Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search
Journal : Lateralisasi

KALIMAT IMPERATIF DALAM BAHASA PASEMAH DI KECAMATAN PADANG GUCI HILIR KABUPATEN KAUR PROVINSI BENGKULU Zakaria, Jelita -
Lateralisasi Vol 7, No 1 (2019): Lateralisasi
Publisher : Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v7i1.207

Abstract

Abstrak: Bahasa Pasemah dipergunakan sebagai alat komunikasi dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat suku Pasemah. Sebagai alat komunikasi, bahasa Pasemah mempunyai sistem bahasa yang berbeda dengan bahasa daerah lainnya. Penelitian ini membahas tentang jenis kalimat imperatif dalam bahasa Pasemah. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan jenis kalimat imperatif bahasa Pasemah.Data penelitian ini adalah berupa kalimat – kalimat imperatif bahasa Pasemah. Sumber data yang digunakan adalah masyarakat suku Pasemah yang berada di Desa Air Kering Kecamatan Padang Guci Hilir Kabupaten Kaur. Data dikumpulkan dengan menggunakan: (1) tenik simak libat cakap (2) teknik simak bebas libat cakap (3) teknik rekaman (4) teknik catat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode diskriptif kualitatif. Analisis data dilakukan dengan langkah: mendeskripsikan data yang telah terkumpul, mengidentifikasi, mengklasifikasi dan menginterprestasikan data berdasarkan permasalahan. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis dapat disimpulkan bahwa kalimat imperatif bahasa terdapat lima jenis yaitu kalimat imperatif biasa, kalimat imperatif permintaan, kalimat imperatif pemberian izin, kalimat ajakan, dan kalimat imperatif suruhan. Saran dalam penelitian ini adalah karena keterbatasan penelitai,maka penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut. Peneliti juga  mengharapkan adanya penelitian bidang lain terkait dengan bahasa pasemah.
MAKNA DAN FUNGSI SARAFAL ANAM DALAM ACARA PERNIKAHAN SUKU LEMBAK DI KELURAHAN PAGAR DEWA KECAMATAN SELEBAR KOTA BENGKULU Zakaria, Jelita; Asiyah, St.
Lateralisasi Vol 7, No 2 (2019): LATERALISASI
Publisher : Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v7i2.558

Abstract

ABSTRAK Manusia merupakan makhluk yang berbudaya.Melalui akalnya manusia dapat mengembangkan kebudayaan. Begitu juga manusia hidup dan tergantung pada kebudayaan sebagai hasil ciptaannya. Olek karena itu kebudayaan mempunyai fungsi yang besar bagi manusia dan masyarakat. Suku Lembak adalah salah satu suku yang ada di Provinsi Bengkulu.Masyarakat Suku Lembak kaya dengan budaya dan sastra lisan. Seni pertunjukan Sarafal Anam merupakan salah satu budaya masyarakat Lembak yang masih hidup di tengah-tengah masyarakat Lembak.Perlu diketahui bahwa budaya pertunjukan Sarafal Anam yang dimiliki oleh masyarakat suku Lembak khususnya di Kelurahan Pagar Dewa Kecamatan Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan penulis simpulkan bahwa pertunjukan seni Sarafal Anam bagi masyarakat suku Lembak pada acara pernikahan di kelurahan Pagar Dewa Kota Bengkulu memiliki makna solidaritas, kebersamaan, dan hiburan sebagai pelengkap kegembiraan terwujudnya pernikahan anak dalam suatu keluarga. Melalui seni pertunjukan Sarafal Anam nilai budaya yag terkait dengan solidaritas dan kebersamaan akan selalu terpupuk dengan baik. Khusus bagi pemyelenggara, pelaksanaan pertunjukan seni Sarafal Anam yang mereka selenggarakan adalah secara tidak lansung untuk memberitahukan kepada masyarakat lingkungan bahwa anak yang akan menikah adalah bujang dan gadis. Pertunjukan seni Sarafal Anam pada acara pernikahan masyarakat suku lembak di Kelurahan Pagar Dewa Kota Bengkulu juga memiliki beberapa fungsi, yaitu (1) sebagai hiburan, (2) fungsi pendidikan, (3) fungsi penebal emosi keagamaan, (4) fungsi estetis. Fungsi tersebut melekat pada unsur pokok dalam proses penyelenggaraan Sarafal Anam, yaitu pemeran, penyelenggara dan penonton.
PERGESERAN BAHASA LEMBAK DI KALANGAN REMAJA SUKU LEMBAK KELURAHAN PAGARDEWA KOTA BENGKULU Zakaria, Jelita -; Asiyah, St.; Paulina, Yanti
Lateralisasi Vol 8, No 1 (2020): Lateralisasi
Publisher : Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v8i1.811

Abstract

ABSTRAKKata Kunci :  Pergesesran, Bahasa Lembak Masa remaja adalah masa identitas diri. Pencarian identitas ini sering remaja lakukan pada saat berkomunikasi atau berinteraksi dengan orang lain. Pencarian identitas diri yang dilakukan remaja pada saat berkomunikasi sering mengalami peralihan bahasa. Seperti halnya bagi remaja suku lembak Pagardewa kota Bengkulu dalam berkomunikasi.  Tujuan dari penilitian ini adalah (1) mendiskripsikan pergeseran bahasa Lembak dikalangan remaja suku Lembak Pagardewa kota Bengkulu. (2) Mendiskripsikan sebab sebab terjadinya pergeseran bahasa Lembak di kalangan remaja Suku Lembak Pagardewa Kota Bengkulu.Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Informan  dalam penelitian ini adalah remaja yang berasal dari Suku Lembak Pagardewa Kota Bengkulu. Teknik pengumpulamn data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara. Teknik analisis data yang digunakan  adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data mencakup perpanjang pengamatan, ketekunan, triagulasi. Hasi penelitian ini menunjukan Sekolah. Simpulan dalam penelitian ini sebagai berikut: 1). Remaja Suku Lembak Pagardewa kota Bengkulu malu untuk menggunakan bahasa Lembak dalam berkomunikasi sehari-hari. 2).  Remaja suku Lembak Pagardewa Bengkulu berkomunikasi dengan orang lain menggunakan  bahasa Melayu Bengkulu dan bahasa Indonesia, karena bahasa sini lebih mudah dipahami oleh semua kalangan. Penyebab pergeseran bahasa Lembak dikalangan remaja suku Lembak Bengkulu adalah 1). sosialisasi dalam keluarga tidak emnggunakan bahasa Lembak. 2). Interaksi dengan teman dilingkungan sekitar yang beragam. 3). Sekolah yang menggunakan bahasa nasional.
PENGUASAAN KOSAKATA BAHASA INDONESIA ANAK USIA 4-6 TAHUN DI TK AISYIYAH BUSTANUL ATHAFAL DI DESA KUTOREJO KABUPATEN KEPAHIANG Zakaria, Jelita -; Paulina, Yanti -
Lateralisasi Vol 8, No 2 (2020): LATERALISASI
Publisher : Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v8i2.1248

Abstract

AbstrakBahasa merupakan alat komunikasi yang penting bagi setiap orang. Melalui penguasaan kosa kata seseorang atau anak dapat mengembangkan interaksi dengan orang lain. Penguasaan kosakata Bahasa Indonesia yang dimiliki anak TK Bustanul Athafal Desa Kutorejo rendah dibanding dengan penguasaan kosakata Bahasa Indonesia di sekolah TK lainnya. Oleh karena itu, peneliti ingin mengetahui lebih dalam mengenai penguasaan kosakata Bahasa Indonesia anak di sekolah Taman Kanak-kanak Bustanul Athafal Desa Kutorejo tersebut. Rumusan Masalah penelitian ini adalah bagaimana penguasaan kosakata bahasa Indonesia anak usia 4-6 tahun di  Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athafal Desa Kutorejo Kabupaten Kepahiang. Tujuan peneitian mendeskripsikan penguasaan kosakata Bahasa Indonesia anak 4-6 tahun yang sedang belajar dan berinteraksi di lingkungan sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Teknik mengolah data yaitu dengan cara editing, coding/pengkodean, tabulasi dan menghitung presentase rata-rata. Hasil penelitian menunjukan  kosakata bahasa Indonesia  yang dikuasai oleh anak usia 4-6 tahun di TK Asisiah Bustanul Athfal Desa Koto Rejo Kabupaten Kepahiyang adalah: 1) Berdasarkan klarifikasi kosa kata,  kata benda lebih dominan, disusul dengan kata sifat, kata kerja, kata keterangan, kata bilangan, kata ganti, kata seru, kata depan, kata hubung, dan kata sandang tidak ditemukan dalam penelitian ini. 2) Berdasarkan umur, penguasaan kosakata anak umur 6 tahun lebih banyak daripada anak usia 5 dan 4 tahun. 3) Berdasarkan jenis kelamin, anak perempuan lebih banyak menguasai kosakata daripada anak laki-laki. 4) Berdasarkan pekerjaan orang tua, terlihat pada hasil penelitian bahwa anak yang orang tuanya bekerja sebagai guru berbeda penguasaan kosakatanya dengan anak yang orang tuanya bekerja sebagai petani, pedagang dan buruh. 5) Berdasarkan sosial ekonomi, terlihat bahwa anak yang memiliki sosial ekonomi bagus  penguasaan kosakatanya lebih  tinggi, sebaliknya anak yang memiliki sosial ekonomi kurang bagus penguasaan kosakatany  rendah.Kata Kunci: Penguasaan Kosakata Bahasa Indonesia Anak
KEMAMPUAN MEMBACA CEPAT DENGAN TEKNIK SCANNING MAHASISWA SEMESTER II PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BENGKULU paulina, yanti -; Handayani, Dinda Rike; Zakaria, Jelita -
Lateralisasi Vol 9, No 1 (2021): LATERALISASI
Publisher : Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v9i1.1714

Abstract

AbstrakMasalah penelitian ini adalah bagaimanakah Kemampuan Membaca Cepat Mahasiswa Semester II Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Bengkulu dengan Teknik Scanning. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh pendeskripsian kemampuan membaca cepat mahasiswa semester 2 program studi bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Bengkulu dengan teknik scanning. Metode yang digunakan adalah metode metode deskriftip kuantitatif. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah teknik tes. Teknik analisis data adalah (1) Menghitung kecepatan membaca, (2) Menghitung presentase pemahaman isi bacaan, (3) Menghitung rata rata kemampuan membaca. Hasil penelitian ini adalah (1) kecepatan membaca mahasiswa semester 2 program studi Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Bengkulu dengan teknik scanning  adalah 6 orang mahasiswa masuk ke dalam kategori kurang,  21 orang mahasiswa masuk ke dalam kategori cukup, dan 38 orang mahasiswa masuk ke dalam kategori Baik. Secara keseluruhan jumlah kecepatan membaca adalah 200 kpm masuk ke dalam kategori baik., (2) Kemampuan pemahaman mahasiswa semester 2 program studi Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Bengkulu dengan teknik scanning dalam memperoleh isi bacaan yang telah dihitung dan dimasukkan ke dalam rumus persentase pemahaman isi bacaan, diperoleh hasil sebanyak 5 orang  mahasiswa dapat menjawab dengan benar 10 soal dari 10 soal dengn persentase 100%. Selanjutnya 25 orang mahasiswa dapat menjawab dengan benar  soal dengan persentase 80%. Berikutnya adalah sebanyak 18 orang mahasiswa dapat menjawab 3 soal dengan persentase 60%. Kemudian sebanyak  12 orang mahasiswa dapat menjawab  soal dengan persentase 40%, dan yang terakhir sebanyak  5 orang mahasiswa dapat menjawab  soal dengan persentase 20%. Maka persentase pemahaman mahasiswa secara keseluruhan yaitu 63% masuk ke dalam kategori cukup, (3) Kemampuan rata-rata membaca cepat mahasiswa semester 2 program studi Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Bengkulu dengan teknik scanning adalah 64,2% masuk dalam kategori cukup. Diharapkan hasil penelitian dijadikan bahan informasi dan masukan bagi pembaca guna memperluas pengetahuan dan kemampuan  nahasiswa  tentang  membaca  scanning  untuk menemukan informasi secara cepat.
KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL MILEA: SUARA DARI DILAN KARYA PIDI BAIQ Zakaria, Jelita -; Yuniati, Ira -; mahdijaya, mahdijaya -; Wahyuni, Reva Eka
Lateralisasi Vol 9, No 1 (2021): LATERALISASI
Publisher : Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v9i1.1717

Abstract

AbstrakKarya sastra menurut ragamnya terbagi menjadi tiga, yaitu prosa, puisi, dan drama. Berkaitan dengan prosa fiksi umumnya dibagi menjadi dua, cerita pendek (cerpen) dan novel, persoalan yang disodorkan oleh pengarang tidak terlepas dari pengalaman kehidupan nyata sehari-hari. Dalam penelitian ini peneliti menganalisis kepribadian tokoh. Menurut Sigmund Freud (dalam Koeswara, 1991: 332), membagi struktur kepribadian menjadi tiga aspek, yaitu: 1) aspek id, 2) aspek ego, dan 3) aspek superego. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana kepribadian tokoh utama dalam novel Milea: Suara dari Dilan karya Pidi Baiq? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data-data penelitian ini berbentuk kutipan novel yang terkait dengan kepribadian tokoh id, ego, dan superego. Sumber data dalam  penelitian ini berupa novel yang berjudul Milea: Suara dari Dilan karya Pidi Baiq terdiri dari 360 halaman dan diterbitkan oleh Pastel Books dari Mizan. Teknik pengumpilan data dilakukan dengan cara: (a) membaca dengan teliti novel Milea: Suara dari Dilan, (b) menandai hal-hal yang berkaitan dengan kepribadian tokoh utama dalam novel Milea: Suara dari Dilan karya Pidi Baiq, (c) mencatat ke dalam instrument kutipan-kutipan dalam novel yang berkaitan dengan kepribadian tokoh utama dalam novel Milea: Suara dari Dilan karya Pidi Baiq. Teknik analisis data dalam penelitian, yaitu: (a) mengidentifikasi masing-masing cuplikan data yang telah dicatat pada daftar data, (b) menganalisis secara jelas dan terperinci kepribadian tokoh utama dalam novel Milea: Suara dari Dilan karya Pidi Baiq yang terdiri dari id, ego dan superego, dan (c) menyimpulkan hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dalam novel Milea: Suara dari Dilan karya Pidi Baiq ditemukan sebanyak 58 kepribadian yang meliputi aspek id 20 data, aspek ego 19 data, dan aspek superego 19 data. Aspek yang paling banyak ditemukan adalah aspek id, yaitu sebanyak 20 data. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan referensi untuk penelitian yang lebih mendalam terkhusus penelitian karya sastra yang menggunakan novel ini.
SAPAAN DALAM BAHASA NASAL DI KABUPATEN KAUR PROVINSI BENGKULU Zakaria, Jelita -; Yuniati, Ira -; Nursiyah, Nursiyah -
Lateralisasi Vol 9, No 2 (2021): LATERALISASI
Publisher : Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v9i2.2951

Abstract

AbstrakBahasa merupakan suatu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia terlebih lagi karena manusia yang merupakan makhluk sosial yang saling komunikasi dan berinteraksi satu sama lain. Zaman yang sudah semakin maju sudah mulai banyak bahasa baru timbul sehingga dikhawatirkan bahasa daerah perlahan akan menghilang, terkhusus dengan Sapaan Dalam Bahasa Nasal di Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu. Oleh karena itu, peneliti ingin meneliti Sapaan Dalam Bahasa Nasal di Kabupataen Kaur Provinsi Bengkulu agar Sapaan dalam Bahasa Nasal di Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu tetap dipertahankan. Rumusan dalam Bagaimana bentuk kata sapaan kekerabatan yang digunakan dalam bahasa Nasal di Kabupaten Kaur. Tujuan penelitian untuk mengetahui bentuk kata sapaan dalam bahasa Nasal. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik analisis data yaitu dengan cara ditranskripsikan, Menganalisis data, Mengelompokkan bentuk kata sapaan, Menginterprestasikan data, Menarik kesimpulan. Kesimpulan, dari hasil penelitian bentuk kata sapaan kekerabatan dalam bahasa Nasal dapat disimpulan sebagai berikut :  Bak (bapak) Mak (ibu) Anak dan Nak (anak), Dang, Dongah, Cik (kakak laki-laki), Wo, Ngah, Odo (kakak perempuan), Adek (adik), Tamong (kakek), Sawo (nenek), Cucung, Pakdang, Bakdang, Pakwo, Pakngah, Wan, Unik, (Paman), Makdang, Makwo, Makngah, Nda, Bucik,(bibi), bak/diiringi dengan sebutan nama anak tertua (suami), Mak/diiringi dengan sebutan nama anak tertua = (istri), Dodang, Dongah, Docik (kakak ipar laki-laki),Wodang, Cikngah, Ceudo ( kakak ipar perempuan ), Adek (adik ipar), Dang/Dongah/Cik (kakak sepupu laki-laki), Wo/Ngh/Odo (kakak sepupu perempuan), Adek (adik sepupu), Bak (mertua laki-laki), Mak (mertua perempuan). Di dalam penelitian ini peneliti menyarankan untuk menjaga kelestarian bahasa daerah dan sapaan dalam bahasa Nasal agar tetap dipertahankan dan kita sebagai generasi muda harus bangga dengan bahasa daerah kita sendiri.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH DALAM NOVEL SANG PENCERAH KARYA AKMAL NASERY BASRAL: NILAI-NILAI PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH DALAM NOVEL SANG PENCERAH KARYA AKMAL NASERY BASRAL Zakaria, Jelita -; Hakim, Man; Hadi, Martin
Lateralisasi Vol. 10 No. 02 (2022): LATERALISASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata Kunci : Nilai-nilai, pendidikan muhammadiyah, novel Sang Pencerah Karya sastra ini muncul dari perpaduan antara kenyataan sosial yang berada di lingkungan sekitar dengan kreativitas tinggi dari sang pengarang. Melalui media karya sastra ini pengarang juga ingin mengangkat nilai-nilai kehidupan dengan tegas untuk dapat mengerti makna kehidupan dan hakikat hidup. Salah satu bentuk karya sastra adalah novel. Novel merupakan karya imajinatif yang dilandasi kesadaran dan tanggung jawab dari segi kreativitas sebagai karya seni (Nurgiyantoro, 2009:3). Karya sastra berupa novel dalam penciptaannya antara pengarang satu dengan pengarang yang lain juga berbeda, terutama berbeda dalam penciptaan cerita fiksi yang ditampilkan, metode yang digunakan, dan bahasa yang digunakan. Rumusan masalah di dalam penelitian ini adalah : Bagaimanakah nilai-nilai pendidikan Muhammadiyah pada novel Sang Pencerah karya Akmal Nasery Basral ?. Tujuan penelitian ini adalah: untuk memperoleh pendeskripsian Bagaimanakah nilai-nilai pendidikan Muhammadiyah pada novel Sang Pencerah karya Akmal Nasery Basral. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik. Nilai-Nilai Pendidikan Muhammadiyah pada Novel novel Sang Pencerah karya Akmal Nasery Basral dengan jumlah 99 data antara lain : 1. Keislaman 43 data, 2. Tajdid atau Pembaruan 24 data, 3. Multikultural 2 data, 4. Kerja Sama, Jaringan (Musyarokah) 2 data, 5. Anti Kekerasan 1 data, 6. Kekeluargaan 3 data, 7. Keteladanan 24 data. Dari hasil penelitian ini, beberapa hal yang penulis sarankan untuk 1) Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan bidang karya sastra. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperdalam materi tentang nilai-nilai pendidikan Muhammadiyah yang ada pada novel Sang Pencerah karya Akmal Nasery Basral. 3) Dapat sebagai refrensi bagi peneliti lain yang masalahnya relevan dengan penelitian ini. 4) Dapat menambah pemahaman dan pengetahuan bagi masyarakat dalam proses kegiatan belajar mengajar baik di Sekolah maupun di dalam lingkungan masyarakat.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERCERITA MELALUI METODE COOPERATIVE SCRIPT DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS V11 SMPN 3 KOTA BENGKULU Paulina, Yanti -; Zakaria, Jelita; Marleni, Neti
Lateralisasi Vol. 11 No. 02 (2023): LATERALISASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v11i02.5951

Abstract

Rendahnya kemampuan bercerita dengan menggunakan alat peraga siswa kelas VII SMPN 3 Kota Bengkulu, salah satunya disebabkan oleh metode pembelajaran yang diterapkan guru tidak relevan dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar sehingga belum dapat meningkatkan proses dan hasil belajar siswa.  Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Apakah metode pembelajaran cooperative script dapat meningkatkan proses belajar kemampuan bercerita dengan menggunakan alat peraga dalam pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas VII SMPN 3 KotaBengkulu?, 2) Apakah metode pembelajaran cooperative script dapat meningkatkan hasil belajar kemampuan bercerita dengan menggunakan alat peraga siswa kelas VII SMPN 3 Kota Bengkulu? Tujuan penelitian ini adalah 1)Meningkatkan proses belajar kemampuan bercerita dengan menggunakan alat peraga dalam pembelajaran Bahasa Indonesia melalui metode Cooperative Script siswa kelas VII SMPN 3 Kota Bengkulu. 2) Meningkatkan hasil belajar kemampuan bercerita dengan menggunakan alat peraga dalam pembelajaran Bahasa Indonesia melalui metode Cooperative Script siswa kelas VII SMPN 3 Kota Bengkulu.  Hasil penelitian dianalisis secara deskriptif dan mengacu pada nilai rata-rata dan ketuntasan belajar klasikal. Pada penilaian hasil diperoleh nilai rata-rata siklus 1 sebesar 78 meningkat menjadi 91 pada siklus 2. Ketuntasan belajar klasikal pada siklus 1 yaitu sebesar 83% atau 31 orang siswa berada pada kategori tuntas dan 6 siswa berada pada kategori belum tuntas, dan pada siklus 2 seluruh siswa yang berjumlah 37 siswa berada pada kategori tuntas. Peneliti menyimpulkan bahwa metode pembelajaran cooperative script dapat meningkatkan proses dan hasil belajar bercerita dengan  menggunakan alat peraga.
PERGESERANAN BAHASA PADA MASYARAKAT DI DESA MANGGA DUA KECAMATAN LAIS KABUPATEN BENGKULU UTARA manjato, ajat -; Zakaria, Jelita; Sakroni, Sakroni; Lestari, Yuyum
Lateralisasi Vol. 11 No. 02 (2023): LATERALISASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v11i02.5987

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pergeseran Bahasa Pada Masyarakat Di Desa Mangga Dua Kecamatan Lais Kabupaten Bengkulu Utara ,Metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif Kualitatif, Pergeseran bahasa yaitu menyangkut masalah penggunaan bahasa oleh seorang penutur atau sekelompok penutur yang bisa terjadi sebagai akibat perpindahan dari satu masyrakat tutur ke masyarakat tutur lain. Kalau seorang atau sekelompok orang penutur pindah ketempat lain yang menggunakan bahasa lain, dan bercampur dengan mereka, maka akan terjadilah pergeseran bahasa ini.Teknik pengumpulan data yang di lakukan dengan teknik Rekam dan catat,sumber data dalam penelitian ini adalah masyarakat di Desa Mangga Dua Kecamatan Lais Kabupaten Bengkulu Utara yang menggunakan kata-kata dan kalimat penggunaan ujaran sehari-hari oleh masyarakat. Berdasarkan dari hasil Penelitian yang telah dilakukan, di temukan bahwa Pergeseran Bahasa pada Masyarakat di Desa Mangga Dua Kecamatan Lais Kabupaten Bengkulu Utara diperoleh : 13 data faktor Orang tua dan keluarga 27 data faktor lingkungan sosial,Masyarakat dan pendidikan ,14 data faktor Perkawinan campur , dan 6 data faktor migrasi. Terjadi nya Pergeseran Bahasa di Desa Mangga Dua Kecamatan Lais Kabupaten Bengkulu Utara terlihat dari komunikasi yang berada di tengah-tengah masyarakat dan turun temurun pada keturunan yang berikutnya sehingga bahasa  Rejang jarang di gunakan dan bergeser ke bahasa Melayu