Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

TUTURAN PERSUASIF YOUTUBER FATYA BIYA PADA KONTEN “BEST PRODUCTS OF 2023” Tika Indah Purwanti; Suwadi; Sugianti
JBI : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 2 No. 2 (2024): Desember
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/jbi.v2i2.1144

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk menganalisis tuturan persuasif yang digunakan oleh Youtuber Fatya Biya dalam konten “Best Products Of 2023”. Penelitian ini berawal dari masalah mengenai bagaimana tuturan persuasif yang digunakan oleh youtuber Fatya Biya dan konten “Best Products Of 2023” dapat menarik perhatian dan mempengaruhi audiensnya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Subjek dari penelitian ini adalah youtuber Fatya Biya. Objek penelitian adalah tuturan persuasif yang digunakan oleh Fatya Biya dalam rangkuman video Youtube berjudul “Best Products Of 2023”.Sumber data pada penelitian ini diperoleh dari 5 video Fatya Biya yaitu, Best Skincare Of 2023, Best Complexion Of 2023, Best Eyebrow, Eyeliner, Mascara & Eyeshadow Of 2023, Best Lips of 2023, dan Best Contour Blush, & Highlighter Of 2023 yang diunggah pada kanal Youtube Fatya Biya. Data penelitian berupa transkrip 5 video youtube Fatya Biya. Proses pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak yaitu mengamati tuturan persuasif di video dan teknik catat yaitu transkrip. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, interpretasi data dan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fatya Biya menggunakan berbagai wujud tindak tutur persuasif yaitu asertif, direktif, ekspresif, komisif dan deklaratif. Dominasi tindak tutur asertif diikuti oleh direktif dan ekspresif, sementara komisif dan deklaratif digunakan dalam jumlah lebih sedikit. Strategi tindak tutur yang digunakan yaitu strategi tindak tutur langsung dan strategi tindak tutur tidak langsung, dimana Fatya Biya lebih banyak menggunakan strategi tindak tutur langsung.
DINAMIKA ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM KOMUNIKASI PASAR TRADISIONAL PASREPAN KABUPATEN PASURUAN Lusiana Wahyu Nawangsari; Suwadi; Ilmiyatur Rosidah
JBI : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 2 No. 2 (2024): Desember
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/jbi.v2i2.1145

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika alih kode dan campur kode dalam komunikasi di pasar tradisional Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, menggunakan teori Suwito (1983). Studi ini mengidentifikasi berbagai faktor yang mendorong praktik Dinamika alih kode dan Dinamika campur kode, seperti latar belakang sosial ekonomi, interaksi antar budaya, dan fungsi pragmatis bahasa dalam konteks pasar. Melalui metode observasi partisipatif dan wawancara mendalam, ditemukan bahwa penjual dan pembeli sering menggunakan alih kode dan campur kode untuk menegosiasikan harga, membangun hubungan sosial, serta menyampaikan pesan dengan lebih efisien. Sumber data pada penelitian adalah komunikasi penjual dan pembeli dipasar tradisional Pasrepan Kabupaten Pasuruan, dari sinilah peneliti mengumpulkan data dan menggunakan rekaman audio dengan metode kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk (1) mendeskripsikan Dinamika Alih Kode pada komunikasi Pasar Tradisional Pasrepan Kabupaten Pasuruan (2) mendeskripsikan Dinamika Campur Kode pada komunikasi Pasar Tradisional Pasrepan Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini tidak hanya menyoroti pentingnya memahami dinamika bahasa di pasar tradisional, tetapi juga memberikan wawasan tentang bagaimana praktik ini dapat mempengaruhi pembelajaran bahasa dan interaksi sosial di lingkungan multikultural. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan model pembelajaran bahasa Indonesia yang dapat meminimalisir praktik alih kode dan campur kode, sekaligus memperkaya kajian sosiolinguistik tentang interaksi bahasa di pasar tradisional di Indonesia.
Analisis Semiotika Komik Digital "The Real Lesson" Karya Chae Young Taek dan Han Garam Serta Implikasi Nilai Moral dan Pendidikan dsri Karakter Pak Guru Hwanjim M. Fatih Khoiron; Suwadi; Badriyah Wulandari
JBI : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 2 No. 2 (2024): Desember
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/jbi.v2i2.1148

Abstract

Dalam komik digital The Real Lesson karya Chae Young Taek dan Han Garam, yang dirilis melalui platform Webtoon, nilai-nilai moral dan pendidikan dibahas dalam penelitian ini. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif, menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Analisis representasi, objek, dan interpretant dilakukan untuk menentukan makna tanda-tanda yang ada dalam komik. Data diperoleh melalui pembacaan dan analisis mendalam balon percakapan, dialog, dan narasi komik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 32 informasi yang mencerminkan nilai-nilai moral dan pendidikan dalam komik The Real Lesson. Dari nilai-nilai moral tersebut, 18 terdiri dari lima kategori utama: kepedulian, sikap tegas, adil, tanggung jawab, dan rendah hati. Selain itu, ada empat belas nilai pendidikan yang dibagi menjadi dua kategori utama: kejujuran dan disiplin. Nilai moral lebih dominan secara keseluruhan, dengan 56%, sedangkan nilai pendidikan lebih rendah, dengan 44%. Penelitian ini menunjukkan bahwa komik digital, terutama dengan representasi visual dan naratif yang kuat, dapat menjadi media yang efektif untuk menyampaikan pesan moral dan pendidikan. Hasil ini meningkatkan pemahaman tentang kemungkinan komik dapat digunakan sebagai alat pendidikan yang tidak hanya menghibur tetapi juga mengajar.
Penerapan Model Kirkpatrick Dalam Evaluasi Program Karantina Tahfizh di Qur’an Learning Center Yogyakarta Sofiana, Arina Nur; Suwadi
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i1.622

Abstract

Program karantina tahfzih merupakan salah satu program intensif dalam membentuk penghafal Al-Qur’an dengan sistem pembelajaran terstruktur dan lingkungan yang kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program karantina tahfizh di Qur’an Learning Center Yogyakarta dengan menggunakan model Kirkpatrick. Penelitian ini berfokus pada tingkat kepuasan peserta (level 1: reaksi) dan peningkatan kemampuan hafalan (level 2: pembelajaran). Pendekatan campuran (mixed methods) diterapkan, dengan kuesioner untuk mengukur tingkat kepuasan, serta observasi dan capaian hafalan untuk menilai hasil pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada level 1 aspek rekasi peserta sangat puas dengan fasilitas, pelayanan, dan interaksi dengan pengajar, meskipun terdapat ruang untuk peningkatan, seperti metode yadain dan kualitas makanan. Dalam level 2 aspek pembelajaran, sebagian besar peserta mencapai peningkatan hafalan yang signifikan, tetapi hasilnya tidak merata, terutama bagi peserta dengan kemampuan awal lebih rendah. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami penerapan model Kirkpatrick untuk evaluasi program pendidikan tahfizh, serta memberikan rekomendasi bagi Qur’an Learning Center Yogyakarta untuk meningkatkan efektivitas program selanjutnya.
Upaya Peningkatan Kemampuan Peserta Didik dalam Dakwah, Khutbah, dan Tabligh melalui Metode Drill dan Demonstrasi Pratama, Eka Setia; Umam, Khairul; Syamsuddin; Suwadi
Journal of Pedagogical and Teacher Professional Development Vol. 1 No. 2 (2025): Journal of Pedagogical and Teacher Professional Development, January 2025
Publisher : Fakultas Tarbiyah Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/jptpd.v1i2.23

Abstract

Tujuan utama dari setiap kegiatan belajar mengajar adalah tercapainya tujuan pengajaran secara efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan peserta didik dalam dakwah, khutbah, dan tabligh melalui metode drill dan demonstrasi, serta pengaruhnya terhadap motivasi belajar Pendidikan Agama Islam. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, setiap siklus mencakup perencanaan, tindakan dan pengamatan, refleksi, serta revisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas XI RPL 1 SMK Negeri 1 Sukatani, dengan data diperoleh dari hasil tes formatif dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan peserta didik dari siklus I (65,85%) ke siklus II (78,00%). Kesimpulannya, metode drill dan demonstrasi berkontribusi positif terhadap kemampuan dakwah peserta didik dan dapat diterapkan sebagai alternatif pembelajaran Pendidikan Agama Islam. The primary goal of any teaching activity is to achieve instructional objectives effectively and efficiently. This study aims to assess the improvement of students’ abilities in preaching, sermons, and tabligh using demonstration and Drill methods, as well as their impact on students' motivation in Islamic Religious Education. Conducted in two cycles, each cycle includes planning, action and observation, reflection, and revision stages. The research targeted Class XI RPL 1 students at SMK Negeri 1 Sukatani, gathering data from formative test results and observation sheets. Findings reveal a rise in student competence from Cycle I (65.85%) to Cycle II (78.00%). In conclusion, the demonstration and Drill methods positively influence students' preaching skills and serve as an alternative teaching approach for Islamic Education.
ANALISIS REABILITAS INSTRUMEN ASESMEN PADA KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DALAM PEMBELAJARAN PAI DI SDN KOROULON 1 Titis Wahyu Muji Lestari; Shofia Maulida; Suwadi
AL-MUADDIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 7 No. 3 (2025): Juli
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/muaddib.v7i3.1986

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) plays an important role in shaping the character, morals, and spirituality of students, as well as instilling critical thinking skills that are much needed in the era of globalization and digitalization. However, measuring critical thinking skills in PAI learning still faces challenges, especially related to the reliability of the assessment instruments used. This study aims to analyze the reliability of the critical thinking skills assessment instrument in PAI learning in class V of SDN Koroulon 1. The results of the analysis show that the assessment instrument has a good reliability value, with a Cronbach Alpha coefficient ≥ 0.7, so it can be relied on to measure students' critical thinking skills consistently. This finding emphasizes the importance of using reliable instruments in evaluating PAI learning to ensure the achievement of 21st century learning goals, namely forming students who are critical, reflective, and have Islamic character. This study recommends the development of more valid and relevant assessment instruments and the use of instruments that have been tested for reliability by teachers and researchers in PAI learning.
Evaluasi Guru Penggerak Perspektif Guru PAI Berbasis CIPP di OKU Timur Sumatera Selatan Rahmadi Bagus Wijaya; Reza Yunita; Putri Winarsih; Suwadi
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 3 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/nkeex339

Abstract

This study aims to evaluate the Teacher Leader Program from the perspective of Islamic Religious Education (PAI) teachers in East OKU Regency, South Sumatra, using the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model. This study used a qualitative approach with a case study design to explore the experiences, perspectives, and challenges faced by PAI teachers in participating in the program. Data collection techniques were conducted through in-depth interviews with participating teachers, participant observation during learning activities, and documentation review related to program implementation. The research subjects were PAI teachers who were actively involved in the Teacher Leader Program in the region. The results showed that the Teacher Leader Program had a positive impact on improving the pedagogical capacity, leadership, and professional reflection of PAI teachers. In terms of context, a clear need was identified for training that better aligns with the characteristics of Islamic religious education. In terms of input, participant engagement was quite good, but there were still obstacles in the form of limited institutional support from schools. The process aspect showed increased innovation in learning practices, while the product aspect reflected the development of teacher competencies in leading learning and fostering a collaborative culture. However, the study also identified challenges, including a misalignment of training materials with the specific needs of PAI and a lack of sustainability in mentoring. Therefore, this study recommends adjusting the curriculum and training methods, increasing institutional support, and strengthening program sustainability. With these steps, the Teacher Mover Program is expected to be more effective in empowering Islamic Religious Education teachers as agents of educational change in East OKU Regency. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Program Guru Penggerak dari perspektif guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, dengan menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus agar dapat menggali pengalaman, pandangan, serta tantangan yang dihadapi guru PAI dalam mengikuti program tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan guru peserta, observasi partisipatif dalam aktivitas pembelajaran, serta telaah dokumentasi terkait implementasi program. Subjek penelitian adalah guru PAI yang secara aktif terlibat dalam Program Guru Penggerak di wilayah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Guru Penggerak memiliki dampak positif dalam meningkatkan kapasitas pedagogik, kepemimpinan, dan refleksi profesional guru PAI. Pada aspek konteks, ditemukan kebutuhan nyata akan pelatihan yang lebih sesuai dengan karakteristik pendidikan agama Islam. Pada aspek input, keterlibatan peserta cukup baik, namun masih ada kendala berupa keterbatasan dukungan institusional dari sekolah. Aspek proses menunjukkan adanya peningkatan inovasi dalam praktik pembelajaran, sementara aspek produk mencerminkan berkembangnya kompetensi guru dalam memimpin pembelajaran dan menumbuhkan budaya kolaboratif. Meskipun demikian, penelitian juga menemukan tantangan, antara lain ketidakselarasan materi pelatihan dengan kebutuhan spesifik PAI serta kurangnya keberlanjutan dalam pendampingan. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya penyesuaian kurikulum dan metode pelatihan, peningkatan dukungan kelembagaan, serta penguatan keberlanjutan program. Dengan langkah tersebut, Program Guru Penggerak diharapkan dapat lebih optimal dalam memberdayakan guru PAI sebagai agen perubahan pendidikan di Kabupaten OKU Timur.
EVALUASI METODE SOROGAN DALAM PEMBELAJARAN KITAB KUNING MENGGUNAKAN MODEL CIPP: STUDI KASUS DI PONDOK PESANTREN ALLUQMANIYYAH YOGYAKARTA Fuadi, Muh Nur; Afifah, Andi Rifkah; Azizah, Yulia Luthfiyani; Suwadi
At-Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2025): At-Tadbir
Publisher : LP2M STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/attadbir.v5i2.1051

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi metode sorogan dalam pembelajaran Kitab Kuning di Pondok Pesantren Alluqmaniyyah Yogyakarta, dengan menggunakan model evaluasi CIPP. Model CIPP digunakan untuk menganalisis berbagai aspek pembelajaran, mulai dari konteks dan kebutuhan, input seperti sumber daya dan kurikulum, proses pelaksanaan pembelajaran, hingga produk atau hasil yang dicapai oleh santri. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus sebagai strategi penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengajar dan santri, observasi langsung proses pembelajaran sorogan, serta analisis dokumentasi terkait kurikulum dan materi pembelajaran Kitab Kuning. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai efektivitas metode sorogan dalam meningkatkan pemahaman santri terhadap Kitab Kuning, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat implementasi metode ini. Evaluasi ini akan memberikan rekomendasi untuk perbaikan dan pengembangan pembelajaran Kitab Kuning di Pondok Pesantren Alluqmaniyyah Yogyakarta, sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan pesantren secara keseluruhan. Kata kunci: Metode Sorogan, Kitab Kuning, Model CIPP, Evaluasi Pembelajaran, Pondok Pesantren
Model Keuangan Mikro Digital Berbasis Green Economy Sebagai Sumber Permodalan UMKM Perempuan di Kabupaten Serdang Bedagai Suwadi; Yenni Arfah
El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam Vol. 6 No. 11 (2025): El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmal.v6i11.9793

Abstract

This study aims to develop a conceptual model for green economy-based digital microfinance as an effort to improve financial literacy, strengthen managerial capacity, and promote the sustainability of women's MSMEs. The method used was Research and Development (R&D), with a modification of the Borg and Gall model, divided into four stages: preliminary study and needs analysis, model development, limited trials and evaluation, and model finalization. The research was conducted in a participatory manner involving the local community in Serdang Bedagai Regency. The results showed that the developed model was able to improve financial literacy skills, with an average increase of 22% in the understanding of transaction recording and a 30% increase in the ability to prepare simple cash flow statements. The integration of green economy principles encouraged 65% of MSMEs to begin implementing simple efficiency and waste management strategies, while the use of mobile learning was appreciated by 91% of respondents for providing flexible learning access. The implications of this research are the creation of an innovative conceptual framework that not only strengthens financial literacy but also links environmentally friendly practices with the microfinance system, while utilizing digital technology to empower women's MSMEs in rural areas.
Educational Leadership Based on Social Capital for Improving Quality of Private Secondary School Suwadi
Jurnal Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2017): Leadership of Islamic Education
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Education, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpi.2017.62.449-478

Abstract

This study aims to explain the leadership pattern of social capital based education for the quality improvement of private schools. The research is conducted at a private Junior Secondary Level with a qualitative naturalistic approach. This location is in Sleman District. The subject consists of selected cases purposively. The research procedure is carried out by four steps and methods of obtaining the data through observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis was carried out by the inductive model while the level of trust result of the research was undertaken by fulfilling criteria of credibility, transferability, dependability, and conformability. The research findings are as follows. First, the concept of leadership of social capital based education rests on the ability of principals to influence school resources to achieve goals through an integrated pattern of trust dimensions, reciprocal relationships, and networking. Second, school quality can be improved through a) school leadership in recognizing social capital, b) school leadership in utilizing social capital, c) school leadership in functioning social capital. Third, the utilization of social capital based on leadership in private schools in the form of a) bridging stakeholder aspirations both initiated by schools and stakeholders; b) bonding stakeholder relations with schools; c) following up or responding to stakeholder resources in-school programs as a perspective new leadership at school.