Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberian Terapi Akupresur sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Tidur pada Wanita Menopouse di Puskesmas Wates Tahun 2025 Hikmah Ifayanti; Anissa Syafitri Almufaridin; Hellen Febriyanti; Maulia Isnaini; Inggit Primadevi; Nurheti; Leni Winarni; Purnamasari; Rapih Mijayanti; Riyanti; Yana Novita; Anindyra Pertiwi; Citra Afrina; Eka Yuni Setiawati
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i2.4477

Abstract

The decline in estrogen hormone during menopause causes decreased sleep quality. Sleep quality affects physical and psychological health which can reduce the quality of life of menopausal women. This study aims to prove that acupressure therapy can improve sleep quality and estrogen hormone in menopausal women. The study design was Quasi-experimental, using an existing group. The total sample of 20 respondents, 6 of whom experienced insomnia, was selected using the Consecutive Sampling technique. The intervention group was given acupressure therapy at HT 7, PC 6, and GV 20 points six times for one month. Sleep quality was measured using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire and estrogen levels were measured using the ELISA method. Data analysis used Paired Sample Test, Independent T-Test. Data analysis showed changes in the mean score of sleep quality and estrogen levels in the intervention group after being given acupressure therapy intervention. The results of this study showed differences in the mean score of sleep quality and estrogen levels before and after being given acupressure. The conclusion of this study is that acupressure therapy at HT 7, PC 6, and GV 20 points can improve sleep quality and estrogen levels in menopausal women. This study implies that acupressure therapy interventions can be implemented as part of midwifery care for menopausal women. ABSTRAK Penurunan hormon estrogen pada masa menopause menyebabkan kualitas tidur menurun. Kualitas tidur berpengaruh terhadap kesehatan fisik dan psikologi yang dapat menurunkan kualitas hidup menopause. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membuktikan pemberian terapi akupresur dapat meningkatkan kualitas tidur dan hormon estrogen pada wanita menopause. Desain pengabdian kepada masyarakat ini adalah Quasi experiment yaitu dengan menggunakan satu kelompok dengan Pre test dan Post Test. Jumlah sampel sebanyak 20 responden 6 diantaranya mengalami insomia, dipilih menggunakan teknik Consecutive Sampling. Kelompok intervensi diberikan terapi akupresur titik HT 7, PC 6, dan GV 20 sebanyak 6 kali selama 1 bulan. Kualitas tidur diukur dengan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan kadar estrogen diukur dengan metode ELISA. Analisis data menggunakan Paired Sampel Test, Independent T-Test dengan pre test dan post test.. Analisis data menunjukkan adanya perubahan rerata skor kualitas tidur dan kadar estrogen pada kelompok intervensi setelah diberikan intervensi terapi akupresur. Hasil dari penelitian ini terdapat perbedaan rerata skor kualitas tidur dan skor kadar estrogen sebelum dan sesudah diberikan akupresur. Simpulan dari penelitian in adalah Terapi akupresur pada titik HT 7, PC 6 dan GV 20 dapat menigkatkan kualitas tidur dan hormon estrogen pada wanita menopause. Pengabdian masyarakat ini mengimplikasikan bahwa intervensi terapi akupresur dapat diterapkan sebagai bagian dari asuhan kebidanan pada wanita menopause.  
PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN JAHE MERAH TERHADAP NYERI HAID PADA REMAJA PUTRI DI SMP N SATAP 1 PAGAR DEWA KABUPATEN LAMPUNG BARAT Rohani, Siti; Aisah, Siti; Nurrosidha, Yossy; Indah, Komalasari; Primadevi, Inggit
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 3 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v14i3.2994

Abstract

Nyeri haid atau menstruasi yang menimbulkan nyeri merupakan salah satu masalah ginekologi yang paling umum dialami wanita dari berbagai tingkat usia. Dampak yang diakibatkan oleh nyeri haid yaitu fisik yang lemah, kurang gerak dan stres. Data SMPN SATAP I jumlah remaja putri sebanyak 56 dan yang mengalami nyeri sebanyak 20 responden. Terapi herbal dapat dilakukan dengan cara menggunakan obat tradisional yang berasal dari bahan-bahan tanaman salah satu tanaman mengurangi rasa nyeri yaitu jehe merah, jahe merah mengandung zat yang berkhasiat untuk menghilangkan rasa nyeri saat menstruasi. Tujuan penelitian ini diketahui pengaruh pemberian jahe merah terhadap penurunan nyeri haid pada remaja putri di SMP N Satap 1 Pagar Dewa Kabupaten Lampung Barat.Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian pra eksperimen terhadap pendekatan penelitian one group pretes and post test group design. Populasi penelitian ini adalah remaja putri yang mengalami nyeri haid dengan sampel yang digunakan sebanyak 20 remaja putri menggunakan teknik total sampling. Penelitian telah dilakukan di SMP N Satap 1 Pagar Dewa Kabupaten Lampung Barat pada bulan Agustus 2024. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Analisis secara univariat dan bivariat (uji paired sample t-test). Hasil penelitian ini diketahui rata-rata nyeri haid pada remaja sebelum diberikan jahe merah adalah 4,60 (nyeri sedang) dan sesudah diberikan jahe merah adalah 2,85 (nyeri ringan). Ada pengaruh pemberian seduhan jahe merah terhadap nyeri haid pada remaja putri di SMP N Satap 1 Pagar Dewa Kabupaten Lampung Barat (p-value = 0,000). Saran diharapkan bagi sekolah dapat memberikan edukasi tentang pentingnya pemberian seduhan jahe merah dalam pengurangan nyeri nyeri haid pada remaja.Kata Kunci: Jahe merah, nyeri nyeri haid, remaja
Pengaruh Pemberian Edukasi Kesehatan Terhadap Pengetahuan Untuk Mempersiapkan Masa Pubertas Pada Anak Di Sd Negeri 2 Gunung Tiga Lampung Timur Okta Shelvia; Wulan Dari; Komalasari Komalasari; Inggit Primadevi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3657

Abstract

Masa pubertas merupakan periode perkembangan penting dalam kehidupan seorang anak, ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang signifikan. Permasalahan yang paling utama adalah rendahnya pengetahuan kesehatan reproduksi remaja. Dengan adanya persoalan kesehatan reproduksi tersebut, maka pemberian informasi, layanan dan pendidikan kesehatan reproduksi menjadi sangat penting. Permasalahan yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi karena kurangnya informasi dan pemahaman. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui adakah Pengaruh Pemberian Edukasi Kesehatan Terhadap Pengetahuan Untuk Mempersiapkan Masa Pubertas Pada Anak di SD Negeri 2 Gunung Tiga Lampung Timur Tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperiment one group Pre-test – Post-test.  Sampel dalam penelitian ini adalah siswa-siswi Kelas V dan VI yang berjumlah 45 orang, dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan tentang Masa pubertas, dianalisis menggunakan  uji statistik paired T-Test karena data berdistribusi normal. Hasil penelitian di dapatkan rata-rata sebelum pemberian edukasi minimum 27, maximum 43 mean 34.53 dan std deviation 3.935 dan Sesudah pemberian edukasi minimum 36, maximum 51 mean 41.44 dan std deviation 3.159. Uji statistik  menunjukan p-value 0,000 <0.05 yang berarti ada pengaruh pemberian edukasi  kesehatan terhadap pengetahuan. Saran untuk Sd Negeri 2 Gunung Tiga diharapkan dapat menjadikan media leafleat sebagai edukasi rutin di sekolah untuk meningkatkan pemahaman dan mempersiapkan masa pubertas.
Hubungan Perilaku Konsumsi Makanan Cepat Saji Dan Tingkat Stress Terhadap Kejadian Nyeri Haid (Dismenorhea) Pada Remaja Putri Di Mts Negeri I Pesawaran Tiyas Amalia; Ani Kristianingsih; Inggit Primadevi; Rini Wahyuni
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7285

Abstract

Berbagai masalah yang lazim terjadi pada masa remaja diantaranya Dismenorhea. Nyeri Haid (Dismenorhea) disebut juga kram menstruasi atau nyeri menstruasi. Menurut WHO (World Health Organization) Rata-rata insidensi terjadinya Nyeri Haid (Dismenorhea) pada wanita muda antara 16,8–81%. Di Indonesia prevalensi angka Nyeri Haid (Dismenorhea) sebesar 64,25%. Di MTS Negeri I Pesawaran diketahui pada tahun 2024 dikethaui 25% remaja yang mengeluh nyeri haid. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui Hubungan Perilaku Konsumsi Makanan Cepat Saji Dan Tingkat Stress Terhadap Kejadian Nyeri Haid (Dismenorhea) Pada Remaja Putri Di MTS Negeri I Pesawaran. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 85 ibu dengan sampel sebanyak 41 responden. Teknik sampling menggunakan Purposive Sampling. Analisi penelitian ini menggunakan uji Gamma. Perilaku konsumsi makanan cepat saji dengan kategori sering sebanyak 21 (51.2%), tingkat Stres ringan sebanyak 22 (53.7%), responden yang mengalami. Nyeri Haid (Dismenorhea) sebanyak 29 (70.7%). Hasil uji ststistic Nilai P Value 0,000 < nilai α (0,05) yang artinya ada Hubungan Tingkat Stress Terhadap Kejadian Nyeri Haid (Dismenorhea) Pada Remaja Putri Di MTS Negeri I Pesawaran dengan hasil (P 0.000) namum tidak ada Hubungan Tingkat Stress Terhadap Kejadian Nyeri Haid (Dismenorhea) Pada Remaja Putri Di MTS Negeri I Pesawaran (P 0.698). Diharapkan pada remaja untuk mengurangi konsumsi makanan cepat saji untuk menurunkan resiko kejadian Nyeri Haid (Dismenorhea).
Pengaruh Pijat Oksitosin pada Ibu Nifas untuk Meningkatkan Produksi ASI Vina Sutratul Putri; Riona Sanjaya; Komalasari Komalasari; Inggit Primadevi
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jka.v9i1.699

Abstract

The smooth production of breast milk is a major factor in the success of exclusive breastfeeding. According to an Indonesian survey, 38% of moms quit nursing because their breast milk production was insufficient. The fifth to sixth costae bones are massaged along the vertebrae of the spine during an oxytocin massage. The purpose of oxytocin massage is to keep the mother comfortable, promote the release of the hormone oxytocin, and sustain the production of breast milk. This research objective was to determine the effect of oxytocin massage on breast milk production in postpartum mothers at the Jadimulyo Village Health Post. The research type is quantitative with a quasi-experimental design with a nonequivalent control group design. The population of this study were postpartum mothers at the Jadimulyo Village Health Post whose breast milk production was low in August. The sample consisted of 20 people with details of 10 people in the experimental group and 10 people in the control group. The sampling technique was consecutive sampling. This study was conducted at the Jadimulyo Village Health Post of Sekampung Sub-District East Lampung. The experimental group was given oxytocin massage for five days in the morning and evening. While the control group was given breast care. Data collection used observation sheets, and analysis used the Man Whitney test. The study results showed that there was an effect of oxytocin massage on postpartum mothers to increase breast milk production at the Jadimulyo Village Health Post of Sekampung Sub-District, East Lampung in 2024 with a p-value = 0.000. Suggestions for health workers to socialize the oxytocin massage technique. So, mothers and families can apply it at home.
Effect of educational videos on preconception nutrition on knowledge and attitudes among premarital women Komalasari Komalasari; Siska Ayunani; Yetty Dwi Fara; Inggit Primadevi
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 9 (2025): December Edition
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i9.2088

Abstract

Background: Women of reproductive age are a group that requires special attention regarding health and nutritional status during the preconception period, as nutritional conditions prior to pregnancy play a crucial role in determining maternal and infant health outcomes. Data from Pardasuka Health Center in 2024 recorded 487 pregnant women, of whom 79 (16.2%) experienced chronic energy deficiency (CED) and 37 (7.6%) had anemia. Furthermore, of the total 116 pregnant women with CED and anemia in 2024, 14 (12.1%) delivered low birth weight (LBW) infants and 14 (12.1%) delivered stunted infants. Nutritional interventions and preconception education delivered through digital media have been shown to be effective in improving knowledge and attitudes related to reproductive health and nutrition. Purpose: to determine the effect of educational videos on preconception nutrition on the knowledge and attitudes of premarital women. Method: The study employed a quasi-experimental design using a one-group pretest–posttest approach. The study population consisted of prospective brides, with a sample of 20 respondents selected through consecutive sampling. The statistical analysis used in this study was the McNemar test. Results: The results showed that educational videos on preconception nutrition had a significant effect on the knowledge of premarital women in the working area of the UPTD Pardasuka Health Center in 2025 (p-value = 0.031; p < 0.05). Conclusion: The educational videos also had a significant effect on the attitudes of premarital women in the same area (p-value = 0.008; p < 0.05). Suggestion: It is expected that premarital women utilize digital media to obtain continuous health education and adopt healthy behaviors from an early stage.
Factors associated with the completeness of K6 antenatal care examinations among pregnant women Inggit Primadevi; Nur Alfi Fauziah; Septika Yani Veronica; Tri Lusi Setiowati
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 10 (2026): January Edition
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i10.2166

Abstract

Background: The Maternal Mortality Rate (MMR) in Pringsewu Regency increased from 16 per 100.000 live births in 2023 to 194 per 100,000 live births in 2024. One of the key efforts to reduce MMR is ensuring comprehensive Antenatal Care (ANC) visits, including the minimum standard of six visits (K6). However, the K6 coverage at Adiluwih Health Center in 2024 remained relatively low at 66.8%. Purpose: To identify the factors associated with the completeness of K6 examinations among pregnant women. Method: This research is a quantitative study with a cross-sectional approach. The population consisted of postpartum mothers at Adiluwih Health Center from January to April 2025, and the sample included 81 respondents, representing the total population. The data used were secondary data obtained from maternal and child health (MCH) books. The statistical test employed was the Chi-Square test. Results: The results showed that most respondents had good knowledge (48 respondents; 59.3%), a positive attitude (60 respondents; 74.1%), supportive family support (71 respondents; 87.7%), supportive health worker assistance (70 respondents; 86.4%), and complete K6 examinations (57 respondents; 70.4%). Conclusion: Statistical analysis indicated significant relationships between knowledge, attitude, family support, and health worker support and the completeness of K6 examinations among pregnant women (p-value < 0.05). Suggestion: is expected that pregnant women undergo at least six antenatal visits according to standards during pregnancy, with at least two of these visits conducted by a doctor during the first and third trimesters.
Pengaruh Pemberian Putih Telur Rebus Ayam Ras (Gallus Gallus Domesticus) Terhadap Penyembuhan Luka Perineum Pada Ibu Postpartum Di PMB Maya Sari Lampung Tengah Fariza Manda Sari; Esti Prajaningrum; Yunita Anggriani; Inggit Primadevi; Hellen Febriyanti
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 6: Oktober 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i6.6109

Abstract

Salah satu masalah pada masa nifas yang menimbulkan infeksi adalah luka perineum. Luka perineum merupakan luka pada bagian perineum karena adanya robekan pada jalan lahir baik karena ruptur maupun tindakan episiotomi saat melahirkan janin. Dampak dari keterlambatan penyembuhan luka perineum terjadinya infeksi pada angka kematian ibu, kondisi perineum yang terkena lochea dan lembab akan sangat menunjang perkembangan bakteri yang menyebabkan timbulnya infeksi pada perineum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian putih telur rebus ayam ras (Gallus Gallus Domesticus )terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu post partum. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan Quasy eksperiment dan pendekatan Two group posttest only design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas yang ada PMB Mayasari pada bulan Juni-Agustus 2024 dengan jumlah sampel ada 30 orang terbagi dalam dua kelompok yaitu 15 kelompok intervensi dan 15 kelompok kontrol dengan tehnik pengambilan acidental sampling. Analisa bivariat menggunakan uji mann-whitney. Hasil penelitian diperoleh nilai p-value 0,000< 0,05 maka Ha diterima artinya ada Ada pengaruh pemberian putih telur rebus ayam ras (Gallus Gallus Domesticus) terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu postpartum di PMB Maya Sari Lampung Tengah. Diharapkan pemberian putih telur rebus ayam ras dapat dijadikan sebagai terapi komplementer untuk mempercepat penyembuhan luka perineum pada Ibu postpartum.
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny. Sm, Ny. Sk, Ny. S di PMB Dewi Rianasari, S.Tr.Keb Dewi Rianasari; Yona Desni Sagita; Inggit Primadevi
Antigen : Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi Vol. 2 No. 2 (2024): Mei : Antigen: Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/antigen.v2i2.256

Abstract

Pregnancy, childbirth, childbirth, newborns and family planning (KB) are physiological conditions, but you must be careful if conditions occur that can threaten the life of the mother or fetus. This can be prevented by providing good services during pregnancy, childbirth, postpartum, newborns and family planning. The aim of this report is to improve the quality of services with continuous contact between patients and health workers, including monitoring the condition of pregnant women from the beginning of pregnancy to the delivery process, monitoring BBL for signs of infection, postnatal complications and facilitating for couples of childbearing age in the service. KB. In this report, the approach used is in the form of a case study, where the author collects data and describes the process of comprehensive midwifery care based on Continue Of Care for TM III pregnant women, maternity, postpartum, BBL, and family planning using the SOAP approach. The results of the report showed that there were no gaps in pregnancy, childbirth, postpartum period, BBL and family planning. With continuous monitoring of Mrs. SM, Mrs. SK and Mrs. S. The condition of the mother and baby was monitored well without any accompanying complications.
Co-Authors Aan Anisah Ade Tyas Mayasari Ani Kristianingsih Anindyra Pertiwi Anissa Syafitri Almufaridin Anita Dwimartya Arizka Ambarwati Arti, Widi Ashari, Yunita Atik Farokah Beniqna Maharani Besmaya Betaria Dewanti Citra Afrina Desi Ariani DESI KUMALA SARI Desi Kumalasari Dewi Pratiwi Dewi Rianasari Dewi, Dian Cynthia Diah Aprilia Safitri Dida Akhmad Gurnida Eddy Fadlyana Eka Yuni Setiawati elvia, elvia yulika safitri Emelya, Seska erna wati Esti Prajaningrum Esti Prajaningrum Eva Fatmaati Fara, Yetty Dwi Fariza Manda Sari Fariza Manda Sari Fauziah, Nur Alfi Feri Kameliawati Hellen Febrianti Hellen Febriyanti Hellen Febriyanti Hellen Febriyanti Hellen Febriyanti Hikmah Ifayanti Iis Tri Utami Iis Tri Utami Indah Safitri Indah, Komalasari Inggit Cahyani Ismiatun, Ismiatun Juwita Desri Ayu Kirana Candrasari Komalasari Komalasari Komalasari Komalasari Leni Winarni Lilis Ariani Linda Puspita LINDA PUSPITASARI - A11111054, LINDA PUSPITASARI Make, Jeanny Prilly Mareza Yolanda Umar Maryati Masnoni Maulia Isnaini Mayang Widiyanti Mayasari, Ade Tyas Melinda, Novia Meta Andriyani Nining Haryati Nopi Anggista Putri Nopi Anggista Putri, Nopi Anggista Nova Elok Mardliyana Nurhariyanti Nurheti Nurjanah Nurrosidha, Yossy Okta Mawarni Okta Shelvia Oktapiana, Putri Dian Pipit Yulia Puspita Prisiari Kusuma Wardani Psiari Kusuma Wardani Purnamasari Qurniasih, Nila Rahmi Dewi Rapih Mijayanti Rena Yulita, Aesti Retno Yuniarti Rika Agustina Rika Agustina Rike Indriani Riki Lutfhi Utari Rini Wahyuni Rini Wahyuni Riona Sanjaya riona, riona sanjaya Riska Hediya Putri Rita Wati Riyanti Rofiqoh, Lutfi Aini Rohar, Yusilia Rohmawati Rohmawati Rosbiatul adawiyah Sanjaya, Riona Septika Yani Veronica Siska Ayunani Siska Wulandari, Siska Siti Aisah Siti Rohani Siti Rohimah Siti Wasirah Sri Noviyanti Sukarni Sukarni Sulistiawati, Yuni Supartini Surmiasih Surmiasih Susanti, Riska Umi Tiyas Amalia Tri Lusi Setiowati Tri Rahayu Tria Agustina Trisnawati, Budi Trisnawati, Endang UAP, Farina UAP, Suindari Vina Sutratul Putri Wulan dari Wulan Dari Wulandari, Anna Dwi Yana Novita Yeni Astuti Yeti Yulistyawati Yety Dwifara Yona Desni Sagita Yuli Handayani Yulinda Hervilia Yunita Anggriani Yunita Anggriani yunita, yunita anggriani Zannah, Miftahul