Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Prominentia Medical Journal

ASI Ekslusif, Status Imunisasi, dan Kejadian Stunting di Indonesia : Studi Literatur Exantie Megaputri Jezua; Hanna Tabita Hasianna Silitonga; Etha Rambung
Bahasa Indonesia Vol 2 No 1 (2021): Prominentia Medical Journal
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/pmj.v2i1.2259

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah global malnutrisi dimana sejumlah 144 juta atau 21,3% balita mengalami stunting di seluruh dunia. Hal ini berarti setiap dua dari lima anak di dunia menderita stunting. Prevalensi stunting di Indonesia adalah sebesar 30,8. Angka ini termasuk tinggi karena batas yang ditetapkan WHO adalah sebesar 20%. Beberapa faktor yang dapat dikemukakan dapat mencegah stunting adalah dengan pemberian ASI eksklusif dan imunisasi dasar lengkap pada balita. Tujuan studi literatur ini adalah untuk menganalisis literatur hubungan ASI eksklusif dan status imunisasi dengan stunting pada balita di Indonesia. Studi literatur ini dilakukan dengan menelaah berbagai penelitian yang didapatkan pada google scholar, Neliti, Mendeley, PubMed, BioMed Central, Crossref, dan Garuda yang berada pada kurun waktu 2010 sampai 2020. Sejumlah tiga belas artikel dianalisis untuk studi ini. Hasil studi literatur ini menemukan bahwa terdapat hubungan bermakna antara ASI Ekskulsif terhadap kejadian stunting, sedangkan status imunisasi tidak berhubungan secara langsung terhadap kejadian stunting di Indonesia. Imunisasi merupakan pencegahan agar anak terhindar dari infeksi menular. Saran dari studi literatur ini agar ibu dapat memberikan ASI eksklusif, asupan nutrisi dan pelayanan kesehatan dasar yang lengkap bagi anak. Saran bagi seluruh instansi kesehatan agar dapat meningkatkan intervensi pelayanan kesehatan melalui edukasi yang kontinu terkait risiko stunting di Indonesia.
Perubahan Jumlah Sel Goblet Pada Cavum Nasi Tikus Wistar Jantan Akibat Rokok Elektrik Azka Nadya Mifta; Hudi Winarso; Etha Rambung; Priangga Adi Wiratama
Bahasa Indonesia Vol 2 No 1 (2021): Prominentia Medical Journal
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/pmj.v2i1.2262

Abstract

Nikotin, karbonil, TSNA (Tobacco-Spesific Nitrosamine), dan metal adalah beberapa zat yang terkandung dalam asap rokok elektrik. Zat-zat ini dapat menyebabkan hiperplasia, metaplasia, apoptosis sampai nekrosis sel. Penelitian eksperimental post-test only control design ini mengamati perubahan jumlah sel goblet pada mukosa respiratori cavum nasi tikus wistar jantan setelah pemaparan asap rokok elektrik dengan dosis bervariasi. Penelitian menggunakan 40 ekor tikus wistar jantan berusia 2-2,5 bulan dan berat antara 250-300 gram yang terbagi dalam empat kelompok yakni kelompok K- (kontrol negatif) tidak dipapari asap dan tidak dimasukkan ke dalam smoking chamber, kelompok K+ ( kontrol positif) tidak dipapari asap tetapi dimasukkan ke smoking chamber, kelompok P1 diberikan paparan 15 kali/hari dan kelompok P2 diberikan paparan 30 kali/hari. Paparan asap diberikan selama 54 hari. Tikus di euthanasia hari ke-55, dan diambil sampel cavum nasi kemudian diproses menjadi sediaan histopatologi. Analisis menggunakan uji One Way ANOVA untuk menghitung perubahan jumlah sel goblet. Hasil yang diperoleh selanjutnya dianalisa dengan uji Tukey HSD. Hasil yang diperoleh menunjukkan perbedaan jumlah sel goblet yang bermakna (p0.000 dan 0.004) antara kelompok tikus yang dipapari dengan kelompok yang tidak dipapari asap rokok. Kesimpulan penelitian adalah terjadi penurunan jumlah sel goblet akibat paparan asap rokok elektrik.