Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Membaca dengan Metode Iqra’ dikalangan Masyarakat Pagaran Batu Dalam Mengentaskan Buta Huruf Hijaiyah chandra, marlina
Journal of Community Dedication and Development (Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 2 (2023): Juli- Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan di Desa Pagaran Batu ini melibatkan 17 Orang anak yang dikategorikan menjadi tiga bagian yaitu anak yang belum bisa membaca dengan tajwid, anak yang belum bisa menyambung huruf menjadi sebuah kata dan memang sama sekali tidak mengenal Aksara Hijaiyah. Berdasarkan keinginan untuk menuntaskan buta Aksaar di desa pagaran batau maka kegiatan ini dilakukan. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengentasakan buta huruf Hijaiyah di desa Paragaran batau dengan metode Iqra’. Metode Participatory Action Reserch kegiatan ini berjalan dengan lancer. Hasil dari kegiatan ini adalah adanya motivasi dari internal diri masing-masing akan membuat Tingkat keberhasilan sebuah kegiatan akan lebih tinggi, dukungan dari pihak luar juga memiliki peran dan fungsi penting dalam kesuksesan program ini
Penguatan Karakter Generasi Digital Native Dengan Prinsip Komunikasi Islam Dalam Membentuk Ketahanan Keluarga di Mandailing Natal Marlina, Marlina; Wahyuni, Rahmi; Rambe, Elis Mayanti; Fitri, Sari; Khadizatul, Ade; Ar-Rahma, Rizka
An-Nadwah Vol 29, No 2 (2023): Juli - Desember (Inpress)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37064/an-nadwah.v29i2.18224

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk menunjukan adanya pengaruh terhadap penguatan karakteristik generasi digital native dengan menerapkan prinsip komunikasi Islam untuk membentuk ketahanan keluarga diMandailing Natal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini melibatkan beberapa instansi seperti Kemenrian Agama Kabupaten Mandailing Natal, BPS, dinas Kominfo dan Pengadilan Agama Panyabungan serta melibatkan 20 orang yang termasuk kepada kategori digital native. Adapun hasil dari penelitian ini adalah adanya hubungan positif dalam pembentukan karakter generasi digital native melalui penerapan prinsip-prinsip komunikasi Islam dalam pembentukan ketahanan  keluarga di Mandailing Natal. Penerapan prinsip komunikasi islam dan penerapan nilai-nilai ke isleman menunjukan adanya hubungan positif  dan saling menguatkan, generasi digital native akan merasa dihargai dan memiliki kepercayaan diri dalam menerapkan nilai-nilai sesuai norma yang ada. Selanjutnya penelitian ini juga menunjukan adanya fungsi komunikasi islam yang positif dalam menetapkan karakter genersi digital native yang positif juga
Peran Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Siswa di Era Digital Arifuddin Arifuddin; Nelfa Yosi; Marlina Marlina
Al-Tarbiyah : Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2024): Januari: Al-Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/al-tarbiyah.v2i1.717

Abstract

This study aims to examine the role of Islamic education in shaping the characters of students in the digital era. The study involves a literature review by exploring research findings and relevant articles, and identifying implications for the field of education. The results indicate that Islamic education plays a significant role in shaping the characters of students in the digital era. In the context of the digital era, Islamic education not only teaches religious values but also involves the learning of ethics and morality for students. This study reveals that Islamic education can teach students about moral values, develop digital ethics, and foster spiritual awareness in the use of technology. The implications of this study include curriculum development that encompasses ethical and moral aspects of technology use, teacher training in teaching digital ethics and responsible technology use, and partnerships with parents in shaping students' characters in the digital era. This research is important to be known and understood by educational institutions and teachers so they can develop effective strategies in shaping responsible, ethical, and integrity-based characters of students in this digital era. In a connected and digitalized era, it is crucial to integrate Islamic moral and ethical values into education to enable students to use technology wisely and responsibly.
PENYULUHAN KONSEP KELUARGA MELALUI PARENTING EDUCATION DENGAN MENERAPAN PRINSIP KOMUNIKASI ISLAM DIKECAMATAN PANYABUNGAN Nursaniah, Nursaniah; Nur, Kholidah; Marlina, Marlina
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i6.22292

Abstract

Pengabdian Masyarakat ini dilakukan di Kecamatan panyabungan, dengan tujuan memberikan penyuluhan kepada keluarga gterutama para ibu yang memiliki anak dari usia balita hingga 17 tahun, metode pelaksanaan pengabdian kepada Masyarakat ini menggunakan metode PAR, focus Group diskusi juga dilakukan untuk menunjukan adanya keterlibatan peserta dengan pemateri sehingga isi dan inti dari materi di dapatkan sevara menyeluruh. Pengabdian Masyarakat ini melibatkan 15 orang ibu yang pelaksanaannya melibatkan tiga orang pematri yang kompeten, sehingga didapatkan temuan dilapangan bahwa banyak ibu yang sudah pernah tahu akan tetapi tidak bisa menerapkan dengan sempurna apa yang mereka ketahui tentang konsep keluarga. Kedua adanya factor pernikahan dini yang dilakukan sehingga membuat komunikasi anak  dan orang tua serta anggota keluarga yang ada menjadi sedikit lebih tidak terarah dan terkesan maunya sendiri. Kesimpulan yang bisa diambil dalam kegiatan pengabdian ini adalah; konsep keluarga akan  tercipta dengan adanya uswatun hasnah dari keluarga sebagai patron kepada anak, harus adanya kesadaran untuk terus belajar mengenai konsep keluarga untuk memberikan pembelajaran kepada anak, dan penerapan parenting education melalui penguatan prinsip komunikasi Islam akan memebrikan dampak terhadap terwujudnya keluarga yang maslahah.
Optimizing Legal Protection against Gender-Based Violence From an Islamic Perspective Saniah, Nur; Marlina, Marlina; Damanik, Lia Agustina
Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Vol 19, No. 1, Mei 2024
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/ai.v0i0.5406

Abstract

Gender-based violence in Indonesia is increasingly concerning, despite the existence of numerous laws and regulations aimed at its regulation. This violence significantly impedes development, as its multifaceted impact hinders women's participation, compromises health, and diminishes autonomy across political, economic, social, and cultural spheres. The research addresses several key questions: 1) What is the extent of legal protection against gender-based violence in Indonesia? 2) How is gender-based violence addressed within Islam? 3) How can legal protection against gender-based violence be optimized from an Islamic perspective? The research methodology is qualitative, using a normative approach and drawing from secondary sources like literature accessed through library research. Data analysis is conducted through descriptive analysis techniques. The findings of the research indicate that in Indonesia, legal protection against gender-based violence is addressed through various regulations, and similarly, within Islam, there have been numerous reforms pertaining to gender-based protection found in the Quran and hadith. Strategies like theological education, moral guidance, gender equality promotion, and family development with a gender perspective can enhance legal protection against gender-based violence in line with Islamic principles. Aligned with these findings, the article emphasizes the vital importance of preventive measures to reduce the rise of gender-based violence.
KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN GAME HIGGS DOMINO ISLAND PADA MASYARAKAT DESA MAGA LOMBANG Nasution, Akhiruddin; Marlina, Marlina; Marzuki, Datuk Imam
AL-IDZAAH: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2024): Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/al-idzaah.v6i2.7672

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak bermain Game Higgs Domino Island terhadap komunikasi interpersonal di masyarakat desa Maga Lombang dan untuk mengetahui bagaimana cara mengatasi dampak bermain Game Higgs Domino Island menurut kepala desa, tokoh agama dan masyarakat yang telah berhenti bermain Game Higgs Domino Island. Penelitian dilaksanakan di desa Maga Lombang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi dilapangan. Hasil dari penelitian ini menerangkan bahwa dampak Kecanduan Game Higgs Domino Island terhadap komunikasi interpersonal seperti kurangnya interaksi sosial dan suka berkata kasar adapun cara mengatasi dampak bermain Game Higgs Domino Island terhadap komunikasi interpersonal masyarakat desa Maga lombang menurut kepala desa Maga Lombang adalah dengan membuat pelatihan seperti pelatihan pembuatan sabun cuci piring yang sengaja dibentuk perkelompok agar terjalin kembali komunikasi interpersonal yang efektif, solusi yang diberikan tokoh agama adalah mengadakan pengajian rutin setiap malam rabu yang bertujuan untuk menyadarkan masyarakat pengguna Game Higgs Domino Island sedangkan solusi menurut masyarakat yang telah berhenti bermain Game Higgs Dominon Island adalah dengan mengenali pemicunya dan mengisi kekosongan waktu dengan hal yang bermanfaat serta doa yang tulus kepada Allah SWT.
The Use of Social Media in Islamic Religious Education Learning and Its Implications for Student Character Marlina, Marlina; Nadirah, Sitti
Al-Ilmu Vol. 1 No. 3 (2024): Al-ilmu - November
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/swxb3g65

Abstract

This study aims to explore the impact of social media use in Islamic religious education learning on student motivation and engagement. The method used is qualitative analysis by collecting data through surveys and in-depth interviews with students who engage in religious learning using social media platforms. The results of the analysis showed that social media significantly increased students' motivation, with many of them reporting a higher sense of passion for learning when interacting with friends and teachers through these platforms. The interactions that occur on social media create a fun and dynamic learning atmosphere, which increases students' interest in learning religious materials. With the opportunity to discuss and exchange ideas, students feel more involved in the learning process, which in turn strengthens their understanding of Islamic values. The findings indicate that the integration of social media in the religious education curriculum can be an effective strategy to increase student engagement and support more interactive learning in the digital age.
New Media Convergence in Message Delivery Through Podcasts: An Analysis of Deddy Corbuzier’s Close The Door Podcast (Episode Case 003: Callous) Tabroni, Muhammad Tabroni; Marlina, Marlina
Feedback International Journal of Communication Vol. 2 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : PT Agung Media Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62569/fijc.v2i1.152

Abstract

Media convergence has transformed the way messages are delivered, particularly in digital platforms such as podcasts. Deddy Corbuzier's Close The Door podcast is an example of how media convergence integrates audio and visual elements to enhance message delivery. This study aims to analyze how Deddy Corbuzier utilizes media convergence in episode Case 003: Callous and how the message delivery process takes place within this framework. This research employs a qualitative approach with a content analysis methodology. Data were collected through observations, interviews, and documentation to explore the strategies used in message delivery and audience engagement within the podcast. The findings indicate that Deddy Corbuzier applies video podcasting, which integrates audio-visual elements to create an immersive experience. The podcast facilitates two-way communication (interactional), enabling engagement between the host and the audience. The study also identifies key messages conveyed in the episode, such as the importance of self-confidence and avoiding the “people-pleaser” mentality. Additionally, the study highlights the success strategies suggested by Deddy Corbuzier, which include self-belief, perseverance, and continuous self-improvement. Deddy Corbuzier employs various communication techniques, including the bridging technique, which connects unrelated topics seamlessly to create engaging discussions. Furthermore, persuasive communication is utilized to influence audience perception and encourage motivation. The study suggests that media convergence in podcasts enhances storytelling effectiveness and audience retention.
Content Analysis of Islamic Communication Principles in the Film Air Mata di Ujung Sajadah Nasution, Ihsan Marzuki; Marlina, Marlina
Feedback International Journal of Communication Vol. 2 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : PT Agung Media Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62569/fijc.v2i1.154

Abstract

This study analyzes how the film Air Mata di Ujung Sajadah presents Islamic communication principles and identifies dialogues that contradict them. Using a qualitative descriptive approach and content analysis based on Miles and Huberman's framework, the research examines six key principles: qaulan sadida, qaulan layyina, qaulan ma’rufa, qaulan karima, qaulan maysura, and qaulan baligha. The findings highlight the film's representation of ethical and moral values in Islamic communication within a religious-themed narrative. The findings indicate that the film effectively integrates Islamic communication principles, making it a potential medium for social learning through message observation, aligning with Melvin DeFleur’s Social Learning Theory. The interaction between characters frequently reflects Islamic communication values. Specifically, qaulan sadida appears 8 times, qaulan layyina 4 times, qaulan ma’rufa 9 times, qaulan karima 12 times, qaulan maysura 2 times, and qaulan baligha 5 times. Despite the strong representation of Islamic communication principles, the study also identifies dialogue that contradicts these values. Instances of qaulan sadida being violated through dishonesty appear 6 times, harsh speech contradicting qaulan layyina occurs 5 times, disrespectful words opposing qaulan karima appear 5 times, and inappropriate words conflicting with qaulan ma’rufa are also found 5 times. These findings suggest that while the film promotes Islamic communication ethics, it also depicts real-life conflicts that challenge these principles, reflecting the complexities of social interactions.
PERGESERAN KECENDERUNGAN PENGGUNAAN MEDIA TELEVISI KE MEDIA SOSIAL DALAM PEMENUHAN INFORMASI DIKALANGAN GENERASI DIGITAL NATIVE Marlina, Marlina; Siregar, Nur Fitriani; Harahap, Ade Khadijatul; Kadin, Rahmat
Jurnal Sosial Humaniora Sigli Vol 6, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsh.v6i2.2068

Abstract

Penelitian yang melibatkan 20 koresponden yang merupakan generasi digital native dengan karakteristik tidak lekang dari media dan kecanggihan teknologi juga merupakan hgenerasi yang bertumbuh selaras dengan perkembangan era digital yang serba instan dan cepat. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukan apa factor penyebab bergesernya kecendrungan pengguna media televise kearah media sosial terutama dikalangan digital native, dengan menggunakan teori uses and gratification menunjukan bahwa ada empath al yang menyebkan bergesernya kecendrungan pengguna media dikalangan generasi digital native dalam menggunakan media televisi; yaitu kebutuhan kegunaan, bahwa kegunaan media bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan informasi akan tetapi lebih dari pada itu seperti ekspresi diri dan pengembangan kemampuan diri. Kegunaan lainnya adalah dapat mengidentifikasi tokoh atau sesorang yang ingin kita ketahui jatirinya. Selanjutnya adalah proses kegiatan dalam media sosial termasuk unik dan memiliki kelebihan tersendiri, sehingga pengguna media televisi akan cenderung berbalik kecendrungan kearah media sosial. Dan yang terakhir adalah menunjukan kegiatan sosial yang tidak terbatas hanya kepada orang yang kita kenal saja, akan tetapi dapat lebih baik dari pada itu seperti mencari sahabat lama, atau mendapatkan sahabat baru yang sesuai keinginan dan type pengguna media tersebut.Kata kunci : Pergeseran Kecenderungan, media televisi, media sosial