Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science

Perancangan Fasilitas Kerja untuk Mengurangi Risiko Kerja Menggunakan Metode WERA dan Antropometri Siti Siryana; Nugraha; Nur Rahman As'ad
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (962.953 KB) | DOI: 10.29313/bcsies.v2i1.1443

Abstract

Abstract. Dena Collection company is a home industry company engaged in producing women's bags. the employees at the Dena Collection company, are worked manually. However, at the pattern-making work station, cutting work station, also QC and packing work stations the employees often experienced complaints and the employees work without using the work facilities. The aims of this research were; 1) identifying the complaints of employees at the pattern-making, cutting, as well as QC and packing work stations, 2) identifying the work risks experienced by employees at the pattern-making, cutting, also QC and packing work stations, 3) determining the proposed work facility design at pattern-making, cutting, as well as QC and packing work stations. The methods used based on these conditions included the Nordic Body Map method to determine the level of complaints felt by employees while at work. The WERA method utilized to determine the level of risk experienced by employees and the steps that must be taken, The antropometri to determine the physical size of humans to make it easier to do a design. The research results obtained were; 1) the biggest complaint felt by employees was a pain of the body such as the necks, backs, wrists, and feet, 2) the work risks experienced by employees at the three work stations had a final score of 28-38 including in the medium level. 3) the proposed work facility design carried out at the three work stations, namely the facilities addition of two workbenches, the first workbench is used for the pattern-making work station and the cutting work station, the second workbench is used for the QC and packing work station. Abstrak.Perusahaan Dena Collection merupakan perusahaan home industry pembuat tas wanita. Pekerja di perusahaan Dena Collection bekerja secara manual, namun pada stasiun kerja pembuatan pola, stasiun kerja pemotongan, stasiun kerja QC & packing para pekerja sering mengalami keluhan dan pekerja bekerja tanpa menggunakan fasilitas kerja. Tujuan dari penelitian ini 1) Mengidentifikasi keluhan pekerja pada stasiun kerja pembuatan pola, pemotongan, QC & packing, 2) Mengidentifikasi risiko kerja yang dialami oleh pekerja pada stasiun kerja pembuata pola, pemotongan, QC& packing, 3) Menentukan usulan perancangan fasilitas kerja pada stasiun kerja pembuatan pola, pemotongan, QC & packing. Metode yang digunakan yaitu menggunakan metode Nordic Body Map untuk mengetahui tingkat keluhan yang dirasakan oleh pekerja pada saat sedang bekerja. Metode WERA untuk mengetahui tingkat risiko yang dialami oleh para pekerja serta langkah yang harus dilakukan. antropometri untuk mengetahui ukuran fisik manusia dan memudahkan dalam melakukan suatu perancangan. Hasil penelitian yang didapatkan adalah 1) Keluhan yang dirasakan oleh perkerja terbesar yaitu terdapat pada bagian tubuh seperti leher, daerah punggung, pergelangan tangan dan kaki. 2) Risiko kerja yang dialami oleh pekerja pada ketiga stasiun kerja memiliki skor akhir 28-38 termasuk dalam tingkatan sedang. 3) Usulan perancangan fasilitas kerja yang dilakukan pada ketiga stasiun kerja tersebut yaitu penambahan fasilitas kerja meja dengan 2 meja kerja, meja pertama digunakan untuk stasiun kerja pembuatan pola dan stasiun kerja pemotongan, meja kedua digunakan untuk stasiun kerja QC & packing.
Perancangan Perbaikan Kualitas Pelayanan Menggunakan Metode IPA dan Kano Sebagai Evaluasi Kualitas Pelayanan Kedai Kopi Muhammad Rifqi Aditya; Nugraha
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v3i2.8564

Abstract

Abstract. Sepertiga coffee shop is one of the coffee shops located in downtown Banda Aceh. Sepertiga shop is a fairly new coffee shop because this shop opened in 2018. Sepertiga shop still has to strengthen its business strategy in order to survive and compete with other coffee shops. The majority of consumers at the One-third coffee shop are aged 17-28 years who are students and university students. With the majority of consumers who are students, one-third of coffee gets an average daily turnover of Rp. 3,056,453 while the target turnover of one- third of coffee is Rp. 5,000,000 per day, but until now the turnover achieved is only 50% of the target and has decreased. Sepertiga Coffee Shop needs an increase in sales, the strategy undertaken to increase sales is to improve service quality. The quality of service at Sepertiga Coffee Shop requires improvement, it is known based on the results of data processing using the IPA Kano method. The main function of the IPA method is to provide information related to service factors based on consumer opinion which can encourage customer satisfaction and loyalty, as well as other factors, namely the need to improve services according to consumer opinion because at this time consumers are not satisfied with existing services (Napitupulu , 2016). While Kano is a model that aims to categorize the attributes of a product or service based on how well the product or service is able to meet consumer satisfaction. The results of the analysis using the IPA, Kano and gap analysis methods show that the performance required by consumers and requires improvement so that there are 5 attributes that require improvement in service quality. Based on the analysis of the IPA, Servqual and Kano methods, the design of proposed improvements can be made to Sepertiga Coffee Shop by making SOPs for guidelines or references for carrying out work assignments in accordance with their functions and as a performance appraisal tool, and it is easier for employees to apply their work rules. SOP is implemented by giving punishment if employees do not carry out work according to SOP and rewards to employees who carry out SOP properly. Abstrak. Kedai Kopi Sepertiga merupakan salah satu kedai kopi yang berada di pusat kota Banda Aceh. Kedai Kopi Sepertiga merupakan kedai kopi yang terbilang baru karena kedai ini mulai dibuka pada tahun 2018. Kedai Kopi Sepertiga masih harus memantapkan strategi bisnis agar dapat bertahan dan bersaing dengan kedai kopi lainnya. Mayoritas konsumen pada Kedai Kopi Sepertiga yaitu berusia 17-28 tahun yang merupakan pelajar dan mahasiswa. Dengan mayoritas konsumen yang merupakan pelajar dan mahasiswa Sepertiga coffee mendapatkan omzet harian rata- rata sebesar Rp. 3.056.453 sedangkan target omzet Sepertiga coffee yaitu sebesar Rp. 5.000.000 per hari, tetapi sampai saat ini omzet yang tercapai hanya 50% dari target dan mengalami penurunan. Berdasarkan hasil kuesioner awal masalah utama pada kedai kopi Sepertiga yaitu kurang maksimalnya pelayanan yang diberikan. Kedai Kopi Sepertiga membutuhkan peningkatan penjualan, strategi yang dilakukan untuk meningkatkan penjualan yaitu dengan memperbaiki kualitas pelayanan. Kualitas pelayanan pada Kedai Kopi Sepertiga memerlukan perbaikan diketahui berdasarkan hasil olah data menggunakan metode IPA Kano. Fungsi utama dari metode IPA yaitu, menyajikan informasi yang berhubungan dengan faktor pelayanan berdasarkan pendapat konsumen yang dapat mendorong kepuasan maupun loyalitas konsumen, juga faktor lainnya yaitu perlunya melakukan peningkatan pelayanan menurut pendapat konsumen karena pada saat ini konsumen belum merasa puas dengan pelayanan yang ada (Napitupulu, 2016). Sedangkan Kano merupakan suatu model yang bertujuan untuk mengkategorikan atribut-atribut dari produk atau jasa berdasarkan seberapa baik produk atau jasa tersebut mampu memenuhi kepuasan konsumen. Hasil analisis menggunakan metode IPA, Kano dan gap analysis menunjukkan kinerja yang dibutuhkan oleh konsumen dan memerlukan perbaikan sehingga didapatkan 5 atribut yang memerlukan perbaikan pada kualitas pelayanan. Berdasarkan analisis metode IPA, Servqual dan Kano menunjukkan rancangan usulan perbaikan yang dapat dilakukan pada Kedai Kopi Sepertiga dengan membuat SOP untuk pedoman atau acuan demi melaksanakan tugas pekerjaan sesuai dengan fungsi dan sebagai alat penilaian kinerja, dan karyawan lebih mudah untuk menerapkan aturan pekerjaannya. SOP diterapkan dengan pemberian punishment jika karyawan tidak menjalankan pekerjaan sesuai dengan SOP dan rewards kepada karyawan yang menjalankan SOP dengan baik. Hubungan antara metode pada penelitian ini yaitu Servqual yang digunakan untuk mengukur kesenjangan antara kinerja yang diberikan oleh perusahaan dengan kinerja yang diharapkan oleh konsumen. Setelah mengetahui kesenjangan antara kinerja dan harapan yang terdapat pada Kedai Kopi Sepertiga dilakukan pengolahan menggunakan Integrasi model IPA & Kano yang merupakan penggabungan hasil dari metode IPA dengan hasil dari metode Kano.
Penerapan Pengukuran Kinerja Untuk Peningkatan Daya Saing dengan Menggunakan Metode SMART (Strategic Management Analytic and Reporting Technique) System Mardian Anggini Rachmawati; Nugraha; Amaranti, Reni
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v3i2.8927

Abstract

Abstract. Cicalengka Dreamland is a natural tourist attraction located in Tanjungwangi Village, Cicalengka and has a land area of 69 hectares and 24 rides in it. Based on the data obtained from the observations, it is known that the number of visitors to this natural tourist spot has not increased. This also affects the amount of company revenue and the process of providing incentives to employees. The cause of this phenomenon is because the company does not innovate or add much to the rides in tourist areas. Apart from that, competitor tourist attractions have also started to appear in the area so that the competitiveness of natural tourism in Cicalengka Dreamland has also decreased. A performance measurement approach using the SMART (Strategic Management Analytic and Reporting Technique) System model is used to solve these problems and integrate the company's needs from both financial and non-financial aspects. The identification process between the target and the actual condition of the company is carried out in accordance with the steps of the SMART System, namely the identification stage of objective strategies and key performance indicators (KPI), the KPI structuring stage based on 9 SMART System perspectives, the KPI weighting stage using Expert Choice 11 software, and the performance appraisal stage using the Objective Matrix (OMAX) score calculation system. By measuring performance using the SMART System, companies can identify aspects that need improvement in order to increase employee competitiveness and performance. Abstrak. Cicalengka Dreamland merupakan tempat wisata alam yang berada di Desa Tanjungwangi, Cicalengka dan memiliki luas lahan 69 hektar serta 24 wahana didalamnya. Berdasarkan data yang didapat dari hasil observasi diketahui bahwa jumlah pengunjung di tempat wisata alam ini tidak kunjung mengalami peningkatan. Hal tersebut juga mempengaruhi jumlah pendapatan perusahaan serta proses pemberian insentif pada karyawan. Penyebab terjadinya fenomena tersebut dikarenakan pihak perusahaan yang tidak banyak melakukan inovasi maupun penambahan pada wahana di kawasan wisata. Selain itu juga mulai bermunculan tempat wisata pesaing yang berada di kawasan tersebut sehingga daya saing wisata alam Cicalengka Dreamland inipun ikut menurun. Pendekatan pengukuran kinerja dengan model SMART (Strategic Management Analytic and Reporting Technique) System digunakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dan mengintegrasikan antara kebutuhan perusahaan baik dari aspek finansial maupun non-finansial. Proses identifikasi antara target dan kondisi aktual perusahaan ini dilakukan sesuai dengan langkah-langkah SMART System yaitu tahap identifikasi strategi objektif dan key performance indicator (KPI), tahap penstrukturan KPI berdasarkan 9 perspektif SMART System, tahap pembobotan KPI dengan menggunakan bantuan software Expert Choice 11, dan tahap penilaian kinerja dengan menggunakan sistem perhitungan skor Objective Matrix (OMAX). Dengan pengukuran kinerja menggunakan SMART System ini maka perusahaan bisa mengetahui aspek yang membutuhkan perbaikan guna meningkatkan daya saing dan kinerja karyawan.
Rancangan Perbaikan Produk Filter Oil GL Untuk Meminimasi Kecacatan Menggunakan Seven Tools dan Metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) Firmansyah, Dicky; Nugraha
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v3i2.8950

Abstract

Abstract. CV. Grand Manufacturing Indonesia is a company engaged in manufacturing, the product produced by the company is an oil gl filter made of metal. With the fact that there are still many defective products within the company, it is necessary to improve in terms of production planning and control with the aim of identifying the factors that cause defects, preventing defects from occurring and providing appropriate quality improvement proposals to reduce defects. At the company there are several constraints from the operator or even from the machine. This resulted in several types of defects, namely dented defects, torn defects and perforated defects. The defect ratio obtained by the company averages 4% while the tolerance given is 3%. One thing that can be done by the company is to make improvements to reduce the number of product defects and find out the causes of product defects. The method chosen to be able to solve the problems above, we need a method that can reduce the level of damage. The method used to identify the causes of defects is using the Seven Tools Quality tool and using the Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) method. The causes of product defects are caused by human factors, materials, methods and machines. Based on the problems above, it is obtained that the highest value of the type of defect is the highest value of the type of dent defect caused by a careless operator with an RPN value of 245, the highest value of the type of tear defect is caused by a worn molding machine component with a value of RPN 245, the highest type of hole defect is caused by machine accuracy is reduced with an RPN value of 280. The proposed improvements given to minimize defective products are to provide supervision to operators when carrying out work, making written SOPs that are easy to understand and follow by operators as work instructions and making service schedules for machines on a regular basis.. Keywords: Quality, Seven Tools Quality, Failure Mode And Effect Analysis Abstrak. CV. Grand Manufacturing Indonesia merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur, produk yang dihasilkan perusahaan berupa fiilter oil gl yang terbuat dari logam. Dengan kenyataan yang terjadi didalam perusahaan masih banyaknya produk cacat sehingga perlu adanya perbaikan dari segi perencanaan dan pengendalian produksi dengan tujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab kecacatan, mencegah terjadinya kecacatan dan memberikan usulan perbaikan kualitas yang tepat untuk mengurangi kecacatan. Pada perusahaan terdapat beberapa kendala dari operator atau pun dari mesin. Hal tersebut mengakibatkan beberapa jenis cacat yaitu cacat penyok, cacat sobek dan cacat berlubang. Rasio kecacatan yang didapat pada perusahaan rata-rata sebanyak 4% sedangkan toleransi yang diberikan adalah 3%. Salah satu yang dapat dilakukan perusahaan yaitu harus melakukan perbaikan untuk mengurangi jumlah kecacatan produk dan mengetahui penyebab-penyebab terjadinya kecacatan produk. Metode yang dipilih untuk dapat memecahkan permasalahan diatas, maka diperlukan suatu metode yang dapat mengurangi tingkat kerusakan. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya kecacatan menggunakan alat Seven Tools Quality dan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Penyebab kecacatan produk disebabkan oleh faktor manusia, bahan, metode dan mesin. Berdasarkan permasalah diatas maka didapatkan nilai kecacatan terbasar yaitu nilai jenis cacat penyok yang tertinggi di sebabkan oleh operator kurang teliti dengan nilai RPN 245, nilai jenis cacat sobek yang tertinggi disebabkan oleh komponen mesin cetak aus dengan nilai RPN 245, jenis cacat berlubang yang tertinggi disebabkan oleh akurasi mesin berkurang dengan nilai RPN 280. Usulan perbaikan yang diberikan untuk meminimasi produk cacat adalah memberikan pengawasan kepada operator pada saat melakukan pekerjaan, pembuatan SOP secara tertulis yang mudah dipahami dan diikuti oleh operator sebagai petunjuk kerja dan membuat jadwal servis untuk mesin secara berkala. Kata Kunci: Seven Tools Quality, Failure Mode And Effect Analysis.
Analisis Beban Kerja Mental Operator pada Bagian Pengantongan Semen dengan Metode National Aeronautics And Space Administration Task Load Index (NASA-TLX) Aprilia, Nurul Suci; Nugraha; Rejeki, Yanti Sri
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v3i2.9096

Abstract

Abstract. Production activities certainly can’t be separated from various resources. One of the resources that plays an important role is workers. In order to work optimally, workers need attention. One of the concerns that companies can give is to pay attention to the workload. Based on interviews with 10 workers in the packing section, including 6 workers in three rotary inline packer machines, 2 workers in chute, and 2 workers in loading channels. Some of the symptoms experienced by workers such as feeling lethargic, often sleepy, dizzy, not concentrating, losing passion to work, experiencing fever, dizziness and heart rate. Based on the symptoms of fatigue experienced by workers, it can be indicated that operators experience some complaints that are felt mentally, so there is a formulation of the problem in this study, namely "How to classify the level of mental workload of operators in the packing section at PT.ISemenIJawaISCG?"The data collection and processing technique used is the NASA-TLX method, to determine the level of operator workload and design the number of operators. The results obtained that there are cement bagging operators in shift 1 and shift 2 on average obtain a mental workload value exceeding 80 which means it is in the very high category. Abstrak. Kegiatan produksi tentunya tidak lepas dari berbagai sumber daya. Salah satu sumber daya yang berperan penting adalah pekerja. Agar dapat bekerja dengan maksimal, pekerja memerlukan perhatian. Salah satu perhatian yang bisa diberikan perusahaan adalah dengan memperhatikan beban kerja. Berdasarkan kegiatan wawancara kepada 10 orang pekerja di packing section, diantaranya 6 orang pekerja di tiga mesin rotary inline packer, 2 orang pekerja di chute, dan 2 orang pekerja di loading channel. Beberapa gejala yang dialami pekerja seperti perasaan lesu, sering mengantuk, pusing, tidak konsentrasi, kehilangan gairah untuk bekerja, mengalami demam, pusing dan heart rate. Berdasarkan gejala kelelahan yang dialami pekerja, dapat diindikasikan bahwa operator mengalami beberapa keluhan yang dirasakan secara mental, sehingga terdapat perumusan masalah dalam penelitian ini yaitu “Bagaimana klasifikasi tingkat beban kerja mental operator pada packing section di PT.ISemenIJawaISCG?” Adapun teknik pengumpulan dan pengolahan data yang digunakan yaitu metode NASA-TLX, guna mengetahui tingkat beban kerja operator dan merancang jumlah operator. Hasil yang diperoleh, bahwa terdapat operator pengantongan semen di shift 1 dan shift 2 rata-rata memperoleh nilai beban kerja mental melebihi 80 yang artinya masuk dalam kategori tinggi sekali.
Rancangan Strategi Pemasaran Digital pada UKM Mitra Kaos Kaki di E-Marketplace dengan Menggunakan Metode SOSTAC Erick Wahyudie; Djamaluddin; Nugraha
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v3i2.9468

Abstract

Abstrak. Mitra Kaos Kaki is an UKM engaged in the fashion sector, especially socks and fashion accessories. Currently, they sell products through e-marketplaces and social media. However, they have not met the minimum sales turnover requirements to get Stars+ seller status on Shopee and PM Pro Merchant on Tokopedia. This limitation is caused by the use of digital media and e-marketplace strategies that are not optimal compared to its competitors.This Final Project research aims to design a digital marketing strategy using the SOSTAC method on the Mitra Kaos Kaki e-marketplace. This method consists of six stages: situation analysis, objective, strategy, tactics, action, and control. This strategy is expected to increase sales, customer satisfaction, customer interaction, reduce promotional costs, and build brand awareness for Mitra Kaos Kaki.The results of this study cover various digital marketing strategies, including creating and optimizing store page content on e-marketplaces, maximizing promotional features, using search word ads, live streaming, working with influencers, using User Generated Content (UGC), and using supporting tools to achieve digital marketing goals.By implementing the results of the digital marketing strategy from this research, it is hoped that Mitra Kaos Kaki can achieve effective e-marketplace marketing and increase their digital competitive value. The rapid growth in the use of digital media in Indonesia can be a great opportunity, but it can also be a threat for Mitra Kaos Kaki if they are unable to compete well in the digital space. Abstrak.Mitra Kaos Kaki merupakan UKM yang bergerak di bidang fashion khususnya kaos kaki dan aksesoris fashion. Saat ini, mereka menjual produk melalui e-marketplace dan media sosial. Namun, mereka belum mencapai syarat minimal omset penjualan untuk mendapatkan status penjual Stars+ di Shopee dan PM Pro Merchant di Tokopedia. Keterbatasan ini disebabkan oleh penggunaan media digital dan strategi e-marketplace yang belum optimal dibandingkan dengan kompetitornya. Penelitian Tugas Akhir bertujuan untuk merancang strategi pemasaran digital menggunakan metode SOSTAC pada e-marketplace Mitra Kaos Kaki. Metode ini terdiri dari enam tahap: analisis situasi, tujuan, strategi, taktik, aksi, dan kontrol. Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan penjualan, kepuasan pelanggan, interaksi pelanggan, menekan biaya promosi, dan membangun brand awareness untuk Mitra Kaos Kaki. Hasil penelitian ini mencakup berbagai strategi digital marketing, termasuk pembuatan dan pengoptimalan konten halaman toko di e-marketplace, memaksimalkan fitur promosi, penggunaan iklan kata pencarian, live streaming, bekerja sama dengan influencer, menggunakan User Generated Content (UGC), dan menggunakan tools pendukung untuk mencapai tujuan pemasaran digital. Dengan menerapkan hasil strategi pemasaran digital dari penelitian ini, diharapkan Mitra Kaos Kaki dapat mencapai pemasaran e-marketplace yang efektif dan meningkatkan nilai kompetitif digital mereka. Pesatnya pertumbuhan penggunaan media digital di Indonesia dapat menjadi peluang besar, namun juga menjadi ancaman bagi Mitra Kaos Kaki jika tidak berhasil bersaing dengan baik di ranah digital. Hasil penelitian ini mencakup berbagai strategi digital marketing, termasuk pembuatan dan pengoptimalan konten halaman toko di e-marketplace, memaksimalkan fitur promosi, penggunaan iklan kata pencarian, live streaming, bekerja sama dengan influencer, menggunakan User Generated Content (UGC), dan menggunakan tools pendukung untuk mencapai tujuan pemasaran digital. Dengan menerapkan hasil strategi pemasaran digital dari penelitian ini, diharapkan Mitra Kaos Kaki dapat mencapai pemasaran e-marketplace yang efektif dan meningkatkan nilai kompetitif digital mereka. Pesatnya pertumbuhan penggunaan media digital di Indonesia dapat menjadi peluang besar, namun juga menjadi ancaman bagi Mitra Kaos Kaki jika tidak berhasil bersaing dengan baik di ranah digital. Hasil penelitian ini mencakup berbagai strategi digital marketing, termasuk pembuatan dan pengoptimalan konten halaman toko di e-marketplace, memaksimalkan fitur promosi, penggunaan iklan kata pencarian, live streaming, bekerja sama dengan influencer, menggunakan User Generated Content (UGC), dan menggunakan tools pendukung untuk mencapai tujuan pemasaran digital. Dengan menerapkan hasil strategi pemasaran digital dari penelitian ini, diharapkan Mitra Kaos Kaki dapat mencapai pemasaran e-marketplace yang efektif dan meningkatkan nilai kompetitif digital mereka. Pesatnya pertumbuhan penggunaan media digital di Indonesia dapat menjadi peluang besar, namun juga menjadi ancaman bagi Mitra Kaos Kaki jika tidak berhasil bersaing dengan baik di ranah digital. termasuk pembuatan dan pengoptimalan konten promosi halaman toko pada e-marketplace, memaksimalkan fitur, penggunaan iklan kata pencarian, live streaming, bekerja sama dengan influencer, menggunakan User Generated Content (UGC), dan menggunakan alat pendukung untuk mencapai tujuan pemasaran digital. Dengan menerapkan hasil strategi pemasaran digital dari penelitian ini, diharapkan Mitra Kaos Kaki dapat mencapai pemasaran e-marketplace yang efektif dan meningkatkan nilai kompetitif digital mereka. Pesatnya pertumbuhan penggunaan media digital di Indonesia dapat menjadi peluang besar, namun juga menjadi ancaman bagi Mitra Kaos Kaki jika tidak berhasil bersaing dengan baik di ranah digital. termasuk pembuatan dan pengoptimalan konten promosi halaman toko pada e-marketplace, memaksimalkan fitur, penggunaan iklan kata pencarian, live streaming, bekerja sama dengan influencer, menggunakan User Generated Content (UGC), dan menggunakan alat pendukung untuk mencapai tujuan pemasaran digital. Dengan menerapkan hasil strategi pemasaran digital dari penelitian ini, diharapkan Mitra Kaos Kaki dapat mencapai pemasaran e-marketplace yang efektif dan meningkatkan nilai kompetitif digital mereka. Pesatnya pertumbuhan penggunaan media digital di Indonesia dapat menjadi peluang besar, namun juga menjadi ancaman bagi Mitra Kaos Kaki jika tidak berhasil bersaing dengan baik di ranah digital. menggunakan User Generated Content (UGC), dan menggunakan tools pendukung untuk mencapai tujuan pemasaran digital. Dengan menerapkan hasil strategi pemasaran digital dari penelitian ini, diharapkan Mitra Kaos Kaki dapat mencapai pemasaran e-marketplace yang efektif dan meningkatkan nilai kompetitif digital mereka. Pesatnya pertumbuhan penggunaan media digital di Indonesia dapat menjadi peluang besar, namun juga menjadi ancaman bagi Mitra Kaos Kaki jika tidak berhasil bersaing dengan baik di ranah digital. menggunakan User Generated Content (UGC), dan menggunakan tools pendukung untuk mencapai tujuan pemasaran digital. Dengan menerapkan hasil strategi pemasaran digital dari penelitian ini, diharapkan Mitra Kaos Kaki dapat mencapai pemasaran e-marketplace yang efektif dan meningkatkan nilai kompetitif digital mereka. Pesatnya pertumbuhan penggunaan media digital di Indonesia dapat menjadi peluang besar, namun juga menjadi ancaman bagi Mitra Kaos Kaki jika tidak berhasil bersaing dengan baik di ranah digital.
Usulan Perbaikan Kualitas Pelayanan Jasa Menggunakan Model Service Quality (Servqual) dan Model Kano Sendi Gustiandi; Nugraha; Dewi Shofi Mulyati
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v4i1.9912

Abstract

Abstract. Health services are always needed in society, especially in densely populated areas. Therefore, the health services industry must pay close attention to its services so that it can provide the best service to patients and also fulfill the patient's desires and needs. One of them is Ujung Berung Regional Hospital which operates in the health services industry. Ujung Berung Regional Hospital received several service complaints in the past year, including delays in the arrival of doctors, tidiness and comfort of examination rooms and hospital facilities such as cleanliness of toilets, number of chairs and room temperature in patient waiting rooms, carelessness of health workers in responding to and understanding needs and the patient's wishes, and the slow speed of the examination time. Decreased customer satisfaction can affect customer trust which can be detrimental to Ujung Berung Regional Hospital. So this research will focus on services based on consumer desires and satisfaction in Ujung Berung Regional Hospital services. The method used in this research is the Servqual (Service Quality) method and also the Kano Model for problem identification. Services that will be improved are services that have a gap of less than zero in the Servqual Method and fall into the attractive category in the Kano Model. This was chosen because the service is still lacking in meeting customer expectations (based on the Servqual Method) and the service is highest in providing customer satisfaction if it is improved (based on the Kano Model). Data collection came from distributing a questionnaire containing 27 service attributes which were distributed to 99 respondents. The results of the servqual method calculation show that there are 11 service attributes that have a negative gap and the results of the Kano model calculations show that there are 9 service attributes that are in the attractive category. The service attributes that have been improved are 8 attributes with solutions for improvements in the waiting room, prayer room and toilet, implementing a polite and friendly attitude towards patients, explaining treatment procedures to patients by nurses and medical personnel who are required to behave professionally in implementing health services. Abstrak. Pelayanan jasa kesehatan selalu dibutuhkan di masyarakat terutama pada daerah padat penduduk. Maka dari itu, Industri jasa kesehatan harus sangat memperhatikan pelayanannya agar dapat memberikan pelayanan terbaik kepada pasien juga memenuhi keinginan dan kebutuhan pasien. Salah satunya RSUD Ujung Berung yang bergerak pada industri jasa kesehatan. RSUD Ujung Berung menerima beberapa keluhan pelayanan dalam satu tahun terakhir antara lain seperti keterlambatan kedatangan dokter, kerapihan dan kenyaman ruangan pemeriksaan serta fasilitas rumah sakit seperti kebersihan toilet, jumlah kursi dan suhu ruangan pada ruangan tunggu pasien, kecerobohan petugas kesehatan dalam menanggapi dan memahami kebutuhan dan keinginan pasien, dan lambatnya kecepatan waktu pemeriksaan. Menurunnya kepuasan pelanggan dapat mempengaruhi kepercayaan pelanggan yang dapat merugikan pihak RSUD Ujung Berung. Sehingga penelitian ini akan memusatkan pelayanan jasa berdasarkan keinginan dan kepuasan konsumen pada pelayanan RSUD Ujung Berung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Servqual (Service Quality) dan juga Model Kano dalam identifikasi masalah. Pelayanan yang akan diperbaiki adalah pelayanan yang memiliki gap kurang dari nol pada Metode Servqual dan masuk ke kategori attractive pada Model Kano. Hal ini dipilih karena pelayanan tersebut masih kurang dalam memenuhi harapan pelanggan (berdasarkan Metode Servqual) dan pelayanan tersebut paling tinggi dalam memberikan kepuasan pelanggan apabila diperbaiki (berdasarkan Model Kano). Pengambilan data berasal dari penyebaran kuesioner yang memiliki 27 atribut pelayanan yang disebarkan kepada 99 responden. Hasil dari perhitungan metode servqual didapatkan 11 atribut pelayanan yang memiliki gap negatif dan hasil dari perhitungan model kano terdapat 9 atribut pelayanan yang berada di kategori attractive. Atribut pelayanan yang diperbaiki yaitu berjumlah 8 atribut dengan solusi perbaikan di Ruang Tunggu, Mushola, dan WC, penerapan sikap sopan dan ramah terhadap pasien, menjelaskan prosedur perawatan kepada pasien oleh perawat dan tenaga medis dituntut untuk bersikap profesional dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan.
Perancangan Strategi Pemasaran Dengan Menggunakan SWOT (Strength, Weakness, Threat, Opportunity) Dan QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix) 10070215001, Rivaldi Al Ghifari Suherman; Nugraha; Dewi Shofi Mulyati
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v4i1.10755

Abstract

Abstract. The number of vehicles in Bandung Regency continues to increase. From 2018 to 2021, there was a growth of 12.58% in the number of motorized vehicles. This growth has led to an increased demand for garage services, resulting in intensified competition in the garage service industry. One of the garages located in Bandung Regency is Variasi 48 Garage. Variasi 48 Garage has been marketing its products through word of mouth so far, requiring a more relevant marketing strategy to compete with other garages and achieve the set sales target. The research method used in this study is quantitative with descriptive analysis. The strategy designed in this research includes several stages such as questionnaire distribution, internal-external matrix processing, strategy design using SWOT matrix, and generating several priority strategy alternatives using QSPM for recommendation in daily business operations. The research results indicate that the internal factor of Variasi 48 Garage is 2.54, categorized as average, and the external factor is 2.52, categorized as moderate. This research produces 9 alternative strategies and has 1 priority strategy resulting from QSPM calculation. The recommended strategy is the digitization from upstream to downstream. In conclusion, Variasi 48 Garage needs to strengthen its internal aspects and be responsive to external threats to compete with other garages. Abstrak Jumlah kendaraan di Kabupaten Bandung terus meningkat. Pada tahun 2018-2021 terjadi pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor sebanyak 12,58%. Pertumbuhan tersebut mengakibatkan meningkatnya permintaan terhadap jasa bengkel. Hal tersebut mengakibatkan persaingan di dunia jasa bengkel semakin ketat. Salah satu bengkel yang berlokasi di Kabupaten Bandung adalah Bengkel Variasi 48. Bengkel Variasi 48 selama ini memasarkan produknya hanya dari mulut ke mulut. Sehingga memerlukan strategi pemasaran yang lebih relevan agar dapat bersaing dengan bengkel lainnya dan dapat mencapai target penjualan yang ditentukan. Metode penelitian yang digunakan di penelitian ini adalah kuantitatif dengan analisis deskriptif. Strategi yang dirancang di penelitian ini menggunakan beberapa tahapan seperti penyebaran kuesioner, pengolahan matriks internal-eksternal, perancangan strategi menggunakan matriks SWOT dan menghasilkan beberapa alternatif strategi prioritas menggunakan QSPM untuk dijadikan rekomendasi untuk diterapkan pada usaha bisnis sehari-hari. Hasil penelitian menjelaskan bahwa faktor internal yang dimiliki oleh Bengkel Variasi 48 sebesar 2,54 berada pada kategori rata-rata dan faktor eksternalnya sebesar 2,52 berada pada kategori sedang. Penelitian ini menghasilkan 9 alternatif strategi dan memiliki 1 strategi prioritas hasil dari perhitungan QSPM. Strategi itu adalah dengan digitalisasi dari hulu ke hilir. Kesimpulannya bengkel Variasi 48 harus memperkuat internal perusahaan dan peka terhadap ancaman eksternal agar dapat bersaing dengan bengkel lain.
Strategi Pengembangan Usaha dengan menggunakan Analisis SWOT dan Matriks QSPM Husnulia Rahmi Dewi; Nugraha; Selamat
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v4i1.10949

Abstract

Abstract. The development of the food industry, especially Bandung City experienced growth and resulted in competition. PD Alam Makmur is a company in the food sector, the problem faced is the decline in sales of meatball products due to companies that do not keep up with the times and experience a decrease in revenue. This research is expected to overcome the problems experienced by PD Alam Makmur, by carrying out business development strategies in order to increase sales of PD Alam Makmur meatball products. By identification using the 7P Marketing Mix (Product, Price, Place, Promotion, People, Process, Phusical Evidence), then determining internal and external factors based on 7P variables. Then a business development strategy was designed using the SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threats) method, resulting in a strategy that can increase sales of PD Alam Makmur meatball products with the QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix) matrix. The results of the study can provide information based on internal and external factors, aspects that can affect PD Alam Makmur's business development strategy based on internal factors, namely optimizing meatball products with varied variants offered. If based on external factors is to use social media to get a wider market share. The design of business development strategies that can be done by PD Alam Makmur is to implement growth and development strategies. The alternative strategy chosen based on the QSPM matrix is to form a team that focuses on selling halal-certified meatball products online in order to expand market share. Abstrak. Perkembangan industri makanan, khususnya Kota Bandung mengalami pertumbuhan dan mengakibatkan persaingan. PD Alam Makmur merupakan perusahaan dalam bidang makanan, permasalahan yang dihadapi yaitu menurunnya penjualan produk bakso akibat perusahaan yang tidak mengikuti perkembangan jaman dan mengalami penurunan pendapatan. Penelitian ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan yang dialami PD Alam Makmur, dengan melakukan strategi pengembangan usaha agar dapat meningkatkan penjualan produk bakso PD Alam Makmur. Dengan indentifikasi menggunakan Bauran Pemasaran 7P (Product, Price, Place, Promotion, People, Process, Phusical Evidence), lalu dilakukan penentuan faktor internal dan eksternal berdasarkan variabel 7P. Kemudian dilakukan perancangan strategi pengembangan usaha menggunakan metode SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threats), menghasilkan strategi yang dapat meningkatkan penjualan produk bakso PD Alam Makmur dengan matriks QSPM (Quantitative Strategic Planning Matriks). Hasil dari penelitian dapat memberikan informasi berdasarkan faktor internal dan eksternal, aspek yang dapat mempengaruhi strategi pengembangan usaha PD Alam Makmur berdasarkan faktor internal yaitu mengoptimalkan produk bakso dengan varian yang ditawarkan bervariasi. Jika berdasarkan faktor eksternal adalah memanfaatkan media sosial agar mendapat pangsa pasar yang lebih luas. Perancangan strategi pengembangan usaha yang dapat dilakukan PD Alam Makmur adalah menerapkan strategi pertumbuhan dan pembangunan. Adapun alternatif strategi terpilih berdasarkan matriks QSPM yaitu dengan membentuk tim yang berfokus untuk melakukan penjualan produk bakso bersertifikat halal secara online agar dapat memperluas pangsa pasar.
Rancangan Key Performance Indicator dalam Pengukuran Kinerja Karyawan dengan Metode Balanced Scorecard di PT. X 10070219062, Aprilia Nurfaza Sahroni; Nugraha; Oemar, Hirawati
Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Industrial Engineering Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsies.v4i1.11203

Abstract

Abstract. PT. X is a professional and dynamic company engaged in the design and construction of f&b interiors, stores, hotels, offices, and other commercial buildings. Construction services in Indonesia currently have significant and rapid development. Improving the performance of a company's employees is a factor that is highly considered in the face of increasingly fierce competition. The problem that occurs in the company is experiencing a decrease in employee performance, this is due to the measurement of employee performance only seen from attendance as well as the ability of employees who are subjectively assessed by stakeholders. Key Performance Indicator (KPI) is a measuring tool that focuses on aspects of organizational performance to evaluate the achievement of organizational success both now and in the future, this KPI helps companies to measure performance, monitor progress, encourage continuous improvement. This KPI determination is based on 4 Balanced Scorecard perspectives. The results of this study are 6 strategies, 14 strategic targets and 15 Key Performance Indicators. The strategic objectives that have been determined are then grouped based on the balanced scorecard perspective, there are 3 KPIs for the financial perspective, 6 KPIs for the customer perspective, 4 KPIs for the internal business and process perspective, and 2 KPIs for the learning and growth perspective. Abstrak. PT. X adalah perusahaan yang bergerak dibidang desain dan kontruksi interior f&b, store, hotel, office, serta bangunan komersial lainnya. Jasa kontruksi di Indonesia pada saat ini memiliki perkembangan yang cukup pesat dan peningkatan kinerja karyawan suatu perusahaan merupakan faktor yang sangat dipertimbangkan dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat. Permasalahan yang terjadi pada perusahaan yaitu mengalami penurunan kinerja karyawan hal ini disebabkan oleh pengukuran kinerja karyawan hanya dilihat dari absensi juga kemampuan karyawan yang dinilai secara subjektif oleh stakeholder. Key Performance Indicator (KPI) adalah alat ukur yang berfokus pada aspek-aspek kinerja organisasi untuk mengevaluasi pencapaian keberhasilan organisasi baik saat ini maupun di masa mendatang, KPI juga membantu perusahaan untuk mengukur kinerja, pemantauan progress, dan mendorong perbaikan berkelanjutan. Penentuan KPI ini berdasarkan 4 perspektif Balanced Scorecard. Hasil dari penelitian didapatkan 6 strategi, 14 sasaran strategi dan 15 Key Performance Indicator. Sasaran strategi yang sudah ditetapkan kemudian dikelompokan berdasarkan perspektif balanced scorecard, terdapat 3 KPI untuk perspektif financial, 6 KPI untuk perspektif customer, 4 KPI untuk perspektif internal business and process, dan 2 KPI untuk perspektif learning and growth.
Co-Authors 10070215001, Rivaldi Al Ghifari Suherman 10070215077, Faisal Abdul Aziz 10070217086, Farhan Muhammad Rasyidi 10070219062, Aprilia Nurfaza Sahroni Abdul Aziz, Nor Farradila Abdul Rozak Adzrial Ramdhani Agustini, Kamelia Aprilia, Nurul Suci Desy Tri Anggarini Dewantara, Bachtiar Dewi Shofi Mulyati Dhika Dwi Nugraha Dicky Firmansyah Disman Dismane Djamaluddin Djamaludin Elfahmi, Ryan Erick Wahyudie Esi, Esi Fitriani Komara Fajar Alamsyah, Indra Fathony, M. Hafiz Gina Purnama Insany Gunardi harisandi, Prasetyo Harjono, Maykada Herdiyana, Hendi Heris Hendriana Herlianti, Elva Hermawan, Harry Heryana, Toni Hirawati Oemar Husnulia Rahmi Dewi Idham Kholid Ikaputera Waspada Ikaputera Waspada, Ikaputera Ikin Solikin Imas Purnamasari Jaya Sutista, Ade Jayawarsa, A.A. Ketut Kamdan Kanza Salsabila M. Arief Ramdhany M. Fauzi Ari Febrian Maharani Particia, Vinda Mardhatillah, Athina Mardian Anggini Rachmawati Masyita Suherman, Maya Maya Sari Mayasari Moch. Irdi Moh. Wildan Mohamad Satori Muhammad Fadilah Nurjaman Muhammad Ilham Juardi Muhammad Iskandar Muhammad Rifqi Aditya MUHAMMAD YUSUF Mutiara Annisa Tresna Ati Nanda Isnan Pauji Netti Siska Nurhayati Nur Rahman As'ad NURHADI Perwito, Perwito Prajadiputra, Darmawan Suka Prihadi, M Dana Qiswatun Mukhoyyaroh Rahayu, Rizqi Rahma Aulianisa Rahmatu Azzahra Rakhman, Ani Rakhmanita Rega Aditya Rengga Madya Pranata Reni Amaranti Reza Agustian Kusnadi Rizki Haddi Prayoga Rizqy Mawardi Rosihan Anwar, Rosihan Sakti Aji Selamat Sendi Gustiandi Senny Luckyardi Shanika Layung Medal Wangi Shofi Mulyati, Dewi Siti Nurharlita Siti Siryana Sobana , Dadang Husen SUGIYANTO Tia Yuliawati Tiara Putrirury Alamanda Utama, Wahyudayanto Vemy Suci Asih, Vemy Suci Vinda Maharani Patricia Widhi Ariyo Bimo Yanti Sri Rejeki Yayat Supriyatna Yulandri, Elsa Yusup Junaedi Zainol, Fakhrul Anwar Zulmi Chairul Ikhsani