Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Kepercayaan Terhadap Loyalitas Konsumen Aplikasi Go-Jek Kategori Go-Ride (Studi Kasus Mahasiswa Aktif Di Kota Palembang) Azzahra, Mia; Hilda, Hilda; Aryanti
Lentera Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): LENTERA JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Lentera Ilmu Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bukti empiris pengaruh kualitas pelayanan terhadap Loyalitas konsumen, menganalisa adanya pengaruh kepercayaan terhadap loyalitas konsumen gojek kategori goride pada mahasiswa aktif di kota palembang. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsumen aplikasi Gojek khususnya kategori goride. Sample yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 100 responden. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling, yakni sampel di mana kriteria pemilihan didasarkan pada karakteristik tertentu. Dalam purposive sampling, peneliti memiliki alasan khusus dalam menentukan sampel yang akan diambil. Responden adalah pengguna Go-Jek yang telah menggunakan Go-Jek minimal empat kali dalam satu tahun terakhir. Metode analisis yang digunakan adalah metode perhitungan statistik, Model penelitian menggunakan Analisis Structural Equation Modelling (SEM) PLS. Hasil penelitian menemukan bahwa 1) Kualitas pelayanan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan pada aplikasi Gojek kategori GoRide. Yang artinya semakin baik kualitas pelayanan yang diberikan oleh driver gojek terhadap pelanggan, semakin tinggi pula Tingkat loyalitas yang dirasakan. 2) Kepercayaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan pada aplikasi Gojek kategori GoRide. Yang artinya Semakin tinggi tingkat kepercayaan pelanggan terhadap driver Gojek, semakin tinggi pula tingkat Loyalitas yang dirasakan.
Implementasi dan Perbandingan Performa Algoritma Fuzzy Tsukamoto dan Mamdani pada Sistem Exhaust Fan Berbasis IoT Nadia Putri; Lindawati; Aryanti
Tech-E Vol. 8 No. 1 (2024): TECH-E (Technology Electronic)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi-Universitas Buddhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31253/te.v8i1.3169

Abstract

Dalam produksi kerupuk, proses penggorengan sering menghasilkan asap dan panas berlebih yang dapat berdampak buruk pada kesehatan pekerja. Asap dapur mengandung senyawa berbahaya seperti sulfur oksida, nitrogen dioksida, dan karbon monoksida. Diperlukan kipas pembuangan untuk mengeluarkan asap dan menstabilkan suhu, namun kontrol manual kurang efektif. Sistem kontrol otomatis, termasuk mikrokontroler, set points, PID, dan logika fuzzy, telah dikembangkan. Kontrol berbasis fuzzy dianggap paling baik untuk beradaptasi dengan kondisi lingkungan. Penelitian ini mengevaluasi perbedaan antara metode fuzzy Mamdani dan fuzzy Tsukamoto dalam mengontrol kipas pembuangan. Pengujian dilakukan dengan 100 titik data selama 5 kali percobaan untuk masing-masing metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode logika fuzzy Tsukamoto mencapai akurasi lebih baik yaitu 99,35%, dibandingkan dengan logika fuzzy Mamdani yang hanya mencapai 95,45%. Oleh karena itu, sistem kontrol kipas pembuangan lebih efektif menggunakan metode logika fuzzy Tsukamoto. Metode fuzzy Tsukamoto memberikan respon yang lebih cepat dan tepat dalam menyesuaikan kecepatan kipas terhadap perubahan kondisi asap dan suhu di dapur. Hal ini dikarenakan metode Tsukamoto mampu menangani perubahan input yang lebih kompleks dan menghasilkan output yang lebih halus. Di sisi lain, metode fuzzy Mamdani memiliki kelebihan dalam hal kesederhanaan dan kemudahan implementasi, namun kurang responsif terhadap perubahan kondisi yang cepat.
Penyuluhan Kesehatan Tentang Pola Hidup Sehat Pada Lansia Di Puskesmas Martapura Oku Timur Rahma, Melia; Fatrin, Tiara; Sari, Yona; Aryanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Anak Bangsa Vol. 1 No. 2 (2024): JUPENGMAS UNABA
Publisher : Biro Riset, Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jpm.v1i2.129

Abstract

Pola hidup sehat adalah suatu infestasi jangka panjang dalam menjaga beberapa hal supaya sanggup mendukung fungsi tubuh, sehingga berdampak baik bagi kesehatan. Penerapan pola hidup sehat juga menjadi hal yang sangat penting terutama di usia lanjut. Tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu untuk memberikan edukasi kepada lansia tentang pola hidup sehat sehingga dapat meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup lansia. Metode pengabdian masyarakat ini dengan pendekatan edukatif kepada lansia di wilayah kerja Puskesmas Martapura OKU Timur Dalam penyuluhan ini terbagi menjadi 3 tahap yaitu pretest, penyuluhan inti dan post test. Hasil dari pengabdian masyarakat ini dari hasil pretest yang dilakukan didapatkan bahwa ada 7 responden (70 %) memiliki pengetahuan yang kurang tentang pola hidup sehat sedangkan dan ada 3 responden (30 %) yang memiliki pengetahuan baik. Setelah dilakukan penyuluhan maka diberikan quesioner posttest pada lansia didapatkan peningkatan pemahaman responden terhadap pola hidup sehat pada lansia. Kesimpulan bahwa adanya peningkatan pengetahuan lansia tentang pola hidup sehat setelah dilakukan edukasi penyuluhan kesehatan.
Ketertarikan Peserta Didik Terhadap Materi Pendidikan Agama Islam Di Kelas Iv Sd Kertawinangun Iv Desa Kertawinangun Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu Aryanti; Ridwan, Mohammad
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 1 No. 01 (2020): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.891 KB) | DOI: 10.59141/jist.v1i01.9

Abstract

Keberadaan materi pendidikan agama Islam yang diajarkan sekolah harus sangat kompleks dan menyeluruh, karena pendidikan agama islam merupakan mata pelajaran yang dapat membentuk akhlak siswa.  Materi pendidikan agama Islam juga memiliki berbagai macam keunikan yang dapat disenangi oleh siswa seperti materi sejarah nabi dan rasul yang menceritakan tentang kisah dan perjuangan nabi dalam menyebarkan agama islam ataupun materi lainnya. Adapun tujuan penelitian ini adalah 1. Untuk mengetahui materi-materi Pendidikan Agama Islam yang menarik peserta didik untuk dipelajari. 2. Untuk mengetahui alasan peserta didik tertarik pada materi Pendidikan Agama Islam. 3. Untuk mengetahui langkah-langkah yang dapat menarik peserta didik kelas IV SD Kertawinangun IV mempelajari materi Pendidikan Agama Islam. Dalam penyusunan karya ilmiah ini menggunakan penelitian kuantitatif. Untuk memperoleh data yang valid, penulis menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut : 1. Observasi 2. angket dan 3. Dokumentasi. Dan untuk menghitung korelasinya penulis gunakan korelasi product moment. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa 1. Ketertarikan peserta didik terhadap materi PAI di nilai sangat tinggi yang dibuktikan dengan perolehan rata-rata hasil angket sebesar 86,44. 2. Nilai pada materi PAI di pandang baik karena perolehan rata-ratanya di dapat 79,12. 3. adanya ketertarikan peserta didik terhadap materi pendidikan agama islam di kelas IV SD Kertawinangun IV Desa Kertawinangun Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu yang dibuktikan dengan perolehan nilai yang didapat penulis sebesar 0,64. Setelah melaksanakan penelitian di kelas IV SD Kertawinangun IV Desa Kertawinangun Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu.
The Upaya Pemberdayaan Potensi UMKM di Desa Batu Ampar Melalui Pengenalan dan Seminar Literasi Keuangan Aryanti; Aziza Riski Amanda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59963/2023.v1i2/315/5/juramas

Abstract

This research is a form of community service carried out together with the activities of Real Work Lecture students at Raden Fatah State Islamic University, Palembang, which aims to introduce the concept of financial literacy to micro and medium enterprises in Batu Ampar Village, Sirah Pulau Padang District, Ogan Komering Ilir Regency. This research was carried out on February 23, 2024 at the Batu Ampar Village Hall Office. Financial literacy is a basic need for every economic actor. In the era of globalization and modern economic complexity, the ability to understand, manage and make good financial decisions is crucial. So, understanding of financial literacy needs to be improved in building a financially intelligent society at every level. This research uses qualitative methods, namely observation and discussion with small and medium enterprises in Batu Ampar Village. The results of observations and discussions that have been carried out show that public understanding of financial literacy is still quite minimal. This is a problem that must be considered considering the importance of knowledge about good financial planning as an effort to maintain the financial welfare of individuals and society.
HUBUNGAN PERILAKU DENGAN KEJADIAN FLOUR ALBUS (KEPUTIHAN) PADA REMAJA DI SMKN 2 TALAWI Mahyunidar; Ustifina Hasanah; Aryanti
EVIDANCE BASSED JOURNAL Publikasi Vol. 3 | Edisi 3 | Desember 2022
Publisher : Media LPPM Sehati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71283/ebj.v3i3.130

Abstract

Keputihan atau flour albus adalah cairan yang keluar dari vagina yang berwarna putih encer atau kental tidak berupa darah.Salah satu penyebab keputihan adalah pengaruh estrogen yang meningkat pada saat menarche dan ada peningkatan produksi kelenjar-kelenjar pada mulut rahim saat ovulasi ( Sibagariang.2010 ). Kasus PMS khususnya Khamidia terjadi sekitar 6,2% pada remaja usia 15-24 tahun ( Sri astute Hartitah ). Penyebab keputihan 70% karena jamur dan parasite seperti cacing kremi atau protozoa ( Trichomonas). Jadi defenisi penelitian ini adalah bersifat deskriptif yaitu peneliti Hubungan Prilaku Remaja Dengan Penatalaksanaan Flour Albus (Keputihan) Pada Remaja di SMK N 2 talawi tahun 2021 dengan menggunakan metode kuesioner yang diisi responden. Kuesioner tersebut merupakan daftar yang berisi pertanyaan yang akan diamati setelah responden memberikan jawaban dengan memberikan tanda (X) sesuai dengan pilihan a,b dan c. Analisa Bivariat adalah Analisa yang dilakukan terhadap dua variabel yang diduga berhubungan atau kolerasi yang biasanya menggunakan uji statistik (Chi Square, Z test, T Ttest) yang mana jika nilai p>0.05 maka ada hubungannya antara variabel independent dan variabel devendent dan jika nilai p<0.05 maka tidak ada hubungan antara variabel indevendent dan variabel devendent. (Notoadmojo, 2018). Dari hasil uji squere sikap terhadap prilaku dimana nilai P value adalah 0,047 < 0,05. Dan hasil uji squere tindakan terhadap prilaku nilai P value adalah 0,047 < 0,05. Maka hasil dari uji squere adalah Ha diterima dan Ho ditolak, yang mana mamiliki arti bahwa ada hubungan prilaku reamaja dengan penatalaksanaan flour albus (Keputihan) di SMK N 2 talawi. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu adanya hubungan prilaku remaja dengan penatalaksanaan flour albus (Keputihan) di SMK N 2 talawi. Kata Kunci : Prilaku Remaja, Flour Albus (Keputihan)
Hubungan Perilaku Dengan Kejadian Flour Albus ( Keputihan ) Pada Remaja DiSMKN 2 Talawi Mahyunidar; Ustifina Hasanah; Aryanti
EVIDANCE BASSED JOURNAL Publikasi Vol. 4 | Edisi 3 | Desember 2023
Publisher : Media LPPM Sehati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71283/ebj.v4i3.151

Abstract

Keputihan atau flour albus adalah cairan yang keluar dari vagina yangberwarna putih encer atau kental tidak berupa darah.Salah satu penyebabkeputihan adalah pengaruh estrogen yang meningkat pada saat menarche danada peningkatan produksi kelenjar-kelenjar pada mulut rahim saat ovulasi (Sibagariang.2010 ). Kasus PMS khususnya Khamidia terjadi sekitar 6,2% padaremaja usia 15-24 tahun ( Sri astute Hartitah ). Penyebab keputihan 70% karenajamur dan parasite seperti cacing kremi atau protozoa ( Trichomonas). Jadidefenisi penelitian ini adalah bersifat deskriptif yaitu peneliti Hubungan PrilakuRemaja Dengan Penatalaksanaan Flour Albus (Keputihan) Pada Remaja di SMKN 2 talawi tahun 2021 dengan menggunakan metode kuesioner yang diisiresponden. Kuesioner tersebut merupakan daftar yang berisi pertanyaan yangakan diamati setelah responden memberikan jawaban dengan memberikantanda (X) sesuai dengan pilihan a,b dan c. Analisa Bivariat adalah Analisa yangdilakukan terhadap dua variabel yang diduga berhubungan atau kolerasi yangbiasanya menggunakan uji statistik (Chi Square, Z test, T Ttest) yang mana jikanilai p>0.05 maka ada hubungannya antara variabel independent dan variabeldevendent dan jika nilai p<0.05 maka tidak ada hubungan antara variabelindevendent dan variabel devendent. (Notoadmojo, 2018). Dari hasil uji squeresikap terhadap prilaku dimana nilai P value adalah 0,047 < 0,05. Dan hasil ujisquere tindakan terhadap prilaku nilai P value adalah 0,047 < 0,05. Maka hasildari uji squere adalah Ha diterima dan Ho ditolak, yang mana mamiliki arti bahwaada hubungan prilaku reamaja dengan penatalaksanaan flour albus (Keputihan)di SMK N 2 talawi. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu adanya hubungan prilakuremaja dengan penatalaksanaan flour albus (Keputihan) di SMK N 2 talawi.Kata Kunci : Prilaku Remaja, Flour Albus (Keputihan)
Pedagogical Development of Peace Values: Innovative Solutions to Overcome Bullying in the School Environment Agnesh Prima Destiany; Pupun Nuryani; Aryanti
Proceeding of International Conference on Education, Language, Literacies, and Literary Studies (ICONELS) Vol. 1 No. 1 (2024): Bridging Borders: Education, Language, Literature, and Culture on SDGs Awarenes
Publisher : Nexus Publishing NXP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63011/pnp.v1i2.18

Abstract

This article aims at pedagogy as a science and approach to developing guidance for students, in discovering the value of peace, as a solution to overcoming the problem of bullying in the current school environment. Therefore, seeing the urgency of the importance of the value of peace, it must be processed by creating a positive learning environment, so that it can overcome the level of bullying. In other words, being able to shape future generations, related to peace and respecting human dignity holistically. Through the implementation of programs that promote the values ​​of peace, it is hoped that educational institutions can create a safer and more supportive learning environment for students. Emphasis on developing pedagogy to foster the value of peace as an innovative solution in overcoming bullying in the school environment is important in strengthening efforts to prevent and handle bullying in schools. The approach used in this research is a descriptive qualitative approach using a literature review method and field studies using observation, interviews and documentation study techniques.
Ice Breaking in Building a Learning Environment Active and Collaborative at Nur Syafi'il Ummah Vocational School Ratnawati; Pupun Nuryani; Aryanti
Proceeding of International Conference on Education, Language, Literacies, and Literary Studies (ICONELS) Vol. 1 No. 1 (2024): Bridging Borders: Education, Language, Literature, and Culture on SDGs Awarenes
Publisher : Nexus Publishing NXP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63011/pnp.v1i2.19

Abstract

An active and collaborative learning environment has been proven to have benefits in increasing student motivation, participation and engagement. This article aims to analyze the use of ice breaking in building an active and collaborative learning environment. The approach used in writing this article is a descriptive qualitative approach using literature study methods through journals, scientific articles and book sources. Data analysis techniques involve data reduction, data visualization and inference steps. The results of this research on ice breaking show that ice breaking is effective in building an active and collaborative learning environment. In the studies and research reviewed, ice breaking has been proven to reduce students' initial anxiety and tension, create a relaxed atmosphere in the classroom, and increase communication and student involvement in the learning process.