Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Literasi Hukum Bisnis untuk Meningkatkan Kinerja Usaha Mikro Perempuan Generasi X di Kota Makassar Ifah Finatry Latiep; Olvi Putri Dwi Irianti; Basso Yusril
AL-IQTISHAD: Jurnal Ekonomi Vol. 18 No. 1 (2026): Al-Iqtishad: Jurnal Ekonomi
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/aliqtishad.v18i1.12268

Abstract

Penelitian ini mengkaji literasi hukum bisnis pada perempuan pelaku usaha mikro Generasi X di Kota Makassar dan kaitannya dengan kinerja serta keberlanjutan usaha mereka. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan dua belas informan utama yang dipilih secara purposif beserta informan pendukung dari Dinas Koperasi dan UMKM serta pendamping usaha. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik dengan triangulasi untuk menjaga keabsahan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi hukum informan bersifat tidak merata, yaitu kuat pada perizinan dasar namun lemah pada kontrak, kekayaan intelektual, dan hukum digital. Literasi tersebut berkaitan dengan kinerja secara tidak langsung melalui legalitas yang membuka akses pembiayaan, perluasan pasar, dan mitigasi risiko. Hambatan utama berupa persepsi bahwa formalisasi rumit dan mahal, yang diperberat oleh celah literasi digital khas Generasi X dan keterbatasan akses informasi. Penelitian ini menyarankan program literasi hukum yang kontekstual, peka generasi, dan disertai pendampingan praktis berbasis komunitas yang berkelanjutan
IMPLEMENTASI KONSEP BISNIS DIGITAL BERBASIS MARKETPLACE UNTUK PEMBERDAYAAN UMKM Ifah Finatry Latiep
Journal of Career Development Vol 3, No 2 (2025): Journal of Career Development
Publisher : Career Development Center Division at Amkop Business School

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/jcd.v3i2.210

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong transformasi model bisnis konvensional menuju ekosistem digital yang lebih adaptif dan kompetitif. Marketplace sebagai platform bisnis digital menawarkan peluang strategis bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat daya saing. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi konsep bisnis digital berbasis marketplace dalam upaya pemberdayaan UMKM. Pendekatan yang digunakan meliputi identifikasi kebutuhan pelaku usaha, integrasi sistem pembayaran digital, optimalisasi pemasaran berbasis data, serta pemanfaatan fitur analitik untuk pengambilan keputusan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan marketplace tidak hanya meningkatkan volume penjualan, tetapi juga mendorong literasi digital, transparansi transaksi, dan keberlanjutan usaha. Dengan strategi implementasi yang tepat, marketplace dapat menjadi instrumen efektif dalam memperkuat struktur ekonomi lokal dan meningkatkan kemandirian UMKM di era ekonomi digital.Kata Kunci: Bisnis digital, marketplace, UMKM, transformasi digital, pemberdayaan ekonomi
PENGARUH METODE KOMUNIKASI PROMOSI TERHADAP MINAT DAN KEPUTUSAN PEMBELIAN SKINCARE LOKAL DI KOTA MAKASSAR (STUDI PADA MAHASISWA FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS MEGAREZKY) Siti Nurul Haliza; Ifah Finatry Latiep; A. Reski Fausia Putri
Accounting Profession Journal (APAJI) Vol. 8 No. 1 (2026): Accounting Profession Journal (APAJI)
Publisher : Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode komunikasi promosi terhadap minat dan keputusan pembelian skincare lokal di kalangan mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Megarezky, Kota Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan analisis jalur (path analysis) dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode komunikasi promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli, minat beli berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, dan metode komunikasi promosi berpengaruh terhadap keputusan pembelian baik secara langsung maupun melalui minat beli sebagai variabel mediasi parsial. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi komunikasi promosi yang kredibel dan informatif dalam membentuk minat serta mendorong keputusan pembelian produk skincare lokal pada segmen konsumen muda yang kritis.
PERAN TRANSFORMASI BUDAYA DIGITAL DALAM MENINGKATKAN KINERJA USAHA UMKM GENERASI X DI KOTA MAKASSAR Tirta Rahayu Putri L; Rezvanny Maricar; Muh. Rizal Halim; Ifah Finatry Latiep
Accounting Profession Journal (APAJI) Vol. 8 No. 2 (2026): Accounting Profession Journal (APAJI)
Publisher : Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi budaya digital menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya bagi pelaku usaha Generasi X yang menghadapi tantangan adaptasi terhadap perkembangan teknologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran transformasi budaya digital dalam meningkatkan kinerja UMKM Generasi X di Kota Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap lima pelaku UMKM Generasi X pada sektor kuliner, kerajinan, dan fesyen, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi budaya digital mendorong perubahan pola pikir dan praktik bisnis dari sistem konvensional menuju pemanfaatan media sosial, aplikasi komunikasi, dan platform digital sebagai sarana pemasaran serta interaksi dengan pelanggan. Perubahan tersebut berkontribusi terhadap perluasan jangkauan pasar, peningkatan visibilitas produk, efisiensi operasional, dan potensi peningkatan penjualan. Namun demikian, tingkat keberhasilan transformasi dipengaruhi oleh kemampuan literasi digital, kesiapan beradaptasi, serta konsistensi pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi. Temuan ini menegaskan bahwa transformasi budaya digital merupakan proses adaptasi yang berperan penting dalam meningkatkan kinerja dan daya saing UMKM Generasi X.
Legal Certainty for Small and Medium Enterprises in Agrarian Regions of South Sulawesi Alimuddin Alimuddin; Hardiyono Hardiyono; Dian Meiliani Yulis; Ifah Finatry Latiep; A. Resky Fausia Putri
Journal of Entrepreneur, Business and Management Vol 4, No 1 (2026): Journal of Entrepreneur, Business and Management
Publisher : Entrepreneurship Undergraduate Program at Amkop Business School

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/jebm.v4i1.233

Abstract

Small and medium enterprises operating in agrarian regions depend on land as both a productive asset and collateral, yet a substantial share of that land remains unregistered. This study examines how legal certainty shapes business practice among SMEs in the agrarian districts of South Sulawesi, and identifies the institutional barriers that obstruct it. The study employed an empirical juridical approach combining statutory and conceptual analysis with field data obtained through structured interviews with SME operators, village officials, land agency staff, and cooperative supervisors across three agrarian districts. Data were analysed qualitatively using interactive analysis and triangulated against land administration records and regional regulations. The findings indicate that legal uncertainty for agrarian SMEs originates from three interlocking sources: unregistered land tenure that prevents the conversion of customary and inherited holdings into bankable collateral, fragmented business licensing in which the risk-based licensing regime has not been fully absorbed by district-level implementing units, and weak contractual formalisation in trading relationships between farmers, collectors, and processors. These conditions restrict access to formal credit, weaken bargaining positions in supply chains, and expose businesses to disputes that are resolved informally at considerable cost. The study concludes that legal certainty for agrarian SMEs cannot be achieved through licensing simplification alone, and recommends an integrated approach linking systematic land registration, one-stop licensing assistance at village level, and contract literacy programmes.Keywords: legal certainty; small and medium enterprises; agrarian region; land registration; business licensing.