Claim Missing Document
Check
Articles

Pengenalan Ekonomi Berbasis Digital Yang Bermoral Pada Siswa TPQ Mesjid Nurul Ihsan Alai Timur Padang Deni Amelia; Vivi Puspita Sari; Fitri Firdalius
JURNAL PENELITIAN SISTEM INFORMASI (JPSI) Vol. 2 No. 3 (2024): Agustus : JURNAL PENELITIAN SISTEM INFORMASI
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jpsi.v2i3.2176

Abstract

Technological progress is currently felt to be increasingly rapid, we can feel that progress in the field of technology is greatly influencing our daily lives. The digital economy is a form of technological development that is currently being enjoyed by various groups, including children, teenagers and adults. This digital economy is an economic activity carried out with the help of digital technology. One form of digital economic technology is the internet, Android-based cellphones/applications. Since Covid-19 happened, it has forced everyone to use gadgets to carry out all their activities, especially children from elementary school to university level, as well as TPQ children at the Nurul Ihsan Mosque when carrying out learning activities, they have to use gadgets to be able to carry out activities. from their respective homes with the aim of not gathering in one place (mosque). The use of digital economic technology is able to influence them, such as in the games and applications available. Basically, the use of this technology still has to be supervised by parents, but not all parents can monitor their children's use of this item so that even in our daily lives, the use of digital economic technology can influence the attitudes and ethics of children and teenagers.
Tinjauan Fiqih Muamalah terhadap Barang Jaminan dalam Jual Beli Kredit Versi Toko Masri-M Syariah Cabang Batusangkar Indra, Novalia; Sari, Vivi Puspita; Rahmawati, Elmi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i3.2727

Abstract

Pokok permasalahan dalam jurnal ini adalah Bagaimana Jaminan dalam Transaksi Jual Beli Kredit Versi Toko Masri-M Syariah Cabang Batusangkar. Tujuan pembahasan ini untuk mengetahui dan menjelaskan transaksi jual beli kredit versi toko Masri-M Syariah Cabang Batusangkar, bagaimana proses barang jaminan dalam transaksi jual beli kredit versi toko Masri-M Syariah Cabang Batusangkar, dan untuk mengetahui bagaimana tinjauanfiqihmuamalahterhadap jaminan dalam transaksi jual beli tersebut. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian lapangan (Field Research), untuk mendapatkan data-data dari permasalahan yang diteliti. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah melalui wawancara dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan secara deskriptif kualitatif, kemudian diuraikan serta malakukan klasifikasi terhadap aspek masalah tertentu dan memaparkan melalui kalimat yang efektif. Dari penelitian yang penulis lakukan di lapangan dapat disimpulkan bahwatransaksi jual beli kredit dengan adanya jaminan yaitu barang yang diperjualbelikan pada toko Masri-M Syariah mirip dengan akad gadai, namun tidak bisa dikatakan gadai karena ada rukun dan syarat gadai yang tidak terpenuhi, transaksi jual beli kredit ini merupakan suatu kegiatan tolong menolong yaitu tolong menolong yang bersifat jual beli. Jaminan akan diambil dan dijual kembali oleh pihak toko Masri-M Syariah apabila pembeli tidak mampu untuk melunasi kewajibannya, hal ini dilakukan setelah diberikan peringatan sebanyak tiga kali, hasil dari penjualan akan dijadikan sebagai pelunasan kewajiban pembeli yang tidak terbayarkan, jika hasil penjualan melebihi kewajiban pembeli maka kelebihan tersebut akan dikembalikan kepada pembeli. Menjadikan objek jual beli sebagai jaminan dalam transaksi jual beli kredit pada toko Masri-M Syariah boleh dilakukan karena transaksi yang dilakukan berdasarkan keridhaan kedua belah pihak dan tidak adanya dalil yang mengharamkan terhadap transaksi tersebut, untuk jaminan yang diambil kembali oleh pihak toko Masri-M Syariah karena pembeli tidak mampu untuk membayar kewajibannya maka uang selama pembeli mencicil dapat dijadikan sebagai uang sewa karena pembeli telah mendapatkan manfaat selama pembeli mengkredit barang tersebut.
Edukasi Dampak Penggunaan Gadget Terhadap Etika Pelajar Rumah Asuh Yayasan Bening Nurani Padang Sari, Vivi Puspita; Amelia, Deni; Firdalius, Fitri
Pengabdian Masyarakat Sumber Daya Unggul Vol. 1 No. 4 (2023): Volume 1 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/pmsdu.v1i4.313

Abstract

Dewasa ini, teknologi informasi dirasakan semakin canggih, kemajuan-kemajuan dibidang ini bisa kita rasakan sangat signifikan sekali apalagi dalam kehidupan sehari-hari. Gadget salah satu bentuk teknologi yang saat ini sangat dinikmati oleh berbagai kalangan baik anak-anak, remaja dan dewasa. Salah satu bentuk gadget ini adalah handphone, sejak terjadi covid-19 yang lalu memaksa setiap orang untuk menggunakan gadget dalam melaksanakan semua aktivitasnya. Khususnya dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi, saat melaksanakan aktifitas pembelajaran mereka dipaksa untuk menggunakan gadget tersebut agar bisa melaksanakan aktifitas tersebut dari rumah masing-masing dengan tujuan untuk tidak berkumpul. Berlalunya covid -19 ini terlihat bahwa penggunaan gadget dirasakan memberikan efek positif dan negatif bagi kalangan pelajar dan mahasiswa sesuai bagaimana cara menggunakannya, dimana kita bisa melihat dengan mata kita sendiri mereka terlihat sangat bergantung dengan benda ini dan mereka masih setia dengan gadget yang mereka miliki. Penggunaan gadget ini mampu mempengaruhi mereka seperti dalam permainan games dan aplikasi-aplikasi yang tersedia, pada dasarnya penggunaan gadget ini masih harus dalam pengawasan orang tua, namun tidak semua orang tua bisa memantau anak mereka dalam menggunakan barang ini sehingga dalam kehidupan kita sehari-haripun penggunaan gadget mampu mempengaruhi sikap dan etika anak-anak dan remaja tersebut
The Management of Education Operational Grant and Its Effects on School Development Lubis, Reniwati; Irfana, Tungga Buana; Purwatiningsih, Sri; Nisak, Sayida Khoiratun; Sari, Vivi Puspita
Academy of Education Journal Vol. 15 No. 2 (2024): Academy of Education Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47200/aoej.v15i2.2432

Abstract

This study aims to describe how BOS funds can improve educational quality in Indonesia, with a particular focus on developing facilities and infrastructure in schools to enhance student learning. To achieve these objectives, a literature review research method was employed, namely the study of the concepts and theories used based on the available literature. The results of the literature review demonstrate that the optimal implementation of the eight education standards through BOS funding is conducive to realizing the advancement and enhancement of educational quality in academic institutions. The improvement of educational quality in schools must include the development of the eight standards, and the operationalization of these standards is contingent upon financial resources. This study also examined how schools utilize government assistance funds, including their allocation for the fulfillment of these needs. Thus, BOS funds have a pivotal, strategic, and contributory role in the seamless and efficacious implementation and enhancement of educational quality.
Reformasi Regulasi Indonesia terhadap Penguasaan Tanah dalam Kawasan Hutan A.P, Aulia Oktarizka Vivi Puspita Sari; Suhadi, Suhadi
Jurnal Kajian Konstitusi Vol 4 No 1 (2024): JURNAL KAJIAN KONSTITUSI
Publisher : Department of Constitutional Law, Faculty of Law, University of Jember, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/j.kk.v4i1.48691

Abstract

Kebijakan pemerintah dalam menanganai penataan ulang kepemilikan, penguasaan, pemanfaatan, dan penggunaan tanah yaitu reforma agraria. Reforma agraria terdiri atas asset reform dan access reform, dan dalam proses pelaksanaannya mengalami perkembangan kebijakan yang meliputi 3 (tiga) periode, yaitu periode orde lama, periode orde baru, dan periode reformasi. Reforma Agraria diharapkan bisa mencakup tujuan sebagai berikut: (a) Menyediakan kepastian tenurial bagi masyarakat yang tanahnya berada dalam konflik agraria, (b) mengidentifikasi subyek penerima dan obyek tanah-tanah yang akan diatur kembali hubungan kepemilikannya, (c) mengatasi kesenjangan penguasaan tanah dengan meredistribusikan; dan (d) melegalisasikan TORA secara kelompok maupun perorangan menjadi milik rakyat, (e) mengentaskan kemiskinan dengan perbaikan tata guna tanah dan membentuk kekuatan-kekuatan produktif baru, (f) memastikan tersedianya dukungan kelembagaan di pemerintah pusat dan daerah, dan memampukan desa untuk mengatur penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah, sumber daya alam, dan wilayah kelola desanya. Penelitian ini tujukan untuk pertama, menganalisis apa yang menjadi landasan yuridis penguasaan tanah dalam kawasan hutan. dan kedua, mendeskripsikan bagaimana kebijakan Pemerintah sebagai upaya reformasi regulasi terhadap penyelesaian penguasaan tanah dalam kawasan hutan. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan konseptual dan hukum. Hasil penelitian terhadap penguasaan tanah dalam kawasan hutan diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 88 Tahun 2017 tentang Tata Cara Penyelesaian Penguasan Dalam Kawasan Hutan dan Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2018 tentang Reforma Agraria. Kebijakan Pemerintah sebagai upaya reformasi regulasi terhadap penguasaan tanah dalam kawasan hutan terdiri atas 3 (tiga) periode yaitu, periode orde baru melalui distribusi tanah, periode orde lama melalui metode transmigrasi, dan periode reformasi melalui pembaharuan regulasi hukum terkait reforma agraria.Kata Kunci: Kawasan Hutan; Penguasaan Tanah; Reforma Agraria.
Pelatihan Penyusunan Business Plan Bagi UMKM Kota Padang Dika, Riri Putri; Sari, Vivi Puspita; Medina, Pinta
Jurnal Pengabdian Masyarakat Dharma Andalas Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Dharma Andalas
Publisher : LPPM Universitas Dharma Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpmda.v3i2.1810

Abstract

Entrepreneurship is one way for someone to work towards a career for their future life, besides that entrepreneurship also helps the government's task in reducing unemployment growth in this country. Opening a business or business is something that requires sincerity and maturity of steps. One form of sincerity that needs to be shown by someone who is an entrepreneur is to make a business plan. But unfortunately not everyone understands how to make a good and correct business plan. comprehensive understanding and able to influence a well-designed business and can form MSMEs to clarify the vision and mission, identify strengths, weaknesses, opportunities, and threats (SWOT analysis), develop strategies to utilize strengths, reduce weaknesses, take advantage of opportunities, and overcome threats (SWOT analysis), allocate resources effectively and efficiently, monitor progress and adjust strategies as Understanding the best strategies and practices of planning in entrepreneurship can provide significant benefits for MSMEs in the era of globalization. The involvement of human resources who understand the field makes the preparation of a business plan that is made only based on needs not a mature plan. To stay relevant and competitive with fellow MSMEs, it is important to think about a strategic and solid business plan, this is a management tool used to manage the current situation and project future conditions. A business plan is very important in guiding MSME business owners towards success.
The needs to develop a positive student discipline model through the assessment of the project for strengthening the student’s profile of Pancasila Desniwati, Desniwati; Sari, Vivi Puspita; Fitria, Riana Agus
Research in Education and Technology (REGY) Vol. 3 No. 1 (2024): Research in Education and Technology (REGY)
Publisher : PT The Collaboration UVW

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62590/regy.v3i1.105

Abstract

It is important to develop positive discipline through assessment of the project for strengthening the student’s profile of Pancasila (P5) so that students can form their character indirectly. The values of the P5, namely 1) have faith, be devoted to God Almighty, and have a noble character, 2) be independent, 3) work together, 4) global diversity, 5) critical reasoning, and 6) creative. This research aimed to describe developing a positive discipline model by assessing the project to strengthen the P5. The development of this positive discipline was through an assessment of the project to strengthen the P5 among students, especially phase E students at SMAN 1 Pulau Punjung so that they can form positive character. The research method was carried out using non-associative quantitative analysis with a sample of 73 students from a population of 268. Based on the needs analysis distributed through a questionnaire, it can be concluded that the development of a positive discipline model was needed according to the interest indicator reaching 90% in the very high category. Meanwhile, the needs indicator reached 89% in the high category.
Interrogating the Legal Foundations of Digital Transformation: Balancing Economic Growth and Social Welfare in the Era of Disruption Anggono, Bayu Dwi; Wahanisa, Rofi; Sari A.P, Aulia Oktarizka Vivi Puspita; Adiyatma, Septhian Eka
Volksgeist: Jurnal Ilmu Hukum dan Konstitusi Vol. 8 Issue 1 (2025) Volksgeist: Jurnal Ilmu Hukum Dan Konstitusi
Publisher : Faculty of Sharia, Universitas Islam Negeri (UIN) Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digital transformation has emerged as a crucial component of Indonesia’s national development strategy, recognized for its capacity to stimulate economic growth, enhance public services, and improve social welfare. However, the current approach tends to be technocratic, often overlooking vital legal, institutional, and justice-related issues. This study critically assesses examine the adequacy and coherence of Indonesia’s legal and institutional frameworks governing digital transformation to promote inclusive economic growth and social welfare. It identifies regulatory and institutional gaps and recommends strategic reforms for equitable digital governance. Employing a socio-legal methodology that merges doctrinal legal analysis with interdisciplinary insights from political science, economics, and sociology, this research evaluates key legal instruments and institutional practices, alongside global best practices, to determine Indonesia’s readiness for digital transformation. The findings indicate that Indonesia’s progress is hampered by fragmented and reactive legal frameworks, notable regulatory gaps—particularly in data protection and labor rights within the gig economy—and weak institutional coordination. These issues lead to policy inconsistencies, implementation delays, and the exacerbation of existing inequalities. To address these challenges, this study advocates for a systemic reconfiguration of digital governance grounded in democratic principles and inclusive participation. It proposes six strategic pillars: infrastructure, digital human capital, business climate and cybersecurity, research and innovation, funding and investment, and robust legal-regulatory frameworks, to ensure a just and sustainable digital transition.
Pancasila dalam Budaya Lokal : Tantangan dari Implementasi Nilai – Nilai Pancasila dalam Adat Istiadat Nagari Pauh Kota Padang Sari, Vivi Puspita; Indra, Novalia; Medina, Pinta
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.29492

Abstract

Pancasila adalah ideologi atau dasar Negara Republik Indonesia yang menjadi dasar-dasar hidup bernegara bagi setiap warga Negara Indonesia agar menjadi warga negara yang baik (good citizen). Undang-undang tentang Otonomi Daerah UU No. 32 Tahun 2004 yang dilaksanakan oleh pemerintah kepada daerah atau dengan kata lain daerah diberi keleluasaan untuk mengurus sendiri urusan pemerintahannya. Dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila tersebut terdapat keyakinan bahwasanya nagari tersebut dapat menghasilkan kehidupan yang harmonis, adil dan sejahtera. Filosofi tentang “Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah: ini kemudian dicantumkan ke dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2022 tentang Provinsi Sumatera Barat pada Pasal 5 huruf c. Daerah Sumatra Barat dikenal sebagai daerah yang memiliki kebudayaan yang kuat. Dikenal dengan filsafat “alam takambang jadikan guru”. Berdasarkan penjelasan diatas peneliti ingin mendeskripsikan bagaimana implementasi dan tantangan nilai-nilai Pancasila dalam adat istiadat nagari Pauah Kota Padang. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Implementasi nilai-nilai Pancasila dalam adat istiadat masyarakat Pauah Kota Padang pada sila pertama ketuhanan yang maha esa adalah Adat Minangkabau di Nagari Pauh menunjukkan integrasi nilai religius dengan adat melalui pelaksanaan upacara adat seperti Batagak Pangulu. Implementasi sila kedua kemanusiaan yang adil dan beradab terlihat pada Masyarakat Nagari Pauh yang memiliki mekanisme penyelesaian konflik yang adil melalui musyawarah adat. Implementasi dari sila ke tiga persatuan Indonesia dapat dilihat dari tradisi perantauan masyarakat Minang menjadi simbol kuat persatuan dalam keberagaman. Filosofi "Dima Bumi Dipijak, Disinan Langik Dijunjuang" menunjukkan bagaimana masyarakat Nagari Pauh tetap menghormati budaya lokal di perantauan tanpa melupakan akar budaya mereka. Implementasi sila keempat kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan dapat pada keputusan penting di Nagari Pauh, seperti pengelolaan tanah ulayat, diambil melalui musyawarah adat. Implementasi sila kelima keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dapat dilihat dari Sistem pewarisan matrilineal di Nagari Pauh menjadi cerminan keadilan sosial. Perempuan diberikan tanggung jawab utama dalam mengelola harta pusaka tinggi untuk menjaga keseimbangan keluarga. Hal ini menunjukkan penghormatan terhadap peran perempuan dalam masyarakat Minangkabau. Tantangan dalam implementasi nilai-nilai Pancasila di Nagari Pauh dapat dilihat dari bahwa masyarakat Nagari Pauh masih rendah akan pemahaman dan kesadaran akan eratnya kaitan Pancasila dengan nilai-nilai kehidupan atau masih fokus pada isu-isu lokal. Kurangnya pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan nagari dapat berdampak pada berbagai aspek, termasuk penurunan kualitas hidup, konflik sosial, dan disintegrasi bangsa. masyarakat masih pragmatis dalam menjalankan kehidupan sehari-hari yaitu malas untuk berproses namun menginginkan hasil yang baik dan berkualitas.
Sosialisasi Penerapan Paradigma Pancasila Kegiatan Ekonomi Digital Bagi Gen Z di SMP Pembangunan UNP Deni Amelia; Vivi Puspita Sari; Fitri Firdalius
Jurnal Imiah Pengabdian Pada Masyarakat (JIPM) Vol 2 No 4 (2025): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pancasila merupakan sebuah sistem nilai paling tinggi dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pancasila dijadikan sebagai dasar utama dalam segala bentuk kehidupan masyarakat di Indonesia. Bagi bangsa Indonesia, Pancasila tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 alinea IV dan diperuntukkan sebagai dasar negara. Pada era globalisasi sekarang ini sangat penting bagi kita semua khusunya generasi muda bangsa menjadikan Pancasila sebagai filterisasi dalam memilah dan menilai serta menyaring perubahan ataupun pengaruh yang masuk dalam bangsa Indonesia. Di era digital saat ini, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Teknologi memungkinkan informasi disebarluaskan dengan cepat dan luas, namun hal ini juga membuka pintu bagi penyebaran informasi yang tidak benar. Efek dari globalisasi dan peningkatan pergaulan hidup, perdagangan internasional, hukum internasional atau peraturan-peraturan asing ikut tertuang dalam perundang-undangan nasional seperti kejahatan komputer, pasar modal dan sebagainya. Implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kegiatan ekonomi sebagai pembangunan ekonomi nasional yang juga merupakan tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Implementasi nilai-nilai Pancasila dibidang ekonomi era globalisasi lebih didasarkan pada nilai-nilai moral. Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam ekonomi digital bagi Gen-Z sangat relevan terutama untuk menyeimbangkan dampak positif dan negatif dari teknologi digital. Pancasila dapat dijadikan sebagai fondasi etika digital, membantu Gen Z dalam memilah informasi, menjaga interaksi positif di media sosial dan menghindari dampak negatif sepeti hoaks dan cyberbullying. Dengan menginternalisasi dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila tersebut maka Gen-Z dapat memanfaatkan kemajuan teknologi untuk membangun bangsa yang lebih maju, adil dan sejahtera. Gen- Z memainkan peran kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui adopsi dan inovasi digital. Salah satu temuannya adalah dari pola konsumsi. Gen-Z cenderung lebih memilih belanja online melalui platform e-commerce dari pada belanja di toko fisik. Pentingnya membumikan nilai-nilai Pancasila bagi Gen-z agar mereka tidak mudah terpengaruh oleh budaya luar yang dapat meruntuhkan moralitas dan agar meraka juga dapat menjaga nilai-nilai moral yang terkandung dalam Pancasila. Gen- Z sangat mempengaruhi perekonomian, selain tingkat pendapatan Gen-z juga dapat mengalami peningkatan terbesar dalam pengeluaran.