Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

OPTIMALISASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENERAPAN PHBS DAN SENAM SEHAT SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS HIDUP LANSIA SEJAHTERA DI DESA SUNGAI RAYA RT/RW 001/004 KELURAHAN SEMBULANG KECAMATAN GALANG Zamzam Andrian Sigit; Nurhafizah Nasution; Mutia Amalia Lubis; Wa Diana; M. Fadli; Rizki Chandra Nugraha
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2022): November: Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v2i3.2205

Abstract

Clean and Healthy Living Behavior is a behavior or action to strive for cleanliness and health from one's own volition and transmit it to others. This behavior includes maintaining personal hygiene and health so that it has an impact on the health of others and the surrounding environment which is one of the keys to achieving individual and public health status in Indonesia. Providing counseling is carried out based on the characteristics of the elderly who easily experience a decline in health and have difficulty doing activities so that they require assistance, management of health conditions so that they remain healthy and able to carry out activities properly. One of the solutions to problems that can be done to help improve understanding of the health of the elderly regarding healthy living behaviors and degenerative diseases is to provide counseling on clean and healthy living behaviors as early detection of non-communicable diseases. Prasetya & Noerfitri, 2023 stated that the family has an important role in improving the quality of public health, because in the family there is communication and interaction between family members which is an important start in a behavioral education process. The ten household PHBS indicators are births assisted by health workers, exclusive breastfeeding, weighing toddlers, using clean water, washing hands, using latrines, eradicating larvae, consuming fruit and vegetables, physical activity and not smoking in the house.
Efektivitas Kader Kesehatan Digital dalam Deteksi Dini Risiko Stunting pada Balita Sudirman; Armiyati Nur; Ardiana Batubara; Muslimin B; Nurhafizah Nasution
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7230

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas hidup anak di masa depan. Deteksi dini risiko stunting menjadi salah satu langkah kunci dalam mencegah meningkatnya prevalensi kasus di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kader kesehatan digital dalam melakukan deteksi dini risiko stunting pada balita. Desain penelitian menggunakan kuasi-eksperimen dengan pendekatan pre-test dan post-test yang melibatkan 60 balita usia 6–59 bulan dan 30 kader kesehatan. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri (BB/U, TB/U, BB/TB) yang dicatat secara manual dan melalui aplikasi digital. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan kader kesehatan dalam mendeteksi risiko stunting setelah penggunaan aplikasi digital (p < 0,05), dengan tingkat akurasi data meningkat dari 78% (manual) menjadi 92% (digital). Selain itu, sebagian besar kader merasa aplikasi mudah digunakan dan membantu mempercepat pekerjaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kader kesehatan digital efektif dalam mendeteksi dini risiko stunting pada balita, sehingga disarankan untuk diimplementasikan secara luas dalam program percepatan penurunan stunting.
Gerakan Keluarga Pesisir Sehat: Edukasi dan Pendampingan Gizi dalam Upaya Pencegahan Stunting Nurhafizah Nasution; Nur Aida Kubangun; Warda M; Rizky Auliah Juniarti
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i3.1163

Abstract

Abstract Stunting is a chronic nutritional problem that remains a public health challenge, particularly in coastal areas with limited access to health information and services. Lack of family knowledge about balanced nutrition and childcare practices is a major factor in stunting. This community service activity aims to improve the knowledge and skills of coastal families in preventing stunting through nutrition education and mentoring. Implementation methods include health education, training in preparing balanced nutritional menus, and mentoring families in providing nutritious food. Results indicate increased knowledge and changes in family behavior regarding meeting children's nutritional needs. This program is effective in raising public awareness of the importance of nutrition in stunting prevention. Keywords: Stunting, Balanced Nutrition, Coastal Families, Health Education Abstrak Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir yang memiliki keterbatasan akses informasi dan pelayanan kesehatan. Kurangnya pengetahuan keluarga mengenai gizi seimbang dan pola asuh anak menjadi faktor utama terjadinya stunting. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga pesisir dalam pencegahan stunting melalui edukasi dan pendampingan gizi. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, pelatihan penyusunan menu gizi seimbang, serta pendampingan keluarga dalam praktik pemberian makanan bergizi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku keluarga dalam pemenuhan gizi anak. Program ini efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi dalam pencegahan stunting. Kata Kunci: Stunting, Gizi Seimbang, Keluarga Pesisir, Edukasi Kesehatan
Pemberdayaan Pasien Diabetes Melitus Dalam Pencegahan Ulkus Diabetikum Dan Risiko Infeksi Berulang: Empowerment of Patients with Diabetes Mellitus in the Prevention of Diabetic Ulcers and the Risk of Recurrent Infection Rahmat Pannyiwi; Rezqiqah Aulia Rahmat; Cakrawati R Cakrawati R; Kiki Rizki Dasaryandi; Nurhafizah Nasution
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1586

Abstract

Latar Belakang: Ulkus diabetikum merupakan salah satu komplikasi serius diabetes melitus yang dapat menyebabkan infeksi, rawat inap, amputasi, dan penurunan kualitas hidup. Pemberdayaan pasien melalui edukasi terstruktur dan perawatan kaki mandiri penting dilakukan untuk mencegah komplikasi kaki diabetik.Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberdayaan pasien terhadap pengetahuan, perilaku perawatan kaki mandiri, dan risiko infeksi berulang pada pasien diabetes melitus.Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif quasi-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Responden berjumlah 64 pasien diabetes melitus yang memiliki faktor risiko komplikasi kaki diabetik. Intervensi berupa edukasi terstruktur mengenai pemeriksaan kaki, kebersihan kaki, penggunaan alas kaki yang tepat, pengendalian glukosa darah, pencegahan luka, dan pengenalan tanda awal infeksi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank.Hasil: Sebelum intervensi, sebanyak 20 responden (31,3%) memiliki pengetahuan baik dan 44 responden (68,7%) memiliki pengetahuan cukup atau kurang. Setelah intervensi, sebanyak 51 responden (79,7%) memiliki pengetahuan baik. Perilaku perawatan kaki yang baik meningkat dari 37,5% sebelum intervensi menjadi 76,6% setelah intervensi. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan bermakna pada pengetahuan dan perilaku perawatan kaki sebelum dan sesudah pemberdayaan (p<0,001). Kesimpulan: Pemberdayaan pasien melalui edukasi terstruktur berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan dan perilaku perawatan kaki mandiri serta berpotensi menurunkan risiko ulkus diabetikum dan infeksi berulang.
FAMILY-BASED NURSING EDUCATION TO IMPROVE FAMILY HEALTH LITERACY AND MANAGEMENT FOR STUNTING PREVENTION : A QUASY EXPERIMENTAL STUDY Nasution, Nurhafizah; Silalahi, Ratna Dewi
International Archives of Medical Sciences and Public Health Vol. 7 No. 1 (2026): International Archives of Medical Sciences and Public Health
Publisher : Pena Cendekia Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53806/iamsph.v7i1.1638

Abstract

Child stunting remains one of the most serious public health challenges worldwide, including in Indonesia. This study evaluated the effectiveness of a Family-Based Nursing (FBN)-based educational programme in improving family health literacy and family management for childhood stunting prevention. A quasi-experimental pre-test–post-test control group study was conducted among 80 families with children aged 0–24 months recruited from two Primary Healthcare Centers in Batam City, Indonesia. The intervention group received a four-week FBN-based educational programme, while the control group received routine health education. The FBN program is more effective at improving health literacy than conventional education, particularly in terms of families’ ability to apply health information to support nutrition, growth monitoring, and stunting prevention, and effective at strengthening families’ ability to manage, coordinate, and implement child health practices related to stunting prevention.The FBN-based educational programme effectively strengthened family stunting prevention behaviours and enhanced families' capacity to support optimal child growth.
Asuhan Keperawatan Keluarga Pada Lansia Tn. A Dengan Diabetes Melitus Dalam Pencegahan Risiko Jatuh Melalui Penerapan Rumah Aman Lansia Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Belakang Padang Tahun 2026 Nuri Unzila; Nurhafizah Nasution
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 10 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i10.2488

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang banyak dialami oleh lansia dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti neuropati perifer, gangguan keseimbangan, penurunan kekuatan otot, serta keterbatasan mobilitas yang meningkatkan risiko jatuh. Risiko jatuh pada lansia tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi fisik, tetapi juga oleh lingkungan rumah yang tidak aman serta kurangnya pengetahuan keluarga dalam melakukan pencegahan. Salah satu intervensi keperawatan keluarga yang dapat diterapkan adalah Rumah Aman Lansia melalui modifikasi lingkungan rumah untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung mobilitas lansia. Karya Ilmiah Akhir Ners ini bertujuan melaksanakan asuhan keperawatan keluarga pada lansia Tn. A dengan Diabetes Melitus dalam pencegahan risiko jatuh melalui penerapan Rumah Aman Lansia di wilayah kerja UPTD Puskesmas Belakang Padang Tahun 2026. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, penegakan diagnosis keperawatan, penyusunan intervensi berdasarkan SDKI, SLKI, dan SIKI, implementasi selama tiga kali kunjungan rumah, serta evaluasi. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa Tn. A mengalami keterbatasan mobilitas, menggunakan walker sebagai alat bantu berjalan, memiliki riwayat jatuh, dan lingkungan rumah yang belum sepenuhnya aman. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan yaitu Gangguan Mobilitas Fisik, Risiko Jatuh, dan Defisit Pengetahuan. Implementasi dilakukan melalui latihan mobilisasi, edukasi penggunaan walker, pendidikan kesehatan kepada keluarga, serta penerapan Program Rumah Aman Lansia dengan memodifikasi lingkungan rumah, seperti merapikan jalur mobilisasi, memasang alas antiselip, meningkatkan pencahayaan, dan menganjurkan pemasangan grab bar di kamar mandi. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mobilitas Tn. A, peningkatan pengetahuan keluarga mengenai pencegahan risiko jatuh, serta perbaikan keamanan lingkungan rumah. Penerapan Rumah Aman Lansia membantu keluarga menciptakan lingkungan yang lebih aman sehingga risiko jatuh dapat diminimalkan. Intervensi ini menunjukkan bahwa keterlibatan keluarga melalui modifikasi lingkungan rumah merupakan strategi yang efektif dalam mendukung keselamatan, mempertahankan kemandirian, dan meningkatkan kualitas hidup lansia dengan Diabetes Melitus.