Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search
Journal : Junior Medical Journal

Pengaruh Model Pembelajaran Hybrid Learning Terhadap Kejenuhan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2021 Dan Pandangannya Menurut Islam Putri, Geby Zalbila; Pusparini, Miranti; Riani, Siti Nur
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 8 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i8.3943

Abstract

Pendahuluan: Hybrid learning merupakan sebuah pola pembelajaran kombinasi pembelajaran tatap muka dan pembelajaran online. Metode hybrid learning membuat mahasiswa memiliki tanggung jawab yang lebih besar dengan jadwal yang padat dan aktivitas yang monoton sehingga hal ini dapat memunculkan kejenuhan pada diri mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Model Pembelajaran Hybrid Learning Terhadap Kejenuhan Mahasiswa Fakultas Kedokteran YARSI Angkatan 2021 dan pandangannya menurut Islam.Metodologi: Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif secara observasi analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2021. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 180 mahasiswa. Data dikumpulkan melalui Google Form. Uji statistik memakai uji Chi-Square, Mann-Whitney dan Kolmogorov-Smirnov.Hasil: Pada penelitian ini terdapat 98 (54,4 %) mahasiswa yang mengalami kejenuhan tingkat sedang. Hasil analisa uji Kolmogorov-Smirnov didapatkan p-value sebesar 0,011 yang berarti nilai tersebut < 0,05 yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh metode pembelajaran hybrid learning dengan kejenuhan dan tidak terdapat pengaruh antara jenis kelamin dan usia dengan kejenuhan.Kesimpulan: Terdapat pengaruh metode pembelajaran hybrid learning dengan kejenuhan.
Analisis Pola Konsumsi Kopi dan Pengaruhnya terhadap Frekuensi Berkemih pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2020 dan Tinjauannya menurut Pandangan Islam Raweroz, Vetho; Armelia, Linda; Riani, Siti Nur; Hasibuan, Faizal Drissa
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 4: December 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i4.4020

Abstract

Kopi adalah minuman yang sangat populer di seluruh dunia selama berabad-abad. Di Indonesia, konsumsi masyarakat akan kopi meningkat 4,04% dibandingkan dengan periode sebelumnya sebesar 4,81 juta kantong seberat 60 kg. Mahasiswa merupakan populasi yang gemar mengonsumsi kopi. Salah satu efek samping mengonsumsi kopi adalah peningkatan frekuensi berkemih. Peningkatan frekuensi berkemih disebabkan oleh peningkatan tekanan dan instabilitas otot detrusor pada kandung kemih akibat kafein yang terkandung dalam kopi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola konsumsi kopi dan pengaruhnya terhadap frekuensi berkemih pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2020 dan tinjauannya menurut pandangan Islam. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan metode cross-sectional menggunakan data primer yang diukur secara langsung melalui pengisian kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2020. Sampel ditetapkan menggunakan teknik simple random sampling dengan besar sampel sebanyak 68. Hasil uji dengan menggunakan uji spearman didapatkan p=0,000 dan koefisien korelasi didapatkan 0,656. Berdasarkan hasil penelitian terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi kopi harian dengan frekuensi berkemih pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2020 dengan taraf korelasi kuat.
Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Terhadap HIV-AIDS pada Pelaut Perempuan di Indonesia Ariq Reynaldii; Trisiswati, Maya; Riani, Siti Nur
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 5 (2024): Januari 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i5.4089

Abstract

Virus yang dikenal sebagai HIV (Human Immunodeficiency Virus) menyerang dan menginfeksi sel darah putih, menurunkan kekebalan tubuh dan menyebabkan AIDS. HIV dapat menyebar melalui pertukaran cairan tubuh dengan orang yang terinfeksi.. Dilihat dari survei Kementerian Kesehatan RI, didapatkan profesi pelaut merupakan salah satu pekerjaan yang memiliki jumlah penderita AIDS tertinggi. Namun demikian, terdapat efek gunung es yang terjadi di sini, yang berarti masih banyak insiden yang tidak dilaporkan. akibat para pelaut yang mungkin terinfeksi tidak mengetahui statusnya karena tidak berani untuk melakukan tes HIV. AIDS merupakan penyakit yang berisiko cukup tinggi dalam penularan kepada Anak Buah Kapal (ABK) disebabkan memiliki kecenderungan perilaku seks berisiko. Dalam industri maritim, pelaut perempuan sangat rentan terhadap HIV/AIDS karena tanggung jawab dan fungsi mobilitas mereka yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perilaku pelaut perempuan di Indonesia terhadap HIV/AIDS dan bagaimana pengetahuan serta sikap mereka terhadap penyakit tersebut. Seratus pelaut perempuan mengisi kuesioner yang digunakan dalam penelitian kuantitatif ini, yang kemudian diperiksa secara deskriptif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pelaut perempuan memiliki perilaku baik (96%) dan sikap positif (99%), serta pemahaman yang baik tentang HIV/AIDS (70%). Pengetahuan dan perilaku HIV/AIDS tidak berkorelasi secara signifikan, begitu pula sikap dan perilaku HIV/AIDS tidak berkorelasi secara signifikan, yang berarti masih banyak kasus yang belum ditemukan.
Gambaran Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) Berdasarkan Jenis Kelamin Anak di RSUD Dr. Drajat Prawiranegara Serang pada Tahun 2021 Serta Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Reza Ashary; Ferlianti, Rika; Riani, Siti Nur
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 6 (2024): February 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i6.4118

Abstract

ABSTRAK : Penyakit demam berdarah dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. DBD merupakan penyakit yang di sebebkan oleh gigitan nyamuk aedes. Selama 20 tahun terakhir, telah terjadi peningkatan lebih dari 8 kali lipat kasus prevalensi DBD yang dilaporkan ke WHO.Jenis kelamin merupakan faktor risiko untuk demam berdarah parah dan kematian terjadi lebih banyak pada anak perempuan. Hipotesis alternatif adalah bahwa terdapat perbedaan imunologi antara laki-laki dan perempuan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa gambaran kasus demam berdarah dengue berdasarkan jenis kelamin anak di RSUD Dr. Drajat Prawiranegara selama tahun 2021 dan tinjauannya menurut pandangan Islam. Data diambil dari rekam medis pasien anak yang mengalami demam berdarah dengue di RSUD Dr. Drajat Prawiranegara, kemudian dilakukan analisis data. Dari 24 responden jenis kelamin anak terbanyak yang mengalami DBD adalah laki-laki. Berdasarkan hasil penelitian gambaran kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) berdasarkan jenis kelamin anak di RSUD Dr. Drajat Prawiranegara yaitu jumlah prevalensi kasus demam berdarah dengue pada anak-anak di RSUD dr. Drajat Prawiranegara selama tahun 2021 sebanyak 24 orang dan jenis kelamin anak terbanyak yang menderita demam berdarah dengue adalah laki-laki dengan jumlah 16 orang (66,6%) dan perempuan dengan jumlah 8 anak (33,3%) . KATA KUNCI: Demam Berdarah Dengue ; Jenis Kelamin ; Anak ABSTRACT : Dengue hemorrhagic fever (DHF) is one of the infectious diseases that remains a public health concern in Indonesia. DHF is caused by the bite of the Aedes mosquito. Over the past 20 years, there has been an increase of more than 8-times in reported DHF prevalence cases to the WHO. Gender is a risk factor for severe dengue fever, and deaths occur more frequently among female children. An alternative hypothesis is that there are immunological differences between males and females. This study was conducted to analyze the profile of dengue hemorrhagic fever cases based on the gender of children at Dr. Drajat Prawiranegara Regional Hospital during the year 2021 and its review from an Islamic perspective. Data were collected from the medical records of pediatric patients diagnosed with dengue hemorrhagic fever at Dr. Drajat Prawiranegara Regional Hospital, followed by data analysis. Among the 24 respondents, the majority of children diagnosed with DHF were male. Based on the research findings, the profile of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) cases based on the gender of children at Dr. Drajat Prawiranegara Regional Hospital reveals that the total prevalence of dengue hemorrhagic fever cases among children at Dr. Drajat Prawiranegara Regional Hospital in 2021 was 24 individuals. The gender distribution showed that the majority of children affected by dengue hemorrhagic fever were male, totaling 16 individuals (66.6%), while female cases amounted to 8 children (33.3%). KEY WORDS: Dengue Haemorrhagic Fever; Sexs ;Children
Hubungan Dismenore dengan Aktivitas Belajar pada Siswi SMP Global Islamic School Condet Abiwarsa, Salwa Faida; Sari, Siti Maulidya; Riani, Siti Nur; Qomariyah, Qomqriyah
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 5 (2024): Januari 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i5.4124

Abstract

Pendahuluan: Menstruasi merupakan perdarahan dari rahim yang diakibatkan oleh peluruhan dinding rahim (endometrium) yang terjadi setiap bulannya. Gangguan pada saat menstruasi merupakan masalah utama pada siswi yang akan berpengaruh pada aktivitas belajarnya. Salah satu gangguan yang dapat mengganggu aktivitas belajar siswi pada saat menstruasi adalah dismenore. Salah satu dampak dismenore yang dapat mengganggu aktivitas belajar siswi yaitu penurunan konsentrasi. penurunan keaktifan, dan akan berdampak lebih besar jika gejala tersebut dialami pada siswi yang sedang menjalani ujian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dismenore dengan aktivitas belajar pada Siswi SMP Global Islamic School Condet. Metode: Jenis penelitian adalah penelitian metode kuantitatif analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi Penelitian ini adalah Siswi SMP Global Islamic School Condet. Teknik pengambilan sampel dengan consecutive sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 150 siswi. Data dikumpulkan melalui Google Form. Uji statistic memakai uji Chi-Square. Hasil: Pada penelitian ini terdapat 92 orang (78,8%) siswi mengalami dismenore ringan dan sedang lalu sangat terganggu dan terganggu aktivitas belajarnya. Hasil analisa uji Chi-Square didapatkan p-value sebesar 0,008 yang berarti nilai tersebut < 0,05 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara dismenore dengan aktivitas belajar Kesimpulan: Terdapat hubungan antara dismenore dengan aktivitas belajar KATA KUNCI Dismenore, Aktivitas Belajar, Remaja Introduction: Menstruation is bleeding from the uterus caused by the shedding of the uterine wall (endometrium) which occurs every month. Disorders during menstruation are a major problem for female students which will affect their learning activities. One disorder that can disrupt female students' learning activities during menstruation is dysmenorrhea. Some of the effects of dysmenorrhea that can disrupt female students' learning activities are decreased concentration, decreased activity, and will have a greater impact if these symptoms are experienced by female students who are taking exams. The aim of this research is to determine the relationship between dysmenorrhea and learning activities Junior High School Students at Global Islamic School Condet. Method: This type of research is quantitative analytical method research with a cross sectional design. The population of this research is Junior High School Students at Global Islamic School Condet. The sampling technique was consecutive sampling. The sample in this study was 150 female students. Data is collected via Google Form. Statistical tests use the Chi-Square test. Results: In this study, there were 92 (78.8%) female students experienced mild and moderate dysmenorrhea and then were very disturbed and disrupted their learning activities. The results of the Chi-Square test analysis showed a p-value of 0.008, which means the value is <0.05, which indicates that there is a relationship between dysmenorrhea and learning activities. Conclusion: There is a relationship between dysmenorrhea and learning activities KEYWORDS Dysmenorrhea, Learning Activity, Teenager
Hubungan Pengetahuan Menstruasi Dengan Perilaku Personal Hygien Saat Menstruasi pada Siswi SMP Global Islamic School Condet Pratiwi, Meilani; Maulidya, Siti; Riani, Siti Nur; Qomariyah, Qomqriyah
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 4: December 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i4.4125

Abstract

Pendahuluan: Menstruasi merupakan kejadian alami dari siklus reproduksi perempuan. Kesehatan reproduksi perempuan sangat dipengaruhi oleh perilaku personal hygiene terutama saat menstruasi. Perilaku personal hygiene dipengaruhi oleh pengetahuan tentang menstruasi. Personal hygiene atau perawatan kebersihan diri pada saat menstruasi dikalangan remaja harus sangat diperhatikan, karena biasanya mereka baru mengalami menstruasi dan belum mengetahui pentingnya personal hygiene saat menstruasi. Metodologi: Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif secara observasi analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah siswi SMP Global Islamic School Condet. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 160 mahasiswa. Data dikumpulkan melalui Google Form. Uji statistik memakai uji Chi-Square danFisher’s Exact Test. Hasil: Pada penelitian ini terdapat 111 responden memiliki pengetahuan tentang menstruasi dan perilaku personal hygiene yang baik. Hasil uji Analisa menggunakan metode Fisher’s Exact Testdidapatkan p-value 0,000, nlai tersebut <0,05 yang menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan menstruasi dengan perilaku personal hygiene saat menstruasi pada siswi SMP Global Islamic School Condet. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan menstruasi dengan perilaku personal hygienepada siswi SMP Global Islamic School Condet. KATA KUNCI Pengetahuan Menstruasi, Menstruasi, Personal Hygiene, Siswi SMP.
Hubungan antara Tingkat Stres dengan Penyakit Gastritis pada Siswa SMA Negeri 2 Tambun Selatan dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam firhana, vherina; Riliani, Marisa; Arwinda, Romy; Riani, Siti Nur
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 11 (2024): July 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i11.4112

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Gastritis merupakan suatu keadaan peradangan atau pendarahan mukosa lambung yang dapat bersifat akut, kronis, difus atau lokal. Penyebab utama gastritis adalah bakteri Helicobacter pylori, virus, atau parasit lainnya. Salah satu faktor resiko gastritis adalah stres. Stres adalah suatu respon fisiologis, psikologis, dan perilaku manusia yang mencoba untuk mengadaptasi dan mengatur tekanan internal dan eksternal. Pada keadaan stres seperti cemas, takut, dan beban kerja yang tinggi ketika mengerjakan sesuatu akan mengakibatkan peningkatan produksi asam lambung dan ketika asam lambung tinggi akan mengiritasi mukosa lambung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara tingkat stres dengan penyakit gastritis serta tinjauannya dalam Islam Metodologi: Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah siswa-siswi SMA Negeri 2 Tambun Selatan dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Dengan menggunakan teknik random sampling didapatkan sebesar 74 sampel dan selanjutnya dilakukan analisis statistik menggunakan uji chi-square Hasil: Total didapatkan sebanyak (28.4%) dari siswa mengindikasikan bahwa mereka tidak mengalami stres, (41.9%) mengalami stres ringan, (18.9%) mengalami stres sedang, dan (10.8%) mengalami tingkat stres berat dan sebanyak (33.8%) mengalami penyakit gastritis dan sebanyak (66.2%) tidak mengalami gastritis. Terjadinya kondisi ini dari sisi Islam berkaitan dengan pentingnya menjaga kesehatan yang bersifat fardu ain Kesimpulan: Dari penelitian ini didapatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan penyakit gastritis, maka dari itu penting bagi siswa untuk menjaga pola makan dengan memilih makanan yang halalan thayyiban, berdzikir, dan bertawakal kepada Allah SWT Kata Kunci: Gastritis, Stres, Remaja, Halal, Thayyib ABSTRACT Introduction: Gastritis is a condition of inflammation or bleeding of the gastric mucosa that can be acute, chronic, diffuse or localized. The main causes of gastritis are Helicobacter pylori bacteria, viruses, or other parasites. One of the risk factors for gastritis is stress. Stress is a human physiological, psychological, and behavioral response that attempts to adapt and regulate internal and external pressures. In stressful situations such as anxiety, fear, and high workload when doing something will result in increased production of gastric acid and when high gastric acid will irritate the gastric mucosa. This study aims to determine the relationship between stress levels and gastritis and its review in Islam Methodology: This study is a type of quantitative analytic research with a cross sectional approach. The research sample was students of SMA Negeri 2 Tambun Selatan and met the inclusion and exclusion criteria. By using random sampling technique, 74 samples were obtained and then statistical analysis was carried out using the chi-square test Results: A total of (28.4%) of students indicated that they did not experience stress, (41.9%) experienced mild stress, (18.9%) experienced moderate stress, and (10.8%) experienced severe stress levels and as many as (33.8%) experienced gastritis and as many as (66.2%) did not experience gastritis. The occurrence of this condition from the Islamic side is related to the importance of maintaining health which is fardu ain Conclusion: From this study it was found that there is a significant relationship between stress levels and gastritis disease, therefore it is important for students to maintain a diet by choosing foods that are halalan thayyiban, dhikr, and trust in Allah SWT Keywords: Gastritis, Stress, Teenagers, Halal, Thayyib
Hubungan Antara Pola Makan dengan Penyakit Gastritis pada Siswa SMA Negeri 2 Tambun Selatan dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Putri, Selviana; Riliani, Marisa; Arwinda, Romy; Riani, Siti Nur
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 12 (2024): August 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i12.4281

Abstract

Pendahuluan: Penyakit gastritis merupakan peradangan atau proses inflamasi pada lapisan mukosa dan submukosa lambung yang sering terjadi akibat pola makan yang buruk. Pola makan yang tidak baik dapat menyebabkan sensitifitas akibat asam lambung yang meningkat. Pola makan tidak hanya dengan waktu makan, tetapi juga berkaitan dengan frekuensi makan, jenis makan, dan porsi makan. Menghindari asupan makanan yang dapat memicu kekambuhan dari gastritis serta menjaga kebersihan makanan menjadi langkah penting untuk mencegah penyakit gastritis. Menjaga makanan menjadi salah satu bagian dari maqashid syariah yaitu hifzh al-nafs (memelihara jiwa) untuk menghindari keburukan dan menolak madharat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara pola makan dengan penyakit gastritis serta tinjaunnya dalam Islam. Metodologi: Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah 74 siswa-siswi SMA Negeri 2 Tambun Selatan yang memenuhi kriteria inklusi serta eksklusi diambil melalui metode random sampling. Selanjutnya dilakukan analisis statistik menggunakan uji chi-square. Hasil: Terdapat 38 siswa (51.4%) mengalami gastritis dan 36 (48.6%) siswa tidak mengalami gastritis. Total sebanyak (51,4%) siswa memiliki frekuensi makan >3 kali sehari, (51,4%) siswa tidak mengkonsumsi jenis makanan yang memicu, serta (51,4%) siswa memiliki porsi makan<3-5 piring nasi/hari. Kejadian ini dalam pandangan Islam berkaitan dengan maqashid syariah hifzh al-nafs yaitu memelihara jiwa. Simpulan:Penelitian ini dapat menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan penyakit gastritis, oleh karena itu penting bagi siswa untuk menjaga makanan dan minuman yang dikonsumsi dengan didasari niat untuk beribadah sehingga menjadi sumber tenaga untuk melakukan aktifitas sehari-hari. Introduction: Gastritis is an inflammation of the mucosal and submucosal layers of the stomach that often occurs due to poor diet. A poor diet can cause sensitivity due to increased stomach acid. Diet is not only about the timing of meals, but also the frequency of meals, types of meals, and portions of meals. Avoiding food intake that can trigger recurrence of gastritis and maintaining food hygiene are important steps to prevent gastritis. Maintaining food is one part of maqashid sharia, namely hifzh al-nafs (preserving the soul) to avoid badness and reject madharat. This study aims to determine the relationship between diet and gastritis disease and its review in Islam. Method: This study is a type of quantitative analytic research with a cross sectional approach. The research sample was 74 students of SMA Negeri 2 Tambun Selatan who met the inclusion and exclusion criteria taken through random sampling method. Furthermore, statistical analysis was carried out using the chi-square test. Result: There were 38 students (51.4%) with gastritis and 36 (48.6%) students without gastritis. A total of (51.4%) students have a frequency of eating >3 times a day, (51.4%) students do not consume trigger foods, and (51.4%) students have a portion of eating <3-5 plates of rice / day. This incident in the view of Islam is related to maqashid sharia hifzh al-nafs, namely maintaining the soul. Conclusion: This study can conclude that there is a significant relationship between diet and gastritis disease, therefore it is important for students to maintain the food and drinks consumed based on the intention to worship so that it becomes a source of energy to carry out daily activities.
Hubungan Usia dan Kejadian Kanker Servik: Study Cross-Sectional Retrospektif dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Alfia, Nurul; Ainur Rahmah, Nunung; Al Ichsan; Riani, Siti Nur
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 11 (2024): July 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i11.4295

Abstract

Latar Belakang: Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering ditemui pada wanita dan merupakan penyebab kematian ke-4 pada wanita diseluruh dunia. Mayoritas Wanita yang didiagnosis terkena kanker serviks berusia antara 35-44 tahun. Kanker serviks disebabkan oleh berbagai faktor yaitu, usia, pasangan seksual dan penggunaan pil kontrasepsi oral. Dalam pandangan agama Islam, berganti-ganti pasangan seksual termasuk dalam perbuatan zina. Islam melarang seseorang untuk mendekati perbuatan zina karena hal ini dapat mendatangkan penyakit. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubung antara usia dengan kejadian kanker serviks. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan form patologi anatomi Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih tahun 2013—2022. Uji Pearson Chi square digunakan untuk analisis statistik. Kriteria signifikansinya adalah nilai p jika p≤0,05 berarti signifikan secara statistik. Hasil: Sebanyak 48 kasus kanker serviks dengan komposisi mayoritas pada usia ≥40 tahun dengan kasus mayoritas adalah karsinoma sel skuamosa pada semua kategori usia, tetapi tidak bermakna secara statistik (p=0,656), yaitu <40 tahun sebesar 85,7% dan ≥40 tahun sebesar 70,7%. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara usia dan kejadian kanker serviks di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih tahun 2013—2023. Dalam pandangan Islam, berganti-ganti pasangan seksual dalam Islam merupakan perilaku yang dilarang. Background: Cervical cancer is one of the most common types of cancer in women and is the 4th cause of death in women throughout the world. The majority of women diagnosed with cervical cancer are aged between 35-44 years. Cervical cancer is caused by various factors, namely, age, sexual partners, and use of oral contraceptive pills. In the view of Islam, changing sexual partners is considered an act of adultery. Islam prohibits someone from approaching adultery because this can cause disease. This study aims to determine the relationship between age and the incidence of cervical cancer. Method: This research is a quantitative descriptive study using the anatomical pathology form at the Jakarta Cempaka Putih Islamic Hospital for 2013-2022. Pearson Chi square test was used for statistical analysis. The significance criterion is the p value if p≤0.05 means statistically significant. Results: A total of 48 cases of cervical cancer with the majority composition aged ≥40 years with the majority of cases being squamous cell carcinoma in all age categories, but this was not statistically significant (p=0.656), namely <40 years at 85.7% and ≥40 year by 70.7%. Conclusion: There is no relationship between age and the incidence of cervical cancer at the Jakarta Cempaka Putih Islamic Hospital in 2013-2023. In the Islamic view, changing sexual partners in Islam is prohibited behavior.
Hubungan Stres Kerja dengan Coping Mechanism pada Guru Perempuan Sekolah Dasar Swasta di Kecamatan Cipayung Murti, Bening Puspa; Widianti, Dini; Riani, Siti Nur
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 11 (2024): July 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i11.4299

Abstract

Guru perempuan menghadapi beban kerja yang tinggi, seperti mengajar, tugas administratif, dan tanggung jawab tambahan, sehingga rentan terhadap risiko stres kerja. Upaya mengelola stres dengan menggunakan coping mechanism sangat penting untuk mencegah masalah kesehatan fisik dan mental, penurunan produktivitas, dan sindrom burnout. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Sample penelitian berjumlah 120 orang yang dihitung dengan rumus Slovin. Pemilihan sample menggunakan metode non probability sampling yaitu purposive sampling. Analisa data pada penelitian ini melibatkan Analisa univariat dan Analisa bivariat dengan melakukan uji statistic spearman rank. Didapatkan rentang usia responden terbanyak adalah usia 31-40 tahun. Mayoritas responden berada pada taraf stres sedang dan menggunakan mekanisme koping sedang. Rata-rata responden menggunakan problem-focused coping. Penyebab stres kerja yang dialami oleh para guru perempuan Sekolah Dasar Swasta di Kecamatan Cipayung didominasi oleh faktor beban kerja kuantitas, beban kerja kualitas, dan tanggung jawab untuk orang lain. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara tingkat stres kerja dengan coping mechanism. Coping mechanism berkorelasi negatif dengan stres kerja, dimana jika coping mechanism semaking tinggi, maka stres kerja yang dialami semakin rendah. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pada responden dengan mekanisme koping rendah seluruhnya mengalami stres kerja berat.