Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Studi Tentang Kebudayaan Islam pada Masa Bani Umayyah Fathimah, Laila; Daulay, Haidar Putra; Sumanti, Solihah Titin
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.1858

Abstract

Penelitian ini membahas sejarah Dinasti Bani Umayyah, yang mencakup tiga fase utama: terbentuknya, kejayaannya, dan kemundurannya. Dimulai dengan latar belakang konflik politik yang memunculkan Bani Umayyah setelah kematian Khalifah Utsman bin Affan, makalah ini mengeksplorasi peran Muawiyah bin Abi Sufyan dalam mendirikan dinasti, yang beralih dari sistem musyawarah ke sistem monarki absolut. Di bawah pemerintahan Bani Umayyah, terjadi ekspansi wilayah yang luas mencakup Spanyol, Afrika Utara, dan sebagian besar wilayah Timur Tengah serta Asia Tengah. Dalam bidang politik, pemerintahan diperkuat dengan pembentukan sistem administrasi yang terorganisir, termasuk dinas pos, pengenalan bahasa Arab sebagai bahasa resmi, dan pencetakan mata uang. Selain itu, kemajuan dalam ilmu pengetahuan seperti tafsir, hadits, fiqh, dan geografi juga dicapai, sementara akulturasi budaya antara Arab dan bangsa taklukan berlangsung pesat. Namun, faktor internal seperti persaingan kekuasaan, ketidakpuasan terhadap kebijakan yang menguntungkan golongan tertentu, dan kemewahan hidup istana, akhirnya menyebabkan kemunduran dan runtuhnya dinasti ini. Pada 750 M, Dinasti Umayyah digantikan oleh Dinasti Abbasiyah, meskipun keturunan Bani Umayyah di Andalusia berhasil mempertahankan kekuasaan mereka.
Studi Tentang Kebudayaan Islam pada Masa Bani Umayyah II di Andalusia Puteri, Aulia Rahmah; Daulay, Haidar Putra; Sumanti, Solihah Titin
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.1859

Abstract

Penelitian Ini Bertujuan Untuk Mengetahui Kebudayaan Islam Pada Masa Bani Umayyah Ii Di Andalusia. Penelitian Ini Menggunakan Metode Kualitatif Dengan Jenis Penelitian Studi Pustaka ( Literature Reviuw). Hasil Penelitian Ini Menunjukkan Bahwa Studi Tentang Kebudayaan Islam Pada Masa Bani Umayyah II Di Andalusia Adalah Salah Satu Puncak Kejayaan Peradaban Islam. Bani Umayyah II Berhasil Mendirikan Pemerintahan Yang Stabil, Terpusat, Dan Otonom Di Bawah Kepemimpinan Tokoh Seperti Abdurrahman Ad-Dakhil Dan Abdurrahman III. Di Bidang Politik Dan Pemerintahan, Mereka Memperkuat Struktur Administrasi, Menjaga Stabilitas Internal, Dan Membangun Militer Yang Tangguh. Dalam Bidang Ekonomi, Andalusia Berkembang Sebagai Pusat Perdagangan Internasional, Dengan Sistem Pertanian Maju Yang Mendukung Kemakmuran Rakyat.Kemajuan Di Bidang Pendidikan Tampak Jelas Melalui Berdirinya Universitas- Universitas Ternama, Perpustakaan Besar, Dan Perkembangan Ilmu Pengetahuan Yang Tidak Hanya Berkontribusi Pada Dunia Islam Tetapi Juga Eropa. Bidang Seni Dan Budaya Mencapai Puncaknya Dengan Karya Arsitektur Seperti Masjid Cordoba, Seni Musik Andalusia, Dan Integrasi Seni Lokal Dengan Tradisi Islam. Di Bidang Sosial, Toleransi Antaragama, Kesejahteraan Rakyat, Dan Mobilitas Sosial Yang Adil Menciptakan Keharmonisan Masyarakat Multikultural. Keseluruhan Capaian Ini Membuktikan Bahwa Bani Umayyah II Di Andalusia Tidak Hanya Membawa Stabilitas Politik Tetapi Juga Menjadikan Wilayah Tersebut Sebagai Pusat Ilmu Pengetahuan, Budaya, Dan Peradaban Dunia. Namun, Konflik Internal, Tekanan Eksternal Dari Kekuatan Kristen, Serta Kemunduran Ekonomi Menjadi Faktor Yang Akhirnya Menyebabkan Runtuhnya Kejayaan Ini. Pembelajaran Dari Sejarah Bani Umayyah II Menunjukkan Bahwa Harmoni Sosial, Toleransi, Dan Inovasi Adalah Kunci Bagi Peradaban Yang Maju Dan Berkelanjutan.
Studi tentang Kebudayaan Islam pada Masa Kerajaan Turki Usmani di Turki Amin, Mat; Daulay, Haidar Putra; Sumanti, Solihah Titin
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.1881

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kebudayaan Islam pada masa Kerajaan Turki Usmani, salah satu kekuatan terbesar dalam sejarah peradaban Islam. Melalui kajian historis, penelitian ini membahas asal-usul kerajaan, perkembangan seni, arsitektur, ilmu pengetahuan, serta pengaruh kebudayaan Islam pada kehidupan sosial dan politik. Kerajaan Turki Usmani dikenal sebagai pusat kebudayaan yang mengintegrasikan tradisi lokal dengan nilai-nilai Islam, menghasilkan warisan yang unik dan mendalam. Studi ini juga mengulas toleransi beragama, sistem pendidikan berbasis madrasah, dan reformasi hukum yang mendukung stabilitas kerajaan. Meskipun mengalami kemunduran pada abad ke-19, kebudayaan Turki Usmani tetap memberikan dampak signifikan terhadap dunia Islam hingga saat ini. Penelitian ini diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang warisan budaya Islam yang telah memberikan kontribusi besar dalam sejarah dunia.
STUDI TENTANG KEBUDAYAAN ISLAM DI INDONESIA Ramadhana, Taufiqur; Tarigan, Ira Wahyuni Br; Nst, Ahmad Rifai Najmul Akhyar M; Daulay, Haidar Putra; Sumanti, Solihah Titin
IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman Vol. 7 No. 2 (2023): September
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/imtiyaz.v7i2.880

Abstract

Kebudayaan pada hakikatnya adalah nilai-nilai yang dihasilkan dari proses komunikasi antar individu. Nilai-nilai budaya diakui seiring berjalannya waktu dalam interaksi baik secara langsung maupun tidak langsung. Penulis fokus pada tiga topik, yaitu sejarah masuknya kebudayaan Islam di Indonesia; Faktor apa saja yang mendorong dan menghambat berkembangnya kebudayaan Islam di Indonesia? Lalu bagaimana masuknya budaya Islam di Indonesia? Metodologi Penelitian Penelitian merupakan suatu kegiatan penelitian yang berkaitan dengan analisis dan konstruksi, yang dilakukan secara sistematis, metodis dan konsisten. Sistematis artinya mengikuti jalan atau metode tertentu. Masuknya agama Islam di nusantara berlanjut pada abad ke-7 dan ke-8 Masehi. Namun kenyataannya perkembangan dakwah baru dimulai pada abad ke-11 dan ke-12, yang berarti dakwah terus berlanjut di nusantara selama beberapa abad. . di tahun-tahun awalnya. Teori masuknya Islam sampai ke nusantara antara lain teori Arab, teori Cina, teori Persia, teori India, dan teori Turki tentang tempat asalnya. Ketiga, strategi penyebaran Islam di nusantara dilakukan terutama melalui perdagangan, da’wah, perkawinan, pendidikan dan Islamisasi budaya.Kata Kunci: Studi, Kebudayaan, Islam, Indonesia
PROBLEMATIKA PENDIDIKAN AGAMA DI SEKOLAH UMUM Daulay, Haidar Putra; Dahlan, Zaini; Sabri, Ali; Fasya, Amalia
Jurnal Ilmiah Al-Hadi Vol 6 No 1 (2020): Juli - Desember
Publisher : Lembaga Jurnal dan Seminar Universitas Pembangunan Panca Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54248/alhadi.v6i1.1117

Abstract

Every student's behavior, consciously or not, is always colored by values ​​that come from the concept of religion he believes in, and always tries to instill these religious values ​​in order to live in himself and others. Through religious education it is hoped that it can encourage students to obey their religious teachings in their daily life and make religion the ethical and moral foundation in their personal, family, community, national and state life. The problems of Islamic religious education in public schools seem to be placed in second place when compared to other subjects. Most of the students do not pay attention to focus on studying Islamic religious education. This problem is none other than the fundamental cause because Islamic religious education does not include lessons at the UN, student behavior is not a measure of starting only based on cognitive, limited hours of Islamic religious education in schools.
VISI, MISI, TUJUAN DAN FUNGSI PENDIDIKAN ISLAM Daulay, Haidar Putra; Dahlan, Zaini; Wibowo, Gumilang; Lubis, Jukni Ilman
Jurnal Ilmiah Al-Hadi Vol 6 No 1 (2020): Juli - Desember
Publisher : Lembaga Jurnal dan Seminar Universitas Pembangunan Panca Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54248/alhadi.v6i1.1118

Abstract

Education is a process that is carried out consciously or deliberately in order to increase knowledge, insight and experience to determine life goals so that they can have a broad view towards a better future and with education itself can create quality people. As Western theory, educators in Islam are people who are responsible for the development of their students by trying to develop all the potential of students, both affective (feeling), cognitive (creativity), and psychomotor (intention) potential. Education is a cultural process to enhance human dignity that lasts a lifetime. Education is always developing, and always faced with changing times. Such is the cycle of development of change in education, otherwise education will be left behind by the changing times that are so fast. For that change in education must be relevant to changing times and the needs of society in that era, so it is important to design as early as possible which can be outlined in the Vision, Mission, Objectives and Functions of Islamic Education
Nilai Pendidikan Interaksi Multikulturalisme dalam Perwujudan Humanisme di Era Khalifah Bani Abbasiyah Putri, Umi Muti’ah; Daulay, Haidar Putra; Sumanti, Solihah Titin
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v6i1.2330

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan interaksi multikultural sebagai manifestasi nilai-nilai humanisme yang berkembang pada era kekhalifahan Bani Abbasiyah, terutama dalam bidang pendidikan. Sebagai salah satu sejarah keemasan peradaban Islam, periode ini dikenal dengan keberagaman budaya, agama dan etnis yang hidup berdampingan secara harmonis. Fokus pada penelitian ini adalah mengkaji pola kebijakan yang diterapkan oleh khalifah Abbasiyah sehingga terwujudnya interaksi multikultural dan nilai humanisme yang terbangun  pada masa Abbasiyah dari berbagai aspek kehidupan, seperti sistem pemerintahan, politik, intelektual, ekonomi, militer dan sosial serta kemajuan peradaban Bani Abbasiyah atas hal tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif historis dengan jenis pendekatan studi kepustakaan. Data di peroleh dari berbagai sumber sejarah seperti teks keagamaan dan literatur ilmiah. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa masa kekhalifahan Bani Abbasiyah menjadi model integrasi multikultural yang berhasil dibangun.  Melalui kebijakan pemerintah yang inklusif dengan mendukung berbagai interaksi dialog lintas budaya, transfer ilmu pengetahuan dan toleransi menjadi kunci utama dalam perwujudannya. Kesimpulan ini menggarisbawahi pentingnya interaksi multikultural dalam membangun peradaban yang maju dan harmonis serta relevan diterapkan dalam konteks multikulturalisme masa kini.
Hakikat Alam dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam Daulat, Daulat; Tarigan, Ira Wahyuni; Saragih, Elida; Daulay, Haidar Putra; Al Farabi, Mohammad
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.12468

Abstract

Alam semesta, kecuali Allah SWT, meliputi benda-benda langit, seperti cakrawala, langit, bumi, bintang, gunung, dataran, sungai, lembah, tumbuhan, hewan, manusia, benda, dan sifat-sifat yang melekat pada benda-benda tersebut, baik yang berwujud maupun yang berwujud. tidak berwujud. Selain itu, ia menyatakan bahwa beberapa pemikir Islam kemudian mengkategorikan dunia menjadi empat komponen berbeda: ruh, substansi, ruang, dan waktu. Manusia telah muncul sebagai entitas di alam semesta, yang bertugas untuk memajukan kemajuan dan memastikan pertumbuhannya. Mereka yang berkecimpung di bidang pendidikan memahami bahwa keterkaitannya dengan proses penciptaan alam semesta terletak pada pengenalan potensi bawaan yang dianugerahkan Allah SWT kepada individu. Untuk mencapai potensi tersebut, hal ini tidak dapat dicapai secara spontan, melainkan memerlukan proses yang panjang dan berbagai tahapan yang mencakup kualitas, fasilitas, infrastruktur, dan alat yang melekat yang dirancang untuk memfasilitasi perolehan informasi yang luas oleh individu. Pendidikan Islam mengajarkan bahwa alam semesta diciptakan khusus bagi umat manusia untuk memenuhi amanah Allah SWT sebagai khalifah yang bertugas membimbing, memelihara, melindungi, dan mentransformasikan alam menjadi pedoman hidup dengan memperoleh berbagai sifat untuk mengembangkan karakter tersebut. Dari sinilah umat manusia memahami alasan mendasar di balik penciptaan alam semesta, sehingga mengantarkan mereka menjadi hamba Allah SWT yang bertaqwa dan setia.
Hakikat Manusia dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam Sitorus, Junida Fitriani; Nasution, Irwansyah Jul; Al Farabi, Mohammad; Daulay, Haidar Putra
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.16206

Abstract

Pendidikan Islam berperan penting dalam mengembangkan potensi manusia sebagai makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT dengan tujuan mulia. Sebagai khalifah di bumi, manusia memiliki tanggung jawab untuk mengelola kekayaan alam dan berkontribusi positif terhadap masyarakat. Penelitian ini mengkaji hubungan antara pemahaman manusia dalam perspektif Islam dan pendidikan Islam sebagai instrumen pembinaan. Melalui pendekatan filsafat pendidikan Islam, yang bersumber dari Al-Qur'an dan Hadis, penelitian ini menelusuri tujuan pendidikan yang sejalan dengan ajaran Islam, yaitu membentuk individu yang dapat melaksanakan tatakeimanan, tata-peribadatan, dan tata-muamalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam tidak hanya berfokus pada aspek intelektual, tetapi juga pada pembentukan karakter yang utuh, dengan landasan kuat dalam pemahaman tentang hakikat manusia. Kesimpulan yang ditarik dari penelitian ini menegaskan pentingnya pendidikan yang integratif untuk mencapai kebahagiaan dan kesuksesan dalam kehidupan dunia dan akhirat.
Masyarakat dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam Harahap, Ida Marina; Harahap, Aina Nur Hilmy; Dabutar, Roni R.; Daulay, Haidar Putra; Al Farabi, Mohammad
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.16220

Abstract

Pendidikan merupakan proses pendewasaan manusia yang mencakup perubahan pemikiran rasional dan perasaan yang tidak emosional, serta memiliki empati terhadap lingkungan sosialnya. Pendidikan berperan dalam membentuk perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai dan budaya yang berkembang dalam masyarakat. Dalam Islam, pendidikan memiliki peran sentral dalam membentuk tatanan masyarakat ideal yang sejalan dengan ajaran agama. Hubungan timbal balik antara pendidikan dan masyarakat sangat signifikan, di mana masyarakat memengaruhi pendidikan melalui norma dan nilai budaya, sementara pendidikan membentuk individu yang berkontribusi terhadap pembangunan masyarakat. Kajian filsafat pendidikan Islam menyoroti pentingnya pemahaman mendalam mengenai prinsip-prinsip pendidikan yang didasarkan pada ajaran Islam, yang di antaranya meliputi hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan alamnya. Hakikat masyarakat dalam perspektif filsafat pendidikan Islam berpusat pada kerjasama kolektif untuk mencapai tujuan bersama, sesuai dengan prinsip aqidah, syariat, dan akhlak yang diajarkan Islam. Tulisan ini membahas bagaimana filsafat pendidikan Islam memberikan kerangka dasar bagi pembentukan masyarakat yang berlandaskan pada nilai-nilai Islami.