Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

NILAI EKONOMI WISATA IKAN HIU PAUS DI DESA BOTUBARANI, KABUPATEN BONE BOLANGO, PROVINSI GORONTALO Yulianda, Fredinan; Taryono; Fahrudin, Achmad; Monoarfa, Sri Fitriani
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 3 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v12i3.31166

Abstract

Kemunculan ikan hiu paus sejak 2016 di Desa Botubarani Teluk Tomini Gorontalo menjadi objek dan daya tarik wisata tersendiri yang dapat mengundang para wisatawan. Hal ini tentunya sangat memengaruhi perekonomian masyarakat sekitar, wisata ikan hiu paus dapat berkontribusi dalam peningkatan ekonomi daerah terutama masyarakat lokal. Penelitian bertujuan untuk menganalisis nilai ekonomi wisata ikan hiu paus sebagai masukan dalam pembuatan kebijakan berdasarkan analisis ekonomi untuk pengembangan dan pengelolaan wisata ikan hiu paus secara berkelanjutan di Desa Botubarani. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Penentuan responden dilakukan secara non-probability sampling, yakni purpossive sampling dan accidental sampling. Sebagai panduan dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan menggunakan kuisioner. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Travel Cost Method (TCM) dan Contingent Valuasi Method (CVM). Hasil analisis nilai ekonomi wisata ikan hiu paus di Desa Botubarani yaitu sebesar Rp7.894.602.230 per bulan puncak kemunculan (Mei, Juni, Juli). Nilai ekonomi yang telah dihitung dapat menjadi landasan pembuatan kebijakan, terlebih untuk menentukan biaya masuk wisata ikan hiu paus sehingga pengelolaan wisata ikan hiu paus dapat berjalan secara optimal dan efektif.
KLASIFIKASI LUASAN EKOSISTEM MANGROVE DI DESA PANTAI BAHAGIA, MUARA GEMBONG, KABUPATEN BEKASI DENGAN CITRA SENTINEL DENGAN METODE NORMALIZED DIFFERENCE VEGETATION INDEX Pamungkas, Bayu; Kurnia, Rahmat; Riani, Etty; Taryono
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 3 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v12i3.32241

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan salah satu jenis sumber daya pesisir yang mempunyai manfaat baik secara fisik, biologis, dan ekonomis. Ekosistem mangrove di Kecamatan Muara Gembong merupakan ekosistem yang termasuk dalam kategori hutan lindung. Penelitian bertujuan mengestimasi luas hutan mangrove dan mengklasifikasi tutupan kanopi. Metode yang digunakan adalah Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dan menggunakan citra sentinel (resolusi spasial 10 m). Klasifikasi tutupan kanopi mengacu pada standar Departemen Kehutanan Republik Indonesia. Data tutupan kanopi divalidasi dengan densiometer yang melihat persen tutupan kanopi mangrove. Hasil menunjukkan luas hutan mangrove mencapai 301,83 ha dengan tingkat kerapatan tinggi atau kelas tutupan rapat (dense) mencapai 59,31% atau 179,02 ha. Luasan mangrove di Desa Pantai Bahagia, Bekasi, meningkat dari beberapa tahun terakhir oleh karena adanya usaha rehabilitasi oleh komunitas lokal.
EFEKTIVITAS KELOLA PERIKANAN ADAT DALAM MENJAGA STATUS KESEHATAN TERUMBU KARANG DI TELUK MAYALIBIT, RAJA AMPAT Susanto, Handoko Adi; de la Rosa, Emilio; Boer, Mennofatria; Taryono; Handoko Adi
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 13 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v13i2.35824

Abstract

Territorial Use Rights for Fisheries-Reserve (TURF-Reserve) adalah salah satu bentuk dari pendekatan pengelolaan sumber daya perikanan berbasis hak yang dapat meningkatkan efektivitas dan upaya konservasi ekosistem terumbu karang di kawasan konservasi perairan (KKP). Dewan Adat Suku Maya dan masyarakat adat di Teluk Mayalibit mendeklarasikan Kelola Perikanan Adat (KPA), suatu bentuk pengelolaan sumber daya perikanan yang mengombinasikan hak ulayat laut, kearifan ekologi tradisional, dan prinsip-prinsip TURF-Reserve. Tujuan penelitian ini adalah mengukur kondisi kesehatan ekosistem terumbu karang untuk melihat efektivitas KPA dalam menjaga kondisi ekosistem terumbu karang di Teluk Mayalibit. Penelitian ini menggunakan metode Point Intercept Transect (PIT) dan transek sabuk ikan untuk mengumpulkan data kesehatan terumbu karang. Kondisi ekosistem terumbu karang diukur menggunakan lima indikator dengan ambang batas ekologi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai biomassa ikan karang dan proporsi biomassa ikan herbivor dari kondisi sebelumnya, hal ini mengindikasikan ekosistem terumbu karang yang sehat. Nilai rasio makroalga: karang keras hidup serta rasio fished: unfished yang menurun jika dibandingkan dengan kondisi sebelumnya mengindikasikan ekosistem terumbu karang yang berstatus moderat. Berdasarkan hasil analisis, disimpulkan bahwa ekosistem terumbu karang di Teluk Mayalibit masih berada dalam kondisi yang sehat dan aktivitas perikanan karang masih terkendali di dalam batas yang mendukung kelestarian. Hal ini memberikan indikasi bahwa KPA masih efektif dalam menjaga kondisi ekosistem terumbu karang dan membantu upaya konservasi serta pengelolaan sumber daya perikanan karang di Teluk Mayalibit.
Strategy For Strengthening Gili Matra Marine Tourism Park Management Through an Institutional Economic Approach Magfiroh, Artika Nanda; Yulianda, Fredinan; Taryono
Jurnal Manajemen dan Agribisnis Vol. 22 No. 2 (2025): JMA Vol. 22 No. 2, July 2025
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jma.22.2.237

Abstract

Background: Gili Matra Marine Tourism Park (GMMTP) has the potential for marine ecosystems and high economic value through tourism; however, it has not been managed sustainably. Coral reef damage and institutional irregularities are the primary challenges.Purpose: This study aimed to formulate a strategy to strengthen GMMTP management by using a community-based institutional economic approach that considers ecological and socioeconomic aspects.Design/methodology/approach: A quantitative approach combining the Contingent Valuation Method (CVM) for the value of existing benefits, Payment for Ecosystem Services (PES) for the basic value of service costs, and Interpretive Structural Modeling (ISM) for mapping problems and institutional strategies.Finding/Results: The PES value was set at IDR 333,062/person/visit, and the total WTP reaches IDR 60.5 billion/year. The main problem is institutional disagreement between government parties. Main strategies: Additional budgets and supervisory personnel.Conclusion: The application of an institutional economic approach has been proven to support the sustainable management of conservation areas with a scientific basis for financing policies through PES.Originality/value (State of the art): This study fills this gap by integrating ecosystem service valuation and institutional strategies based on economic data, which have not been widely applied in marine conservation areas in Indonesia. Keywords: conservation, strengthening strategy, PES, CVM, ISM  
Membangun Kelembagaan Adil dalam Relasi Patron-Klien Garam Rakyat Madura Kurniawan, Tikkyrino; Kinseng, Rilus A.; Taryono; Purnomo, Agus Heri; Sapanli, Kastana; Yanti, Bayu Vita Indah; Adriana, Galuh; Suryadarma, Sheviyola Denenti
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 7 No. 3 (2025): Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0703.1384-1388

Abstract

Relasi patron–klien dalam tata niaga garam rakyat Madura masih menjadi penghambat utama kesejahteraan petambak. Patron berperan sebagai pemberi modal dan pengendali distribusi, sementara negara belum hadir secara efektif untuk melindungi petambak. Akibatnya, petambak bergantung pada patron untuk modal dan akses pasar, sehingga sulit menentukan harga secara mandiri. Kajian ini dilakukan di Kabupaten Sampang dan Pamekasan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa kebijakan teknis pemerintah yang bersifat top-down tidak mampu menjawab realitas sosial ekonomi di tingkat lokal. Meski begitu, muncul inisiatif perlawanan sosial berupa pembentukan koperasi dan jaringan distribusi alternatif yang menunjukkan arah baru menuju kemandirian ekonomi petambak. Policy brief ini menegaskan pentingnya membangun kelembagaan distribusi garam berbasis komunitas, memperkuat koperasi melalui dukungan regulasi dan pembiayaan, serta mendorong transparansi harga dan informasi melalui digitalisasi. Dengan langkah-langkah ini, negara dapat berperan sebagai fasilitator yang memastikan keadilan ekonomi bagi petambak garam rakyat. 
Analisis Kontribusi dan Peran Basis Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan terhadap PDRB Kabupaten Kampar Tahun 2020–2024 M. Zaky Syaputra; Farhan Zharfa Razani; Taryono
JIEP: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : PPJP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jiep.v8i2.2865

Abstract

The study evaluates the contribution, growth rate, and role of the agriculture, forestry, and fisheries sector toward the Gross Regional Domestic Product (GRDP) of Kampar Regency (2020–2024). Secondary BPS data was analyzed using sectoral contribution analysis, growth rate, and the Location Quotient (LQ). The results indicate the sector contributes an average of 30–35 percent to GRDP and consistently functions as a basic (leading) sector (LQ > 1). Critically, the growth rate experienced a significant slowdown to 2.45% in 2024, suggesting vulnerability to global commodity price volatility and the potential for a resource trap. This finding necessitates policy interventions, including innovation, technological modernization, and downstream industrialization to mitigate over-reliance on raw natural resources. Policy-wise, the study supports the Kampar Regency Regional Development Plan (RPD) 2023–2026, which emphasizes strengthening commodity value-added and sustainable development.
Kajian Deskriptif Dampak Kerusakan Lingkungan terhadap Rumah Tangga Miskin di Pekanbaru Putri, Laras Diajeng; Deanda, Vindy Viandra; Taryono
JIEP: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : PPJP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jiep.v8i2.2868

Abstract

The sustainability of a society's survival will always depend on its environment. The environment provides beneficial outcomes when managed well; without this management, damage will occur, impacting not only oneself but also the wider community. Pekanbaru has the potential to improve the welfare of its people, but in reality, there are still many poor households that cannot meet their basic needs. The results of this study prove that the Environmental Kuznets Curve (EKC) aligns with the actual conditions of Pekanbaru, and thru a descriptive qualitative analysis approach sourced from the BPS, DLHK, and KLHK institutions/agencies, it can provide explanations for current and future researchers to offer suggestions for government policies. This condition shows that land management in Pekanbaru still needs improvement, and disaster mitigation and post-disaster education must be provided to the community so that they are also aware of the importance of good environmental management, as it will have a negative impact on everyone, especially the income of poor households. Additionally, the government must also create appropriate policies to minimize environmental damage without having to compromise the economies of poor households.
Co-Authors A., Prasetia Achmad Fahrudin Adriana, Galuh Afriana, Wendra Agus Heri Purnomo, Agus Heri Ajeng Rara Veronica Al Bazari Andika, Dicky Angga Pramana anwar sani, Muhammad Arif Satria Ario Damar Ayuning Atmasari, Ayuning B., Anugrah bayu pamungkas Brahmono, Boris de la Rosa, Emilio Deanda, Vindy Viandra Didin S. Damanhuri Dietriech Geoffrey Bengen Dini Dwi Putri Edy Wibowo, Sunaryo Etty Riani Fahreza Y H, M Ryan Fahriyatun Mufidah, Farah Farhan Zharfa Razani Fathonah , Ainnun Fredinan Yulianda Hadi Winoto, Suryadi Haliza Nur Amalia Putri Handoko Adi Haris, Ibnu Joko Santoso Juliana, Aisyah Kurniawan, Tikkyrino Kusumaningrum, Anisa Putri L.J., Pratama Lubis, Khairul M. Zaky Syaputra M.A, & Rasti Magfiroh, Artika Nanda Malika, Illinia Mansur, Jam’an Nurchotib Marzuki Mennofatria Boer Monoarfa, Sri Fitriani Muhamad Agus Maryanto Murlita Nandi Kosmaryandi Nova Tri Evriani Prayogi, Khalfi Putri Tabita Putri, Fevi Rahma Dwi Putri, Laras Diajeng R.A. Loretta Kartikasari Rafsanjani Fajrin, Erba Rahmat Kurnia Rasyid Reva Indah Permata Sari Sitohang Rillus A Kinseng Rilus Kinseng Ruwe2, Natalia Eunike Safitri sapanli, kastana Septi Ayu Puspita N Setianingsih, Tri Sigid Hariyadi Sinta Ramadani Sintia Nur Afika Sitanggang, Charles Paulinus Marulitua Solly Aryza Sri Endang Kornita Subambang, R. Budiono Suci Lestari Sugiono, Edi Suharno, FA Suharno Suryadarma, Sheviyola Denenti Susanto, Handoko Adi SUTRISNO Syafiq, Raki Khoery Tri Waluyo Ufira Isbah Ulum, Reza Miftahul Vanda Iswara Putri Widyawati Yanti, Bayu Vita Indah Yelly Zamaya Zambri, Mohammad Zulhamsyah Imran