Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Al-Maun

PENDAMPINGAN BELAJAR MATEMATIKA ANAK-ANAK RT 05 KELURAHAN BAJAK PADA MASA PANDEMI COVID 19 Endah Nur Hasanah; Reni Kusmiarti; Septina Lisdayanti; Jelita Zakaria
Almaun: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): April, 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/almaun.v1i1.3198

Abstract

Pendampingan belajar Matematika anak-anak RT 05 kelurahan Bajak dimasa pandemi covid 19 saat ini sangat penting. Masih banyak anak-anak kurang paham dan mengerti dengan materi pelajaran matematika, karena dampak adanya pandemi covid 19 yang masih berlanjut mengharuskan kegiatan belajar yang biasanya dilakukan di sekolah kini harus terpaksa dilakukan di rumah dengan menggunakan media online. Tujuan dari pendampingan belajar ini untuk memudahkan pemahaman anak-anak terhadap tugas yang diberikan guru. Pendampingan dilakukan secara luring mengajarkan anak-anak matematika dengan beberapa pertemuan. Hasil pendampingan ini, anak bisa memahami mater matematika dan dapat dengan mudah mengikuti pelajaran selama berkegiatan belajar di rumah pada masa covid 19 ini. Kata kunci: Anak-anak, Pendampingan belajar, Matematika
PELATIHAN MEMBACA PUISI PADA SISWA DI SD NEGERI 99 BENGKULU SELATAN DESA PADANG LEBAR KECAMATAN PINO Loliek Kania Atmaja; Ajat Manjato; Jelita Zakaria; Mahdijaya; Hasmi Suyuthie
Almaun: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/almaun.v2i1.5010

Abstract

Salah satu sasaran dari program kami dalam hal ini adalah anak-anak dengan rentang usia 8 hingga 15 tahun. Sebab hasil identifikasi kami menunjukkan rentannya daya eksplorasi anak di usia dini, serta minat bahkan daya kenal anak terhadap literasi cenderung minim. Teori yang kemudian menjadi objek kajian kami adalah teori ekplorasi bagi anak, dimana eksplorasi kemudian dapat memberikan kesempatan pada anak untuk melihat, memahami, merasakan, dan pada akhirnya membuat sesuatu yang menarik perhatian mereka. Disamping itu, pengabdian dengan metode ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, dalam hal ini terutama anak-anak atas potensi yang ada pada mereka hingga sekaligus bisa mengembangkannya. Setelah pelatihan membaca puisi ini dilalui oleh anak-anak kondisi mereka menunjukkan progresivitas yang signifikan, rasa percaya diri yang mulanya tidak timbul kini mulai terbentuk, bakat dan minat yang mulanya masih jauh terpendam, kini mulai dengan berani mereka kenali. Anak-anak yang kerap kali oleh beberapa warga masyarakat disepelekan ternyata mampu memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi terlebih dalam unjuk penampilannya diatas panggung, dihadapan banyak khalayak.
PELATIHAN PENGGUNAAN APLIKASI CANVA DALAM MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL GURU DAN SISWA SD NEGERI 35 KOTA BENGKULU fitriani, umi; Elyusra; Zakaria, Jelita
Almaun: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Juni Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/almaun.v3i1.6583

Abstract

Dari hasil analisis situasi yang dilaksanakan terhadap pembuatan desain grafis dalam pembelajaran oleh guru dan siswa di SD Negeri 35 Kota Bengkulu diketahui bahwa siswa dan guru belum mengenal dengan baik aplikasi desain grafis. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk pengenalan dan penggunaan aplikasi Canva oleh guru dan siswa agar dapat membangkitkan kemampuan literasi digital siswa dan guru. Pelatihandisaingrafis ini juga ditujukan agar guru dan siswa dapat menuangkan ide secara kreatif. Kegiatan ini dilakukan dengan metode pelatihan dengan tiga tahapan. Tiga tahapan dimaksud adalah tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi. Hasil kegiatan adalah siswa dan guru sudah mengetahui tentang aplikasi Canva. Guru dan siswa sudah mempunyai aplikasi Canva di perangkap komputer atau laptop. Sebagai hasil pelatihan siswa sudah dapat membuat poster dan guru sudah dapat membuat bahan ajar berupa lembar kerja peserta didik dengan kreatif dan menarik.
PENANAMAN NILAI PANCASILA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI SISWA SD NEGERI 043 BENGKULU UTARA Rifki Faturahman; Ristantowi; Jelita Zakaria; Yanti Paulina
Almaun: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): JUNI (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/almaun.v5i1.7186

Abstract

Abstract This socialization instillation of Pancasila values in Elementary School 043 North Bengkulu. The methods used are lectures and discussions. The results of this meeting are: 1) Faith in God Almighty when students begin to worship according to their religion. In addition, students practice the values of tolerance between religions. 2) Behaving well: After completing teaching and learning activities, students can respect people who are better than themselves and respect other human beings. 3) Unity of Indonesia: After completing teaching and learning activities, students can maintain friendships with friends at school and outside of school. 4) Democracy based on wisdom through deliberation/representation: After completing teaching and learning activities, students can respect the different opinions of their friends and discuss in making decisions. 5) Realization of social protection for all Indonesian people: After completing teaching and learning activities, students can work together with all their friends and establish friendships regardless of differences. Keyword : Planting, Pancasila Values, Elementary School. Abstrak Sosialisasi ini penanaman nilai-nilai Pancasila di SD Negeri 043 Bengkulu Utara. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi. Hasil dari pertemuan ini adalah: 1) Ketuhanan Yang Maha Esa ketika para murid mulai beribadah sesuai dengan agamanya. Selain itu, para murid mengamalkan nilai toleransi antar umat beragama. 2) Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, para murid dapat menghargai orang yang lebih baik dari dirinya dan menghargai sesama manusia. 3) Persatuan Indonesia, setelah kegiatan sosialisasi ini selesai: Setelah menyelesaikan kegiatan belajar mengajar, para murid dapat memelihara persahabatan dengan teman-teman di sekolah dan di luar sekolah. 4) Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan: Setelah menyelesaikan kegiatan belajar mengajar, para murid dapat menghargai pendapat teman-temannya yang berbeda dan berdiskusi dalam mengambil keputusan. 5) Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia: Setelah menyelesaikan kegiatan belajar mengajar, seluruh murid dapat bergaul secara langsung dan berteman tanpa membeda-bedakan. Kata Kunci : Penanaman, Nilai Pancasila, Sekolah Dasar
EDUKASI SAMPAH SEHAT “BELAJAR MENGENAL DAN MENGELOLA SAMPAH” DI KELAS 3 SDN 73 KOTA BENGKULU Zely Adesti; Anggun Sulistyowati; Indah Permata Sari; Yanti Paulina; Surya Ade Saputera; Jelita Zakaria
Almaun: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): DESEMBER (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/almaun.v5i2.9403

Abstract

Permasalahan sampah di lingkungan masyarakat, khususnya di sekolah dasar, masih menjadi isu penting yang memerlukan perhatian serius. Sampah yang tidak terkelola dengan baik berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan maupun lingkungan. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di SDN 73 Kota Bengkulu dengan melibatkan siswa kelas 3 melalui metode pengenalan, pelatihan, dan pendampingan. Tujuan kegiatan adalah memberikan pemahaman kepada siswa mengenai jenis-jenis sampah, dampak negatifnya, serta cara mengolah sampah menjadi produk bermanfaat, salah satunya ecobrik. Program dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan, dengan durasi masing-masing 210 menit. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa, di mana sekitar 70% siswa mampu mengenali dan mengolah sampah anorganik menjadi ecobrik. Hal ini membuktikan bahwa pendekatan edukatif melalui praktik langsung efektif dalam meningkatkan kesadaran lingkungan sejak dini. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi terhadap upaya membangun budaya peduli lingkungan di sekolah dasar.