Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pinang Sebagai Alat Kontak Masyarakat Papua di Arso Swakarsa Kabupaten Keerom: Betels as a Contact Tool for Papuan Community in Arso Swakarsa, Keerom Regency Lutfianasari, Rahma; Yusuf, Muhamad; Iribaram, Suparto; Muhandy, Rachmad Surya; Kadir, Akhmad
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 16 No. 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jsh.v16i2.13476

Abstract

Areca atau yang juga dikenal sebagai buah pinang, adalah salah satu tanaman yang memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat Papua. Penelitian dilakukan bertujuan untuk mengetahui ekstensi mengenai buah pinang yang digunakan sebagai alat kontak bagi masyarakat Papua di Arso Swakarsa, serta mengetahui ekstensi mengenai buah pinang yang dipandang mampu menjadi alat kontak bagi masyarakat setempat. Metode yang diterapkan pada penelitian “Pinang Sebagai Kontak Masyarakat Papua (Studi Kasus pada Masyarakat Papua di Arso Swakarsa Kabupaten Keerom)” menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini berfokus pada praktik konsumsi buah pinang pada masyarakat setempat. Penggunaan pinang menjadi kebiasaan yang digunakan sebagai kudapan dan simbol budaya yang menunjukkan betapa pentingnya pinang dalam kehidupan sehari-hari baik kalangan anak-anak hingga dewasa. Menggunakan pinang sebagai pembuka komunikasi, dapat menciptakan momen yang santai dan menyenangkan untuk berinteraksi dengan orang lain, memperkuat ikatan sosial, dan kebersamaan serta memperluas jaringan sosial. Selain itu adanya para-para pinang masyarakat Papua di Arso Swakarsa dapat menjadikannya sebuah media bertukar informasi, saling berbagi cerita serta saling berdiskusi, saling mendengarkan dan memberika perhatian satu sama lain. Menciptakan rasa kebersamaan dan persaudaraan yang kuat dalam terjalinnya ikatan sosial. Namun demikian para-para pinang mulai mengalami pergeseran akibat dari kesibukan masyarakat yang menimbulkan pola individualis dalam masyarakat.
Helping Ease during Marriage: Tombor Magh as Social Ties among Family Members of Fakfak Family, West Papua, Indonesia Abza, M. Thohar Al; Purwati, Heni; Yusuf, Muhamad; Zulihi, Zulihi; Iribaram, Suparto
Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Vol. 32 No. 2 (2024)
Publisher : LP2M - Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ws.32.2.22985

Abstract

A tradition that is still carried out by the Patipi Pulau community of Fakfak Regency is the collection of dowry called the Tombor Magh tradition, which is determined by the female party to the male party through an agreement. The aim of the research is to determine the implementation of the Tombor Magh tradition and the impact of the Tombor Magh tradition carried out by the Patipi Island indigenous community in Fakfak Regency. This is qualitative research, using a social phenomenology paradigm. Research results the Tombor Magh tradition (collection of dowry) is carried out when marriages occur between members of the Fakfak traditional community. The Tombor Magh tradition is carried out at the groom's house. In tradition, there are reciprocal gifts made by the groom's family to cover the groom's lack of dowry. Giving to women is a gift. When Tombor Magh is not fulfilled, the consequences are borne by the man. The delivery objects in Tombor Magh are jumhur, ndrup, pdour, yana, mongmongka, lela, nteing, and antique plates. The function of Tombor Magh is to maintain community culture as a means of unifying, strengthening, and binding the family, maintaining the integrity of family relationships, maintaining traditions passed down from generation to generation, and maintaining the honor and dignity of the male family in fulfilling the dowry. If you don't implement Tombor Magh, there are consequences that must be obeyed, which are habits that arise from mutual agreements that have become the customary law of the community by discarding the surname/family/clan from men to be passed on to their children, which is used is the surname/family/clan.
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Penguatan Karakter dan Sikap Peduli Sosial di SMA GUPPI Fafanlap Raja Ampa Alkadry, Husen; Iribaram, Suparto; Hasbullah, Hasbullah; Satir, Muhammad
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 4 (2025): Oktober, Social Issues and Problems in Society
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i4.49019

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah pertama, Untuk mendeskripsikan dan menganalisis Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Penguatan Karakter dan Sikap Peduli Sosial di SMA GUPPI Fafanlap Raja Ampat. Kedua, Untuk mendeskripsiskan dan menganalisis factor pendukung dan penghambat Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Penguatan Karakter dan Sikap Peduli Sosial di SMA GUPPI Fafanlap Raja Ampat. Ketiga, Untuk mendeskripsikan dan menganalisis dampak Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan sikap sosial pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMA GUPPI Fafanlap Raja AmpatPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan cara Observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data menggunakan model intraktif Miles Huberman dan Saldana dengan langkah-langkah: (1) pengumpulan data, (2) Kondensasi data, (3) penyajian data dan, (4) penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pembelajan Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Penguatan Karakteer dan Sikap Peduli Sosial di SMA GUPPI Fafanlap Raja Ampat menjadi kunci pembentukan karakter siswa berakhlak mulia. Pembentukan karakter dan sikap sosial siswa melalui pendekatan integrative dan aplikatif. Nilai-nilai keagamaan dan moral etika ditanamkan melalui keteladanan guru dan kegiatan keagamaan rutin. Sinergi antara guru, wali kelas, dan orang tua memperkuat internalisasi nilai di sekolah dan rumah. Evaluasi yang menyentuh aspek sikap dan perilaku mendorong siswa mengamalkan nilai secara nyata. 2). Faktor pendukung meliputi kreativitas pedagogik, integritas pribadi, budaya religius sekolah, dan dukungan orang tua. Kegiatan tadarus pagi, salat berjamaah, dan peringatan hari besar Islam menjadi sarana efektif pembinaan akhlak. Hambatan utama mencakup rendahnya minat belajar PAI, pengaruh negatif media sosial, penggunaan HP yang berlebihan, serta keterbatasan sarana dan waktu. 3) Dampak pada terbentuknya karakter religius, disiplin, sopan santun, tanggung jawab, empati, dan toleransi siswa. Nilai-nilai ini dibiasakan melalui praktik langsung, membentuk budaya sekolah yang religius dan kondusif, serta menghasilkan generasi beriman, berakhlak, dan siap berkontribusi di masyarakat.
Nilai-Nilai Moderasi Beragama Yang Tercermin Pada Masjid Tua Patimburak Di Fakfak Papua Barat Haremba, Saida; Iribaram, Suparto; Huzain, Muhammad; Ambotuo, Muhammad Arsyad; Rumkel, Abdul
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 4 (2025): Oktober, Social Issues and Problems in Society
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i4.49199

Abstract

Tujuan penelitian ilmiah ini adalah, sebagai berikut: 1) Untuk menganalisis bentuk-bentuk moderasi beragama yang ada pada Kampung Patimburak di Fakfak; 2) Untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi moderasi beragama pada kampung Patimburak di Fakfak; dan 3) Untuk menganalisis penerapan nilai-nilai moderasi beragama yang tercermin pada masjid tua Patimburak di Fakfak Papua Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualiatif dan jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian deskriptif. Lokasi dalam penelitian ini adalah Kampung Patimburak Distrik Kokas Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat. Jumlah subjek yang diteliti sebanyak sebanyak 21 orang. Hasil penelitian ilmiah ini menunjukkan bahwa: 1) Bentuk-bentuk moderasi beragama yang ada pada Kampung Patimburak di Fakfak Papua Barat yaitu dengan menggunakan indikator Moderasi beragama Kementrian Agama RI adalah Komitmen Kebangsaan; b) Toleransi; c) Anti Kekerasan; dan d) Adaptif Terhadap budaya Lokal. Cerminan moderasi beragama ini dapat dilihat secara langsung dalam bentuk arsitektur masjid tua Patimburak yang menggabungkan arsitektur gereja dan masjid dalam bentuk bangunannya. 2) Faktor-faktor yang mempengaruhi moderasi beragama pada kampung Patimburak di Fakfak papua Barat antara lain a) menjaga warisan leluhur; b) masih hubungan keluarga; c) sikap gotong royong; d) penguatan kegiatan kerja sama. 3) Penerapan nilai-nilai moderasi beragama yang tercermin pada masjid tua Patimburak di Fakfak Papua Barat: a) nilai gotong royong; b) nilai silturahmi; c) nilai adaptif terhadap budaya lokal; d) nilai anti kekerasan
Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Tradisi Damar Pada Masyarakat Kampung Patipi Pulau Kabupaten Fak-fak Nawir, M. Syukri; Yusuf, Muhamad; Iribaram, Suparto; Garamatan, Afan; Lestari, Nining Puji
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 01 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i01.3948

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk menjabarkan nilai-nilai pendidikan Islam dalam tradisi Damar di Kampung Patipi Pulau Kabupaten Fak-fak. Merupakan penelitian kualitatif, dengan pendekatan fenomenologi social, melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan menggunakan tehnik analisis model alir dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian: Meriahnya Masjid pada malam Lailatul Qadar merupakan pembiasaan yang dilakukan masyarakat di Kampung Patipi Pulau dengan melakukan aktivitas keagamaan bersama, dengan kegembiraannya melalui berbuka puasa, pemberian sedekah, pawai obor, membaca Qur’an. Sedekah pada pengurus Masjid didasarkan kesukarelaan yang merupakan ketulusan serta pembiasan. Nilai-nilai kekerabatan yang tinggi mempengaruhi kehidupan masyarakat. Budaya dan agama menyatu menciptakan kebersamaan diantara warga, merupakan solidaritas yang dimunculkan masyarakat secara spontan dalam pelaksanaan tradisi. Rangkaian kegiatan dalam tradisi mengandung nilai pendidikan Islam seperti: Ketaqwaan, Amaliyah, Sedekah, al-ukhuwah, Khuluqiyah, al-Masuuliyyah, al-Munfiqun, serta silaturahmi. Pengurus Masjid melakukan tugas dan tanggungjawabnya dengan keikhlasan, disebabkan mengurus Masjid adalah tugas mulia yang dilakukan turun temurun atau pewarisan. Masyarakat mempertahankan tradisi yang memiliki makna (keyakinan, pengetahuan serta kebiasaan), sebagai cara mengatur, menerima, berbagai tradisi yang dianggap baik serta mendasari pemahaman bersama dan mengembangkan interaksi dan tindakan lebih lanjut.
Relevansi Keteladanan Guru dalam Pembentukan Karakter Siswa yang Religius Rohani, Aryawan Efendi; Sileuw, Marwan; Iribaram, Suparto
Tapis: Jurnal Penelitian Ilmiah Vol 7 No 2 (2023): Tapis : Jurnal Penelitian Ilmiah
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat of Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/tapis.v7i2.7899

Abstract

As an educator, the teacher’s attitude and behavior are often played as role models for students. Unfortunately, there were few studies discussed this context and only focus on the process of object-based values formation, so that the teacher's qualifications as a subject tend to be neglected in scientific discussions. This study focuses on "How is the relevance of teachers exemplary in the process of forming religious student characters". To answer this question, this study uses a descriptive qualitative approach by conducting structured observations and interviews with school principals and teachers. This study revealed that the formation of teachers' attitudes and behaviors as educators are very important in shaping students' characters to become more religious in addition to an intensive communication process.
Islamic religious education learning for children at extraordinary middle school for special needs, Sorong city Sidek, Muhammad; Iribaram, Suparto; Hasbullah, Hasbullah
Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 2 (2025): Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam STAI Auliaurrasyidin Tembilahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46963/alliqo.v10i2.3145

Abstract

This study examines the implementation of Islamic Religious Education (IRE) for children with special needs at a public special junior high school in Sorong City. It employs a qualitative descriptive method using observation, interviews, and documentation involving the school principal, two teachers, one parent, and three students with intellectual disabilities, hearing impairments, and autism. The findings indicate that IRE is not taught by specialized IRE teachers but instead by classroom teachers through an internal rotation system, often without formal training in Islamic education or special needs pedagogy. The curriculum is simplified and thematic and does not fully align with the official syllabus. Teaching methods are still dominated by lectures and storytelling without adaptive media. In fact, students respond more positively to visual, practical, and audiovisual learning approaches. The study concludes that IRE instruction has not yet been inclusive and highlights the importance of trained teachers and the development of adaptive teaching materials.
THE EFFECTIVENESS OF AUGMENTED REALITY TECHNOLOGY ON THE MOTIVATION TO LEARN ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION IN VOCATIONAL SCHOOLS Fitria N.S Rahmadana; Suparto Iribaram; Abdul Azis Khoiri
SOSIOEDUKASI Vol 15 No 1 (2026): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v15i1.7193

Abstract

Islamic Religious Education (IRE) learning in secondary schools is still often conducted using conventional methods, resulting in suboptimal student participation and learning motivation. The development of educational technology provides opportunities to create more interactive learning experiences, one of which is through the use of Augmented Reality (AR) technology. This study aims to analyze the effectiveness of AR-based learning in improving students learning motivation in PAI subjects at Vocational High School (SMK). This research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a nonequivalent control group design and purposive sampling technique. The research subject cosisted of 46 students divided into an experimental group (n = 21) and a control group (n = 25). Learning motivation was measured using a questionnaire based on the ARCS model (Attention, Relevance, Confidence, and Satifaction). Data analysis was conducted using descriptive statistics (Mean and N-Gain), and inferential statistics, including prerequisite tests, paired sample t-test, independent sample t-test, complemented by effect size analysis using cohen’s d. The result indicated a significant difference in learning motivation between the experimental and control groups after treatment (p < 0.0001) with a cohen’s d value of 1.767, indicating a large effect size. These findings suggest that AR-based learning is effective in enhancing students learning motivation in Islamic Religious Education.