Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Effect of Bioslurry Concentration in Feed on The Growth and Survival of Milkfish (Chanos chanos Forsskal) Zaenab, St; Masriah, Andi; Suryahman, Agus
International Journal of Applied Biology Vol. 6 No. 2 (2022): International Journal of Applied Biology
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bioslurry is cow excreta waste processed anaerobically as a nutritional by-product of biogas production, which contains proteins, carbohydrates, fats and minerals. This study aims to determine the concentration of solid bioslurry in feed and the concentration of liquid bioslurry in feed containing solid bioslurry, which is optimal for increasing the growth and survival of milkfish. The results showed that the best feed with a concentration of 50% solid bioslurry resulted in a growth of 100.05 grams ± 6.98 and a survival rate of 96.67% ± 1.15. A significant growth increase in feed with a high bioslurry content indicates that bioslurry contains nutrients capable of increasing growth energy in milkfish. The growth of milkfish continues to increase along with the increasing concentration of bioslurry liquid waste added to the feed as a source of probiotics. Adding 50 ml of liquid bioslurry into 100 grams of feed resulted in the best growth of 165.33 grams ± 2.08. Liquid bioslurry contains probiotic microbial bioactivators and functions to increase growth.
HIDROLISIS PAKAN IKAN DENGAN MENGGUNAKAN CAIRAN RUMEN SAPI HYDROLYSIS OF FISH FEED USING COW RUMEN LIQUID Masriah, Andi; Aslamyah, Siti; Zainuddin, Zainuddin
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 7 No. 1 (2018): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v7i1.1801

Abstract

Cairan rumen merupakan salah satu limbah buangan rumah potong hewan (RPH) yang kaya enzim pencernaan. Penelitian ini bertujuan menentukan konsentrasi cairan rumen untuk menghidrolisis pakan ikan. Penelitian dilaksanakan pada bulan oktober-november 2015 di Hatchery mini FIKP Unhas dan analisis sampel dilaksanakan di BPPBAP Maros, Sulawesi Selatan. Cairan rumen diambil dari isi rumen sapi yang berasal dari RPH Makassar dengan cara filtrasi (penyaringan dengan kain katun) kemudian cairan dimasukkan ke dalam termos agar suhunya tetap hangat. Pakan yang digunakan adalah pakan komersial dengan kadar protein 30%, lemak  4%, dan serat kasar 6% dihidrolisis dengan cairan rumen pada konsentrasi  tanpa cairan rumen/kontrol, 40, 60, 80, dan (E) 100 mL/100 g pakan. Volume cairan rumen setiap perlakuan disamakan dengan menambahkan aquades dan disemprotkan secara merata pada pakan, selanjutnya diinkubasi selama 24 jam pada suhu ruang. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji W-Tuckey. Hasil analisis  menunjukkan bahwa pemberian berbagai konsentrasi cairan rumen pada pakan berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap serat kasar dan protein pakan tetapi tidak berpengaruh (p>0,05) terhadap lemak (1,331-1,457 %bk) dan BETN (7,748-7,875 %bk) pakan ikan komersial. Kadar serat terendah 1,999±0,039 %bk terjadi pada pemberian cairan rumen 80, 2,214±0,156 %bk, 2,309±0,080 %bk, 2,413±0,105 %bk  dan 2,507±0,028 %bk masing-masing pada 60, 100, 40 dan control. Kadar protein tertinggi 30,630±0,360%bk terjadi pada pemberian cairan rumen 80, 29,523±0,32%bk, 28,460±0,21%bk, 28,260±0,307%bk  dan 25,678±3,70%bk masing-masing pada control, 40, 100, dan 60. Dengan demikian konsentrasi cairan rumen terbaik untuk menghidrolisis pakan komersial adalah 80 mL/100 g pakan.
PENAMBAHAN LIMBAH CAIRAN RUMEN SAPI PADA BERBAGAI LEVEL KARBOHIDRAT DALAM PAKAN TERHADAP RETENSI NUTRIEN DAN KOMPOSISI KIMIA TUBUH IKAN BANDENG (CHANOS CHANOS FORSSKAL) Masriah, Andi
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 9 No. 1 (2020): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v9i1.3999

Abstract

Ikan bandeng merupakan salah satu komoditi perikanan payau yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan berpotensi untuk terus dikembangkan. Namun pada kenyataannya dalam kegiatan budidaya, biaya pakan mencapai 60-75% dari total biaya produksi. Pakan yang dikonsumsi ikan sebaiknya mengandung nutrisi yang mudah dicerna dan diserap dengan baik oleh ikan, sehingga pakan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal. Salah satu pemanfaatan pakan optimal yang dapat dilaksanakan dengan mudah adalah melalui penambahan enzim eksogen yang berasal dari limbah cairan rumen pada pakan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan level karbohidrat yang efektif dalam pakan setelah diberi cairan rumen untuk mengoptimalkan retensi nutrient dan komposisi kimia tubuh ikan bandeng. Penelitian menggunakan rancangan desain acak lengkap, terdiri dari 4 perlakuan level karbohidrat dalam pakan (27,81; 39,50; 46,97 dan 56,75) kemudian dicampur dengan 80 mL cairan rumen/100 g pakan. Pakan diberikan pada juvenil ikan bandeng berukuran 7,19±0,036 g yang dipelihara dalam akuarium resirkulasi kepadatan 15 ekor/45 L air payau. Parameter yang diamati adalah retensi nutrient dan komposisi kimia tubuh ikan bandeng. Data yang diperoleh dianalisis ANOVA dan jika terdapat pengaruh nyata dilakukan uji lanjut W-Tuckey. Pemberian berbagai level karbohidrat pakan berpengaruh nyata terhadap retensi nutrien (P0,05). Level karbohidrat 46,97% dalam pakan memberikan retensi protein tertinggi sedangkan level karbohidrat 39,50% memberikan retensi lemak tertinggi yang nilainya masing-masing adalah 14,32±2,40 dan 22,49±4,57. Level karbohidrat terbaik dalam pakan setelah diberi cairan rumen yang dapat mengoptimalkan retensi nutrient dan komposisi kimia tubuh ikan bandeng adalah 46,57%.
Effectiveness Growth Performance and Feeding Efficiency of Tilapia (Oreo-chromis niloticus) Through Solid Bioslurry Feed in Floating Net Cages Jamaluddin, Ruqayyah; Ayu, Anny Hary; St Zaenab; Masriah, Andi; Nurfadilah
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 14 No. 1 (2025): JAFH Vol. 14 No. 1 February 2025
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jafh.v14i1.63715

Abstract

The biggest challenge in cultivation activities is the availability of sufficient quantities of feed with optimal nutritional content. Bioslurry is a local material from biogas production waste with good nutritional content. This research aims to determine the amount of solid bioslurry in feed composition that effectively increases fish growth and feed efficiency. This research used a complete design of 4 treatments and 3 replications (12 experimental units). The treatments tested were solid bioslurry as a substitute for corn flour, pollard flour, and fine bran with 0% (control) percentages, 5%, 10%, and 15%. The parameters observed were proximate bioslurry, specific growth rate, survival, feed efficiency, and feed conversion ratio. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA), followed by the W-Tuckey test. The proximate analysis of solid bioslurry shows crude protein was 5.54%, crude fiber 15.36%, BETN 7.19%, ash 34.13%, crude fat 0.53%, and water 37.25%. The best treatment is feed C with 5% bioslurry content produced growth of 31.5 g, the best feed efficiency (116.67%), and an FCR of 0.87%. In this research, information regarding feed formulations containing bioslurry can help make feed on tilapia fish raised in floating net cages for sustainable fisheries.
IMPLEMENTASI BUDIDAYA IKAN DAN SAYUR RAMAH LINGKUNGAN DI PONDOK PESANTREN DESA BANDARKIDUL, KEDIRI Alba, Cecep; Hidayat, Esa Fajar; Masriah, Andi; Nadiro, Vina Nur; Pratiwi, Rizky Kusma; Hadiana, Hadiana
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 10 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i10.2964

Abstract

A common problem encountered in densely populated residential areas is waste accumulation. The majority of this waste consists of organic and inorganic household refuse. While organic waste is polluting, it is biodegradable and decomposes relatively quickly. In contrast, inorganic waste—particularly plastics—requires an extensive period to decompose in the natural environment. Consequently, this community service program aims to recycle plastic waste so that it can be reused and even acquire economic value. The plastic material utilized is discarded single-use water gallon containers, which often accumulate and hold little to no resale value. The target participants of this program are the students (santri) of Pondok Pesantren Al-Ishlah in Bandarkidul Village, Kediri City. The method employed involves providing education and hands-on training in cultivating catfish (Clarias sp.) and water spinach (Ipomoea aquatica) within a single reused gallon container which is known as Budikdamlon (aquaculture using gallon). The training also covers maintenance practices up to the harvest stage. As members of the younger generation, it is expected that the trained students will serve as agents of change—youth who not only possess intellectual capacity but also actively implement their knowledge in alignment with religious values.
Evaluation of Nutritional Composition and Lead Detection in Suckermouth Catfish (Pterygoplichthys sp.) Egg Flour as a Candidate Feed Additive for Fish Feed Masriah, Andi; Dwi Cahya, Muhamad; Islamy, R Adharyan; Nur Nadiro, Vina; Maulidiyah, Vika; Supriyadi, Supriyadi; Ramadhan, Adam Ashil; Hardiyanto, Revanina Putri
Torani Journal of Fisheries and Marine Science Vol. 9 No. 1 (2025): VOLUME 9, NOMOR 1, DECEMBER 2025
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35911/torani.v9i1.46360

Abstract

This study aims to evaluate the nutritional value and heavy metal lead (Pb) content in suckermouth catfish (Pterygoplichthys sp.) egg meal as a candidate feed additive in fish feed. The fish eggs were obtained from fishermen's catches in public waters in East Java, then cleaned, dried, and processed into meal for analysis. The proximate parameters tested included protein, fat, crude fiber, and ash content using the AOAC standard method, while Pb content was analyzed using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). The results showed that suckermouth catfish egg meal had the following nutritional composition: protein 39.25±0.02%, fat 9.19±0.01%, crude fiber 2.36±0.03%, and ash 4.95±0.02%. This nutritional profile indicates that suckermouth catfish eggs are a high source of animal protein and have a low fiber content, thus having the potential to improve feed quality through the addition of essential amino acids and energy. Heavy metal Pb content was not detected within the sensitivity limits of the instrument, thus this product meets the safety aspects of feed ingredients related to heavy metal contamination. Overall, the results of this study indicate that suckermouth catfish egg meal has competitive nutritional value compared to several conventional feed ingredients and is safe from Pb contamination. Thus, this ingredient has the potential to be developed as an alternative feed additive in fish feed formulations.
Analisis Kadar Protein Tepung Telur Ikan Sapu-Sapu sebagai Sumber Bahan Pakan Ikan dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis Masriah, Andi; Cahya, Muhamad Dwi; Nadiro, Vina Nur; Supriyadi, Supriyadi; Hardiyanto, Revaninna Putri; Ramadhan, Adam Ashil
Jurnal Galung Tropika Vol 14 No 3 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/jgt.v14i3.1413

Abstract

This study aims to analyze the protein content of suckermouth catfish (Pterygoplichthys sp.) egg meal and to evaluate its potential as a fish feed ingredient. Egg meal samples were analyzed using Uv-Vis spectrophotometry with a standard albumin curve approach using linear regression. The analysis showed that the protein content of suckermouth catfish egg flour ranged from 35 to 37%. This value indicates a fairly high protein content, suggesting its potential as an additional protein source in fish feed formulations. In addition, suckermouth catfish are an invasive species that negatively impacts aquatic ecosystems. Therefore, utilizing its eggs as a feed raw material not only provides economic added value but also helps control the population of this invasive species. The use of sapu-sapu fish egg meal can be a sustainable and economical alternative for providing feed raw materials, especially to support fish growth in intensive aquaculture systems.
OPTIMALISASI LAHAN TERBATAS MELALUI BUDIDAYA LELE DALAM EMBER (BUDIKDAMBER) DAN KANGKUNG BERKELANJUTAN DI PERUMAHAN PELITA INDAH, KOTA KEDIRI Nadiro, Vina Nur; Pratiwi, Rizky Kusma; Masriah, Andi; Rafi, Mochammad; Alieyati, Putri Fauziah; Sabrina, Nur Aini; Romadhona, Muhammad Rizki
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i1.3493

Abstract

Keterbatasan lahan di kawasan perkotaan menjadi tantangan dalam pemenuhan kebutuhan pangan keluarga. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah Budidaya Ikan Lele dalam Ember (Budikdamber) yang dikombinasikan dengan tanaman kangkung sebagai bentuk akuaponik sederhana. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Perumahan Pelita Indah, Desa Bandar Kidul, Kota Kediri, bertujuan meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga dengan mengoptimalkan lahan terbatas secara produktif melalui budidaya ikan dalam ember (budikdamber). Metode pelaksanaan meliputi enam tahapan, yaitu identifikasi masalah, persiapan kebutuhan, sosialisasi dan penyuluhan, pelatihan dan demonstrasi, pendampingan dan monitoring, serta evaluasi dan tindak lanjut. Tim pengabdian menyiapkan alat dan bahan berupa galon bekas 6 buah berkapasitas 15 liter/galon, bibit ikan lele ukuran 7-8 cm, benih kangkung serta pakan ikan.  Evaluasi peserta pengabdian dilakukan dengan soal pre-test dan post-test yang mencakup empat parameter, yaitu pengetahuan terhadap budikdamber, pemahaman terhadap budikdamber, ketertarikan terhadap budikdamber, dan analisa kemanfaatan budikdamber. Hasil menunjukkan adanya peningkatan >80% di semua parameter. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang budikdamber serta efektif sebagai model ketahanan pangan keluarga yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Effectiveness of Using Bioball and Pumice Biofiltration on Water Quality in Recirculating Tilapia Cultivation System Pratiwi, Rizky Kusma; Masriah, Andi; Inayah, Zakiyyah Nur; Nadiro, Vina Nur; Maulidiyah, Vika; Cahya, Muhamad Dwi; Supit, Admiral Amin; Sahlan, Muhammad Zidny; Saputra, Beby Adi Surya; Wijaya, Stevanus Bondan
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan Vol 6 No 1 (2026): APRIL
Publisher : Fisheries Science Study Program, Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jikan.v6i1.2749

Abstract

The use of simple filter media can reduce organic waste materials in Nile tilapia aquaculture systems. The performance of biofilters is strongly influenced by the type of media used, depending on their characteristics in supporting biofilm formation. This study aimed to analyze the effectiveness of bioball and pumice as biofilter media on water quality and the growth performance of Nile tilapia (Oreochromis niloticus) in a recirculating aquaculture system. The research was conducted from October to November 2024 at the Integrated Farming Laboratory, PSDKU Universitas Brawijaya Kediri, using an experimental method. Two treatments were applied, namely bioball (P1) and pumice (P2), with observations on water quality parameters including temperature, pH, dissolved oxygen (DO), Total Organic Matter (TOM), alkalinity, ammonia, nitrate, and phosphate, as well as fish growth parameters including absolute growth, specific growth rate (SGR), and survival rate (SR). Data were analyzed using the Independent Sample T-Test, while alkalinity, absolute growth, and survival rate were analyzed using the non-parametric Mann–Whitney U test. The results showed that the use of biofilter media did not have a significant effect (p>0.05) on all water quality parameters, but showed a significant difference in absolute growth. Pumice media demonstrated better performance in increasing DO (5.6–10.3 mg/L) and reducing organic matter with a removal efficiency of 33–70% and ammonia up to 94%. In terms of growth performance, the pumice treatment produced higher values of absolute growth (2.52 ± 0.26 g), SGR (2.53 ± 0.18%/day), and SR (86.7 ± 4.7%) compared to bioball. Therefore, pumice has the potential to be recommended as a promising biofilter medium for improving water quality and growth performance of Nile tilapia in recirculating aquaculture systems.
Penerapan Probiotik Rabal Pada Pakan Dan Pengelolaan Kualitas Air Di Desa Blaru Kabupaten Kediri : Pengabdian Maulidiyah, Vika; Masriah, Andi; Nur Nadiro, Vina; Dwi Cahya, Muhamad; Kusma Pratiwi, Rizky; Aprilia Nurkhasanah, Anissa
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6078

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Blaru, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, dengan tujuan meningkatkan kapasitas pembudidaya ikan melalui pelatihan aplikasi probiotik rabal pada pakan dan pengelolaan kualitas air. Metode kegiatan meliputi penyampaian materi, praktik lapangan, serta evaluasi pengetahuan peserta melalui kuisioner pra dan pasca pelatihan. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan. Pemahaman peserta mengenai pengaplikasian probiotik rabal pada pakan meningkat dari 61,11% menjadi 100%, sedangkan pada pengelolaan kualitas air meningkat dari 5,56% menjadi 100%. Profil peserta didominasi oleh laki-laki usia produktif dengan latar pendidikan menengah serta pengalaman budidaya lebih dari tiga tahun. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis praktik lapangan ini efektif dalam mentransfer pengetahuan dan teknologi tepat guna kepada masyarakat.