Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

DETERMINAN KEJADIAN OSTEOPOROSIS PADA PASIEN DI RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO KOTA MAKASSAR Suryanti Tukiman; Andi Zulkifli; Ridwan Thaha
Jurnal Kesehatan Masyarakat Maritim Vol. 1 No. 1: Januari 2018
Publisher : Public Health Faculty, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jkmm.v1i1.8695

Abstract

Osteoporosis merupakan penyakit yang ditandai dengan rendahnya massa tulang dan memburuknya mikrostruktural jaringan tulang. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko osteoporosis pada pasien penderita osteoporosis di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo.Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik dengan rancangan studi kasus kontrol.Populasi adalah semua penderita osteoporosis di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo.Sampel sebanyak 122 orang yang terdiri atas 61 orang penderita osteoporosis sebagai kelompok kasus dan 61orang bukan penderita osteoporosis sebagai kelompok kontrol.Penarikan sampel dilakukan secara purposive sampling.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi.Data dianalisis menggunakan analisis risiko (odds Ratio) dan Pearson Chi Square untuk analisis bivariat, serta regresi logistik untuk analisis multivariate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berisiko terhadap osteoporosis adalah riwayat keluarga (OR:2,052; 95%CI:1,70-2,46; p:0,079), aktivitas fisik (OR:6,71; 95%CI:3,04-14,8; p:0,000), konsumsi makanan sumber kalsium (OR:5,497; 95%CI:2,44-12,35; p:0,000), dan konsumsi minuman bersoda (OR:2,997; 95%CI:1,194-7,520; p:0,016). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa aktivitas fisik (OR:4,370; 95%CI:1,856-10,288; p:0,001), konsumsi makanan sumber kalsium (OR:3,150; 95%CI:1,283-7,736; p:0,012), dan konsumsi minuman bersoda (OR:2,371; 95%CI:0,851-6,606; p:0,099) merupakan faktor risiko yang paling berkontribusi terhadap osteoporosis.
Hubungan Perilaku Ibu dengan Pemberian Mp-Asi Dini pada Bayi Usia 0-6 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Namrole Asih Dwi Astuti; Suryanti Tukiman; Epi Dusra
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 8 (2018): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik8hkn20

Abstract

Air susu ibu (ASI) mengandung semua zat gizi yang diperlukan bayi dalam enam bulan pertama setelah dilahirkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku ibu dengan pemberian MPASI dini pada bayi usia 0-6 bulan di wilayah kerja puskesmas Namrole tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional. Hasil analisis menunjukkanada hubungan antara pengetahuan ibu tetang MP-ASI dini dengan Pemberian MP-ASI dini (p= 0,002), ada hubungan Sikap Ibu tetang MP-ASI dini dengan Pemberian MP-ASI dini (0,017) dan ada hubungan Tindakan ibu tentang MP-ASI dini dengan Pemberian MP-ASI dini (0,039. Kesimpulan: ada hubungan antara pengetahuan, sikap dan tindakan ibu tentang MP-ASI dini dengan pemberian MP-ASI dini pada bayiu usia 0-6 bulan di wilayah kerja puskesmas perawatan namrole. Kata kunci: pengetahuan; sikap; tindakan; MP-ASI dini
Intensitas Penggunaan Gadget dan Pola Interakasi Sosial Anak Usia Dini di Dusun Waiselan Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat Suryanti Tukiman; Mega Yuniar Latuamury; Zulfikar Lating
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 9, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik9316

Abstract

Gadgets are media that allow a person to carry out a social interaction, especially for social contact and communicate easily. This study aims to determine the correlation between the intensity of using gadgets and the social interaction patterns of early childhood in Waiselang Hamlet, Kairatu District, West Seram Regency. This type of research was analytic with a cross-sectional design. The data were collected through filling out a questionnaire by the child's parents. The results showed a significant correlation between the intensity of gadget use and early childhood social interaction patterns (p-value = 0.037) with a correlation coefficient of 0.354. Keywords: early childhood; gadgets; intensity of use; social interaction patterns ABSTRAK Gadget merupakan media yang memungkinkan seseorang untuk melakukan sebuah interaksi sosial, khususnya untuk kontak sosial maupun berkomunikasi secara mudah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara intensita penggunaan gadget dengan pola interaksi sosial anak usia dini di Dusun Waiselang, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner oleh orang tua anak. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi yang signifikan antara intensitas penggunaan gadget dan pola interaksi sosial anak usia dini (p-value = 0,037) dengan koefisien korelasi 0,354. Kata kunci: anak usia dini; gadget; intensitas penggunaan; pola interaksi sosial
Pengaruh Pendidikan Kesehatan tentang Upaya Pencegahan Hipertensi terhadap Pengetahuan Penderita Hipertensi di Desa Iha Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Iha Kabupaten Seram Bagian Barat Suryanti Tukiman; La Rakhmat Wabula; Idham Soamole; M. Yasir Payapo
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Ibu
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik7ibu24

Abstract

Hipertensi dapat menyebabkan kerusakan permanen pada organ-organ vital tubuh. Pada hipertensi berat, biasanya muncul tanda dan gejala seperti pusing, mual, muntah, penglihatan kabur, dan mengantuk. Maka dengan tanda dan gejala tersebut penderita hipertensi perlu penanganan yang tepat. Pendidikan kesehatan merupakan upaya atau kegiatan yang menciptakan perilaku masyarakat yang kondusif bagi kesehatan serta menambah wawasan pengetahuan tentang upaya pencegahan hipertensi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen semu dengan one group pretest posttest, analisis dengan uji statistik berupa Wilcoson Test. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket pengetahuan yang diberikan kepada responden sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan. Sebagian besar responden berusia 56-65 tahun, dan sebagian besar berpendidikan sekolah dasar. Setelah pre-test pengetahuan responden sudah baik, hanya 2 orang, 9 orang memiliki pengetahuan cukup dan 19 orang kurang. Pada saat dilakukan penyuluhan pengetahuan responden meningkat dengan pengetahuan baik sebanyak 23 orang dan hanya 7 orang. Hasil uji wilcoxon menunjukkan bahwa nilai pengetahuan (p = 0,000)
Gambaran Kualitas Layanan dan Citra Tentang Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Tomalehu Maryam Lihi; Suryanti Tukiman; Abdul Topan Samallo
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 5, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.525 KB) | DOI: 10.33846/ghs5104

Abstract

Pelayanan kesehatan adalah setiap upaya yang diselenggarakan sendiri atau secara bersama-sama dalam suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan, keluarga, kelompok dan atupun masyarakat. Kepuasan pasien merupakan indikator utama keberhasilan (Hafid, 2014). Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kualitas layanan dan citra tentang kepusaan pasien rawat jalan di Puskesmas Tomalehu tahun 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Teknik pengambilan sampel adalah teknik simple random sampling, dengan jumlah sampelnya sebesar 158 responden. Hasil dalam penelitian ini ditemukan responden dengan kategori puas yaitu sebanyak 84 responden (53.2%), sedangkan untuk kategori tidak puas yaitu sebanyak 74 responden (46.8%), kategori responden berdasarkan kualitas layanan dengan kategori baik yaitu sebanyak 135 responden (85.4%), sedangkan untuk kategori kurang baik yaitu sebanyak 23 responden (14.6%), kategori responden berdasarkan citra dengan kategori baik yaitu sebanyak 80 responden (50.6%), sedangkan untuk kategori kurang baik yaitu sebanyak 78 responden (49.4%). Kesimpulannya kepuasan, kualitas layanan, dan citra Puskesmas yang ditemukan berdasarkan hasil penelitian hampir semua responden menjawab puas dan baik. Kata kunci: kepuasan; kualitas layanan; citra puskesmas
Hubungan Peran Kader Dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar Pada Bayi Usia 9 – 12 Bulan Di Posyandu Desa Wakasihu Yerry Soumokil; Suryanti Tukiman; Hindun Makatita
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Vol. 2 No. 1 (2024): Januari : Jurnal Imu Kesehatan dan Gizi
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikg.v2i1.2109

Abstract

The community's participation in various health development efforts can be seen, among other things, from Community Resource Health Efforts (UKBM) which are growing rapidly in the form of (Posyandu), (POD) and Health Funds. This study aims to determine the relationship between the role of cadres and the completeness of basic immunizations for babies aged 9 - 12 months at the Posyandu in Wakasihu Village. This type of research is non-experimental quantitative research with an analytical survey method, a cross sectional study approach. This research was conducted in Wakasihu village. A sample of 87 mothers of babies was taken using a total sampling technique. The research instruments were questionnaires and observation sheets, and the research results were analyzed using the chi-squer test. Most of the cadres' role in providing services is not good, namely 31 people (35.6%), most of the basic immunization requirements for babies aged 9 - 12 months at posyandu have not received complete immunization, 29 people (33.3%). The chisquere test results were obtained with a p value of 0.048. This means that H0 is rejected and Ha is accepted where there is a relationship between the role of cadres and the completeness of basic immunization for babies aged 9 - 12 months at the posyandu in Wakasihu Village. From the results obtained, the majority of mothers who have babies in Wakasihu village do not want to take their children to the posyandu because according to them the role of cadres is lacking, so for future researchers, please look again at the role of cadres during the posyandu.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Keluarga Dengan Upaya Pencegahan Malaria Di Unit Maranatha Desa Nolloth Suryanti Tukiman; Yerry Soumokil; Dominggus Sahetapy
Journal of Educational Innovation and Public Health Vol. 2 No. 1 (2024): Januari : Journal of Educational Innovation and Public Health
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/innovation.v2i1.2120

Abstract

. Introduction: Malaria is a disease caused by parasites (protozoa) of the genus Plasmodium which are transmitted by the bite of a female Anopheles mosquito. People with malaria typically experience flu-like initial symptoms, high fever, chills, and headache. This disease can attack all age groups. Symptoms of malaria will appear after 10 days to 4 weeks in the form of fever, headache, vomiting and chills. Prevention by vector control and preventing mosquito bites to humans needs to be done to break the chain of transmission. Purpose: in this study to determine the relationship between the level of family knowledge and efforts to prevent malaria in the Maranatha Unit, Nolloth Village, East Saparua District. Method: Using a Cross Sectional design. and a total sample of 65 respondents using an instrument in the form of a questionnaire. The analysis used was the chi-squaer test. Results: there is a relationship between the level of family knowledge and efforts to prevent malaria in the Marantha Unit in Zeroth Village (p-value = 0.000). Conclusion: there is a relationship between the level of family knowledge and efforts to prevent malaria in the Marantha Unit in Zeroth Village (p-value = 0.000).
Health Promotion Model untuk Meningkatkan Perilaku Pencegahan Penularan Tuberkulosis Rumakey, Ratna Sari; Tukiman, Suryanti
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk446

Abstract

Tuberculosis is an infectious disease of the top 10 causes of death in the world. The prevalence of pulmonary tuberculosis in Maluku Province is still high, so it must receive serious treatment. This study aims to determine the effectiveness of the health promotion model on behavior to prevent pulmonary tuberculosis transmission at the Hitu Health Center and Hila Health Center, Central Maluku. The design of this study was a non-randomized pretest-posttest with control group, which involved 15 respondents for each group, who were selected by purposive sampling technique. Health education with the health promotion model was carried out and then its impact was evaluated including: knowledge, attitudes and actions. The results showed that the p-value for each effect was: knowledge = 0.00, attitude = 0.01 and action = 0.00. It was concluded that health education based on the health promotion model was effective in increasing knowledge, attitudes and prevention of tuberculosis transmission.Keywords: pulmonary tuberculosis; health promotion models; knowledge; attitude; preventive measure ABSTRAK Tuberkulosis merupakan penyakit menular dari 10 penyakit teratas penyebab kematian di dunia. Prevalensi tuberkulosis paru di Provinsi Maluku masih tinggi, sehingga harus mendapatkan penanganan yang serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas health promotion model terhadap perilaku pencegahan penularan tuberkulosis paru di Puskesmas Hitu dan Puskesmas Hila, Maluku Tengah. Rancangan penelitian ini adalah non randomized pretest-posttest with control group, yang melibatkan 15 responden untuk masing-masing kelompok, yang dipilih dengan teknik purpossive sampling. Pendidikan kesehatan dengan health promotion model dilakukan lalu dievaluasi dampaknya meliputi: pengetahuan, sikap dan tindakan. Hasil penelitian menunjukkan nilai p untuk masing-masing dampak yaitu:  pengetahuan = 0,00, sikap = 0,01 dan tindakan = 0,00. Dismpulkan bahwa pendidikan kesehatan berbasis health promotion model efektif untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan pencegahan penularan tuberkulosis.Kata kunci: tuberkulosis paru; health promotion model; pengetahuan; sikap; tindakan pencegahan
Sosialisasi Enam Langkah Cuci Tangan Pada Anak Di SD Negeri 2 Kairatu Pada Masa Pandemi Covid-19 Suryanti Tukiman
Faedah : Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 1 No. 1 (2023): Februari : Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/faedah.v1i1.815

Abstract

Washing hands as often as possible and using the six steps for washing children's hands is one of the most important steps to prevent Covid-19 infection in children. Washing your hands with soap is much more effective at killing germs, bacteria and viruses compared to washing your hands using just water. Soap can easily destroy the Covid-19 lipid membrane, making the Covid-19 virus inactive. The aim of this activity is to increase knowledge among elementary school students, by socializing the six steps for washing hands among elementary school children during the Covid-19 pandemic at SD Negeri 2 Kairatu, Kairatu Village. The method for implementing this activity is in the form of health education about six-step hand washing, the benefits of hand washing, and a demonstration of six-step hand washing by grade 3 elementary school students at SD Negeri 2 Kairatu. The results of this community service activity were an increase in children's knowledge regarding the 6 (six) steps for correct hand washing.
Penyuluhan Tentang Covid -19 Dan Diabetes Mellitus Di Dusun Taeno Desa Rumah Tiga Abd. Rijali Lapodi; Herlien Sinay; Suryanti Tukiman
MENGABDI : Jurnal Hasil Kegiatan Bersama Masyarakat Vol. 1 No. 5 (2023): Oktober : MENGABDI : Jurnal Hasil Kegiatan Bersama Masyarakat
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/mengabdi.v1i5.276

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a metabolic disorder characterized by increased blood sugar levels due to insufficient insulin function. Patients with diabetes mellitus often experience other health problems such as obesity, heart disease and kidney disease which further exacerbate their health problems, especially if they are exposed to Covid 19 which can eventually lead to death. The need for information that strengthens and refreshes the knowledge possessed is urgently needed so that while living life during this pandemic, you can stay healthy. The method used in community service activities is carried out by counseling and discussion methods. This activity was carried out face-to-face, the total number of activity participants was 45 people, although initially it was targeted to be 100 people. The results of this activity, the people of Taeno Hamlet said that 80% felt very satisfied and 20% were satisfied with this counseling activity. These results were obtained through a questionnaire after this activity took place. This can be seen by the enthusiasm of the participants to ask about a healthy lifestyle. Patients with diabetes mellitus must have a healthy behavior and exercise diligently in order to maintain body stamina and follow the treatment that has been carried out so far. Counseling activities for patients with co-morbidities not only diabetes mellitus are urgently needed to provide information, strengthen understanding and provide updated information regarding how Covid 19 can affect patients, especially those with comorbidities.