukung Infrastruktur Berkelanjutan Ribowo, Anggarani Budi; Maini, Miskar; Sihombing, Tera Melya Patrice; Yuliyanto, Andry; Zhafira, Elian; P, Kirtinanda; Novalina, Winny; Rahma, Siti; Marina, Bernaditha Catur; Sitepu, Arif Rahman Hakim; Apriwelni, Siska; Kiranaratri, Ayudia Hardiyani; Sari, Dian Perwita; Utami, Erdina Tyagita; Tambunan, Hermon Frederik
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1233

Abstract

Industri konstruksi seperti batching plant dan Asphalt Mixing Plant (AMP) menghasilkan limbah berupa sisa beton mengeras, slurry pencucian mixer, agregat terkontaminasi semen, serta residu aspal halus yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan apabila tidak dikelola dan dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendukung penerapan infrastruktur berkelanjutan melalui optimalisasi pemanfaatan limbah konstruksi sebagai bahan baku alternatif beton non-struktural. Program dilaksanakan melalui tahapan identifikasi jenis dan volume limbah (±1–2 ton per minggu), pengolahan awal (pengeringan, penghancuran, dan pengayakan), perancangan komposisi campuran (mix design), pencetakan produk, curing selama 28 hari, serta pengujian kuat tekan dan daya serap air. Hasil perancangan menghasilkan batako berdimensi 40 × 20 × 10 cm, paving block 20 × 10 × 6 cm, serta saluran beton pracetak dengan lebar 40–85 cm dan tinggi 45–60 cm. Secara teknis, agregat limbah batching plant efektif sebagai substitusi parsial agregat alami, sedangkan residu AMP berfungsi sebagai filler yang meningkatkan kepadatan dan menurunkan porositas beton. Produk yang dihasilkan memenuhi kriteria mutu beton non-struktural untuk aplikasi pagar, perkerasan pejalan kaki, dan saluran drainase kawasan industri skala kecil–menengah maupun saluran irigasi. Kegiatan ini berkontribusi pada pengurangan timbulan limbah, efisiensi biaya material, serta penguatan prinsip ekonomi sirkular dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan.
Estimating the Need for Infiltration Wells to Support Groundwater Conservation and Surface Runoff Control in Enggal Subdistrict Ayudia Hardiyani Kiranaratri
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 6 No. 5 (2026): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v6i5.53077

Abstract

Urban areas frequently encounter environmental challenges such as the reduction of green open spaces, water shortages during the dry season, and water ponding during the rainy season. These problems are mainly caused by rapid urbanization and the expansion of impervious surfaces, which reduce natural infiltration capacity and increase surface runoff. As a result, groundwater recharge decreases while the potential for urban flooding becomes higher. Similar conditions are observed in Enggal District, located in the central area of Bandar Lampung City, Indonesia. Therefore, effective stormwater management strategies are required to mitigate surface runoff while improving groundwater conservation. This study aims to estimate the required number of infiltration wells needed to achieve zero run-off conditions in Enggal District. The study area covered approximately 2.80 km² and consists of six urban villages with a population of 24,611 in 2025 based on the Enggal District Report. Land-use analysis indicates that the area has a surface runoff coefficient of 0.55. Hydrological analysis was conducted using 20 years of rainfall data (2005–2024) to determine rainfall characteristics and runoff potential. The rainfall intensity analysis for a 10-year return period produced a peak discharge of 15.88 m³/s with a rainfall intensity of 37.23 mm/h. Several designs with 2 scenarios were developed by considering variations in infiltration well dimensions and land availability within the study area.
PERENCANAAN SALURAN DRAINASE KAMPUS INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA Mashuri Mashuri; Ayudia Hardiyani Kiranaratri; Erik Satria
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2021): Volume 11 Nomor 2, September 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i2.527

Abstract

Abstrak Sebagai kampus baru, pembangunan infrastruktur Institut Teknologi Sumatera (ITERA) disegala sektor terus dilakukan demi upaya menunjang proses pembelajaran, namun berdampak pada perubahan alih fungsi lahan sehingga daya resap air semakin berkurang dan limpasan air permukaan semakin meningkat, sehingga perlu dilakukan perencanaan drainase yang terintegrasi dengan pembangunan. Perencanaan drainase meliputi analisis curah hujan, pengukuran lapangan dan perhitungan dimensi saluran serta simulasi pada software HECRAS. Metode rata-rata aljabar digunakan untuk analisis curah hujan wilayah dengan distribusi log pearson III. Dimensi saluran berupa persegi dengan lebar 0,56 m dan tinggi 0,73 m. Adapun debit saluran 0,53 m3/det dengan metode rasional, sedangkan total biaya perencanaan drainase sepanjang 1282,1 m ini sebesar Rp. 1.107.523.000 (Satu Milyar Seratus Tujuh Juta Lima Ratus Dua Puluh Tiga Ribu Rupiah). Dengan terbangunnya drainase diharapkan mampu mengalirkan limpasan air permukaan yang terjadi. Kata Kunci: ITERA, Drainase, Debit, HEC-RAS  Abstract As a new campus, the infrastructure development of the Sumatera Institute of Technology (ITERA) in all sectors continues to support the learning process, however it has an impact on changes in land use so that water absorption capacity is decreasing and surface runoff is increasing, so it is necessary to carry out drainage planning that is integrated wit development. Drainage planning includes analysis of rainfall, field measurements and calculation of channel dimensions as well as simulations on the HECRAS. The aljabar method is used for the analysis of regional rainfall with a pearson III log distribution. The dimensions of the channel are square with widht of 0,56 m and height of 0,73 m. the channel discharge is 0,53 m3/s using the rational method. While total cost of drainage planning along the 1282,1 m is Rp 1.107.523.000, (one billion one hundred seven milion five hundred twenty three thousand rupiah). With the construction of the drainage is expected to be able to drain the surface runoff that occurs. Keywords: ITERA, Drainage, Discharge, HEC-RAS