Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Media Papan Kata terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Kelas II SDN 3 Ampenan Tahun Ajaran 2024/2025. Mardhatillah, Hanna; Ermiana, Ida; Angga, Prayogi Dwina
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i1.623

Abstract

Kemampuan membaca permulaan pada siswa saat ini masih menjadi permaslahan. Data kemampuan membaca siswa yang dirilis oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) pada tahun 2023 kemapuan membaca siswa Indonesia memperoleh nilai sebesar 371 dari skor rata-rata OECD 487 dan menempatkan Indonesia berada di urutan ke 68 untuk kemampuan membaca. Sedangkan data kemampuan membaca siswa di NTB yang dirilis oleh Puspendik Kemendikbud pada hasil asesmen nasional yang dilakukan pada tahun 2021 menunjukkan bahwa data kemampuan membaca siswa di NTB berada di bawah kompetensi minimum yang artinya kurang dari 50% siswa yang ada di NTB yang telah mencapai batas kompetensi minimum untuk kemampuan membaca. Hasil wawancara bersama guru kelas II di SDN 3 Ampenan, ditemukan masalah kemampuan membaca permulaan pada siswa kelas II. Oleh karena itu, tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh media papan kata terhadap kemampuan membaca permulaan siswa kelas II SDN 3 Ampenan tahun ajaran 2024/2025. Metode yang digunakan yaitu eksperimen jenis quasi eksperimen dengan desain nonequivalent group design. Populasi penelitian ini berjumlah 51 siswa. Sampel yang digunakan berjumlah 40 siswa yang terdiri dari kelas II A (eksperimen) 20 siswa dan kelas II B (kontrol) 20 siswa yang diambil dengan teknik purposive sampling. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini yaitu, hasil kemampuan membaca permulaan siswa diperoleh dari nilai rata-rata pretest dan posttest. Rata-rata hasil pretest kelas eksperimen yaitu 45,40 sedangkan untuk kelas kontrol yaitu 46,65. Rata-rata hasil posttest kelas eksperimen yaitu 75,05 sedangkan untuk kelas kontrol yaitu 66,85. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh nilai sig.2 tailed sebesar 0,031 < 0,05 yang berarti media papan kata berpengaruh terhadap kemampuan membaca permulaan siswa. Oleh karena itu, kesimpulan pada penelitian ini yaitu media papan kata berpengaruh terhadap kemampuan membaca permulaan siswa kelas II SDN 3 Ampenan tahun ajaran 2024/2025.
Pengembangan Media Buku Cerita Bergambar Materi Menjaga Kebersihan Diri (Kuku, Tangan, dan Rambut) pada Kelas I di Sekolah Dasar Zahrawaan, Putri Az; Husniati; Angga, Prayogi Dwina
Journal of Classroom Action Research Vol. 6 No. 4 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v6i4.5781

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media buku cerita bergambar yang berisi materi menjaga kebersihan diri, khususnya pada kebersihan kuku, tangan, dan rambut, serta untuk menguji kelayakan dan kepraktisan sebagai media pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Developmenth) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Penelitian pengembangan ini melibatkan seluruh siswa kelas I di SDN Montong Batu dengan jumlah 22 siswa. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa dan objek penelitian ini adalah media pembelajaran buku cerita bergambar. Hasil penelitian (1) penelitian dan pengembangan ini telah menghasilkan produk berupa media buku cerita bergambar melalui tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi & evaluasi, pada pembelajaran Bahasa Indonesia materi menjaga kebersihan diri kelas I SDN Montong Batu, (2) media dinyatakan layak digunakan berdasarkan penilaian ahli media yang memiliki nilai persentase rata-rata 94% dengan kriteria sangat layak dan ahli materi yang memiliki nilai persentase rata-rata 98% dengan kategori sangat layak, dan (3) media dinilai praktis oleh siswa dan guru dalam meningkatkan minat dan pemahaman siswa, dengan hasil respon mencapai 100% dan termasuk dalam kategori sangat praktis. Media ini dapat menjadi alternatif bahan ajar yang efektif.
Pengembangan Media PowerPoint Interaktif Untuk Pemahaman Diri Siswa Mengenai Edukasi Seksual Hayati, Husnul; Angga, Prayogi Dwina; Makki, Muhammad
Journal of Classroom Action Research Vol. 6 No. 4 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v6i4.9496

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media PowerPoint interaktif untuk pemahaman diri siswa mengenai edukasi seksual di kelas I SDN Pemepek yang valid dan praktis. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Research and Development (R&D) dengan menggunakan model pengembangan oleh Sugiyono dimana terdapat sepuluh langkah pengembangan yaitu potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, perbaikan desain, uji coba produk, revisi produk, uji coba pemakaian, revisi produk, dan produksi masal. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Pemepek. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas I SDN Pemepek sebanyak 29 orang dan seorang guru mata pelajaran PJOK SDN Pemepek. Sedangkan, objek penelitian ini adalah media PowerPoint interaktif untuk pemahaman diri siswa mengenai edukasi seksual. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar angket validasi ahli media dan materi, serta angket respon guru dan siswa. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan skala Guttman dengan skor penilaian yaitu 0 atau 1 yang meliputi analisis data kevalidan dan kepraktisan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media PowerPoint interaktif untuk pemahaman diri siswa mengenai edukasi seksual mendapatkan persentase 85,71% dengan kriteria sangat valid dari ahli media, persentase 100% dengan kriteria sangat valid dari ahli materi, persentase 90% dengan kriteria sangat praktis dari respon guru pada uji coba produk, persentase 92,14% dengan kriteria sangat praktis dari respon siswa pada uji coba produk, persentase 100% dengan kriteria sangat praktis dari respon guru pada uji coba pemakaian, dan persentase 94,82% dengan kriteria sangat praktis dari respon siswa pada uji coba pemakaian. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa media PowerPoint interaktif untuk pemahaman diri siswa mengenai edukasi seksual sudah valid dan praktis untuk digunakan sebagai media pembelajaran di kelas I SDN Pemepek.
Pengaruh Model Problem Based Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Hanipah; Nisa, Khairun; Angga, Prayogi Dwina
Journal of Classroom Action Research Vol. 6 No. 4 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v6i4.9617

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis dan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan model Problem Based Learning pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila di kelas IV SDN 1 Ampenan. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperiment dengan nonequevalen controlgroup design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDN 1 Ampenan. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan tes berupa soal essay dan non tes yaitu observasi menggunakan lembar observasi keterlaksanaan model Problem Based Learning. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji normalitas, homogenitas, hipotesis, dan effect size. Hasil penelitian diperoleh t-hitung sebesar 2.531 dan t-tabel sebesar 1.674 sehingga diperoleh nilai t-hitung > t-tabel yaitu 2.531 > 1.674 yang menunjukkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak, hal ini berarti terdapat pengaruh yang signifikan dari model pembelajaran Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila di kelas IV SDN 1 Ampenan. Hasil uji effect size menunjukkan bahwa pengaruh model Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa berada pada kategori sedang. Begitupun dengan keterlaksanaan model Problem Based Learning yang dilakukan pada kelas eksperimen berada pada kategori sangat baik, artinya model pembelajaran telah dilaksanakan dengan sangat baik sesuai dengan sintaks dari model Problem Based Learning.
Pendampingan Penyusunan Modul P5 untuk Mengoptimalkan Implementasi Kurikulum Merdeka di SDN 1 Kekait Indraswati, Dyah; Angga, Prayogi Dwina; Astria, Fitri Puji; Nurmawanti, Iva; Putra, Gita Prima
Participative Journal: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): Participative Journal
Publisher : State Islamic University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55099/participative.v4i2.139

Abstract

Pemahaman guru terkait P5 masih belum merata sehingga ini menghambat pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila. Perlu adanya pendampingan di dalam penyusunan modul projek P5. Guru – guru di SDN 1 Kekait perlu diberikan pendalaman materi dan pendampingan dalam menentukan focus dimensi profil pelajar Pancasila dan tema projek yang sesuai kondisi dan kebutuhan satuan pendidikan. Guru juga masih memerlukan pendampingan dalam  menentukan sub elemen (tujuan projek); mengembangkan topik, alur, dan durasi projek, serta mengembangkan aktivitas dan assessment project. Berdasarkan analisis situasi dan permasalahan mitra maka tujuan dari pengabdian kepada Masyarakat ini adalah melakukan pendampingan penyusunan Modul P5 untuk mengoptimalkan Implementasi Kurikulum Merdeka di SDN 1 Kekait. Solusi ini diharapkan dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki sekolah dalam melaksanakan P5. Melalui solusi ini diharapkan guru dapat mendalami materi P5 sekaligus dapat membuat draf dokumen perencanaan P5 yang nantinya dapat diimplementasikan di sekolah.  
Pengaruh Metode Paired Storytelling Terhadap Keterampilan Berbicara Siswa Sekolah Dasar Saputra, Ida Bagus Made Yuro Manu; Musaddat, Syaiful; Angga, Prayogi Dwina
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v10i4.9789

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode paired storytelling terhadap keterampilan berbicara siswa kelas IV SDN 20 Cakranegara tahun pelajaran 2022/2023. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Quasi Experimental. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDN 20 Cakranegara yang berjumlah 52 siswa. Sampel penelitian adalah kelas IV A yang berjumlah 26 siswa sebagai kelompok eksperimen dan kelas IV B yang berjumlah 26 siswa sebagai kelompok kontrol. Teknik pengambilan data yang digunakan yaitu tes unjuk kerja keterampilan berbicara. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji independent sample t-test dengan bantuan SPSS 21.00 for Windows pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari penerapan metode paired storytelling terhadap keterampilan berbicara siswa, hal tersebut ditentukan berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan independent sample t-test diperoleh nilai sig. 0,014 < 0,05, yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak sehingga ada pengaruh penerapan metode paired storytelling terhadap keterampilan berbicara siswa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang cukup signifikan penerapan metode paired storytelling terhadap keterampilan berbicara siswa kelas IV SDN 20 Cakranegara tahun ajaran 2022/2023.
Evaluation Of Anthropometric Measurements For Physical Development Of Early Age Futsal Players:  A Case Study Of Kuantanamo Futsal Academy Amiq, Fahrial; Angga, Prayogi Dwina; Hariyoko; Hariyanto, Eko; Fatoni, Rizal Ahmad
Journal Coaching Education Sports Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/bg5s4r05

Abstract

Sports science is one of the fields of sports science that can help sports develop and coach each athlete. Phenomena and problems that occur during the training process in the field can be solved by applying sports science based on data obtained scientifically; this data record assists coaches in determining and providing the proper method for their athletes. One way to use sports science in the field is by measuring the anthropometry of Kuantanamo Futsal Academy students. This study aimed to determine and examine anthropometric measurements in Kuantanamo Futsal Academy students aged 7-10 years. This study uses a quantitative method. This type of research is observational and test. To collect data on student anthropometric measurements that are to be known include a) height, b) weight, c) skin fat, and d) BMI. The subjects in this study were Kuantanamo futsal academy students aged 7-10 years, totaling 20 students. The anthropometric measurements of Kuantanamo Futsal Academy students obtained the following average: height 145.8, weight 41.24, skin fat 14.85, categorized as underfoot (mild level), BMI 19.3, classified as ideal. This can be a reference for coaches to determine what programs should be carried out so that students get treatment appropriate to their body condition.
PERCEPTION OF PHYSICAL EDUCATION, SPORTS AND HEALTH TEACHERS IN ELEMENTARY SCHOOLS TOWARDS INCLUSIVE PRACTICES: A CASE STUDY IN CENTRAL LOMBOK DISTRICT Angga, Prayogi Dwina; Kardiyanto, Deddy Whinata; Indraswati, Dyah
PROGRES PENDIDIKAN Vol. 6 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/prospek.v6i1.1273

Abstract

This study aimed to determine the attitudes of physical education teachers towards the inclusion of students with physical disabilities or physical disabilities in physical education learning programs in Elementary Schools. This study uses a qualitative approach with a descriptive-analytical method. The subjects of this study were physical education teachers in Gugus 1 Praya Tengah; as many as 5 Physical Education, Sports, and Health teachers were directly involved in this study, consisting of 4 men and one woman with an average teaching experience of 12.5 years. The object of this study is the implementation of physical education learning programs in elementary schools, which are incredibly inclusive services for people with physical disabilities. Data collection techniques used in this study were interviews, observations, and documentation. The main instrument in this study was the interview guideline, while the additional instrument was the observation guideline. The research data analysis technique used the Miles and Huberman interactive analysis model. Teachers argue that physical education classes are a good place for developing students with disabilities. They realize that students with disabilities can get the same opportunity to participate in physical education programs and develop social skills. Teachers recognize that the seminars or professional training provided are very lacking. This study has significant impacts in encouraging ongoing training for physical education educators to improve their ability to implement inclusive education and in the development of adaptive curricula that meet the needs of students with special needs. This study also emphasizes the importance of stronger collaboration between teachers, parents, and other stakeholders. In addition, the findings of this study open up opportunities for further research in creating adaptive physical education learning models that are appropriate to the local context and can be used as guidelines for more efficient inclusive education policies and practices.
Pengembangan Media Smart Box (Kotak Pintar) Materi Bahaya NAPZA Pada Kelas V SDN Pemasah Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah Gita, Gita Qurataini; Angga, Prayogi Dwina; Tahir, Muhammad
Journal of Classroom Action Research Vol. 7 No. SpecialIssue (2025): Maret 2025
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v7iSpecialIssue.10702

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa smart box mengenai materi bahaya NAPZA pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) bagi siswa kelas V SD Negeri Pemasah yang valid dan praktis. Penelitian menggunakan metode pengembangan Sugiyono yang terdiri dari sepuluh tahapan yaitu potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, revisi produk, uji coba pemakaian, revisi produk dan produksi masal. Dalam penelitian ini hanya menggunakan sembilan langkah saja tanpa melakukan produksi masal. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Pemasah yang melibatkan siswa kelas V. Pengembangan ini menghasilkan produk berupa media smart box yang terdiri dari empat fitur yaitu: 1) materi mengenai bahaya NAPZA, 2) kantong ajaib, 3) quiz spin game & wordwall, 4) permainan teka-teki silang. Hasil validasi ahli media  pada produk smart box diperoleh persentase sebesar  87,5% dengan kriteria sangat valid, sedangkan pada validasi ahli materi pada produk smart box memperoleh persentase sebesar 100% dengan kriteria sangat valid. Hasil respon guru pada uji coba produk media smart box memperoleh persentase sebesar 96,42% dengan kriteria sangat praktis, sedangkan respon siswa pada uji coba produk memperoleh persentase sebesar 97,25% dengan kriteria sangat praktis. Hasil respon guru pada uji coba pemakain media smart box memperoleh persentase sebesar 100% dengan kriteria sangat praktis, sedangkan respon siswa pada uji coba pemakaian memperoleh persentase sebesar 99,54% dengan kriteria sangat praktis. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa media smart box untuk menambah pemahaman siswa mengenai materi bahaya NAPZA sudah layak dari aspek valid dan praktis untuk digunakan sebagai media pembelajaran di kelas V SDN Pemasah.  
Teacher and student perspectives in developing physical literacy corners (surfs) in elementary schools Angga, Prayogi Dwina; Makki, Muhammad; Nurwahidah, Nurwahidah; Putra, Gita Prima; Kardiyanto, Deddy Whinata
Multilateral : Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol 24, No 1 (2025): February
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/multilateral.v24i1.21011

Abstract

Fenomena gaya hidup sedentary pada anak sekolah dasar semakin meningkat, sehingga mengakibatkan berbagai risiko kesehatan fisik dan mental. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan pojok literasi fisik di SDN 1 Kekait untuk mendukung literasi fisik siswa dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya aktivitas fisik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang melibatkan 35 siswa kelas 5 dan lima guru. Data diperoleh melalui kuesioner dan wawancara semi terstruktur untuk mengidentifikasi preferensi desain, jenis media, dan tantangan dalam penerapan pojok literasi fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memahami konsep pojok literasi, namun keberadaannya di sekolah masih perlu ditingkatkan. Siswa menginginkan pojok literasi yang nyaman, menarik, dan interaktif dengan media seperti buku bergambar, poster olahraga, dan alat peraga miniatur. Guru menekankan pentingnya konten edukasi yang sesuai dan desain visual yang indah untuk memotivasi siswa. Tantangan utama dalam pengembangan pojok literasi adalah keterbatasan dana dan pengelolaan fasilitas. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pojok literasi fisik berpotensi menjadi media yang efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang aktivitas fisik dan gaya hidup sehat. Implementasi yang melibatkan dukungan sekolah, orang tua, dan masyarakat diperlukan untuk menciptakan sudut literasi berkelanjutan yang berdampak positif pada kualitas hidup siswa.