Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Tradisi Damar Pada Masyarakat Kampung Patipi Pulau Kabupaten Fak-fak Nawir, M. Syukri; Yusuf, Muhamad; Iribaram, Suparto; Garamatan, Afan; Lestari, Nining Puji
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 01 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i01.3948

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk menjabarkan nilai-nilai pendidikan Islam dalam tradisi Damar di Kampung Patipi Pulau Kabupaten Fak-fak. Merupakan penelitian kualitatif, dengan pendekatan fenomenologi social, melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan menggunakan tehnik analisis model alir dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian: Meriahnya Masjid pada malam Lailatul Qadar merupakan pembiasaan yang dilakukan masyarakat di Kampung Patipi Pulau dengan melakukan aktivitas keagamaan bersama, dengan kegembiraannya melalui berbuka puasa, pemberian sedekah, pawai obor, membaca Qur’an. Sedekah pada pengurus Masjid didasarkan kesukarelaan yang merupakan ketulusan serta pembiasan. Nilai-nilai kekerabatan yang tinggi mempengaruhi kehidupan masyarakat. Budaya dan agama menyatu menciptakan kebersamaan diantara warga, merupakan solidaritas yang dimunculkan masyarakat secara spontan dalam pelaksanaan tradisi. Rangkaian kegiatan dalam tradisi mengandung nilai pendidikan Islam seperti: Ketaqwaan, Amaliyah, Sedekah, al-ukhuwah, Khuluqiyah, al-Masuuliyyah, al-Munfiqun, serta silaturahmi. Pengurus Masjid melakukan tugas dan tanggungjawabnya dengan keikhlasan, disebabkan mengurus Masjid adalah tugas mulia yang dilakukan turun temurun atau pewarisan. Masyarakat mempertahankan tradisi yang memiliki makna (keyakinan, pengetahuan serta kebiasaan), sebagai cara mengatur, menerima, berbagai tradisi yang dianggap baik serta mendasari pemahaman bersama dan mengembangkan interaksi dan tindakan lebih lanjut.
Relevansi Keteladanan Guru dalam Pembentukan Karakter Siswa yang Religius Rohani, Aryawan Efendi; Sileuw, Marwan; Iribaram, Suparto
Tapis: Jurnal Penelitian Ilmiah Vol 7 No 2 (2023): Tapis : Jurnal Penelitian Ilmiah
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat of Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/tapis.v7i2.7899

Abstract

As an educator, the teacher’s attitude and behavior are often played as role models for students. Unfortunately, there were few studies discussed this context and only focus on the process of object-based values formation, so that the teacher's qualifications as a subject tend to be neglected in scientific discussions. This study focuses on "How is the relevance of teachers exemplary in the process of forming religious student characters". To answer this question, this study uses a descriptive qualitative approach by conducting structured observations and interviews with school principals and teachers. This study revealed that the formation of teachers' attitudes and behaviors as educators are very important in shaping students' characters to become more religious in addition to an intensive communication process.
Islamic religious education learning for children at extraordinary middle school for special needs, Sorong city Sidek, Muhammad; Iribaram, Suparto; Hasbullah, Hasbullah
Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 2 (2025): Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam STAI Auliaurrasyidin Tembilahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46963/alliqo.v10i2.3145

Abstract

This study examines the implementation of Islamic Religious Education (IRE) for children with special needs at a public special junior high school in Sorong City. It employs a qualitative descriptive method using observation, interviews, and documentation involving the school principal, two teachers, one parent, and three students with intellectual disabilities, hearing impairments, and autism. The findings indicate that IRE is not taught by specialized IRE teachers but instead by classroom teachers through an internal rotation system, often without formal training in Islamic education or special needs pedagogy. The curriculum is simplified and thematic and does not fully align with the official syllabus. Teaching methods are still dominated by lectures and storytelling without adaptive media. In fact, students respond more positively to visual, practical, and audiovisual learning approaches. The study concludes that IRE instruction has not yet been inclusive and highlights the importance of trained teachers and the development of adaptive teaching materials.
Pinang Sebagai Alat Kontak Masyarakat Papua di Arso Swakarsa Kabupaten Keerom: Betels as a Contact Tool for Papuan Community in Arso Swakarsa, Keerom Regency Rahma Lutfianasari; Muhamad Yusuf; Suparto Iribaram; Rachmad Surya Muhandy; Akhmad Kadir
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 16 No. 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jsh.v16i2.13476

Abstract

Areca atau yang juga dikenal sebagai buah pinang, adalah salah satu tanaman yang memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat Papua. Penelitian dilakukan bertujuan untuk mengetahui ekstensi mengenai buah pinang yang digunakan sebagai alat kontak bagi masyarakat Papua di Arso Swakarsa, serta mengetahui ekstensi mengenai buah pinang yang dipandang mampu menjadi alat kontak bagi masyarakat setempat. Metode yang diterapkan pada penelitian “Pinang Sebagai Kontak Masyarakat Papua (Studi Kasus pada Masyarakat Papua di Arso Swakarsa Kabupaten Keerom)” menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini berfokus pada praktik konsumsi buah pinang pada masyarakat setempat. Penggunaan pinang menjadi kebiasaan yang digunakan sebagai kudapan dan simbol budaya yang menunjukkan betapa pentingnya pinang dalam kehidupan sehari-hari baik kalangan anak-anak hingga dewasa. Menggunakan pinang sebagai pembuka komunikasi, dapat menciptakan momen yang santai dan menyenangkan untuk berinteraksi dengan orang lain, memperkuat ikatan sosial, dan kebersamaan serta memperluas jaringan sosial. Selain itu adanya para-para pinang masyarakat Papua di Arso Swakarsa dapat menjadikannya sebuah media bertukar informasi, saling berbagi cerita serta saling berdiskusi, saling mendengarkan dan memberika perhatian satu sama lain. Menciptakan rasa kebersamaan dan persaudaraan yang kuat dalam terjalinnya ikatan sosial. Namun demikian para-para pinang mulai mengalami pergeseran akibat dari kesibukan masyarakat yang menimbulkan pola individualis dalam masyarakat.
Nahdlatul Ulama Dalam Merawat Moderasi Beragama Di Kabupaten Fakfak Papua Barat Rumoning, Sari Indrawati; Iribaram, Suparto; Rusdi Rasyid, Muhammad; Sunatar, Bambang; Abdillah, Fardan
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/2ddnrz17

Abstract

This study aims to analyze the contributions and strategies of Nahdlatul Ulama (NU) in strengthening religious moderation in Fakfak Regency, West Papua. The study employed a qualitative descriptive method with Islamic education and phenomenological approaches. Primary and secondary data were collected through observation, interviews, and documentation. Data were analyzed through the processes of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that Nahdlatul Ulama plays a significant role in promoting and maintaining religious moderation through various programs and activities aimed at strengthening the values of tolerance, harmony, and social cohesion. Its contributions are manifested through interfaith dialogue, the reinforcement of Aswaja An-Nahdliyah values, collaboration with local governments and the Religious Harmony Forum (FKUB), and the development of moderate-minded youth cadres. The strategies implemented include cultural approaches based on local wisdom, inclusive and friendly da’wah, and the utilization of social media and local media as educational platforms. The impact of these efforts can be seen in the establishment of harmonious interreligious relations, increased awareness among younger generations regarding the importance of tolerance, and stronger cooperation among religious institutions. This study highlights the importance of strengthening the local wisdom philosophy of “One Stove, Three Stones,” optimizing youth participation, and developing flexible and contextual communication strategies to reinforce religious moderation within multicultural communities.