Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Journal Education

Strategi Kepala Sekolah Dalam Pengembangan Kompetensi Guru Di Upt Satuan Pendidikan SDN Ngabar Dian Kurniasih Wahyusari; Mila Hayati; Ulfatur Rosidah; Rodhotul Khanana; Erik Eka Suryana; M. Furqon Wahyudi; Taufiq Harris
Journal Educatione Vol. 1 No. 1 (2023): Journal Educatione
Publisher : Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi Kepala Sekolah merupakan seni dan pengetahuan yang diperoleh seorang kepala sekolah dalam merumuskan, mengimplementasikan, mengevaluasi keputusan-keputusan lintas fungsional yang memudahkan organisasi dalam pencapaian tujuan. Guru merupakan kunci keberhasilan suatu lembaga pendidikan. Dalam mewujudkan visi SDN Ngabar tersebut tentunya ada peran Sumber Daya Guru yang profesional, sebagai penunjang yang mampu menyelenggarakan pendidikan secara utuh dan menyeluruh yang termuat serta dapat meningkatkan mutu pendidikan di SDN Ngabar Kab. Pasuruan. Fokus penelitian ini adalah mendeskripsikan strategi Kepala Sekolah dalam pengembangan Kompetensi guru di SDN Ngabar Kraton Kabupaten Pasuruan. Metode penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian fenomenologis. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi.Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode. Informan penelitian yaitu kepala sekolah,staff dan guru. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi kepala sekolah dalam mengembangkan kompetensi guru ialah: 1) pada aspek kepribadian dengan pembinaan dan pengawasan kepada guru terkait dengan proses pembelajaran di kelas; 2) pada aspek pedagogik dengan memberikan motivasi dan contoh yang baik pada guru untuk selalu berbuat yang terbaik untuk peserta didik dan kemajuan lembaga; 3) aspek sosial dengan cara menciptakan nuansa kebersamaan dan keharmonisan dengan meningkatkan komunikasi antar dewan guru sehingga tercipta suasana yang guyub rukun dalam lingkungan sekolah; dan 4) aspek profesional dengan cara mengadakan pembinaan disiplin guru, mengikut sertakan guru dalam kegiatan pelatihan, lokakarya, diklat, seminar, KKG, MGMP.
Manajemen pada satuan tingkat pendidikan menenggah dalam prespektif Al-Qur’an dan Hadits Taufiq Harris; M. Furqon Wahyudi
Journal Educatione Vol. 1 No. 1 (2023): Journal Educatione
Publisher : Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen pada satuan tingkat pendidikan menenggah sama halnya dengan manajemen pendidikan satuan tingkat pendidikan tingkat SLTP, PIAUD dan SD, sama-sama menggunakan memakai tahap perencanaan, pengorganisasian dan pola pembelajaran serta sistem evaluasi pada satuan tingkat pendidikan menenggah. Manajemen pendidikan satuan tingkat menengah memiliki tiga model pertama erdasarkan nilai yang diharapkan (expected values), kedua berdasarkan kerdasarkan pertimbangan alternatif dan situasi atau sering disebut payofftables serta pohon keputusan. Sehinggah penulis menemukan diantaranya: pada usia remaja struktur otak bagian bawah telah berkembang sebanyak 80% dan kecerdasan yang lebih tinggi mulai berkembang.
A IMPELEMANTASI MANAJEMEN PEMBIAYAAN PENDIDIKAN UNTUK MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SEKOLAH DASAR AL-RAUDLATUL AMIEN FULL DAY EDUCATION GRESIK A. Faizin; Taufiq Harris; Ahmad Thohirin; M. Furqon Wahyudi
Journal Educatione Vol. 1 No. 1 (2023): Journal Educatione
Publisher : Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini mendeskripsikan keterlaksanaan tahapan manajemen pembiayaan pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini merupakan kajian pengelolaan pembiyaan pendidikan untuk mewujudkan peningkatan mutu pendidikan. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) perencanaan berjalan pada setiap tahun dan berjalan dengan baik yang selalu diawali dengan abeberapa kali analisa dan ditetapkan melalui keputusan bersama; 2) pengorganisasian terlihat pada struktur dan telah terpenuhi dan dilengkapi dengan tugas, pokok dan fungsi, 3) pelaksanaan berjalan sesuai rencana dan cukup ditunjang dengan sumberdaya yang memadai, 4) evaluasi dilaksanakan sesuai waktu yang telah ditetapkan dan berjalan secara efektif
SOSIALISASI GERAKAN TRANSISI PAUD YANG MENYENANGKAN UNTUK GURU PAUD dan SD di KABUPATEN PASURUAN Ika Taukhida; Mamik Setyioarini; Jumrotin Azizah; Siti Rohmah; Chodidjah; Taufiq Harris
Journal Educatione Vol. 1 No. 2 (2024): Journal Educatione
Publisher : Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa tahun terakhir telah terjadi miskonsepsi yang sudah membudaya di masyarakat sehingga menjadi sesuatu yang benar bahwa anak usia dini harus mampu membaca dan menulis serta berhitung sebagaimana kemapuan anak - anak di jenjang lebih tinggi tanpa memperhitungkan cara belajar dan kesiapan belajar anak di usia dini.orang tua dan guru memahami bahwa anak yang mampu berliterasi dan numerasi secara sempurna adalah anak yang layak dan siap untuk mejanjutkan pendidikan di jenjang selanjutnya. Jenjang anak usia dini adalah usia 0 – 7 tahun, dari hasil penelitihan perlu kiranya pemahaman dalam penyesuaian kurikulum dan pada kopetensi guru PAUD dan guru SD sampai dengan kelas dua yang memerlukan sosialisasi bersama antara guru PAUD dan SD secara berkesinambungan. Miskonsepsi ini terjadi dikarenakan kurangnya pemahaman tentang perkembangan cara mendidik pada anak usia dini yang sehingga berdampak pada pada proses pembelajaran yang belum memahami karakter anak sebagaimna sifat dasar karakter anak adalah bermain atas dasar tersebut dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan bekerja sama dengan Pusat Kegiatan Guru (PKG) Kabupaten Pasuruan melakukan sosialisasi bersama antara guru PAUD dan SD . hasil analisa kuaitatif menunjukkan bahwa memang terjadi Miskonsepsi di lapangan yang sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak terutama perkembangan anak dalam proses belajar mengajar. Dengan sosialisasi ini di harapkan akan adanya perbaikan dalam peroses pembelajaran saat akhir pemelajaran di Jenjang PAUD dan awal pembelajaran masuk di jenjang SD dengan tercapainya fase fondasi dengan cara yang tepat.
MANAJEMEN PROFESIONALITAS GURU MELALUI COACHING Muhammad Jam'an; Agus Sofyan; Mohammad Nidhom; Taufiq Harris
Journal Educatione Vol. 1 No. 3 (2024): Journal Educatione
Publisher : Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen profesionalitas guru melalui coaching menjadi fokus penting dalam mengoptimalkan kualitas pendidikan. Penelitian ini mengeksplorasi praktik coaching dalam konteks pengembangan profesionalisme guru. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menganalisis data dari studi literatur dan observasi terhadap guru dan kepala sekolah. Hasilnya menunjukkan bahwa coaching efektif dalam meningkatkan kinerja guru dan profesionalisme mereka. Coaching memberikan dukungan individual yang terfokus pada pengembangan keterampilan pedagogis, refleksi diri, dan penyelesaian masalah. Selain itu, manajemen yang efektif dari proses coaching oleh pemimpin sekolah membantu memperkuat budaya sekolah yang berorientasi pada pembelajaran berkelanjutan. Guru yang menjalani proses coaching merasakan peningkatan motivasi, rasa percaya diri, dan kemandirian dalam menghadapi tantangan pembelajaran. Penelitian ini menyoroti pentingnya investasi dalam pelatihan dan pengembangan profesional guru serta peran kunci pemimpin sekolah dalam mendukung praktik coaching yang efektif. Kesimpulannya, manajemen profesionalitas guru melalui coaching bukan hanya meningkatkan kualitas pengajaran, tetapi juga membentuk budaya sekolah yang progresif dan berorientasi pada pertumbuhan profesional.
Model Kepemimpinan Orientasi Hubungan sebagai Kunci Keberhasilan Pengelolaan Sekolah Abad 21 Heni Maria Astutik; Sinta Mauludya; Mas'ud; Taufiq Harris
Journal Educatione Vol. 2 No. 2 (2025): Leadership
Publisher : Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah abad ke-21 menghadapi tantangan berupa perubahan sosial, kemajuan teknologi, serta tuntutan global yang menekankan kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan berpikir kritis. Kondisi ini menuntut adanya kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada instruksi, tetapi juga membangun relasi yang sehat dengan seluruh warga sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis model kepemimpinan orientasi hubungan sebagai kunci keberhasilan pengelolaan sekolah abad ke-21. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi literatur. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi, sedangkan data sekunder berasal dari dokumen resmi sekolah. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepem- impinan orientasi hubungan ditandai dengan komunikasi terbuka, partisipatif, dan dialogis antara kepala sekolah dan guru, penguatan budaya sekolah yang kolaboratif, serta partisipasi aktif seluruh warga sekolah. Selain itu, teridentifikasi strategi utama berupa pengembangan sumber daya manusia, penguatan komunikasi dan kolaborasi, serta adaptasi teknologi. Dari hasil analisis, tersusun tipologi kepemimpinan yang menempatkan kepala sekolah sebagai fasilitator, motivator, mediator, dan inova- tor. Keseluruhan temuan menegaskan bahwa kepemimpinan orientasi hubungan merupakan model strategis yang relevan untuk mewujudkan pengelolaan sekolah yang efektif dan adaptif di era abad ke- 21. Kata Kunci: Kepemimpinan Orientasi Hubungan, Pengelolaan Sekolah, Abad 21, Budaya Sekolah, Kolaborasi.