Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor yang Berhubungan dengan Kinerja Pemenuhan Standar Pelayanan Minimal Puskesmas Jati Raya Akbar, Muhammad Ikhsan; Saafi, La Ode; Yuliawati, Sri
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Healthy Mandala Waluya (JHMW)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v4i2.1117

Abstract

Berdasarkan data Puskesmas Jati Raya menunjukan bahwa capaian SPM pada tahun 2022 dan tahun 2023 dari 12 program SPM terdapat 11 SPM yang tidak mencapai 100%. Pada tahun 2024 dari 12 SPM, terdapat 7 SPM yang tidak mencapai 100%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja pemenuhan Standar Pelayanan Minimal Puskesmas BLUD UPTD Jati Raya Kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan crosss secional study. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 38 orang. dengan Sampel 28 responden dengan cara simple random sampling. Data di analisis dengan analisis deskriptif dan inferensial dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi memiliki hubungan signifikan dengan kinerja SPM (p-value = 0,000 > 0,05). Terdapat hubungan signifikan antara gaya kepemimpinan (p-value = 0,000 < 0,05), kompetensi (p-value = 0,000 < 0,05), dan sarana prasarana (p-value = 0,000 < 0,05) dengan kinerja SPM. Dapat disimpulkan bahwa motivasi, gaya kepemimpinan, kompetensi dan sarana prasarana berhubungan terhadap kinerja pemenuhan Standar Pelayanan Minimal Puskesmas BLUD UPTD Jati Raya Kota Kendari. Disaran kan bagi tenaga kesehatan Puskesmas BLUD UPTD Jati Raya Kota Kendari agar meningkatkan kinerja tenaga melalui peningkatan kompetensi melalui pelatihan, menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, menjaga kesehatan fisik dan mental, serta menjalin kerjasama yang baik dengan rekan kerja.
THE RELATIONSHIP BETWEEN PERCEPTION OF SUSCEPTIBILITY AND SERIOUSNESS OF DISEASE WITH INDIVIDUALS’ ADEQUACY WATER INTAKE IN SOUTHEAST SULAWESI: Water intake and perception Tasnim, Tasnim; Saafi, La Ode; Munir, Sanihu; Karuniawati, Kadek Ayu; Fitri, Fitri; Tias, Nuzul Wahyuning; Handayani, Ririn Putri; Indriani, Indriani; Sari, Eka Putri; Saripati, Wa Ode Fitra
INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT (IJHSRD) Vol. 6 No. 2 (2024): INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT
Publisher : STIKes Mandala Waluya Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36566/ijhsrd/Vol6.Iss2/242

Abstract

Background: The majority of people in Southeast Sulawesi had higher prevalence of cardiovascular diseases such as hypertension. One of the problems was they had insufficient water consumption. The individuals’ perception of vulnerability and seriousness of the disease were assumed to be causes of this condition.  Therefore, this study aims to analyze the relationship and influence of perceived vulnerability and perceived seriousness of disease on the level of adequate water intake in Kendari City and Konawe Regency. Methods: This research recruited 200 respondents Southeast Sulawesi, especially in Nambo District, Kendari City and Morosi District, Konawe Regency, in May-June 2024. The study used a cross-sectional study. The independent variables are perception of vulnerability and seriousness of the disease. Meanwhile, the dependent variable is adequate daily water intake. Data analysis used the chi-square and liner regression tests Results: The results showed that perceived vulnerability was related and had a significant effect on adequate water intake (p value=0.038<0.05). Meanwhile, the perception of the seriousness of the disease was not significantly related to the adequacy of daily water intake (p value=0.592>0.05). Conclusion: This research can be concluded that awareness of the level of self-vulnerability encourages individuals to take corrective actions, one of which is by consuming water according to recommendations, namely at least 2 litters a day. On the other hand, there is no difference between individuals who have or have not felt the severity of their illness. which is significant in consuming water a day.
Faktor Risiko Kekerasan Seksual pada Anak Usia 5-17 Tahun di Rumah Sakit Bhayangkara Kendari Hasmawati; Saafi, La Ode; Ali, Leniarti
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Healthy Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v3i1.344

Abstract

Kekerasan seksual layaknya fenomena gunung es, yang terlihat jauh lebih kecil daripada yang tampak di permukaan, hal ini diakibatkan rasa takut oleh ancaman dan rasa malu melaporkan kejadian tersebut. Data RS Bhayangkara Kendari pada tahun 2020 kasus kekerasan seksual berjumlah 89 kasus , tahun 2021 sebesar 100 kasus dan tahun 2022 berjumlah 75 kasus, korbannya adalah anak perempuan dengan usia rata-rata 5-17 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kekerasan seksual pada anak usia 5-17 tahun di RS Bhayangkara Kendari. Jenis penelitian ini kuantitatif, pendekatan Case Control Study. Populasi 75 dengan sampel berjumlah 48 Kasus dan 48 Kontrol, Matching Umur dan Pendidikan orang tua. Teknik pengambilan sampel Simple Random Sampling. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Pengetahuan tentang Pendidikan nilai OR = 3,647 dengan LL= 1,570 dan UL = 8,470. Komunikasi orang nilai OR = 2,870 dengan nilai LL = 1,236 dan UL = 6,665 terhadap kekerasan seksual pada anak usia 5-17 tahun di RS Bhayangkara Kendari.Kesimpulan bahwa pengetahuan orang tua tentang Pendidikan seks berisiko 4 kali dan Komunikasi orang tua berisiko 3 kali kepada anak mengalami kekerasan seksual. Diharapkan kepada DPPA, RS Bhayangkara Kendari dan masyarakat untuk memberikan edukasi terkait pendidikan seks usia dini pada anak untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual pada anak.
Hubungan Kondisi Fisik Rumah dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Kecamatan Tonggauna Utara Irma, Irma; Saafi, La Ode; Rafiuddin, Ari Tjahyadi
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Healthy Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v3i2.439

Abstract

Berdasarkan data di wilayah kerja Puskesmas Tonggauna Utara dari data 3 tahun terakhir, jumlah kasus TB Paru pada tahun 2020 sebanyak 15 kasus, pada tahun 2022 sebanyak 23 kasus dan pada tahun 2023 meningkat 38 kasus. Jumlah kasus TB Paru tersebut dari tahun ketahun mengalami kenaikan dari tahun 2020-2023. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kondisi fisik rumah terhadap kejadian tuberkulosis paru di Desa Nambeaboru Kecamatan Tonggauna Kabupaten Konawe. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan Case Control. Jumlah sampel sebanyak 62 dengan teknik simpel random sampling. Data diuji menggunakan ods ratio. Dari hasil penelitian di dapatkan ada hubungan yang signifikan antara kepadatan hunian nilai p 0,001 (OR=18,66;95%CI=3,13-111), ventilasi nilai p=0,087 (OR=5;95%CI=0,99-25,2), suhu nilai p=0,049 (OR=5,25;95CI%=0,99-27,69), kelembaban nilai p=0,008 (OR=10;95CI%=0,016-4,21) dan pencahayaan nilai p=0,000 (OR=18,51;95%CI=0,23-4,21). Diharapkan kepada Puskesmas Tonggauna untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit tuberkulosis paru terutama faktor kesehatan lingkungan rumah apa saja yang berhubungan cara penularan, pencegahan dan pengobatan.
Faktor Risiko Kejadian ISPA Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Waara yuningsi, sitti; Saafi, La Ode; Tasrun, La Ode
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Healthy Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v2i3.549

Abstract

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) masih menjadi masalah kesehatan pada bayi dan balita Wilayah Kerja Puskesmas Waara. Dimana pada tahun 2018 penderita ISPA pada balita sebanyak 335 kasus, tahun 2019 sebanyak 446 kasus dan pada tahun 2020 sebanyak 592 kasus. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko terhadap kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Waara Kabupaten Muna. Jenis penelitian adalah kuantitatif observasional analitik dengan desain Cross Sectional Study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Ibu yang mempunyai Balita di Wilayah Kerja  Puskesmas Waara tahun 2020 sebanyak 828 balita dengan jumlah sampel sebanyak 90 balita yang diambil secara Simplel Random Sampling. Metode analisis menggunakan  uji Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan  dengan OR = 4,750, kepadatan hunian dengan OR = 12,250, kebiasaan merokok dengan OR = 14,800 dan paparan asap dapur  dengan OR = 5,500. Kesimpulannya bahwa pengetahuan, kepadatan hunian, kebiasaan merokok, dan paparan asap dapur merupakan faktor risiko kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Waara kabupaten Muna.
Linking Individual and Public Health Efforts to the Quality of Community Health Centers Evidence from Central Buton Regency Andrias, Laode; Saafi, La Ode; Asri, Andi; Hariadhin Depu, Anry
Waluya The International Science of Health Journal Vol. 4 No. 4 (2025): Waluya The International Science of Health Journal
Publisher : Magister Kesehatan Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/34zkey19

Abstract

Introduction: Community health center accreditation is one method for achieving quality health services. Most accredited community health centers in Central Buton Regency operate health services that do not comply with internal regulations, including policies, guidelines, and standard operating procedures (SOPs). Some even fail to implement or comply with suggestions or recommendations provided by surveyors. The purpose of this study was to determine the relationship between individual and community health efforts and the accreditation status of community health centers in Central Buton Regency. Method: The research type is quantitative, with a cross-sectional study design. The population is all civil servant and non-civil servant health workers working at the Buton Tengah Regency Community Health Center in 2024, totaling 238 people. A sample of 71 people was obtained using the Cluster Random Sampling method. Data were collected using a questionnaire and analyzed using the chi-square test, correlation density, and binary logistic regression. Result: Shows that of the 71 samples, the majority of the Health Center accreditation status is Basic and Intermediate, as many as 41 people (57.7%). The results of the Chi-Square test obtained a p value of 0.000, φ (0.486) for individual health efforts and a p value of 0.000 and φ (0.518) for public health efforts. Conclusion: There is a moderate relationship between individual and community health efforts and the Accreditation Status of Community Health Centers.
Penetapan Kadar Flavonoid Total Dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Herba Rambusa (Passiflora feotida L) Dengan Metode DPPH (2,2- diphenyl-1-picrylhydrazyl) Khairunnisa, Ines Zahara; Ida Fitriah, Wa Ode; Saafi, La Ode; Wijayanti, Putri Mega; Syafrie, Firhani Anggriani; W. Alani, Fitriani
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 6 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v4i6.300

Abstract

Tubuh manusia memiliki sistem pertahanan endogen terhadap serangan radikal bebas. Jumlah radikal bebas dapat mengalami peningkatan yang diakibatkan faktor stres, dan polusi lingkungan menyebabkan sistem pertahanan tubuh yang ada tidak memadai, sehingga tubuh membutuhkan tambahan antioksidan dari luar yang dapat melindungi dari serangan radikal bebas, salah satu tanaman yang bermanfaat sebagai antioksidan yaitu tanaman rambusa (Passiflora feotida L). Antioksidan yang terkandung dalam ekstrak herba rambusa dapat berupa golongan flavonoid, Flavonoid merupakan senyawa yang berperan sebagai antioksidan .Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan dari herba rambusa. Jenis penelitian adalah eksperimental. Penetapan kadar flavonoid total diukur menggunakan spektrofotometri UV-Vis 436 nm dan pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol herba rambusa ini memiliki nilai Kadar flavonoid total yaitu 97,2 mgQE/g atau 9,72%. Herba rambusa memiliki memiliki aktivitas antioksidan dengan kategori kuat dengan nilai <100 µg/ml. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai IC50 sampel ektrak herba rambusa yang memiliki nilai 64,77 µg/ml
Standardization, Antioxidant, and Antimicrobial Activity Test of Ethanol Extract from Andiroba Bark (Carapa guianensis) Hasanuddin, Silviana; Isrul, Muhammad; Saafi, La Ode; Dewi, Citra; Yulianingsih, Eka Putri; Dewi, Shafira Endah Amartya; Nita, Waode Adisti Elmira; Zainal, Mardani
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v13i1.63644

Abstract

Most degenerative diseases are linked to excess free radicals generated by the body's metabolism or exposure to external factors. Antioxidants are used to help neutralize free radicals and treat bacterial infections. Andiroba bark (Carapa guianensis) is one of the plants used empirically by the people of the Province of Jeneponto to treat various diseases. This study aims to determine whether the ethanol extract of andiroba bark meets the standardization requirements and exhibits antioxidant activity, and to identify its ability to inhibit the growth of Staphylococcus aureus, Propionibacterium acnes, Staphylococcus epidermidis, and Escherichia coli. The results of the research showed that the results of specific and non-specific standardization of the ethanol extract from andiroba bark met the specified requirements, the ethanol extract had an antioxidant activity with an IC50 value of 15.985 μg/mL, which was included in the group of very strong antioxidants and could inhibit the growth of Staphylococcus aureus, Propionibacterium acnes, Staphylococcus epidermidis, and Escherichia coli bacteria at concentrations of 0.01 g/mL, 0.05 g/mL, and 0.1 g/mL. Overall, the ethanol extract from andiroba bark meets the standardization requirements and exhibits antibacterial activity.
The Effect of Consuming Sago (Metroxylon sagu Rottb) Once a Day on Changes in Blood Glucose Levels of Diabetes Mellitus Sufferers in the Matandahi and Motui Community Health Centers Ali Djatmo, Irawati; Saafi, La Ode; Sri Anggarini
Waluya The International Science of Health Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Waluya The International Science of Health Journal
Publisher : Magister Kesehatan Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/br2qag53

Abstract

Introduction: Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease that can lead to various complications such as premature death, blindness, heart disease, and kidney failure. The prevalence of DM at Matandahi Community Health Center in 2022 was 5.9% and increased to 6.8% in 2023. Meanwhile, at Motui Community Health Center, it was 7.1% in 2022 and 8.7% in 2023. The purpose of this study was to determine the effect of consuming sago (Metroxylon sagu Rottb) once a day on changes in blood glucose levels of Diabetes Mellitus sufferers in the Matandahi and Motui Community Health Center work area. Method: This type of research is quantitative (pre-experimental), with one group pre-test-post-test design. The sample is 30 type 2 DM patients registered at the Matandahi and Motui Community Health Centers, taken using a simple random sampling technique. Random blood glucose levels were obtained using a portable Easy Touch Meter. Data were analyzed using a paired t-test, one-way ANOVA, and continued with the Least Significant Difference (LSD) test. Result: The results of the study showed that the average blood glucose level, before consuming sago once a day in the paired t-test, obtained a p value of 0.001 (sago consumption once a day).  Conclusion: There is an effect of consuming sago once, so it is recommended that Matandari Health Center implement socialization of the importance of consuming sago for Diabetes Mellitus sufferers.
The Influence of Transactional and Transformational Leadership Styles of Ward Heads on Patient Safety Culture Implementation in a Regional Hospital in Indonesia Rafi, Muhammad; Saafi, La Ode; Risky, Sartini
Waluya The International Science of Health Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Waluya The International Science of Health Journal
Publisher : Magister Kesehatan Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/1cf85v05

Abstract

Introduction: Patient safety culture is an indicator of service quality and a system that makes patient care safer. The leadership style of the head of the ward is one factor that influences the implementation of a patient safety culture. Indonesia is still struggling to improve the quality of healthcare services by enhancing the patient safety culture among care professionals, including nurses. This study aims to examine the influence of the Head of Room's transactional and transformational leadership style on the implementation of a patient safety culture in the Regional Public Service Agency, Benyamin Guluh Hospital, Kolaka Regency. Method: Qantitative approach with a cross-sectional design was used, this study took place during July 2024. Involving 140 respondents, consisting of team leaders and nurses working in inpatient care. Result: The positive influence of transformational leadership style (0.332 (positive direction), T statistic 2.665 and p-value 0.008) and laizzes faire (0.309 (positive direction), T statistic 2.828 and p-value 0.005) in the implementation of patient safety culture. Conclusion: This study emphasizes the importance of a ward head's leadership style that supports a patient safety culture, particularly in reporting individual performance indicators and implementing employee work targets. It is recommended that hospitals improve the implementation of a patient safety culture by conducting continuous patient safety rounds, supervising, monitoring, and evaluating the implementation of individual performance indicators, and encouraging staff to report.
Co-Authors Ali Djatmo, Irawati Ali, Leniarti Alista, Adnin Amalia, Ria Riski Andrias, Laode Ashan, La Ode Asri, Andi Aswan Aswan Ayu Sudirman, Putri Azizi Jaya Jayadipraja, Erwin Bahtiar, La Ode Bayu, Wisnu Catur Biduri, Evi Nurmaisa Chivansa, Firsta Wahyuni Citra Dewi Darmiati Darmiati Dewi, Shafira Endah Amartya Erwin Azizi Jayadipraja, Erwin Azizi Fitri Fitri Fitri Yanti Fitri, Nur Amelyya Haerun, Haerun Handayani, Ririn Putri Hardianti Hardianti, Hardianti Hariadhin Depu, Anry Harun, Aziz Hasanuddin, Silviana Hasanudin, Silviana Hasmawati Hasmiati Hakim, Wa Ode Heltty Heltty Ida Fitriah, Wa Ode Indriani Indriani Irliham, Irliham Irma Irma Kaharuddin Karuniawati , Kadek Ayu Karuniawati, Kadek Ayu Khairunnisa, Ines Zahara Kurniawati, Kadek Ayu M. Rafi Marianti, Rita Dewi Muhammad Ikhsan Akbar Muhammad Isrul Munir, Sanihu Ni Ketut Mendri Nita, Waode Adisti Elmira Noviati nunung nunung Nurleni, Nurleni Orin, Orin Rafiuddin, Ari Tjahyadi Rasyid, Sri Anggarini Ratna Umi Nurlila Risky, Sartini Ruliyati, Lilis Rusnia, Wa Ode Sadaoda, Imiawati Said, Muhamad Saltar, La Ode Sari, Eka Putri Saripati, Wa Ode Fitra Sarnian, Sarnian Sri Anggarini Sri Yuliawati Sunarsih Sunarsih Sunarsih Supodo, Timbul Syafrie, Firhani Anggriani Syafruddin Syafruddin Tasnim Tasnim Tasrun, La Ode Tias, Nuzul Wahyuning Ulva, Sitti Marya Usman Usman W. Alani, Fitriani Wahyuni Chivansa, Firsta Wijayanti, Putri Mega Wulan, Indri Yasmin, Laode Muhammad Yulianingsih, Eka Putri Yulianti, Yuni yuningsi, sitti Yunita Amraeni Yusnani Yusnani Zainal, Mardani