Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

ANALISIS TINGKAT PEMAHAMAN CARA BUDIDAYA IKAN YANG BAIK (CBIB) PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI AGROBISNIS PERIKANAN UNIVERSITAS COKROAMINOTO MAKASSAR Kristianus Marauw; Andi Ummung; Andi Masriah
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 1 No. 1 (2022): November
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v1i1.11

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui tingkat pemahaman cara budidaya ikan yang baik (CBIB) bagi mahasiswa Fakultas Perikanan Universitas Cokroaminoto Makassar pada saat sebelum, saat, dan setelah melaksakan kegiatan praktek kerja lapang. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara langsung terhadap responden. Responden pada penelitian ini yaitu mahasiswa Program Studi Agrobisnis Perikanan yang melaksanakan Praktik kerja Lapang pada saat peneliti mengambil data penelitian. Wawancara dilakukan dengan instrument kuesioner. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan bantuan kuesioner dengan penskalaan Likert. Data yang terkumpul dilakukan tabulasi dan analisis. Berdasarkan hasil penelitian megenai analisis pemahaman Cara budidaya ikan yang baik (CBIB) bagi mahasiswa fakultas perikanan universitas cokraminoto makassar maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan praktek kerja lapang (PKL) dapat meningkatkan tingkat pemahaman CBIB dari cukup menjadi sangat kuat bagi mahasiswa fakultas perikanan universitas cokroaminoto makassar dengan nilai pemahaman sebesar 50,13% menjadi 89,93%.
Analysis of the profits cultivation of milkfish (Chanos chanos Forsskal) with different feeding at Pokdakan Simaranang, Ampekale village, Bontoa District, Maros Regency Daris, Lukman; Masriah, Andi; Massiseng, Andi Nur Apung; Febri, Febri
Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan Vol. 14 No. 2 (2021): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.433 KB) | DOI: 10.52046/agrikan.v14i2.777

Abstract

The purpose of this study was to analyze the level of profit for milkfish cultivators who used different feeds, namely cultivators who used feeds of (1) expired noodles or bread; (2) commercial feed; and (3) mixed feed between expired noodles or bread + commercial feed. The data obtained in this study were analyzed using variance (ANOVA) analysis to see the effect of different feeding on the profits of milkfish cultivators in the Simaranang fish cultivator group (Pokdakan), then continued with the W-Tuckey test to see the difference in profits between each cultivator. Based on the results of the analysis, it was found that the highest annual cultivation profit was obtained by cultivators who used a mixture of commercial feed and expired noodle/bread feed (Rp. 16,681,750/year) followed by cultivators who used commercial feed (Rp 9,123,000/year) and the profit. The lowest was experienced by cultivators who only used expired noodles/bread (Rp. 7,875,000/year).
PERILAKU PETANI BUDIDAYA UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) TERHADAP KEMUNCULAN PENYAKIT DI DESA KASANO KECAMATAN BARAS KABUPATEN PASANGKAYU Lukman Daris; Andi Masriah; Kasmiati Kasmiati
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 2 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i2.536

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perilaku petani udang vanname terhadap kemunculan penyakit. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Sampel pada penelitian sebanyak 21 pelaku budidaya di Desa Kasano, Kecamatan Baras, Kabupaten Pasangkayu. Metode pengumpulan data melalui wawancara dan kuesioner, selanjutnya teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif. Deskriptif yaitu metode untuk mengetahui dan memberikan gambaran mengenai data primer yang telah dikumpulkan. Hasil dari penelitian ini, memprlihatkan bahwa secara keseluruhan udang vanname yang dipelihara oleh petani pembudidaya di Desa Kasano, Kecamatan Baras, Kabupaten Pasangkayu mengalami kematian dini yang belum diketahui penyakitnya. Udang vanname yang dipelihara oleh petani pembudidaya dengan menerapkan pencegahan penyakit menggunakan antibiotik mengalami penyakit berak putih  (white feces disease). Dapat disimpulkan bahwa perilaku petani dalam pencegahan penyakit berpengaruh terhadap kemunculan penyakit.
EFEKTIVITAS DOSIS BIOSLURRY CAIR TERHADAP KADAR PROTEIN TERLARUT DALAM PAKAN IKAN Andi Masriah; Anny Hary Ayu Suardi; Alpiani Alpiani; St Zaenab; Syamsuddin Syamsuddin
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 3 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i3.641

Abstract

Sumber probiotik yang belum termanfaatkan dengan baik adalah limbah bioslurry. Bioslurry atau ampas biogas merupakan produk dari hasil pengolahan biogas berbahan kotoran ternak dan air melalui proses tanpa oksigen (anaerobik). Manfaat Bioslurry diantaranya adalah sebagai bioaktivator mikroba probiotik dan sebagai sumber pakan ikan. Mikroorganisme efektif yang terkandung dalam bioaktivator antara lain bakteri asam laktat (lactobacillus) dan bakteri penghancur (decomposer). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis limbah bioslurry cair sebagai sumber probiotik yang lebih efektif dalam peningkatan kadar protein terlarut dalam pakan ikan. Penelitian ini didesain dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan (12 satuan percobaan). Perlakuan yang diuji tersebut adalah: (A) 20 mL bioslurry/100 gram pakan; (B) 30 mL bioslurry/100 gram pakan; (C) 40 mL bioslurry/100 gram pakan; (D) 50 mL bioslurry/100 gram pakan. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah kadar protein terlarut dalam pakan ikan sebelum dan setelah diinkubasi dengan limbah bioslurry cair sebagai sumber probiotik yang akan dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (anova) dan jika terdapat perbedaan yang nyata (sig.<0,05) akan dilanjutkan dengan uji W-Tuckey. Berdasarkan hasil analisis ragam (anova) terlihat bahwa pemberian berbagai konsentrasi bioslurry berpengaruh nyata (sig.<0,05) terhadap kadar protein terlarut pakan ikan. Semakin tinggi konsentrasi bioslurry dalam pakan ikan semakin tinggi pula kadar protein terlarut yang dihasilkan. Nilai protein terlarut terendah terdapat pada perlakuan 20 mL bioslurry/100 g pakan yakni sebesar 23,506 mg/10 mL dan nilai protein terlarut tertinggi terdapat pada perlakuan 50 mL bioslurry/100 g pakan yakni sebesar 65,349 mg/10 mL.  
Tingkat Resiliensi Ekosistem Mangrove di Perairan Pallime Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone Irwansyah, Irwansyah; Asgar, Muh Adam; Daris, Lukman; Massiseng, Andi Nur Apung; Alpiani, Alpiani; Masriah, Andi
Akuatiklestari Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v7i1.6396

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan ekosistem yang berada pada area pesisir dengan fungsi ekosistem yang sangat besar dari ditinjau dari fungsi ekologi, fungsi sosial dan fungsi ekonomi. Hubungan timbal balik antara ekosistem dan sosial masyarakat akan menghasilkan sebuah perubahan dan dampak terhadap ekosistem itu sendiri. Dinamika ekologi dan sosial merupakan sesuatu yang kompleks sehingga dibutuhkan pendekatan yang komprehensif dalam penanganannya. Pendekatan resiliensi ekosistem merupakan salah satu pendekatan pengelolaan ekosistem yang cukup komprehensif digunakan dalam pengelolaan ekosistem. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat resiliensi ekosistem perairan mangrove di wilayah perairan Pallime baik secara ekologi maupun secara sosial. Analisis data dilakukan dengan menganalisa struktur komunitas ekosistem mangrove di wilayah kajian dan menghitung indeks resiliensi ekologi dan sosial dengan metode pembobotan. Struktur komunitas ekosistem mangrove di Perairan Pallime Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone ditemukan 3 spesies yakni Sonneratia caseolaris, Avicennia marina dan Rhizophora mucronata dengan kondisi ekosistem mangrove tergolong sangat baik dengan rata-rata kerapatan pohon 1.940 pohon/ha, rata-rata persentase penutupan kanopi sebesar 85,96%. Tingkat resiliensi ekologi ekosistem mangrove di Perairan Pallime Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone memiliki nilai 0,80 dengan kelas tingkat resiliensi ekologi “tinggi”. Tingkat resiliensi sosial ekosistem mangrove memiliki nilai sebesar 0,68 dengan kriteria resiliensi sosial “sedang”. Nilai resiliensi total (resiliensi ekologi dan sosial) ekosistem mangrove sebesar 0,74 dengan kriteria tingkat resiliensi “sedang”.
Pertumbuhan dan Sintasan Ikan Bandeng (Chanos chanos Forsskal) yang Diberi Pakan dengan Dua Jenis Sumber Bahan Baku Karbohidrat Pakan yang Terhidrolisis Limbah Cairan Rumen Sapi Andi Masriah; Alpiani Alpiani
Gorontalo Fisheries Journal Volume 2 Nomor 2 October 2019
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gfj.v2i2.779

Abstract

Feed which is one of the most important factors in increasing fish growth must have good nutritional quality, meanwhile there is a problem of production efficiency in aquaculture, especially in intensive aquaculture caused by high feed costs due to high protein requirements. The effort to reduce the role of protein as a source of energy in feed is to maximize the use of feed carbohydrates as an energy source. This study aims to determine the type of carbohydrate raw material that is most effectively hydrolyzed by cow's rumen liquid waste and determine the type of feed carbohydrate raw material that is effective after being fed beef rumen fluid to maximize growth and survival in milkfish. The method in this study uses a completely randomized design (CRD) consisting of 3 treatments, namely (a) control using commercial feed; (b) feed with carbohydrate as a source of flour; and (c) feed with the source of raw material carbohydrate refined bran flour. The growth and survival data obtained were analyzed by variance analysis (ANOVA) and continued with the W-Tuckey test. The results of the analysis showed that feeding with various types of carbohydrate sources in the feed which was fermented first using cow's rumen liquid waste significantly affected (P <0.05) on the growth and survival of milkfish. Feeding with carbohydrate sources both wheat flour and fine bran which is fermented first by using cow rumen liquid waste provides growth and survival in milkfish which is better than the use of commercial feed.
RESPONSE OF STOCKING DENSITY DIFFERENCES TO KIDNEY HISTOLOGY ANALYSIS OF RED TILAPIA (Oreochromis sp.) IN THE BUDIKDAMBER SYSTEM Nadiro, Vina Nur; Andayani, Sri; Widodo, Maheno Sri; Masriah, Andi
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 2 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i2.1415

Abstract

Optimalisasi budidaya ikan dengan kepadatan tinggi bersamaan dengan peningkatan pemberian pakan akan menyebabkan penumpukan bahan organik. Penumpukan bahan organik ini seperti sisa pakan dan feses akan memperburuk kondisi pemeliharaan, yang pada akhirnya memengaruhi kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan. Kondisi fisiologis ikan akibat lingkungan yang tidak sesuai akan menyebabkan terjadinya perubahan kondisi histologis pada jaringan dan organ yang berperan dalam metabolisme ikan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis respon perbedaan padat tebar terhadap analisis histologis ginjal ikan nila merah (Oreochromis sp) yang dipelihara menggunakan sistem budikdamber. Penelitian dilakukan selama 28 hari di laboratorium reproduksi dan hidrobiologi Universitas Brawijaya. Pada penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan perlakuan kepadatan (A (2 ekor/10L), B (4 ekor/10L), C (6 ekor/10L), D (8 ekor/10L) dan sistem (budikdamber dengan kangkung (a) dan tanpa kangkung (b)). Beberapa kerusakan organ ginjal yaitu kongesti, edema dan nekrosis. Perlakuan terbaik adalah Ab (2 ekor/10L tanpa kangkung) yaitu dengan nilai kerusakan paling sedikit.
Evaluasi Komparatif Penggunaan Tepung Cacing dan Tepung Ikan sebagai Sumber Bahan Baku Protein Pakan terhadap Performa Pertumbuhan Ikan Lele Masriah, Andi; Pratiwi, Rizky Kusma; Nadiro, Vina Nur; Cahya, Muhamad Dwi; Hariyono, Nidya Aufa Rosie; Safira, Bela; Khairunnisa, Easty; Badzlin, Shierleen Zahra
Jurnal Galung Tropika Vol 14 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/jgt.v14i1.1372

Abstract

Fishmeal is the primary raw material in fish feed formulations as a source of protein raw materials. Its limited availability and fluctuating prices encourage using alternative protein sources, one of which is worm meal. This study compare the use of fish meal and worm meal in catfish (Clarias sp.) feed the hepatosomatic index (HSI), blood glucose levels, and gastric emptying rate. The research was conducted using an experimental method with two treatments: fishmeal-based and worm meal-based. HSI data obtained were analyzed by independent-sample T-test analysis, while data on blood glucose levels and gastric emptying rate were analyzed descriptively. The results showed no significant difference (p>0.05) between treatments on hepatosomatic index. Fluctuations in blood glucose levels are also in line with the rate of gastric emptying, which is not too different between treatments. This study showed that worm meal has the potential to be used as an alternative to fish meal in catfish feed without causing physiological changes.
Pendampingan Berbasis Edukasi dalam Bidang Perikanan melalui Pengenalan Biota Laut pada Siswa SDN 3 Manyaran Kediri Pratiwi, Rizky Kusma; Arfiati, Diana; Inayah, Zakiyyah Nur; Mazaya, Amalia Febryane Adhani; Nurkhasanah, Anissa Aprilia; Maulidiyah, Vika; Masriah, Andi; Cahya, Muhamad Dwi; Nadiro, Vina Nur; Hadiana, Hadiana
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 3 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i3.1461

Abstract

Kediri Regency is a non-coastal area, so only a few school students know about Aquatic Invertebrates. Generally, they only know through pictures or electronic information. The purpose of this activity is to increase literacy by directly introducing students to the diversity of marine biota (aquatic invertebrates) in order to foster environmental awareness from an early age. The methods used include interactive lectures, observations of original specimens, and evaluation of understanding through educational games. The activity was carried out on November 9, 2024 and was attended by 37 students in grades 4-6. This activity showcased various types of aquatic invertebrates from the Phylum Mollusca, Phylum Arthropoda, Phylum Coelenterata and Phylum Echinodermata. The results of observations showed that students were enthusiastic and showed an increase in understanding with a success rate of more than 90% in oral evaluations. This program has proven effective in building students' interest in science and environmental conservation, especially related to fisheries (aquatic invertebrates). This activity has a positive impact on strengthening contextual-based education and can be replicated in other non-coastal areas.ABSTRAKWilayah Kabupaten Kediri merupakan daerah non-pesisir, sehingga hanya sedikit siswa sekolah yang mengenal hewan Avertebrata Air. Umumnya mereka hanya mengetahui melalui gambar atau informasi secara elektronik. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan literasi dengan mengenalkan secara langsung kepada siswa mengenai keanekaragaman biota laut (avertebrata air) guna menumbuhkan kesadaran terhadap lingkungan sejak dini. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, pengamatan spesimen asli, serta evaluasi pemahaman melalui permainan edukatif. Kegiatan dilaksanakan pada 9 November 2024 dan diikuti oleh 37 siswa kelas 4–6. Kegiatan ini memamerkan aneka macam hewan avertebrata air dari Phylum Molusca, Phylum Arthropoda, Phylum Coelenterata dan Phylum Echinodermata. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa siswa antusias dan menunjukkan peningkatan pemahaman dengan tingkat keberhasilan lebih dari 90% pada evaluasi lisan. Program ini terbukti efektif dalam membangun ketertarikan siswa terhadap sains dan pelestarian lingkungan, khusunya terkait perikanan (avertebrata air). Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap penguatan pendidikan berbasis kontekstual dan dapat direplikasi di daerah non-pesisir lainnya.
Studi Pengaruh Frekuensi Pemberian Probiotik Bakteri Asam Laktat (BAL) terhadap Kadar Glukosa Darah dan Pertumbuhan Mutlak Ikan Lele Sistem Budikdamber : Study of the Effect of Frequency of Administration of Lactic Acid Bacteria (LAB) Probiotics on Blood Glucose Levels and Absolute Growth of Catfish in the Budikdamber System Nadiro, Vina Nur; Pratiwi, Rizky Kusma; Masriah, Andi; Rafi, Muhammad; Alieyati, Putri Fauziah; Sabrina, Nur Aini; Romadhona, Muhammad Rizki
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 4 No. 2 (2025): November
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v4i2.282

Abstract

Budikdamber (budidaya ikan dalam ember) merupakan sistem budidaya terpadu yang mengombinasikan ikan lele (Clarias sp.) dan tanaman kangkung dalam satu wadah, sehingga mendukung efisiensi lahan serta daur ulang nutrien secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh frekuensi pemberian probiotik Bakteri Asam Laktat (BAL) terhadap kadar glukosa darah dan pertumbuhan ikan lele dalam sistem budikdamber. Penelitian dilakukan selama 28 hari dengan empat perlakuan frekuensi pemberian BAL, yaitu kontrol (tanpa BAL), A (setiap 1 hari), B (2 hari sekali), dan C (3 hari sekali), masing-masing dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi kadar glukosa darah, berat dan panjang mutlak ikan, serta pertumbuhan kangkung. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan C menghasilkan kadar glukosa terendah dan paling stabil pada minggu keempat, menandakan tingkat stres fisiologis ikan yang rendah. Sementara itu, perlakuan B menunjukkan pertumbuhan berat dan panjang ikan lele serta berat kangkung tertinggi, menunjukkan efisiensi pertumbuhan yang optimal. Kualitas air selama penelitian berada dalam kisaran yang layak untuk budidaya. Dengan demikian, frekuensi pemberian probiotik dua hari sekali (perlakuan B) direkomendasikan untuk optimalisasi pertumbuhan, sedangkan frekuensi tiga hari sekali (perlakuan C) efektif untuk menjaga stabilitas fisiologis ikan.