Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBERDAYAAN NELAYAN BERBASIS LEMBAGA MEDIATOR KONTROL DALAM UPAYA PENCEGAHAN ILLEGAL FISHING Rauf A. Hatu; Rasid Yunus; Nopiana Mozin
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i1.4021

Abstract

Meningkatnya eksploitasi hasil perikanan di Indonesia menyebabkan para nelayan maupun perusahaan perikanan dalam melakukan proses eksploitasi sering terjadi persaingan yang tidak saja dilakukan secara legal, namun terkadang juga dilakukan secara tidak legal. Salah satu bentuk tindakan eksploitasi hasil perikanan yang illegal yaitu penggunaan bahan peledak atau yang dikenal dengan istilah “bom ikan. Fenomena penangkapan ikan secara illegal dengan menggunakan bom ini juga terjadi di salah satu wilayah Provinsi Gorontalo, yakni di Kabupaten Boalemo, Yang disayangkan justru adalah pelaku penangkapan ikan secara illegal yang menggunakan bom ini bukan hanya dilakukan oleh masyarakatnya itu sendiri. Adapun tujuan dari proposal ini adalah untuk mengetahui bagaimana Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Berbasis Lembaga Mediator Kontrol Dalam Upaya Pencegahan tidak illegal fishing Di Desa Pentadu Timur Kecamatan Tilamuta Kabupaten Boalemo.Oleh karena itu Lembaga penelitian dan Pengabdian masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo bekerjasama dengan pemerintah dalam hal ini melaksanakan program pengabdian masyarakat yang dikemas dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif bersama sama dengan Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo dan Mahasiswa Universitas Gadjah Mada serta Masyarakat Desa Pentadu Timur Kabupaten Boalemo
Stimulasi Peran Masyarakat Berbasis Ekonomi, Teknologi Informasi dan Pengetahuan Hukum di Desa Tiohu Kecamatan Asparaga Kabupaten Gorontalo Moonti, Agustinus; Mozin, Nopiana
DAS SEIN: Jurnal Pengabdian Hukum dan Humaniora (Journal of Legal Services and Humanities) Vol. 2 No. 2 2022
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.095 KB) | DOI: 10.33756/jds.v2i2.13486

Abstract

Stimulasi peran masyarakat berbasis ekonomi dan teknologi informasi merupakan bentuk pendampingan terhadap masyarakat serta pemerintah desa dalam melahirkan berbagai program dan strategi berkelanjutan dalam pengembangan desa. Peran masyarakat yang di stimulus melalui ekonomi, teknologi informasi dan pengetahuan hukum digagas dengan tujuan untuk meningkatkan pengelolaan potensi desa dan sumber daya manusia yang distimulasi awal melalui aspek teknologi sehingga dalam tujuan jangka panjang dapat diarahkan pada peningkatan produktivitas masyarakat. Hasil dari berbagai program yang dilaksanakan yaitu meningkatnya skill masyarakat terkait penguasaan aspek teknologi informasi serta adanya peran nyata masyarakat dalam memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk budidaya tanaman jangka pendek. Tujuan dari pemanfaatan lahan pekarangan adalah agar areal lahan pekarangan dapat memberikan kontribusi ekonomi bagi rumah tangga. Stimulation of the role of communities based on economy and information technology is a form of assistance to the community and village governments in producing various sustainable programs and strategies in village development. The role of the community that is stimulated through the economy, information technology and legal knowledge is initiated with the aim of improving the management of village potential and human resources which are stimulated early through technological aspects so that in the long term goals can be directed at increasing community productivity. The results of the various programs implemented are the increase in community skills related to mastering aspects of information technology and the real role of the community in utilizing home yard land for short-term crop cultivation. The purpose of the use of yard land is so that the yard land area can make an economic contribution to the household.
Penerapan Pasal 6 Peraturan Walikota Gorontalo Nomor 37 Tahun 2019 Tentang Implementasi Pendidikan Antikorupsi Di Smpn 4 Gorontalo Yusuf, Yurinda; Djaafar, Lucyane; Mozin, Nopiana
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.16253

Abstract

Corruption is a serious issue in Indonesia, with wide-ranging impacts across various sectors. According to data from Transparency International, Indonesia ranks 96th out of 180 of the most corrupt countries. To address this issue, since December 2018, the Corruption Eradication Commission (KPK), in collaboration with the Ministry of Education and Culture (Kemendikbud), has integrated anti-corruption education into the national curriculum. As a follow-up, the Government of Gorontalo City issued Mayor Regulation Number 37 of 2019 on the Implementation of Anti-Corruption Education, which mandates the implementation of such education at all educational levels. This study aims to (1) Analyze the implementation of Article 6 of Mayor Regulation Number 37 of 2019 at SMP Negeri 4 Gorontalo, and (2) Identify the factors hindering the implementation of the regulation. The research employs a descriptive qualitative method. The findings indicate that the implementation of Article 6 has not been effective. The obstacles identified include: (a) Ineffective communication, particularly in delivering information; (b) Limited resources, especially due to the varying character of the school community, leading to discipline issues; (c) Lack of initiative from policy implementers to seek additional information; and (d) Bureaucratic structures that do not align with Article 6 of the Mayor Regulation, resulting in suboptimal implementation of anti-corruption education policies at SMP Negeri 4 Gorontalo.
Dampak Bermain Game Online Free Fire Terhadap Kepribadian Sosial Anak-Anak Di Desa Lahumbo Kecamatan Tilamuta Kabupaten Boalemo Rahman, Riski; Djaafar, Lucyane; Mozin, Nopiana
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.16256

Abstract

Research to determine the impact of playing free fire online games on social personality in children in Lahumbo Village, Tilamuta District, Boalemo Regency. This study uses a descriptive research type with a qualitative approach. The location of this research was conducted in Lahumbo Village, Tilamuta District, Boalemo Regency, with data sources obtained from several informants such as village officials, parents, and children in Lahumbo Village. Data collection was carried out using observation, interview and documentation methods. Researchers act as information diggers with the aim of obtaining data sources, both primary and secondary. The results of this study explain that the impact of online games on most children in Lahumbo Village has many negative impacts and minimal positive impacts on the sustainability and social institutions of the community, especially children in Lahumbo Village. As a result, many complaints arise from parents who complain about bad attitudes towards their children, such as often being disobedient, lazy to go to school, often going out of the house and not wanting to help their parents at home. Conditions like this are very common among children, because the impact of online games is very real and has a negative impact on society, even though the existence of online games can also be a positive thing if parents pay attention and supervise them, considering that not only a few gamers are able to achieve success in playing games. then the government's efforts made to prevent the impact of online games on children in this case there are two efforts, namely preventive and repressive efforts. This action is taken to minimize the impact of online games, because the increasing popularity of online games can no longer be denied that the impacts caused are not only positive impacts but also more prominent negative impacts from online games. Therefore, by combining preventive and repressive efforts, the government is trying to create a safer environment for children to interact with online games.
FAMILY RESILIENCE DI MASA PANDEMI COVID-19: (Studi Tentang Penuruan Ekonomi Berdampak Pada Perceraian) Mozin, Nopiana; Susetyo, Danny Trisno; Imelda, Yunita
al-Mawarid Jurnal Syariah dan Hukum (JSYH) Vol. 6 No. 2 (2024): al-Mawarid Jurnal Syariah dan Hukum (JSYH)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ijiis.vol.6.iss2.art5

Abstract

Pandemi COVID-19 telah membawa tantangan ekonomi dan sosial yang belum pernah terjadi sebelumnya, memengaruhi ketahanan keluarga, terutama dengan meningkatnya konflik dan tekanan finansial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pandemi memengaruhi dinamika keluarga dan berkontribusi pada peningkatan kasus perceraian. Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dan studi kasus untuk menggali pengalaman keluarga yang menghadapi stres ekonomi selama pandemi. Data dianalisis menggunakan teori konflik dan teori struktural fungsional untuk memahami interaksi antara penurunan ekonomi dan ketahanan keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan ekonomi yang dipadukan dengan isolasi sosial menyebabkan konflik domestik yang semakin meningkat. Keluarga dengan ketahanan ekonomi yang lebih rendah mengalami peningkatan stres yang sering berujung pada perceraian. Faktor utama yang teridentifikasi adalah kehilangan pekerjaan, penurunan pendapatan, dan perubahan peran dalam keluarga akibat karantina rumah. Temuan ini menyarankan bahwa pandemi memperburuk kerentanan yang sudah ada sebelumnya, dan intervensi yang tepat diperlukan untuk mendukung keluarga dalam menghadapi krisis serta memperkuat mekanisme ketahanan keluarga. The COVID-19 pandemic has introduced unprecedented economic and social challenges, impacting family resilience, particularly through increased conflicts and financial pressures. This study aims to analyze how the pandemic has affected family dynamics and contributed to rising divorce rates. Employing a qualitative approach, the research collected data through in-depth interviews and case studies to explore the experiences of families facing economic stress during the pandemic. The data were analyzed using conflict theory and structural-functional theory to understand the interplay between economic decline and family resilience. The results indicate that economic strain, coupled with social isolation, has led to heightened domestic conflicts. Families with lower economic resilience experienced increased stress, often leading to divorce. Key factors included job loss, reduced income, and shifts in family roles due to home confinement. These findings suggest that the pandemic has exacerbated pre-existing vulnerabilities, highlighting the need for targeted interventions to support families in crisis and strengthen resilience mechanisms.
Penerapan Hukuman Mati dalam Tindak Pidana Narkotika : Analisis Yuridis dan Etis: Implementation of the Death Penalty in Narcotics Crimes: Legal and Ethical Analysis Kalijunjung Hasibuan; Christina Bagenda; Riadi Asra Rahmad; Zulkarnain S; Nopiana Mozin
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 10: Oktober 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i10.6196

Abstract

Tindak pidana narkotika adalah pelanggaran hukum yang berkaitan dengan produksi, distribusi, penyimpanan, dan penggunaan zat-zat terlarang yang diatur dalam undang-undang. Dan tindakan ini diatur secara ketat dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Secara yuridis, hukuman mati dalam tindak pidana narkotika di Indonesia memiliki landasan hukum yang jelas, tetapi penerapannya menimbulkan berbagai isu yuridis yang perlu diperhatikan. Proses hukum yang cepat, potensi pelanggaran hak asasi manusia, dan efektivitas hukuman mati dalam menekan kejahatan merupakan faktor-faktor penting yang harus dipertimbangkan. Evaluasi terhadap kebijakan ini diperlukan untuk memastikan bahwa sistem peradilan dapat memberikan keadilan yang sebenar-benarnya. Penerapan hukuman mati dalam tindak pidana narkotika mengundang banyak pertanyaan etis yang kompleks. Dari nilai kehidupan, prinsip keadilan, efektivitas, hingga potensi penyalahgunaan kekuasaan, semua ini perlu dipertimbangkan secara mendalam. Reformasi kebijakan yang lebih manusiawi dan berfokus pada rehabilitasi harus dipertimbangkan sebagai alternatif untuk menangani masalah narkotika secara lebih etis.
Dampak Pergaulan Terhadap Perilaku Menyimpang Siswa Di Sekolah SMP Negeri 2 Bokat Kabupaten Buol Klaudia I. Marhum, Novia; Djaafar, Lucyane; Wantu, Asmun; Mozin, Nopiana; Nggilu, Ariyanto
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v4i2.908

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi oleh perilaku menyimpang siswa yang dipicu oleh pola pergaulan dan lingkungan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Pergaulan yang kurang tepat saat ini berpengaruh terhadap perkembangan pribadi siswa. perilaku menyimpang siswa yang dipicu oleh pola pergaulan dan lingkungan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Pergaulan yang kurang tepat saat ini berpengaruh terhadap perkembangan pribadi siswa. Tujuan dari penelitian ini guna mengetahui dan menganalisis bagaimana dampak pergaulan terhadap perilaku menyimpang siswa di sekolah SMP Negeri 2 bokat serta bentuk upaya yang telah dilakukan pihak sekolah dalam mengatasi perilaku menyimpang siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena bertujuan untuk mengetahui dampak pergaulan terhadap perilaku menyimpang siswa di SMP Negeri 2 Bokat. Sumber data dalam penelitian ini yaitu hasil wawancara yang akan dilaksanakan oleh peneliti terhadap Informan atau Narasumber dari Sekolah SMP Negeri 2 Bokat. Berdasarkan Hasil penelitian ditemukan bahwa pergaulan memberikan dampak terhadap perilaku menyimpang siswa di SMP Negeri 2 Bokat. Sebagaimana ditemukan bahwa banyak siswa yang melakukan perilaku menyimpang disekolah sebagian besar adalah akibat dari pergaulan yang mereka jalani, baik dirumah ataupun pada lingkungan masyarakat. Kondisi siswa di SMP Negeri 2 Bokat kerap kali melakukan pembulian, bolos dan kenakalan hingga ada yang merusak fasilitas sekolah. Hal ini sebagian besar diakibatkan oleh apa yang mereka dapatkan dari pergaulan mereka. Dalam hal upaya yang telah dilaksanakan oleh pihak sekolah dalam mengtasi perilaku menyimpang siswa, di SMP Negeri 2 Bokat, ditemukan bahwa upaya yang telah dilaksanakan oleh pihak sekolah meliputi beberapa upaya pelaksnaannya, diantaranya melalui tata tertib, proses pembelajaran dikelas dan juga komunikasi dengan pihak orang tua dan pemberian sanksi sebagai efek jera kepada siswa.   The background of this research is deviant behavior of students triggered by social patterns and the environment of students in everyday life. Inappropriate social interactions currently affect students' personal development. Deviant behavior of students triggered by social patterns and the environment of students in everyday life. Inappropriate social interactions currently affect students' personal development. The purpose of this study is to determine and analyze the impact of social interactions on deviant behavior of students at SMP Negeri 2 Bokat and the forms of efforts that have been made by the school in overcoming deviant behavior of students. This study uses a qualitative approach because it aims to determine the impact of social interactions on deviant behavior of students at SMP Negeri 2 Bokat. The data source in this study is the results of interviews that will be conducted by researchers with Informants or Resource Persons from SMP Negeri 2 Bokat. Based on the results of the study, it was found that socializing has an impact on deviant behavior of students at SMP Negeri 2 Bokat. As found that many students who engage in deviant behavior at school are mostly the result of the socializing they do, both at home and in the community. The condition of students at SMP Negeri 2 Bokat often bullies, skips school and misbehaves to the point that some damage school facilities. This is mostly caused by what they get from their socializing. In terms of efforts that have been implemented by the school in overcoming deviant behavior of students, at SMP Negeri 2 Bokat, it was found that the efforts that have been implemented by the school include several implementation efforts, including through regulations, learning processes in class and also communication with parents and giving sanctions as a deterrent effect to students.  
The Effectiveness of Priority Prolegnas in the Development of Quality Law in Indonesia Satria, Eko; Mozin, Nopiana; Nur, Al Hiday
Jambura Journal Civic Education Vol 5, No 1 (2025): Vol.5 No.1 Mei 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jacedu.v5i1.32264

Abstract

This study aims to evaluate the extent to which the National Legislation Program (Prolegnas) Priority is able to achieve the legislative formation targets in terms of both quantity and quality for the period 2015 to 2029. As a planning instrument for national legislation, Prolegnas is expected to serve as a foundation for creating a legal system that is harmonious, effective, and responsive to the needs of society. However, in practice, the implementation of Prolegnas often falls short of expectations. This research employs a normative legal method with statutory and conceptual approaches, and the data are analyzed using a descriptive qualitative technique. The data sources include official Prolegnas documents, legislative performance reports, and relevant academic studies. The findings indicate that the success rate of the Priority Prolegnas in recent legislative periods has ranged only between 13% and 20% of the established targets. This reflects a discrepancy between planning and legislative realization. Several key inhibiting factors include sectoral egos among legislative and executive institutions, low public participation in the legislative process, weak synchronization and harmonization of regulations, and a lack of post-enactment evaluation of legislation. The study concludes that there is a pressing need for more realistic and measurable legislative planning, stronger public engagement, and improved legal substance quality. Prolegnas should not only focus on the quantity of legislation but also prioritize the quality of regulations in order to produce fair, relevant, and effective laws that respond to the dynamic needs of society.
Tinjauan Yuridis Terhadap Tindak Pidana Penipuan Berkedok Kelulusan Tes CPNS: Legal Review of Criminal Acts of Fraud Under the Guise of Passing the National Civil Service Candidate Test Yulianis Safrinadiya Rahman; Stelvia Wemly Noya; Nopiana Mozin; Ummi Kalsum
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 4: April 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i4.7301

Abstract

Kasus penipuan yang mengatasnamakan kelulusan dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) semakin sering terjadi seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap profesi sebagai aparatur sipil negara. Pelaku umumnya memanfaatkan kondisi psikologis korban dengan menawarkan kelulusan instan melalui bantuan "orang dalam", yang disertai permintaan sejumlah uang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara yuridis tindak pidana penipuan tersebut berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. Melalui pendekatan normatif, penelitian ini mengkaji unsur-unsur hukum dalam delik penipuan menurut KUHP, menganalisis sejumlah putusan pengadilan terkait, serta mengevaluasi perlindungan hukum bagi korban. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun metode pelaku beragam, tindakannya tetap memenuhi unsur tindak pidana penipuan sebagaimana tercantum dalam Pasal 378 KUHP. Perlindungan terhadap korban masih menghadapi hambatan, terutama dalam aspek pembuktian serta rendahnya kesadaran hukum di kalangan masyarakat.
Membangun Kesadaran Hukum Bagi Siswa di SMA Negeri 4 Gorontalo Mozin, Nopiana; Lukum, Roni; Ongomai, Sa’ban S.
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 3 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i3.1627

Abstract

Indonesia, as a state governed by law, upholds the supremacy of law, equality before the law, and fair law enforcement as its fundamental pillars. However, legal awareness among teenagers, particularly high school students, remains relatively low, as evidenced by the prevalence of bullying, sexual harassment, and traffic violations. This community service activity aimed to enhance students’ legal awareness through a collaborative program involving lecturers and undergraduate students of the Civic Education Study Program at Universitas Negeri Gorontalo, conducted at SMA Negeri 4 Gorontalo and attended by 30 eleventh-grade students. The method employed was a participatory approach, which included interactive legal socialization, group discussions, case simulations, and reflection activities, with evaluation carried out through pre-tests and post-tests. The results showed a significant increase in legal understanding, a decline in deviant behavioral tendencies, and improved student participation in legal issue discussions. The integration of experiential learning with the active involvement of students as equal facilitators created a more egalitarian and contextual legal learning atmosphere for high school students. Experience-based legal education proved effective in instilling legal awareness at the cognitive, affective, and psychomotor levels. Therefore, fostering legal awareness from an early age through participatory methods can serve as a foundation for shaping law-abiding and integrity-driven youth, while also contributing to the realization of a just and orderly society. The continuity of such programs is highly recommended to ensure the consistent internalization of legal values.ABSTRAKIndonesia sebagai negara hukum menempatkan supremasi hukum, kesetaraan di hadapan hukum, dan penegakan hukum yang adil sebagai pilar utamanya. Namun, kesadaran hukum di kalangan remaja, khususnya siswa SMA, masih tergolong rendah, sebagaimana terlihat dari tingginya kasus bullying, pelecehan seksual, hingga pelanggaran lalu lintas. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum siswa melalui program kolaboratif dosen dan mahasiswa Prodi S1 PPKn Universitas Negeri Gorontalo yang dilaksanakan di SMA Negeri 4 Gorontalo dan diikuti oleh 30 siswa kelas XI. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif, meliputi sosialisasi interaktif, diskusi kelompok, simulasi kasus, dan refleksi, dengan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman hukum, penurunan kecenderungan terhadap perilaku menyimpang, serta meningkatnya partisipasi aktif siswa dalam diskusi terkait isu-isu hukum. Integrasi pendekatan experiential learning dengan keterlibatan aktif mahasiswa sebagai fasilitator sejajar, yang menciptakan suasana pembelajaran hukum yang lebih egaliter dan kontekstual bagi siswa. Pendidikan hukum berbasis pengalaman langsung terbukti efektif dalam menanamkan kesadaran hukum secara kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dengan demikian, pembinaan kesadaran hukum sejak dini melalui pendekatan partisipatif dapat menjadi fondasi membentuk generasi muda yang taat hukum dan berintegritas, sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat yang adil dan tertib. Keberlanjutan program serupa sangat dianjurkan guna memastikan internalisasi nilai-nilai hukum secara konsisten.
Co-Authors Agustinus Moonti Al Hamid, Saleh Albar Balfaqih Djafara Andi Wahyuddin Nur Anna Veronica Pont Arif Paria Musta Aris mawanti Puputo Ariyanto Nggilu Asmun W Wantu Ayik Christina Efata Bela Syafitri Husain Buheli, Wahyudin Christina Bagenda Daud, Karim Deny Djafar, Lucyane Dotutinggi, Sandri J Eko Budi Sariyono Eko Satria Fadhlillah, Muhammad Rizqi Faradina Mokodongan Fauzia Rahma P. Amay Firmansyah Efendi Imelda, Yunita Iswan Harun Iwan Rasiwan Jamaludin Jamaludin Jasmin Noho Johannes Triestanto Juhari Kalijunjung Hasibuan Karolus Charlaes Bego Kasuma, Moh. Randi S. Klaudia I. Marhum, Novia LDjaafar, Lucyane Lucyane Djaafar Lucyane Djafaar Ludfia A. Supu Mahmud, Ramli Maisara Sunge Makkah HM Manopo, Sri Yolanda Mbuinga, Yudha Meirin Inaku Miranda Nihe Nabil Tanango Najamudin Najamudin Ngiu, Zulaecha Nining Suningra Nur Ismi Pulogu Nur, AL hiday Nurliska Y. Hentu Ongomai, Sa’ban S. Pakaya, Gustiranda Pangestu, Ilham Aji Rahman, Riski Rahmola, Aldi Rasid Yunus, Rasid Rauf A. Hatu Rendi R Toma Riadi Asra Rahmad Rio Monoarfa Risha Ibrahim Risha Safitri Ibrahimr Roni Lukum Rusli, Puput Riana Samuji Sandi Yoga Pradana Sastro M Wantu Sastro M. Wantu Sastro M. Wantu Siti Hardianti Siti Indra Monoarfa Sri Rahayu Lestari Pade Stelvia Wemly Noya Sukarman Kamuli Susetyo, Danny Trisno Syarianti S. Kaco Thorik, Achmad Udin Hamim Umar Rahman Verawati Arnol Wahyudin Mahmud Waluyo, Dadi Yasmirah Mandasari Saragih Yuli Adhani Yulianis Safrinadiya Rahman Yusni Pakaya Yusuf, Yurinda Zulkarnain S