Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Exploring maritime safety and risk management practices among STIP Jakarta graduates Simanjuntak, Marihot; Barasa, Larsen; Simanjuntak, Marudut Bernadtua
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 10 No. 2 (2024): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020243766

Abstract

This qualitative study addresses the urgent need to enhance safety and risk management practices among graduates of the Maritime Institute Jakarta (STIP Jakarta), including deck officers, engine officers, and shipping professionals. The research objectives are to investigate current safety and risk management practices, examine factors influencing safety culture and risk perception, and assess implications for organisational safety and sustainability. The study employs a qualitative approach, utilising semi-structured interviews and documentary analysis. The sample comprises 70 graduates of STIP Jakarta, with data analysed thematically. Results indicate a strong commitment to safety culture and high compliance with IMO-STCW standards. The study highlights the importance of safety culture, regulatory compliance, and professionalism for ensuring the safety, competence, and sustainability of maritime operations. The findings have significant implications for organisational practice, education, and future research in the maritime industry.
IMPACT OF APPLICATION OF SUPERVISORY PROCEDURES AND FUNCTIONS ON VESSEL SAFETY AT NUNUKAN PORT Rahman, Faisal; Gunawan, April; Simanjuntak, Marihot
PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY Vol 1, No 1 (2023): First International Conference on Education, Society and Humanity
Publisher : PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to investigate the impact of implementing procedures and monitoring functions on vessel safety at Nunukan Port. This study uses a quantitative approach using the smart partial least squares (PLS) method. This method analyzes quantitative data and models the relationships between the variables involved in the study. The study results were obtained by analysis using the Smart PLS method. First, there is a positive correlation between the implementation of effective management procedures at Port Nunukan and the level of vessel safety. This means that the better the control procedures are implemented, the higher the level of vessel safety that can be achieved. In addition, the study found that proper training of port personnel has a positive impact on vessel safety. A port officer with sufficient knowledge and skills to carry out their supervisory duties can significantly improve the safety level of vessels in Nunukan Port. Furthermore, the study shows that coordination among the various actors involved in maritime management, such as authorities, port officials and ship owners, also has a positive impact on vessel safety. Proper cooperation of all involved will increase the effectiveness of supervision and reduce the risk of accidents.
ANALISIS HUKUM KEKUATAN PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA PENCABULAN TERHADAP ANAK DIBAWAH UMUR (STUDI PUTUSAN NOMOR:1040/PID.SUS/2021/PN LBP) Fareza, M. Raja; Sherhan; Simanjuntak, Marihot; Simanjuntak, Anderson
JURNAL MUTIARA HUKUM Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Mutiara Hukum
Publisher : Hukum Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmh.v6i2.5452

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk agar lebih memberikan kepastian hukum terhadap korban cabul yang mana korbannya adalah anak di bawah umur, yaitu untuk mengetahui dan menganalisis penerapan hukum pembuktian terhadap pelaku tindak pidana cabul terhadap anak dibawah umur metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah analisis deskriptif kualitatif dimana penulis menganalisis, menggambarkan dan meringkas berbagai kondisi dari berbagai data berupa hasil wawancara atau pengamatan mengenai masalah yang terjadi dilapangan. Ada tidaknya kesalahan, terutama penting bagi penegak hukum untuk menentukan apakah seseorang yang melakukan tindak pidana dapat dipertanggungjawabkan dan karenanya patut dipidana. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa jaksa penuntut umum lebih dominan menghadirkan bukti petunjuk dalam pembuktian. Bukti petunjuk tidak dapat dijadikan sebagai pedoman untuk dijadikan sebagai alat bukti, tetapi bukti petunjuk hanya dapat di jadikan sebagai pendukung terhadap alat bukti yang mengikutinya. hakim dalam hal ini lebih berpatokan kepada keterangan saksi korban yang mana saksi korban blm dapat dikategorikan kedalam cakap hukum. akan tetapi seharusnya hakim dalam menjarutuhkan hukuman kepada terdakwa selain melihat kepada alat bukti, hakim juga harus menggunakan hati nuraninya dalam menjatuhkan hukuman kepada terdakwa hal ini sesuai dengan diatur dalam Undang-undang Pokok Kekuasaan Kehakiman.
MASALAH YANG DIHADAPI JAKSA PENUNTUT UMUM DALAM PERKARA TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN PASAL 363 AYAT (1) KE 4 DAN 5 KUHP “STUDIPUTUSAN NO. 1559/PID. B/2016/PN.MEDAN” Zagoto, Asas Rius; Siringoringo, Anderson; Sherhan; Simanjuntak, Marihot
JURNAL MUTIARA HUKUM Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Mutiara Hukum
Publisher : Hukum Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmh.v7i1.5475

Abstract

“Masalah Yang Dihadapi Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dalam Perkara Tindak Pidana Pencurian Dengan Pemberatan Pasal 363 ayat (1) Ke 4 Dan 5 Putusan No.1559/Pid.B/2016/PN.Medan)”, Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui Penerapan Hukum Pidana Materil Terhadap Tindak Pidana Pencurian Dengan Pemberatan Pasal 363 ayat (1) Ke 4 dan 5 KUHPidana pada Perkara Putusan No.1559/Pid.B/2016/PN. Medan serta untuk mengetahui masalah apa yang dihadapi Jaksa Penuntut Umum dalam perkara tindak pencurian dengan pemberatan ini. Penulisan ini dilakukan di Medan, Sumber data yang penulis gunakan adalah data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari pihak pengadilan Negeri Medan dan sumber data sekunder yaitu data yang diperoleh dari sumber perpustakaan, dokumen serta literature dan sumber lain yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini, adalah Library Research, yaitu penelitian kepustakaan seperti melakukan inventarisasi terhadap peraturan perundang-undangan dan dokumen serta literatur yang berkaitan dengan persoalan yang dikaji. Temuan yang diperoleh dari penulisan ini antara lain pengambilan data secara langsung dari objek penelitian yaitu di Pengadilan Negeri Medan dalam penulisan yang dilakukan oleh penulis dapat diketahui bahwa penerapan hukum pidana terhadap tindak pidana pencurian dengan pemberatan pelaku dihukum sesuai dengan perbuatannya berdasarkan pasal 363 ayat (1) ke 4 dan 5 KUH Pidana
TINJAUAN YURIDIS TERHADAP TINDAK PIDANA KASUS PENGGELAPAN BARANG (STUDI KASUS PENGADILAN NEGERI MEDAN NOMOR PUTUSAN:1152/ Pid. B/ 2016/ PN-Mdn) Pasaribu, Abid Nego; Siringo-ringo, Anderson; Sherhan; Simanjuntak, Marihot
JURNAL MUTIARA HUKUM Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Mutiara Hukum
Publisher : Hukum Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmh.v7i1.5477

Abstract

Sejalan dengan berkembangnya eraglobalisasi saat ini, sering terjadi tindak pidana di masyarakat. Kasus-kasus dalam penggelapan barang, khususnya kendaraan sepeda motor roda dua atau sepeda motor yang terjadi pada saat ini mengalami peningkatan baik dari kuantitasnya maupun kualitasnya juga hal ini di sebab kan oleh peningkatan kemajuan taraf hidup dan kemajuan ekonomi yang terjadi di masyarakat. Hal ini tentunya perlu mendapat perhatiaan dari semua pihak untuk mengetahui dan pencegahan motip-motip pelaku tersebut agar penerapan dan perlindungan hukum bagi pelaku dan korban sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Penelitian ini mempunyai tujuan yaitu untuk mengetahui bentuk dari tindak pidana penggelapan sebagaimana yang tertuang dalam isi putusan No.1152/Pid.B/2016/PN.Mdn, apakah sesuai dengan pasal 372 KUHP dan pasal 378 KUHP dan mengetahui pertimbangan hakim dalam menentukan sanksi hukum terhadap perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa sebagaimana yang tertuang dalam isi putusan No.1152/Pid.B/2016/PN.Mdn. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kasus ini terdakwa telah didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum dengan dakwaan yang disusun secara subsidairitas yaitu dakwaan primer melanggar Pasal 378 KUHPidana dan dakwaan subsidair melanggar Pasal 372 KUHPidana dan Jaksa Penuntut Umum lebih memilih menggunakan dakwaan yang disusun secara subsidairitas dibandingkan dengan dakwaan primair. Bahwa dalam terjadinya penggelapan terhadap pelaku di proses dengan adanya pertimbangan hakim dalam menentukan sanksi hukum terhadap perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa sebagaimana yang tertuang dalam isi putusan No.1152/Pid.B/2016/PN.Mdn adalah sebagai berikut : Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum, respon atau tanggapan dari terdakwa terhadap dakwaan Jaksa Penuntut Umum mengenai pokok perkara yang didakwakan, keterangan saksi-saksi di persidangan, barang bukti perkara yang dihadirkan dalam persidangan, kesinambungan, kesesuaian, dan hubungan antara fakta-fakta hukum yang terungkap di pengadilan, hal-hal yang meringankan dan hal-hal yang memberatkan terdakwa selama pemeriksaan tindak pidana penggelapan, keterangan dari terdakwa mengenai kebenaran tindak pidana penggelapan yang dilakukannya.
Peran Kepolisian Dalam Menangani Tindak Pidana Penegroyokan Oleh Geng Motor Di Kota Medan Sesuai Pasal 170 Ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (Studi Kasus Polrestabes Medan) Pasaribu, Joe Fernando; Marihot Simanjuntak; Togar Sahat Manaek Sijabat; Micael Jeriko Damanik
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 6 No. 2 (2024): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research discusses the role of the police in handling criminal acts of beatings by motorbike gangs in Medan City in accordance with Article 170 paragraph 1 of the Criminal Code. To achieve the research objectives, the author conducted interviews with the Medan Police. The research method used is empirical juridical research. The results of this research show that the factors causing the crime of beatings are family factors, age factors, education factors, and solidarity factors. The Medan Police have made efforts to deal with acts of beatings by motorbike gangs, namely anticipatory efforts, restraint efforts, and proactive efforts. However, there are obstacles in dealing with criminal acts of beatings by motorbike gangs, namely law enforcement that is not strict enough, inadequate infrastructure, the perpetrators are mostly still students, and lack of participation from the community.of quite diverse collections about various scientific fields.
Inculturation Theology: Interpreting Tortor Batak Toba as a Participation in the Liturgical Celebration in the Archdiocese of Medan Simanjuntak, Marihot
Journal of Asian Orientation in Theology Vol 7, No 2 (2025): Journal of Asian Orientation in Theology
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/jaot.v7i2.11397

Abstract

This study describes the inculturation theology about traditional dance of Batak Toba which is called tortor in Medan Archdiocese. This research uses a qualitative approach which finds out the meaning of tortor as a participation of lay people in the liturgical ceremony. Tortor is defined not only as a dance, but a medium to express appreciation, honor, and solidarity among Batak Toba people. It can be related to the liturgical ceremony. The meaning of each movements can be interpreted in the of cultural meanings. As a cultural celebration tortor must be understood as a way to express the identity and solidarity of the Batak Toba people. Every movement shows the relationship with God, human beings, and nature. Tortor expresses the adoration to Almighty, closeness to human beings and loving to nature
Otoritas Jasa Keuangan berperan penting dalam mengatur rate premi asuransi umum dan kewajiban berasuransi Simanjuntak, Marihot
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 5 No 6 (2025): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.854

Abstract

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki peran penting dalam mengawasi dan mengatur industri asuransi di Indonesia. Namun, masih terdapat ketidakseimbangan dalam penegakan hukum asuransi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi OJK dalam mengawasi perusahaan asuransi terkait rate premi asuransi umum dan kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan statute, konseptual, dan kasus. Penelitian ini menunjukkan bahwa OJK perlu meningkatkan perannya dalam melindungi konsumen dan menyelesaikan klaim dengan cepat. Teori Friedrick dan Rawls menekankan pentingnya keadilan dan perlindungan konsumen. Studi komparatif menunjukkan bahwa negara-negara lain seperti AS, Jepang, dan Singapura memiliki sistem pengawasan yang efektif. OJK perlu meningkatkan fungsinya untuk melindungi konsumen dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi.