Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Sistem Kebudayaan Pada Masyarakat Madinah Di Era Nabi Muhammad SAW Handayani, Irma; Daulay, Haidar Putra; Sumanti, Sholihah Titin
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 6 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i6.1963

Abstract

Cultural System in Medina Society in the Era of the Prophet Muhammad SAW ". The main focus of this research is the process of the Prophet Muhammad's hijrah. to Medina, the Prophet's establishment of the Medina Charter system as a system for empowering the people of Madinah and about the cultural systems in Medina during the time of the Prophet Muhammad. The problem formulation in this research is: 1) What is the concept of the Prophet Muhammad's migration to Medina? 2) How was the Prophet Muhammad SAW determined. in the Medina charter system as a community empowerment system in Medina? 3) What were the cultural systems in Medina during the time of the Prophet Muhammad SAW? The method used in this research is a qualitative method with a library research approach. Data sources for this research include books on the History of Islamic Culture/Civilization, as well as scientific works from the Medina period.
Studi Sistem-Sistem Kebudayaan Masyarakat Arab Pra Islam Rahmadani, Rahmadani; Daulay, Haidar Putra; sumanti, solihah titin
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 6 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i6.1973

Abstract

The study of the socio-cultural life of pre-Islamic Arab society is important for understanding the transformation that occurred after the arrival of Islam. In the social aspect, pre-Islamic Arab society was known for its strong social staffing, from nobles to slaves, which determined the role of individuals in society. This research aims to further explore the socio-cultural dynamics of pre-Islamic Arab society, including social systems, cultural values, gender relations, and their influence on the development of Islam in the future. This research uses a qualitative method with a descriptive historical approach. Data was collected through library studies from primary sources such as classical Arabic literature, including historical works such as Sirah Nabawiyah and Tarikh al-Umam wa al-Muluk by Al-Tabari, and relevant sources such as scientific journals, articles, documents official, and other library sources, as well as secondary sources in the form of relevant modern studies. The results of this research state that tribal solidarity in the life of Arab society before Islam was known to be very strong, so that individual disputes almost always gave rise to conflict between tribes. Individually, Arabs would rather leave their homeland than submit to orders. They will not obey any regulations in force or any institution in power. They only know personal freedom, family freedom, and complete tribal freedom. This is because a man's relationship with his brother, his brother's children and his relatives is very close. However, the tribe's fanaticism is so high that they are even willing to die because of this fanaticism, because the basis of their social rules is racial and clan fanaticism. In terms of relationships between men and women, there are striking differences between society with noble social strata and other strata. Women are one group in society that almost never enjoy freedom, because apart from having to submit to the structures above them, they also have to submit to men in the structure of society. Keyword: Social, Cultural, Pre-Islamic Arabia
Studi Tentang Sejarah Kebudayaan Islam Pada Masa Pembaruan Asmiralda, Febrina; Daulay, Haidar Putra; Sumanti, Sholihah Titin
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 6 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i6.1977

Abstract

This research aims to explore further the study of the history of Islamic culture during the reform period. This research uses a qualitative method with a descriptive historical approach. Data was collected through library studies from primary sources such as classical Arabic literature and relevant sources such as books, scientific journals, articles, official documents and other library sources. The results of this research state that the Islamic Development system in the Modern Period is a period that began in 1800 AD when Muslims were aware of their weaknesses and there was an urge to make progress in various fields. Figures who pioneered the Islamic reform movement include; Muhammad bin Abdul Wahab, Syah Waliyullah, Muhammad Ali Pasha, Al-Tahtawi, Jamaludin Al-Afghani, Muhammad Abduh, Rasyid Rida, Sayyid Ahmad Khan, and Sultan Mahmud II. When Islam experienced decline, European nations experienced extraordinary progress in the fields of culture, economy, science and technology. Meanwhile, the condition of the Islamic world was under the influence of European colonialism and imperialism.Keywords: History of Islamic Culture, Period of Reform
Sistem Ekonomi Islam pada Masa Bani Abbasiyah dan Potensinya dalam Ekonomi Masa Kini Hidayati, Yusranida; Daulay, Haidar Putra; Sumanti, Solihah Titin
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1702

Abstract

Penelitian ini membahas sistem ekonomi Islam pada masa Kekhalifahan Bani Abbasiyah (750–1258 M) dan potensi implementasinya dalam ekonomi modern. Pada masa tersebut, sistem ekonomi Islam berkembang pesat dengan menerapkan prinsip syariah, termasuk distribusi kekayaan melalui zakat dan wakaf, pengawasan pasar oleh negara, serta pengelolaan ekonomi yang beretika. Sistem ini menciptakan stabilitas sosial dan ekonomi dengan menekankan keadilan, penghindaran riba, dan larangan eksploitasi. Studi ini menggunakan metode penelitian literatur, menganalisis berbagai sumber primer dan sekunder tentang sejarah dan prinsip ekonomi Islam masa Abbasiyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip ekonomi Islam yang diterapkan pada masa tersebut, seperti keadilan dalam distribusi kekayaan, regulasi pasar untuk mencegah eksploitasi, dan nilai-nilai etika ekonomi, sangat relevan untuk diterapkan dalam menghadapi tantangan ekonomi modern, termasuk ketimpangan sosial, krisis keuangan, dan monopoli pasar. Prinsip ini berpotensi menjadi solusi berkelanjutan dalam menciptakan sistem ekonomi global yang lebih adil dan stabil.
Proses Kemunculan dan Kemajuan Dinasti Fatimiyyah Ramadhana, Muhammad Nasrullah; Daulay, Haidar Putra; Sumanti, Solihah Titin
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 2 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i2.1703

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan mengenai Sejarah Kebudayaan Islam Pada Masa Dinasti Fatimiyyah. Jenis Penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah studi literatur dengan menggunakan metode pendekatan deskriptif analisis. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan berbagai macam informasi dan mempelajari beberapa literatur yang berkaitan dengan Sejarah Kebudayaan Islam Pada Masa Dinasti Fatimiyyah. Hasil Penelitian menunjukan dan mengarahkan kepada pembaca agar dapat mengetahui bagaimana pengaruh besar Dinasti Fatimiyyah terhadap perkembangan agama Islam, terlebih dari aspek kebudayaan, politik, pemerintahan, pemikiran, filsafat, pendidikan, iptek, sosial kemasyarakatan, keagamaan, ekonomi dan kesenian. Sejarah kemunculan dinasti Fatimiyah tidak terlepas dari gerakangerakan militan dan prontal yang dilakukan oleh Syi’ah Ismailiyah yang dipimpin oleh Abdullah ibn Syi’i dengan terampil dan terorganisir. Pada tahun 909, gerakan tersebut berhasil mendirikan dinasti Fatimiyah di Tunisia (Afrika Utara) dibawah pimpinan Sa’id ibn al-Husain setelah mengalahkan dinasti Aghlabiah di Sijilmasa. Dinasti Fatimiyah merasakan tiga ibu kota yaitu Raqadah, alMahdiyah dan Kairo dibawah 14 khalifah selama 262 tahun yaitu sejak tahun 909 hingga 1171. Kejayaan itu dapat dilihat dalam bidang agama dengan toleransi yang tinggi, pendidikan dengan pembangunan universitas dan perpustakaan. kebudayaan dan peradaban dengan kota Kairo sebagai bukti, arsitektur dengan masjid al-Azhar dan kesenian dengan produk tekstil, tenunan, keramik dan penjilidan. Kemunduran dinasti Fatimiyah dimulai dari masa pemerintahan al-Hakim ((996-1021) yang membuat kebijakan kontroversial dalam bidang agama dan terus merosot pasca pemerintahan al-Zhahir ((1021-1035) dan musnah pada masa alAdid (1160 M - 1171 M), kemunduran itu karena faktor eksternal berupa ronrongan dari penguasa luar dan ronrongan internal, perilaku al-Hakim yang kontroversi, khalifah yang masih belia, 3 suku bangsa yang bertikai, ajaran Syi’ah Ismailiyah yang belum sepenuhnya diterima masyarakat dan perebutan antara Nuruddin Zinki dengan pasukan salib di Yerussalem terhadap Mesir.
Proses Kemunculan dan Kemajuan Dinasti Fatimiyyah Ramadhana, Muhammad Nasrullah; Daulay, Haidar Putra; Sumanti, Solihah Titin
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1704

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan mengenai Sejarah Kebudayaan Islam Pada Masa Dinasti Fatimiyyah. Jenis Penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah studi literatur dengan menggunakan metode pendekatan deskriptif analisis. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan berbagai macam informasi dan mempelajari beberapa literatur yang berkaitan dengan Sejarah Kebudayaan Islam Pada Masa Dinasti Fatimiyyah. Hasil Penelitian menunjukan dan mengarahkan kepada pembaca agar dapat mengetahui bagaimana pengaruh besar Dinasti Fatimiyyah terhadap perkembangan agama Islam, terlebih dari aspek kebudayaan, politik, pemerintahan, pemikiran, filsafat, pendidikan, iptek, sosial kemasyarakatan, keagamaan, ekonomi dan kesenian.
Pengaruh Islam di India dan Jejak Peninggalan Dinasti Mughal Tahun 1526 - 1858 M Anwar, Wan Tasya Luthfiah; Daulay, Haidar Putra; Sumanti, Solihah Titin
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.1705

Abstract

Penelitian ini membahas tentang “Pengaruh Islam di India dan jejak peninggalan Dinasti Mughal tahun 1526-1858 M”. Fokus utama penelitian ini adalah menganalisis bagaimana Dinasti Mughal membangun kekuasaan besar dan memiliki masa kejayaan yang berpengaruh. Serta menganalisis pengaruh yang timbul pada masa Dinasti Mughal terhadap bidang politik, sosial, ekonomi, agama, pendidikan, ilmu pengetahuan, seni budaya, dan arsitektur. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah: 1) Bagaimana sejarah masuknya Islam di India? 2)Bagimana berdirinya Dinasti Mughal di India? 3) Bagimana proses perkembangan Dinasti Mughal dalam meninggalkan peninggalan Islam?. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan library research (penelitian Pustaka). Sumber data utama meliputi buku-buku Sejarah/kebudayaan Islam, serta karya-karya ilmiah terkait Sejarah Islam Mughal di India. Pendekatan ini memungkinkan analisis mendalam terhadap Sejarah perkembangan Dinasti Mughal di India perspektif Islam yang relevan dengan buku-buku Sejarah yang berkaitan.
Pengaruh Peradaban Islam terhadap Munculnya Renaisance di Barat Pratama, Ilham Putra Pratama; Daulay, Haidar Putra; Sumanti, Solihah Titin
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 2 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i2.1716

Abstract

Pada masa keemasan Islam mencapai puncak peradaban dan kebudayaan, sedangkan Barat masih terperangkap dalam kebodohan dan kegelapan yang sepanjang abad pertengahan diwarnai oleh ajaran tradisional dan dogmatisme gereja. Sistem monopoli gereja seperti ini menyebabkan Eropa mengalami keterbelakangan dalam berbagai aspek kehidupan. Suasana seperti ini barulah mengalami perubahan setelah pemikiran skolastik, kedatangan Islam merupakan revolusi yang dapat membalikkan arus gelombang kebudayaan ke arah dunia baru, yang dapat meletakkan nilai-nilai kemanusiaan, kemerdekaan, dan keselamatan. Pada waktu itu Cordova mengalami kejayaan, yakni mencapai perkembangan ilmu pengetahuan yang gemilang yang mana menjadi jembatan bagi banyak orang Eropa yang datang untuk belajar kesana, kemudian menerjemahkan karya-karya ilmiah umat Islam. Hal ini dimulai sejak abad ke-12. Dengan pengembangan ilmu pengetahuan baik itu natural science (ilmu alam dan ilmu pasti) dan social science (ilmu social) yang dilakukan umat Islam, seperti halnya pemikiran Ibnu Rusyd (Averous) sangat berpengaruh di dunia Eropa. Kebangkitan dunia Barat ditandai dengan munculnya suatu gerakan, yakni Renaisans yang diartikan kelahiran kembali, kebangkitan kembali peradaban (ilmu pengetahuan) di Eropa pada abad ke-14 sampai ke-16 M. Melalui kontak antara sarjana-sarjana barat yang belajar kedunia Islam, dan melalui kontak umat Islam dan Eropa Andalusia dan di Sisilia, melalui invasi suci yaitu perang salib, dan perdagangan dari berbagai daerah.
Kebudayaan dan kemunduran Islam pada masa Kerajaan Safawi di Persia Rahmat, Ilham; Daulay, Haidar Putra; Sumanti, Solihah Titin Sumanti
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.1727

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah berdirinya Kerajaan Safawi, dan untuk mengetahui kondisi Kerajaan Safawi serta peradaban Islam di Persia yang telah dibangun masa pemerintahan Kerajaan Safawi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mengumpulkan data-data yang relevan. Upaya yang telah dilakukan Kerajaan Shafawi dalam membangun peradaban Islam di Persia. Munculnya dinasti Safawi di Persia yang didirikan oleh Safi al-Din (1252-1334) memberikan perubahan besar terhadap kemerosotan peradaban Islam pada saat itu. Dinasti Safawi muncul pada abad pertengahan, awalnya dinasti ini berasal dari sebuah gerakan tarekat yang berdiri di Ardabila, tarekat ini terus dipertahankan sampai tarekat ini menjadi gerakan politik, bahkan nama Safawi ini tetap dilestarikan sampai menjadi sebuah dinasti. Dinasti safawi memiliki peran penting dalam perkembangan sejarah peradaban dan kebudayaan Islam, tercatat terdapat sebelas khalifah yang menduduki tahta kekhalifahan, masing-masing dari mereka memiliki perannya masing-masing dalam penyebaran peradaban Islam, namun dari banyaknya khalifah yang menduduki kekhilafahannya, dinasti safawi juga mengalami beberapa konflik internal dan eksternal yang mengakibatkan kemunduran dan kehancuran dinasti Safawi di Persia.
Proses Kemunculan, Kemajuan, dan Kehancuran Kerajaan Turki Utsmani Lutfiah, Izmi; Daulay, Haidar Putra; Sumanti, Solihah Titin
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.1734

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan mengenai Sejarah Kebudayaan Islam pada Masa Kerajaan Turki Utsmani. Fokus utama dalam penelitian ini adalah menganalisis bagaimana awal kemunculan dari kerjaan Turki Utsmani hingga melahirkan berbagai kemajuan pada beberapa bidang yang dipimpin oleh berbagai kesultanan dan bagaimana awal kehancuran yang terjadi pada kerajaan Turki Utsmani. Jenis penelitian yang digunakan adalah kepustakaan (library research)  yaitu kajian literatur dengan mengkaji buku-buku sejarah dan beberapa artikel yang berkaitan dengan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan dan mengarahkan kepada pembaca agar dapat mengetahui mengenai kemunculan, kemajuan, serta kehancuran yang terjadi pada kerajaan Turki Utsmani.