Claim Missing Document
Check
Articles

Education for Housewives in Managing Inorganic Waste through Pocket Books in Lamongan Regency Dian Mawarni; Anindya Hapsari; Tika Dwi Tama; Muhammad Al Irsyad; Avida Shafa Tiffani; Putri Nurika Dewi; Anis Yunita
ABDIMAYUDA: Indonesia Journal of Community Empowerment for Health Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Public Health, University of Jember in collaboration with PERSAKMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/abdimayuda.v2i1.34314

Abstract

The inorganic waste from household activities in Kudikan Village, Sekaran District, Lamongan Regency is quite high but its management is still not appropriate. Community service activities aim to strengthen the capacity of the community in inorganic waste management from domestic. An offline education involves 50 housewives from Posyandu participants. A pictorial pocket book on inorganic waste and how to manage it was developed as an educational media. The majority of housewives (82%) have good knowledge while the rest are categorized as sufficient (14%), and less (4%). Most of the housewives (92%) have a good attitude while others are quite moderate (4%). At the end of the education session, the pocket books are given to the housewives to study independently. After receiving education, housewives are expected to be able to properly implement inorganic waste management in the household environment so that the production of inorganic waste is reduced.
Evaluasi Pembangunan Berkelanjutan dengan Rendah Karbon pada Sektor Pertanian Padi Dwi Sartika Adetama; Akhmad Fauzi; Bambang Juanda; Dedi Budiman Hakim
TATALOKA Vol 25, No 1 (2023): Volume 25 No. 1 February 2023
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.25.1.50-69

Abstract

Pembangunan nasional berkelanjutan yang selama ini dilakukan oleh pemerintah tingkat keberhasilannya masih belum dinikmati oleh setiap provinsi di Indonesia, sebagian didominasi di Pulau Jawa. Pembangunan selama ini menggunakan skenario business as usual (BAU) diukur berdasarkan aspek pertumbuhan ekonomi tapi tidak memperhitungkan dampak lingkungan. Permasalahan mulai muncul disaat terdapat ketimpangan antara dimensi ekonomi dengan dampak lingkungan yaitu emisi gas rumah kaca. Penelitian ini mengusulkan pendekatan dalam mengevaluasi pembangunan nasional BAU dengan rendah karbon menggunakan Teknik Rap_withoutLCD  berdasarkan Multi Dimensional Scalling (MDS). Objek penelitian pada tanaman padi, data yang dianalisis adalah data sekunder tahun 2014-2018, beberapa literature dan penelitian lain. Hasil penelitian menunjukkan nilai tukar petani, konsumsi beras, produksi padi, penduduk buta huruf, persebaran penduduk, persentase penduduk miskin, percetakan sawah, curah hujan, suhu, tekonologi informasi, pompa air, Rice Milling Unit, penggunaan pupuk organik, peraturan rendah karbon, dan emisi gas rumah kaca merupakan atribut yang sensitif terhadap pembangunan nasional berkelanjutan. Artinya jika atribut tersebut dihilangkan maka akan berdampak pada status keberlanjutan. Penelitian ini menunjukkan hasil evaluasi eksisting pembangunan konsep BAU dengan rendah karbon didominasi antara kurang (less sustainable) dan cukup (quite sustainable) di setiap provinsi sehingga pemerintah perlu menerapkan kebijakan transformasi pembangunan pertanian rendah karbon yang dapat menunjang produktivitas pertanian dan juga pembangunan nasional di Indonesia. 
Edukasi tentang Manajemen Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja di CV.AVN General Contractor Malang Anindya Hapsari; Tika Dwi Tama; Dian Mawarni; Ardhiyanti Puspita Ratna
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah keselamatan kerja di Indonesia telah lama mendapat perhatian dan dukungan dari pemerintah sejak ditetapkannya Undang-Undang Keselamatan Kerja Nomor 1 Tahun 1970. Bahkan sejak tahun 1993, keselamatan kerja telah ditingkatkan untuk mencapai kecelakaan nihil (zero accident) pada setiap proses produksi.  Setiap pekerjaan selalu mengandung potensi risiko bahaya dalam bentuk kecelakaan kerja, besarnya potensi kecelakaan dan penyakit akibat kerja tergantung dari jenis produksi, teknologi yang dipakai, bahan yang digunakan, tata ruang dan lingkungan serta kualitas manajemen dan tenaga pelaksana. Maka dari itu pelaksanaa K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) sangat penting diterapkan dalam berbagai jenis pekerjaan untuk mengurangi atau bahkan meniadakan potensi risiko bahaya yang berakibat keceelakaan. Oleh karena itu, pihak pengabdi bermaksud untuk mengadakan pengabdian pada CV.AVN dengan judul “Edukasi tentang Manajemen Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja di CV.AVN General Contractor” untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya pihak manajemen dan pegawai CV.AVN. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pre dan post test. Hasil kegiatan ini menunjukkan ada peningkatan nilai rata-rata sebelum diberi penyuluhan sebesar 49,33 dan setelah diberikan penyuluhan sebesar 79. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai p value < 0,05 menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. Kesimpulan kegiatan ini adalah pmberian edukasi melalui penyuluhan sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan karyawan dan pihak manajemen CV.AVN General Contractor tentang pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
COMPLIANCE LEVEL ANALYSIS OF COVID-19 HEALTH PROTOCOL AMONG KARANG TARUNA MEMBERS AT PANDANLANDUNG VILLAGE, MALANG Hartati Eko Wardani; Tika Dwi Tama; Rara Warih Gayatri; Putri Djamilah Wahidah
The Indonesian Journal of Public Health Vol. 18 No. 3 (2023): THE INDONESIAN JOURNAL OF PUBLIC HEALTH
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijph.v18i3.2023.445-456

Abstract

Introduction: One of the keys to success in efforts to overcome the COVID-19 pandemic is to comply with health protocols. The COVID-19 health protocol compliance level is known to be low in the adolescent age group. The low level of compliance is related to the role of Karang Taruna as a village-level organization in providing education and examples to their peers, namely adolescents. Aims: This study was conducted to describe the level of compliance of Karang Taruna members in Pandanlandung Village, Wagir District, Malang Regency to the COVID-19 Health Protocol. Methods: The design used in this research is cross sectional with a quantitative descriptive method. This research was conducted in March-October 2021 with the number of respondents as many as 24 members of the Karang Taruna Pandanlandung Village who were selected using a total sampling technique. Results: This research study found that the compliance level of members of the Karang Taruna Pandanlandung Village was in the "Good" category, especially in the aspects of "Using Masks" 70.83%, "Washing Hands" 79.17%, "Avoiding Crowds" 50% and "Limiting Mobility" 50%. Conclusion: from this study is that, in general, the implementation of the COVID-19 health protocol is good, but the implementation of health protocols in daily life must still be improved by reminding fellow members of Karang Taruna to continue to carry out the health protocol because the pandemic is not over so as to reduce the transmission rate of COVID-19.
ANALISIS CAPAIAN INDIKATOR KELUARGA SEHAT DESA ASRIKATON KECAMATAN PAKIS KABUPATEN MALANG Rara Warih Gayatri; Septa Katmawanti; Tika Dwitama; Sherly Dia Lumitasari; Putri Regita Kusuma Dewi; Wildatun Nabilah
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone 2022: Parenting Preparation For a Better Generation
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe Healthy Indonesia Program is one of the programs on the Nawa Cita agenda, which is to improve the quality of life of the Indonesian people. This program is the main health development program planned through the 2015-2019 Ministry of Health Strategic Plan. Health development efforts start from the smallest unit in society, namely the family. The framework for implementing the Healthy Indonesia Program has been agreed in the form of Twelve Main Indicators as a marker of family health status as well as guidelines for each family to implement a healthy lifestyle. This study aims to determine the basic description of the achievement of the Healthy Family Indicator as a reference for health development in Asrikaton Village. This research is a quantitative descriptive study using a community-based survey method with interview and observation techniques. This study shows that most of the achievements of the Healthy Family Index in Asrikaton Village are in the Pre-Healthy Family category of (77 percent). The percentage of achievement of the Healthy Family Index in Asrikaton Village is (10 percent) including the category of healthy families and (13 percent) including the category of unhealthy families. Some indicators of healthy families that have not been achieved include, as many as (13 point three percent) of families who have not participated in the Family Planning program, (70 percent) of family members who smoke, and (43 point three percent) of families who have not become members of the National Health Insurance (JKN).Keywords: healthy family indicator; healthy family index; health degreeAbstrakProgram Indonesia Sehat merupakan salah satu program dari agenda Nawa Cita, yaitu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Program ini menjadi program utama pembangunan kesehatan yang pencapaiannya direncanakan melalui rencana strategi Kementerian Kesehatan tahun 2015-2019. Upaya dalam pembangunan kesehatan dimulai dari unit terkecil di masyarakat yaitu keluarga. Rangka pelaksanaan Program Indonesia Sehat telah disepakati dalam bentuk Dua Belas Indikator utama sebagai penanda status kesehatan keluarga sekaligus menjadi panduan bagi tiap keluarga untuk mempraktikkan pola hidup sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dasar capaian Indikator Keluarga Sehat sebagai acuan untuk pembangunan kesehatan di Desa Asrikaton. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode survey berbasis komunitas dengan teknik wawancara dan observasi. Penelitian ini menunjukkan sebagian besar capaian Indeks Keluarga Sehat di Desa Asrikaton berada pada kategori keluarga Pra sehat sebesar (77 persen). Persentase capaian Indeks Keluarga Sehat di Desa Asrikaton sebesar (10 persen) termasuk kategori keluarga sehat dan (13 persen) termasuk kategori keluarga tidak sehat. Beberapa indikator keluarga sehat yang belum tercapai di antaranya, sebanyak (13 koma tiga persen) keluarga yang belum mengikuti program Keluarga Berencana, (70 persen) anggota keluarga yang merokok, dan (43 koma tiga  persen) keluarga belum menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).Kata kunci: indikator keluarga sehat; indeks keluarga sehat; derajat
PREDIKTOR KUALITAS HIDUP PASIEN PASCA STROKE RSUD DR. SAIFUL ANWAR KOTA MALANG TAHUN 2020 Alya Nurhanifah Ramadhanti; Hartati Eko Wardani; Tika Dwi Tama
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone 2021
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke merupakan urutan kedua penyakit mematikan setelah penyakit jantung. Kematian akibat stroke sebesar 51% di seluruh dunia disebabkan oleh tekanan darah tinggi dan penyakit stroke di Indonesia dengan prevalensi stroke naik dari 7% menjadi 10,9% pada tahun 2018. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien pasca stroke di RSUD Dr. Saiful Anwar Kota Malang tahun 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dengan desain cross sectional. Sampel yang digunakan berjumlah 80 pasien pasca stroke. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Januari – Maret 2020. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah uji chi-square dengan (α=5%) = 0,05 dan regresi logistik berganda. Terdapat hubungan yang signifikan antara disabilitas (p=0,002), depresi (p=0,000) terhadap kualitas hidup. Depresi merupakan prediktor yang paling dominan terhadap kualitas hidup pasien pasca stroke. Menyediakan bimbingan konseling dan pemantauan terkait kesehatan mental bagi pasien pasca stroke dapat memberikan manfaat yang besar.
Sosialisasi Depresi Post Partum dan Cara Deteksi Dininya pada Kader Kesehatan di Mojokerto Anindya Hapsari; Dian Mawarni; Tika Dwi Tama; Andini Melati Sukma
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) 2023: Sinergi Perguruan Tinggi dan Masyarakat Untuk Mendukung Pencapaian Empat Pilar Pembangunan Men
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Depresi yang terjadi selama kehamilan dapat membuat ibu mengalami depresi post partum atau baby blues syndrome. Ibu yang mengalami depresi post partum, jika tidak segera tertangani, akan kesulitan mengurus bayinya sehingga meningkatkan risiko morbiditas pada ibu dan anak. Akan tetapi, program sosialisasi dan deteksi dini depresi post partum bukan merupakan program yang rutin dilakukan sehingga diperlukan peningkatan pengetahuan kader kesehatan sebagai tombak terdepan pendeteksi masalah depresi post partum. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan di Puskesmas Pembantu Modongan Mojokerto tentang depresi post partum dan deteksi dininya. Edukasi secara luring dengan metode ceramah melibatkan 60 kader kesehatan. Metode evaluasi yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pretest dan posttest. Hasil kegiatan ini menunjukkan ada peningkatan rerata sebelum dan setelah diberi penyuluhan sebesar 49,33 dibandingkan 79,00. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai p value 0,05, menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. Kesimpulan kegiatan ini adalah pemberian edukasi melalui penyuluhan sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan kader kesehatan mengenai depresi post partum dan deteksi dininya. Implikasi yang diharapkan setelah pelaksanaan kegiatan ini adalah para kader kesehatan mampu mengedukasi masyarakat sekitarnya serta mampu mengenali depresi post partum sehingga terdeteksi dini dan segera tertangani.
Edukasi tentang Polycystic Ovarian Syndrome Pada Remaja Putri di Mojokerto Anindya Hapsari; Tika Dwi Tama; Andini Melati Sukma
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) 2023: Sinergi Perguruan Tinggi dan Masyarakat Untuk Mendukung Pencapaian Empat Pilar Pembangunan Men
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Polycystic Ovarian Syndrome merupakan gangguan hormonal karena disrupsi ovarium, yang menyerang 5-10% perempuan pada usia reproduksi dan dapat menimbulkan komplikasi sistemik antara lain Diabetes Mellitus. Penyakit ini memiliki gejala awal yang tidak spesifik, seperti: ketidakteraturan siklus menstruasi dan jerawat sehingga sering diabaikan oleh remaja putri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri di MA Salafiyah Safinatun Najjah Kabupaten Mojokerto tentang Polycystic Ovarian Syndrome dan bagaimana upaya skriningnya. Edukasi secara luring dengan metode ceramah melibatkan 60 siswi dari kelas X, XI, dan XII. Metode evaluasi yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pretest dan posttest. Hasil kegiatan ini menunjukkan ada peningkatan nilai rata-rata sebelum diberi penyuluhan sebesar 47,2 dan setelah diberikan penyuluhan sebesar 82,00. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai p value 0,05 menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. Kesimpulan kegiatan ini adalah pemberian edukasi melalui penyuluhan sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai Polycystic Ovarian Syndrome dan upaya skriningnya. Implikasi yang diharapkan setelah pelaksanaan kegiatan ini adalah para remaja putri mampu mengenali tanda dan gejala Polycystic Ovarian Syndrome sehingga dapat segera memeriksakan diri dan tertangani. Kata kunci— Polycystic Ovarian Syndrome, pengabdian masyarakat, edukasi
Sosialiasi Demensia, Depresi, Dan Penyakit Kronis Beserta Cara Pencegahan Dan Deteksi Dininya Pada Kader Kesehatan Di Malang Hapsari, Anindya; Dwi Tama, Tika; Mawarni, Dian
COVIT (Community Service of Tambusai) Vol. 4 No. 2 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/covit.v4i2.31985

Abstract

Peningkatan angka harapan hidup dewasa ini berimbas pula pada kenaikan jumlah lanjut usia di Indonesia. Pada saat memasuki tahapan lansia, seseorang akan mengalami proses degeneratif yang terjadi pada semua sistem organ di tubuhnya, yang dapat mengakibatkan penurunan kualitas hidup. Oleh karena itu, deteksi dini dan pencegahan terhadap penyakit degeneratif ini sangat penting dilakukan. Akan tetapi, belum semua Posyandu Lansia melaksanakan kegiatan skrining secara optimal. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan edukasi mengenai demensia, depresi, dan penyakit kronis pada lansia pada kader lansia yang merupakan sumber informasi pertama mengenai status kesehatan masyarakat. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memperoleh respon yang baik dari sasaran dan menghasilkan dampak positif pada aspek pengetahuan dan keterampilan. Implikasi yang diharapkan setelah pelaksanaan kegiatan ini adalah para kader lansia dapat secara rutin dan proaktif mengadakan kegiatan skrining demensia, depresi, dan penyakit kronis bagi warganya.
Sosialiasi “Saksanzi” (Sadar Aktivitas Fisik, Sanitasi, Dan Gizi) Untuk Optimalisasi Tumbuh Kembang Pada Golden Periode Age Guna Mencegah Stunting Hapsari, Anindya; Dwi Tama, Tika; Mawarni, Dian; Amelia, Dessy
COVIT (Community Service of Tambusai) Vol. 4 No. 2 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/covit.v4i2.33179

Abstract

Salah satu ciri khas anak yang membedakannya dengan orang dewasa adalah terjadinya proses tumbuh kembang yang dimulai sejak masa konsepsi dan optimal pada golden periode age, yaitu saat anak berusia 0-5 tahun. Salah satu gangguan pertumbuhan yang dapat terjadi pada anak adalah stunting, yang dapat disebabkan antara lain oleh: asupan gizi, kurangnya stimulasi anak dengan aktivitas fisik, serta sanitasi lingkungan yang kurang baik. Akan tetapi, belum semua kader kesehatan memiliki pengetahuan terkait pencegahan stunting ini. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka kader kesehatan perlu dioptimalkan fungsinya dan dibekali dengan berbagai edukasi melalui program “SAKSANZI (Sadar Aktivitas Fisik, Sanitasi, dan Gizi)” sebagai upaya optimalisasi tumbuh kembang anak. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memperoleh respon yang baik dari sasaran dan menghasilkan dampak positif pada aspek pengetahuan dan keterampilan. Implikasi yang diharapkan setelah pelaksanaan kegiatan ini adalah para kader kesehatan dapat secara rutin dan proaktif melakukan sosialisasi pencegahan stunting melalui aktivitas fisik, sanitasi, dan gizi bagi warganya.
Co-Authors Adnan Ramadhan Agustina, Sevia Akhmad Fauzi Akhyudi, Dewi Muthia Charissa Al-Irsyad , Muhammad Alya Nurhanifah Ramadhanti Amelia, Dessy Andini Melati Sukma Andini Melati Sukma Anggaunitakiranantika Anindya Hapsari Anindya Hapsari Anis Yunita Anita Sulistyorini Ardhiyanti Puspita Ratna Artanti, Amelia Reza Aryana Satrya Asri C. Adisasmita Astutik, Erni Aulia Pramesti Avida Shafa Tiffani Bambang Juanda Bernadus Gunawan Sudarsono Cindy Puspita Sari Dea Aflah Samah Dedi Budiman Hakim Desinta Dwi Rapita Dewa Bagus Prasetayo Diah Ayu Kamila Dian Mawarni Dian Puspitaningtyas Laksana Ema Novita Deniati Eny Qurniyawati Erlina Burhan Fanani, Erianto Fatimatuzzahro, Fatimatuzzahro Fatma Lidya Zulfa Fauzi, Moh. Fery Hartati Eko Wadhani Hartati Eko Wardani Kartika Alifia Kurnia, Nurmila M. E. Winarno Marji Marji Mazidah Imanuna Meidi Saputra Mika Vernicia Humairo Muhafilah, Nurul Musyaffa, Hanif ahmad Nailyaa Faza Hendrawan Neo Adhi Kurniawan Ningtyas, Fadhilah Rizky Nohan Arum Romadlona Nurnaningsih Herya Ulfa, Nurnaningsih Herya Nurnaningsih Herya Ulfah, Nurnaningsih Herya Olivia Andiana Panggayuh, Pascahana Lintang Permatasari, Meilawati Diyah Pratama, Aditya Yudha Puspitasari, Sendhi Tristanti Putri Djamilah Wahidah Putri Djamilah Wahidah Putri Nurika Dewi Putri Regita Kusuma Dewi Rachmawati, Windi Chusniah Ramadhani, Evada Mutiara Rara Warih Gayatri Ratih, Suci Puspita Renny Nurhasana Rosalinda, Nadia Rossa Amalia Salsabilla, Rania Balqis Sari, Faradilla Indah Oktavia Septa Katmawanti, Septa Sharyanto Sharyanto Shellasih, Ni Made Sherly Dia Lumitasari Sidyawati, Lisa Singgih Saptadi Solichin Solichin Supriyadi Supriyadi Susanti, Meirina Nur Asih Syifa, Tsabitah Aulawiyatus Ulandari, Sukma Wahdah, Zahra Nabilah Wati, Ratu Suci Sholikhah Wildatun Nabilah Wulandari, Lisa Purbawaning Zahro, Nimas Dewi Aninatus Zariroh, Zirroh Alin