Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

hubungan personal hygiene dengan kejadian dermatitis pada masyarakat dusun limboro kecamatan huamual kabupaten seram bagian barat Rimi, Elina; Dusra, Epi; Tukiman, Suryanti; Lihi, Maryam; Pawa, Ira Deseilla
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Media Informatika
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i2.5645

Abstract

Dermatitis adalah peradangan  non  inflamasi pada kulit yang bersifat akut, sub akut, atau  kronis dan di pengaruhi banyak faktor. Upaya kebersihan  diri mencakup  tentang kebersihan rambut, mata, telinga, gigi, mulut, kulit, kuku, serta kebersihan dalam berpakaian.  Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan personal hygiene dengan kejadian dermatitis pada masyarakat dusun limboro. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan desain penelitian observasional analitik cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 84. Uji statistik menggunakan  uji chi-square. Hasil penelitian ini didapatkan adanya  hubungan kebersihan kulit dengan kejadian dermatitis p-value (0,002), adanya hubungan  kebersihan  kuku dengan kejadian dermatitis p-value (0,001), adanya  hubungan kebersihan  pakaian dengan kejadian dermatitis p-value (0,006),  tidak ada hubungan  antara  kebersihan  rambut  dengan kejadian dermatitis p-value (0,778), tidak ada hubungan antara kebiasaan mandi dengan kejadian dermatitis p-value (0,203). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa secara statistik didapatkan adanya hubungan kebersihan kulit, kebersihan kuku, kebersihan  pakaian dengan kejadian dermatitis. Sedangkan untuk kebersihan rambut dan kebiasaan mandi secara statistik tidak memiliki hubungan dengan kejadian dermatitis.
Pengetahuan Ibu dan Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu Sebagai Determinan Utama Kejadian Stunting pada Balita Suryanti Tukiman; Herlien Sinay; Abd Rijali Lapodi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15406

Abstract

Stunting as a condition of growth failure in children is caused by multiple factors, both directly and indirectly. This study aimed to analyze the significance of maternal education level, maternal knowledge, exclusive breastfeeding, complementary feeding and family economic status as determinants of stunting incidence in Kelapa Dua Hamlet, Kairatu District, West Seram Regency. The research design used was cross-sectional. The sample size was 100 mothers and toddlers selected using probability sampling techniques. Data on independent variables were collected by filling out questionnaires, while the incidence of stunting was measured by examining height according to age. Correlation analysis was performed using the Chi-square test. The results showed a p value for each factor, namely maternal education level = 0.001), maternal knowledge = 0.000, exclusive breastfeeding = 0.001, complementary feeding = 0.000 and family economic status = 0.315. Furthermore, it was concluded that the determinants of stunting in toddlers in Kelapa Dua Hamlet, Kairatu District, West Seram Regency were maternal education, maternal knowledge, exclusive breastfeeding and complementary feeding of breast milk.Keywords: stunting; toddlers; determinants; maternal knowledge; complementary feeding of breast milk ABSTRAK Stunting sebagai kondisi gagal tumbuh pada anak disebabkan oleh multifaktor, baik secara langsung maupun tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis signifikansi tingkat pendidikan ibu, pengetahuan ibu, pemberian air susu ibu eksklusif, pemberian makanan pendamping air susu ibu dan status ekonomi keluarga sebagai determinan kejadian stunting di Dusun Kelapa Dua, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional. Ukuran sampel adalah 100 ibu dan balita yang dipilih dengan teknik probability sampling. Data tentang variabel-variabel bebas dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, sedangkan kejadian stunting diukur melalui pemeriksaan tinggi badan menurut umur. Analisis korelasi dilakukan dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan nilai p untuk masing-masing faktor yaitu tingkat pendidikan ibu = 0,001), pengetahuan ibu = 0,000, pemberian air susu ibu eksklusif = 0,001, pemberian makanan pendamping air susu ibu = 0,000 dan status ekonomi keluarga = 0,315. Selanjutnya disimpulkan bahwa determinan kejadian stunting pada balita di Dusun Kelapa Dua, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat adalah pendidikan ibu, pengetahuan ibu, pemberian air susu ibu eksklusif dan pemberian makanan pendamping air susu ibu.Kata kunci: stunting; balita; determinan; pengetahuan ibu; makanan pendamping air susu ibu
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kota Ambon Suryanti Tukiman; Ratna Sari Rumakey
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14nk314

Abstract

Dengue hemorrhagic fever is one of the most common tropical diseases affecting humans, which has become an international disease in recent decades. This study aimed to determine the factors that influence the incidence of dengue hemorrhagic fever in Ambon City. This research was an observational study with a cross-sectional design. The research was conducted in Ambon City from May to June 2022. This research involved 136 respondents who were determined using a total sampling technique. Data was collected by filling out a questionnaire, then analyzed descriptively in the form of frequencies and proportions, then continued with hypothesis testing using the Chi-square test. The results of the analysis showed the p-value for each factor of the incidence of dengue hemorrhagic fever, namely: knowledge = 0.021, habit of hanging clothes = 0.018, frequency of draining water reservoirs = 0.037, availability of water reservoir covers = 0.234 and house density = 0.562. It was concluded that the factors influencing the incidence of dengue hemorrhagic fever in Ambon City were lack of knowledge, the habit of hanging clothes and the lack of frequency of draining water reservoirs. It is hoped that the public will be more active in hygiene measures to avoid dengue hemorrhagic fever.Keywords: dengue hemorrhagic fever; knowledge; hanging clothes; draining water reservoirs ABSTRAK Demam berdarah dengue adalah salah satu penyakit tropis yang paling umum mempengaruhi manusia, yang telah menjadi penyakit berskala internasional dalam beberapa dekade terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian demam berdarah dengue di Kota Ambon. Penelitian ini merupakan studi observasional dengan rancangan cross-sectional. Penelitian dilakukan di Kota Ambon pada bulan Mei sampai Juni 2022. Penelitian ini melibatkan 136 responden yang ditentukan dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, selanjutnya dianalisis secara deskriptif berupa frekuensi dan proporsi, lalu dilanjutkan pengujian hipotesis menggunakan uji Chi-square. Hasil analisis menunjukkan nilai p untuk masing-masing faktor dari kejadian demam berdarah dengue yaitu: pengetahuan = 0,021, kebiasaan menggantung pakaian = 0,018, frekuensi pengurasan tempat penampungan air = 0,037, ketersediaan tutup tempat penampungan air = 0,234 dan kepadatan rumah = 0,562. Disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi kejadian demam berdarah dengue di Kota Ambon adalah kurangnya pengetahuan, kebiasaan menggantung pakaian dan kurangnya frekuensi pengurasan tempat penampungan air. Diharapkan agar masyarakat agar lebih giat dalam tindakan kebersihan agar terhindar dari demam berdarah dengue.Kata kunci: demam berdarah dengue; pengetahuan; menggantung pakaian; pengurasan tempat penampungan air
Pencegahan Hipertensi Melalui Penyuluhan dan Pemeriksaan Kesehatan Pada Masyarakat Pesisir Di Desa Wali Kecamatan Namrole Tukiman, Suryanti; Sinay, Herlien; Sugiarto, Edy; Waliulu, Syariefah H; Lapodi, Abd. Rijali; Hemilia, Hemilia
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v4i2.1647

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di Indonesia dan menjadi penyebab utama penyakit kardiovaskular. Masyarakat pesisir seperti di Desa Wali, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan, memiliki kerentanan tinggi terhadap hipertensi akibat keterbatasan akses layanan kesehatan, rendahnya pengetahuan, serta faktor sosial ekonomi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang hipertensi dan melakukan deteksi dini melalui penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan tekanan darah. Program dilaksanakan pada tanggal 28 Mei 2025 melalui kolaborasi antara dosen dan mahasiswa STIKes Maluku Husada bersama Puskesmas Pembantu Desa Wali. Kegiatan ini diikuti oleh 125 peserta dengan usia mayoritas di atas 40 tahun. Metode kegiatan terdiri dari tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pemeriksaan kesehatan dilakukan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan tentang gejala, faktor risiko, dan pencegahan hipertensi. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 58% peserta mengalami tekanan darah tinggi dan sebagian besar belum pernah melakukan pemeriksaan sebelumnya. Evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat dari rata-rata 58% menjadi 86%. Selain itu, 80% peserta menunjukkan perubahan perilaku dengan bersedia melakukan pemeriksaan rutin dan mengurangi konsumsi makanan tinggi garam. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan integratif berupa penyuluhan dan layanan kesehatan langsung kepada masyarakat efektif dalam meningkatkan kesadaran pengetahuan, serta motivasi dalam Upaya pencegahan hipertensi. Partisipasi tokoh masyarakat, pendekatan budaya lokal, dan distribusi media edukatif memperkuat dampak kegiatan. Diharapkan kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari strategi pengendalian penyakit tidak menular di wilayah pesisir.
Edukasi Kesehatan Mental Pada Kalangan Remaja di SMAN 26 Maluku Tengah Sinay, Herlien; Lapodi, Abd. Rijali; Tukiman, Suryanti
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 3 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi Mei- Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i3.3652

Abstract

Kesehatan mental mempunyai pengaruh terhadap fisik seseorang dan juga akan mengganggu produktivitas. Masyarakat cenderung memberi stigma negatif terhadap orang dengan gangguan mental atau jiwa. Masyarakat yang kurang paham akan tanda-tanda gangguan mental seperti depresi, yang mana depresi merupakan gangguan kesehatan mental yang paling sering ditemukan. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada siswa tentang kesehatan mental. Bahan dan metode yang digunakan dalam pengabdian kepada Masyarakat adalah Powerpoint dan spanduk. Metode yang digunakan adalah ceramah tanya jawab. Hasil dari Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ialah siswa-siswi SMAN 26 Maluku Tengah mengetahui tentang definisi kesehatan mental dan gangguan mental, gejala gangguan mental, penyebab gangguan mental dan upaya pencegahan gangguan mental. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah siswa-siswi SMAN 26 Maluku Tengah mengetahui tentang gangguan kesehatan mental.
Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba Bagi Peserta Didik SMP Negeri 72 Kabupaten Maluku Tengah Lapodi, Abd Rijali; Cahyawati, Sunik; Tukiman, Suryanti; Ardiansyah, Muhammad Fahmi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.3934

Abstract

Tujuan dari kegiatan sosialisasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 72 Kabupaten Maluku Tengah adalah agar peserta dapat memahami dampak dari penyalahgunaan narkoba, baik dampak secara fisik, psikis maupun sosial ekonomi. Kegiatan sosialisasi menggunakan metode partisipatif, ceramah dan diskusi. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan pada tanggal 22 Juli 2024 dengan jumlah peserta yang mengikuti kegiatan sosialisasi terdiri dari 55 orang peserta didik dan 10 orang guru yang berlokasi di aula SMP Negeri 72 Kabupaten Maluku Tengah. Untuk itu, melalui kegiatan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba ini mampu meningkatkan pemahaman peserta didik SMP Negeri 72 Kabupaten Maluku Tengah mengenai jenis-jenis narkotika, dampak dari penyalahgunaan narkoba dari aspek fisik, psikis, pendidikan, sosial dan ekonomi serta cara pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkoba dikalangan anak dan  remaja. Untuk itu, kegiatan sosialisasi ini dapat membentengi generasi muda sebagai generasi penerus bangsa khususnya peserta didik di SMP Negeri 72 Kabupaten Maluku Tengah dari bahaya penyalahgunaan narkoba.
Effectiveness of Lecture with Demonstration Method on Maternal Knowledge about Growth and Development of Toddlers Zubaeda; Suryanti Tukiman; Nilan
Viva Medika Vol 17 No 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Growth and development are indicators of life achieved by humans from conception to adulthood (Faizah, 2020). An important period in a child's growth and development is the toddler stage, as this phase forms the foundation that will influence and determine the child's future development (Ayunita, 2017). At the Kairatu Barat Community Health Center, there is a Posyandu (Integrated Service Post) called Diaspora. A survey revealed that health promotion staff there always use the lecture method, which makes mothers of toddlers feel bored and inattentive to the counseling. This study aims to determine the effect of counseling using lecture and demonstration methods on mothers' knowledge about the growth and development of toddlers aged 3-5 years. This quasi-experimental study used a "two group pretest-posttest" research design. The population comprised 26 mothers with toddlers aged 3-5 years, all of whom were used as the research sample. Data was collected using a questionnaire to measure knowledge levels. Analysis using the Wilcoxon test showed that counseling using lecture (p=0.010) and demonstration (p=0.001) methods influenced the increase in mothers' knowledge. Meanwhile, the Mann-Whitney test showed that the demonstration method was more effective in increasing mothers' knowledge about the growth and development of toddlers aged 3-5 years (p=0.000).
Edukasi Kesehatan Tentang Pentingnya Pencegahan Hipertensi Pada Usia Lanjut Di Wilayah Kerja Puskesmas Waihoka Kota Ambon Tunny, Rahma; Cahyawati, Sunik; Tukiman, Suryanti; Nurjana, Wa Ode
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v4i2.1809

Abstract

Penyakit hipertensi atau darah tinggi adalah kondisi ketika tekanan darah berada pada angka 140/90 mmHg atau lebih. Jika tidak segera di tangani, hipertensi bisa menyebabkan komplikasi serius, seperti gagal jantung, penyakit ginjal, hingga struk. Menurut World Health Organization (WHO) hampir setengah dari kasus serangan jantung dipicu oleh penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi. Sebagian besar tekanan darah tinggi terjadi pada generasi yang berusia lanjut (lansia) akibat terjadinya perubahan-perubahan secara fisiologi maupun patologi seiring dengan bertambahnya usia. Oleh sebab itu, sangat diperlukan untuk mencegah dan mempertahankan kualitas hidup para lansia agar terhindar dari penyakit hipertensi. Kasus hipertensi pada tahun 2023 di  puskesmas waihoka menenpati urutan nomor 2 setelah penyakit ISPA.  Penyuluhan hipertensi yang bertujuan untuk menambah pengetahuan masyarakat mengenai apa itu penyakit hipertensi dan bagaimana cara pencegahannya serta melakukan pemeriksaan tekanan darah pada lansia. Metode yang di gunakan dalam pengabdian masyrakat adalah dengan memberikan edukasi kesehatan mengenai pentingnya pencegahan hipertensi dan mengukur tekanan darah untuk deteksi dini hipertensi. Hasil dari edukasi yang diberikan adalah adanya peningkatan pengetahuan responden setelah diberikan edukasi.
Efektifitas Jenis Metode Penyuluhan Terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu Dalam Tumbuh Kembang Balita Usia 3-5 Tahun Di Posyandu Diaspora Tahun 2024 Abd Rijali Lapodi; Suryanti Tukiman
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): APRIL - MEI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuh kembang adalah semua aspek kemajuan yang dicapai manusia sejak konsep hingga dewasa (Faizah, 2020). Periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah masa balita. Karena pada masa ini pertumbuhan dasar yang akan memengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya (Ayunita, 2017). Di Puskesmas Kairatu Barat terdapat salah satu posyandu yaitu posyandu Diaspora. Dimana dari hasil survei diperoleh bahwa tenaga promosi kesehatan disana masih selalu menggunakan metode ceramah dan itu sangat membuat ibu balita merasa bosan dan tidak memperhatikan penyuluhan tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penyuluhan tumbuh kembang balita usia 3-5 tahun dengan metode ceramah dan demonstrasi terhadap peningkatan pengetahuan ibu. Jenis penelitian ini bersifat quasy eksperimental dengan rancangan “One group pretest posttest”. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita usia 3-5 tahun berjumlah 13 orang dan seluruhnya dijadikan sampel. Pengumpulan data diperoleh dari kuesioner pengetahuan. Hasil analisis bivariat menggunakan uji wilcoxon menunjukan ada pengaruh penyuluhan metode ceramah (p=0,010) dan metode demonstrasi (p=0,001) terhadap peningkatan pengetahuan dan hasil analisis uji Mann Whitney menunjukan metode demonstrasi lebih baik dalam meningkatkan pengetahuan yang ditandai dengan lebih tingginya rerata nilai demonstrasi yaitu sebesar 92,54>69,38 dengan nilai signifikansi (p=0,000) maka dapat disimpulkan bahwa metode demonstrasi lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang tumbuh kembang balita usia 3-5 tahun
Edukasi Dampak Ketergantungan Smartphone Terhadap Kesehatan Reproduksi Remaja di SMA Negeri 6 Maluku Tengah Zubaeda, Zubaeda; Tukiman, Suryanti; Amin, Runi Anggriani La; Astuti, Asih Dwi; Kasim, Nurhayati; Sari, Irma Ika
JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 6 (2025): JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jgen.v3i6.1298

Abstract

Kecenderungan penggunaan smartphone secara berlebihan di kalangan remaja semakin meningkat dan berpotensi menimbulkan berbagai risiko terhadap kesehatan fisik, mental, dan kesehatan reproduksi. Rendahnya pengetahuan remaja mengenai dampak penggunaan smartphone jangka panjang menjadi salah satu faktor penyebab perilaku penggunaan yang tidak bijak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SMA Negeri 6 Maluku Tengah dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai dampak ketergantungan smartphone terhadap kesehatan reproduksi remaja. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi interaktif, serta sesi tanya jawab. Materi disampaikan menggunakan media visual yang mendukung pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai risiko kesehatan, antara lain paparan panas dan radiasi non-ionisasi terhadap organ reproduksi, gangguan tidur, stres, penurunan fokus belajar, serta perubahan perilaku digital. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi dan berkomitmen untuk membatasi penggunaan smartphone, terutama saat tidur atau meletakkan perangkat dekat area reproduksi. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi berbasis pendekatan interaktif efektif dalam meningkatkan pemahaman dan sikap preventif remaja. Ke depan, diperlukan program edukasi berkelanjutan melalui kerja sama sekolah dan orang tua guna mendukung perubahan perilaku digital yang lebih sehat dan bertanggung jawab.