Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

KEGIATAN DETEKSI DINI DEMENSIA PADA POPULASI LANJUT USIA DI PANTI WERDA HANA Tadjudin, Noer Saelan; Firmansyah, Yohanes; Herdiman, Alicia; Satyo, Yovian Timothy
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.32134

Abstract

Dementia and Alzheimer's disease are closely related conditions. Dementia is a condition that describes a decline in cognitive function that often occurs in the elderly population. Meanwhile, Alzheimer's disease is the most common cause of dementia, which is characterised by slow and progressive memory loss and cognitive decline that significantly impacts quality of life and poses a large public health and economic burden. Early detection and prevention are very important, considering the long prodromal phase of Alzheimer's. The Mini Mental State Examination (MMSE) is a widely used cognitive screening tool, assessing multiple cognitive domains with high sensitivity and specificity. This activity uses the PDCA (Plan-Do-Check-Act) method to carry out early detection of dementia in 61 elderly participants at the Hana Nursing Home, South Tangerang. The examination results showed that 5 people (8.2%), 10 people (16.39%), and 7 people (11.48%) experienced mild, moderate and severe cognitive impairment, respectively. Routine cognitive assessment and early detection are very important in order to provide appropriate interventions to slow the progression of dementia, thereby improving the participant's quality of life. ABSTRAK Demensia dan penyakit Alzheimer merupakan kondisi yang berkaitan erat. Demensia merupakan suatu kondisi yang menggambarkan penurunan fungsi kognitif yang sering terjadi pada populasi lanjut usia. Sementara itu, penyakit Alzheimer merupakan penyebab paling umum dari demensia, yang ditandai dengan hilangnya memori dan penurunan kognitif secara perlahan dan progresif yang secara signifikan berdampak pada kualitas hidup dan menimbulkan beban kesehatan dan ekonomi masyarakat yang besar. Deteksi dan pencegahan dini sangat penting mengingat fase prodromal Alzheimer yang panjang. Mini Mental State Examination (MMSE) adalah alat skrining kognitif yang banyak digunakan, menilai berbagai domain kognitif dengan sensitivitas dan spesifisitas tinggi. Kegiatan ini menggunakan metode PDCA (Plan-Do-Check-Act) untuk melakukan deteksi dini demensia pada 61 partisipan lansia di Panti Werda Hana, Tangerang Selatan. Pada hasil pemeriksaan didapatkan peserta yang mengalami gangguan kognitif ringan, sedang, dan berat masing-masing adalah 5 orang (8,2%), 10 rang (16,39%), dan 7 orang (11,48%). Penilaian kognitif secara rutin sebagia deteksi dini sangat penting dilakukan agar dapat memberikan intervensi yang tepat untuk memperlambat perkembangan demensia, sehingga meningkatkan kualitas hidup peserta.
IDENTIFIKASI FITOKIMIA, UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN TOKSISITAS DARI EKSTRAK METANOL DAUN SIRSAK (ANNONA MURICATA L.) Tamba, Monica Diva Maharani; Tadjudin, Noer Saelan; Ferdinal, Frans; Yulianti, Eny
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.52717

Abstract

Radikal bebas mampu merusak struktur biomolekul penting dalam tubuh seperti protein, lipid dan asam nukleat yang berpengaruh terhadap kesehatan. Untuk mencegah kerusakan ini, tubuh membutuhkan antioksidan sebagai penetralnya. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kandungan senyawa fitokimia serta mengevaluasi aktivitas antioksidan dari ekstrak metanol daun sirsak (Annona muricata L.). Metode yang digunakan meliputi uji fitokimia kualitatif dan pengukuran aktivitas antioksidan menggunakan metode FRAP. Selain itu, dilakukan juga uji toksisitas dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, terpenoid, tanin, steroid, antosianin, kardioglikosida, kumarin, glikosida, fenolik, kuinon, dan saponin. Uji aktivitas antioksidan melalui metode FRAP menghasilkan nilai IC₅₀ sebesar 19,61 μg/mL yang tergolong dalam kategori sangat kuat. Jika dibandingkan dengan standar trolox (IC₅₀ = 10,54 μg/mL), ekstrak menunjukkan efektivitas yang cukup tinggi dalam mereduksi ion ferri. Pengujian toksisitas menunjukkan ekstrak daun sirsak memiliki potensi toksik dengan nilai LC sebesar 212,73 μg/ mL, sehingga berpotensi sebagai agen mitosis. Penelitian ini mendukung potensi daun sirsak sebagai sumber antioksidan alami yang kuat dan aman untuk dikembangkan dalam bidang kesehatan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa ekstrak metanol daun sirsak mengandung senyawa fitokimia yang beragam dan menunjukkan aktivitas antioksidan yang tinggi, sehingga berpotensi sebagai kandidat bahan alam untuk terapi preventif penyakit degeneratif.
UJI FITOKIMIA, FENOLIK TOTAL, KAPASITAS TOTAL ANTIOKSIDAN DAN TOKSISITAS EKSTRAK SERAI DAPUR (Cymbopogon citratus) Maziyah Al-Bena; Noer Saelan Tadjudin; Eny Yulianti; F. Ferdinal
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (IN PRESS)
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/v9vqdk17

Abstract

Indonesia yang beriklim tropis dan memiliki tanah subur mendukung pertumbuhan berbagai tanaman rempah. Rempah-rempah diketahui kaya akan senyawa antioksidan yang termasuk dalam kelompok senyawa bioaktif, berperan dalam menghambat oksidasi lipid serta menetralisasi radikal bebas dan Reactive Oxygen Species (ROS). Aktivitas ini berpotensi dalam mencegah berbagai penyakit degeneratif seperti gangguan kardiovaskular, penuaan, dan kanker. Salah satu tanaman rempah yang berpotensi adalah serai dapur (Cymbopogon citratus) karena mengandung senyawa fitokimia dan antioksidan dalam kadar tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa fitokimia serta kapasitas antioksidan pada serai dapur. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental in-vitro, mencakup uji fitokimia, analisis total fenolik, serta uji kapasitas antioksidan menggunakan metode DPPH, ABTS, dan FRAP. Uji toksisitas dilakukan melalui metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak serai dapur mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti terpenoid, alkaloid, betasianin, kuinon, flavonoid, glikosida, saponin, fenolik, kardioglikosida, tanin, dan kumarin. Kadar fenolik rata-rata didapatkan sebesar 26,37 mg GAE/gram. Nilai IC₅₀ pada uji antioksidan masing-masing adalah 299,552 µg/mL (DPPH), 23,364 µg/mL (ABTS), dan 16,684 µg/mL (FRAP). Uji BSLT menghasilkan nilai LC₅₀ sebesar 419,442 µg/mL, menunjukkan potensi aktivitas sebagai agen antioksidan dan antimitotik.
PEMERIKSAAN DASS-42 SEBAGAI DETEKSI DINI DEPRESI, ANSIETAS, DAN STRES STRATEGI PROMOTIF DAN PREVENTIF DALAM KESEHATAN MENTAL Tadjudin, Noer Saelan; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna; Haryanto, Ines; Pratana, Catherine Christiana
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 6 (2025): Desember
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i6.3256

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mendeteksi dini depresi, ansietas, dan stres pada lansia serta meningkatkan kesadaran mengenai strategi promotif dan preventif dalam kesehatan mental. Metode pengabdian yang digunakan adalah skrining kesehatan mental menggunakan Depression, Anxiety, and Stress Scale-42 (DASS-42) pada 99 partisipan lansia di Gereja Asisi, Jakarta Selatan, disertai penyuluhan mengenai manajemen stres, gaya hidup sehat, dan pentingnya dukungan sosial. Hasil pengabdian menunjukkan mayoritas peserta berada pada kategori normal untuk depresi (74,7%), ansietas (60,6%), dan stres (87,9%), dengan proporsi kecil mengalami gejala ringan hingga sedang, serta terdapat variasi distribusi berdasarkan usia dan jenis kelamin. Simpulan, penggunaan DASS-42 efektif sebagai alat skrining sederhana dan cepat untuk deteksi dini gangguan emosional, mendukung intervensi promotif dan preventif, serta meningkatkan kesadaran kesehatan mental pada masyarakat lansia.
UJI FITOKIMIA, FENOLIK TOTAL, KAPASITAS TOTAL ANTIOKSIDAN DAN TOKSISITAS EKSTRAK SERAI DAPUR (Cymbopogon citratus) Al-Bena, Maziyah; Tadjudin, Noer Saelan; Yulianti, Eny; Ferdinal, F.
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (IN PRESS)
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/v9vqdk17

Abstract

Indonesia yang beriklim tropis dan memiliki tanah subur mendukung pertumbuhan berbagai tanaman rempah. Rempah-rempah diketahui kaya akan senyawa antioksidan yang termasuk dalam kelompok senyawa bioaktif, berperan dalam menghambat oksidasi lipid serta menetralisasi radikal bebas dan Reactive Oxygen Species (ROS). Aktivitas ini berpotensi dalam mencegah berbagai penyakit degeneratif seperti gangguan kardiovaskular, penuaan, dan kanker. Salah satu tanaman rempah yang berpotensi adalah serai dapur (Cymbopogon citratus) karena mengandung senyawa fitokimia dan antioksidan dalam kadar tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa fitokimia serta kapasitas antioksidan pada serai dapur. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental in-vitro, mencakup uji fitokimia, analisis total fenolik, serta uji kapasitas antioksidan menggunakan metode DPPH, ABTS, dan FRAP. Uji toksisitas dilakukan melalui metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak serai dapur mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti terpenoid, alkaloid, betasianin, kuinon, flavonoid, glikosida, saponin, fenolik, kardioglikosida, tanin, dan kumarin. Kadar fenolik rata-rata didapatkan sebesar 26,37 mg GAE/gram. Nilai IC₅₀ pada uji antioksidan masing-masing adalah 299,552 µg/mL (DPPH), 23,364 µg/mL (ABTS), dan 16,684 µg/mL (FRAP). Uji BSLT menghasilkan nilai LC₅₀ sebesar 419,442 µg/mL, menunjukkan potensi aktivitas sebagai agen antioksidan dan antimitotik.
Peningkatan Kesehatan Mental dengan Pemantauan Kadar Vitamin D pada Kelompok Lanjut Usia Anastasia Ratnawati Biromo; Alexander Halim Santoso; Noer Saelan Tadjudin; William Gilbert Satyanegara; Edwin Destra; Farell Christian Gunaidi; Alicia Herdiman; Frilliesa Averina
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jka.v9i1.890

Abstract

Vitamin D is a micronutrient required by the body. Vitamin D has various functions, including its potential to prevent depression. There are studies suggesting that people with depression are at risk of vitamin D deficiency. This study discusses the correlation between vitamin D and depression.  This is a cross-sectional study designed to investigate the relationship between vitamin D levels and depression in elderly (≥ 60 years) residing at Bina Bhakti Nursing Home. Participants who meet the criteria underwent measurement of vitamin D levels and assessment for depression using the Geriatric Depression Scale (GDS). Spearman correlation is used as the statistical analysis to evaluate the relationship between variables. 93 respondents met the criteria with average age of 74.19 years (61-97 years). 77 respondents were female (82.8%) and 16 respondents (17.2%) were male. The mean vitamin D level was 9.78 ng/ml (1.07-25.6ng/mL) and the mean GDS score was 4.51 (0-15). The results of the analysis showed a significant negative correlation between vitamin D levels and GDS scale (-0.287, p-value=0.005). Low vitamin D levels are associated with increased GDS scores, indicating that it is important for the elderly to fulfill their vitamin D needs as an preventive measure against depression
Hubungan Kadar Vitamin D dengan Kejadian Insomnia Pada Kelompok Lanjut Usia di Panti Santa Anna Anastasia Ratnawati Biromo; Noer Saelan Tadjudin; Alexander Halim Santoso; Yohanes Firmansyah; William Gilbert Satyanegara; Dean Ascha Wijaya; Joshua Kurniawan; Ayleen Nathalie Jap; Fladys Jashinta Mashadi; Melkior Michael Fransisco; Linginda Soebrata
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 7 (2024): Volume 6 Nomor 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i7.13516

Abstract

ABSTRACT Vitamin D deficiency is a public health problem that affects everyone regardless of their age. It is linked to various health problems, and one of them is sleep problem. Nearly 60% of elderly have sleep problems, with insomnia being the most frequently reported symptom. Insomnia can lead to physical, mental, behaviour problems, and increasing risk of having diabetes and cardiovascular disease. To find the association between vitamin D and insomnia in elderly. This research uses cross sectional study to find association between vitamin D and insomnia in elderly who live in Santa Anna’s nursing home. Respondents who met the inclusion criterias were measured for vitamin D and then filling out Insomnia Severity Index (ISI) questionnaire. Statistical analysis used is the Mann-Whitney test. Twenty-seven participants met the inclusion criteria, with the mean age of 75,59 (SD 7,42) years and vitamin D level 19,93 (SD 6,87) ng/ml. There was no significant difference in vitamin D level between non-insomnia and insomnia (p-value 0,979). However, from this study we found that lower vitamin D serum was associated with the increasing risk of insomnia. Vitamin D deficiency should be taken into account when treating elderly with sleep disorder. Health practitioners should consider Vitamin D supplementation as adjunctive treatment in sleep problems. Keywords: Insomnia, Elderly, Vitamin D  ABSTRAK Defisiensi vitamin D merupakan masalah kesehatan umum yang dapat terjadi pada semua orang tanpa memandang usia. Defisiensi vitamin D dihubungkan dengan berbagai macam masalah kesehatan, salah satunya adalah gangguan tidur. Gangguan tidur pada lansia merupakan masalah yang sering ditemui, dimana hampir 60% lansia mengalami gangguan tidur. Insomnia dapat menyebabkan gangguan fisik, mental, perilaku, dan meningkatkan risiko penyakit diabetes serta kardiovaskular. Meneliti hubungan vitamin D dengan kejadian insomnia pada lansia. Penelitian ini merupakan studi potong lintang yang mencari hubungan antara kadar vitamin D dengan kejadian insomnia pada orang lanjut usia di Panti Lansia Santa Anna. Responden yang memenuhi kriteria inklusi dilakukan pengukuran kadar vitamin D dan pengisian kuesioner Insomnia Severity Index (ISI) untuk insomnia. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan uji Mann-Whitney. Sebanyak 27 responden memenuhi kriteria inklusi dengan rerata usia 75,59 (SD 7,42) tahun, dengan kadar vitamin D 19,93 (SD 6,87) ng/ml. Hasil analisis statistik tidak mendapatkan perbedaan rerata kadar vitamin D yang bermakna antara kelompok dengan atau tanpa insomnia (p-value 0,979), meski demikian pada penelitian ini didapatkan bahwa defisiensi vitamin D berisiko meningkatkan terjadinya insomnia. Defisiensi vitamin D harus dipertimbangkan dalam manajemen lanjut usia dengan gangguan tidur. Suplementasi vitamin D dapat dipertimbangkan sebagai terapi tambahan pada lanjut usia yang mengalami gangguan tidur. Kata Kunci: Insomnia, Lansia, Vitamin D
Implementation of Integrated Health Services for Post-Disaster Communities in Agam Regency, West Sumatra, Indonesia Shirly Gunawan; Noer Saelan Tadjudin; Alexander Halim Santoso; Yohanes Firmansyah; Daniel Goh; Belinda Angie; Anggita Tamaro; Irvan Baharits Al Basith; Djulia Djulia; RA Rengganis Ularan; Hetty Karunia Tanjungsari; Mei Ie; Alicia SariJuwita
Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan (Abdigermas) Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Kesehatan (Abdigermas)
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/abdigermas.v4i1.647

Abstract

Background of study: The natural disaster in Agam Regency, West Sumatra, have disrupted access to health services and increased the risk of acute illness, exacerbating chronic illnesses, and causing psychosocial problems. This situation demands a rapid, integrated, and adaptive health response to the limitations of post-disaster facilities. This community service activity aims to improve access and quality of health services for disaster- affected communities through an integrated approach to medical services and logistics distribution. Methods: The program was implemented over three days at several locations and health posts in Agam Regency. Activities included cross-sector coordination, implementation of health services, daily evaluation, reporting, and planning for sustainability. Interventions included basic and advanced medical services, post-operative wound care, chronic disease management, home-visits, and medical assistance. Result: Health services were provided for more than 200 patients, predominantly with cases of hypertension, upper respiratory tract infections, dermatitis, musculoskeletal disorders, and diabetes mellitus. The home visit approach successfully reached vulnerable groups with limited mobility. Conclusion: The use of simple health technology and family involvement improved continuity of care and community empowerment. This program has supported physical health recovery in post-disaster communities and has the potential to be replicated in other disaster-affected areas.
Co-Authors Al-Bena, Maziyah Alexander Halim Santoso Alicia Herdiman Alicia Sarijuwita Anastasia Ratnawati Biromo Anggita Tamaro Anggun Tsabitah Rachmah Ayleen Nathalie Jap Belinda Angie Daniel Goh Dean Ascha Wijaya Devina Adelina Wijaya Djulia Djulia Dzakwan, Muhammad Fikri Edwin Destra Edwin Destra Eny Yulianti Eny Yulianti, Eny F. Ferdinal Farell Christian Gunaidi Ferdinal, Ferdinal Fernando Nahaniel Fladys Jashinta Mashadi Frans Ferdinal Frijanto, Agung Frilliesa Averina Gunaidi, Farell Christian Haryanto, Ines Hekmatyar, Haritsyah Hendra Vernando William Chandra Sumampou Hendrianto, Rifandra Rifqi Adi Herdiman, Alicia Hetty Karunia Tanjungsari Irvan Baharits Al Basith Jessica Elizabeth Joshua Kurniawan Kevin Arya Lim Kurniawan, Junius Liemitang, Gregorius Edward Linginda Soebrata Mahendri, Ryan Dafano Putra Marcella E. Rumawas Maziyah Al-Bena Mei Ie Melkior Michael Fransisco Nency Martaria Ni Luh Putu Citramas Odella, Olivia Christina Pandean, Felicia Pratama, Raka Yoga Pratana, Catherine Christiana Puspa Dewanti RA Rengganis Ularan Rambu, Theresia Angelica Renata, Apta Sandy Laveda Santoso, Alexander Halim Sari, Dwita Linda Satyo, Yovian Timothy Shania Makmur Shirly Gunawan Sidik Firmansyah Sobiyanto, Mohammad Nuh Sukmawati Tansil Tan Sunjaya, Angela Felicia Sunjaya, Anthony Paulo Sylvana, Yana Tamba, Monica Diva Maharani Tan, Sukmawati Tansil Tanuhariono, Ardhita Felicia Wijaya, Bryan Anna William Gilbert Satyanegara Yana Sylvana Yohanes Firmansyah Yunita, Fenny Zita Atzmardina