Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Hubungan Obesitas Terhadap Diabetes Melitus Pada Ibu Rumah Tangga J, Muhammad Akbar; Safitri, Asrini; Utami, Dian Fahmi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 1 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i1.17069

Abstract

Latar Belakang: Obesitas adalah suatu keadaan terjadi penumpukan lemak tubuh yang berlebih akibat ketidakseimbangan antara energi dari makanan yang masuk lebih besar diabanding energi yang dikeluarkan oleh tubuh. Diabetes melitus adalah suatu kondisi berupa terjadinya peningkatan kadar glukosa dalam darah melebihi normal. Metode: Penelitian yang dilakukan menggunakan metode studi kepustakaan atau literature review. Pembahasan: Ibu rumah tangga merupakan salah satu yang memiliki faktor risiko terjadinya obesitas, kejenuhan akan aktivitas sehari-hari yang monoton dan menimbulkan stres, perubahan hormon, aktivitas fisik yang kurang dan pola makan yang buruk berperan dalam terjadinya obesitas. Jaringan adiposa pada orang obesitas menghasilkan hormon dan sitokin pro-inflamasi yang dapat mengganggu jalur sinyal insulin dan menyebabkan resistensi insulin. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara obesitas dan diabetes melitus pada ibu rumah tangga
Gambaran Asupan Protein Dan Zink Terhadap Angka Kecukupan Gizi Pada Mahasiswa FK UMI Angkatan 2021 Lestari, Regina; Nurmadilla, Nesyana; Wello, Eny Arlini; Bamahry, Aryanti; Utami, Dian Fahmi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20951

Abstract

Protein dan zink berperan penting dalam pertumbuhan, metabolisme, dan fungsi imun. Mahasiswa kedokteran perlu mencukupi asupan gizi untuk mendukung aktivitas dan menjadi teladan hidup sehat. Oleh karena itu, penting mengetahui kecukupan protein dan zink pada mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui asupan protein dan zink mahasiswa FK UMI Angkatan 2021 berdasarkan angka kecukupan gizi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif menggunakan analisis univariat untuk menggambarkan masing-masing variabel. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa sebagian besar Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (FK UMI) Angkatan 2021 memiliki asupan protein dan zink yang tidak adekuat. Sebanyak 215 mahasiswa memiliki asupan protein tidak adekuat dan 241 mahasiswa memiliki asupan zink tidak adekuat berdasarkan Angka Kecukupan Gizi 2019. Penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa FK UMI Angkatan 2021 belum memenuhi angka kecukupan gizi untuk asupan protein dan zink, sehingga diperlukan upaya edukasi dan perbaikan pola konsumsi gizi secara dini.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Buah Tin (Ficus carica L.) Terhadap Bakteri Streptococcus pneumoniae Salsabila, Lu’lu Luqyana Amirah; Syamsu, Rachmat Faisal; Utami, Dian Fahmi; Sodiqah, Yani; Anggita, Dwi
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 24, No 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v24i2.4737

Abstract

Streptococcus pneumoniae (pneumococcus) is a normal flora in the respiratory tract that can mutate into pathogenic bacteria that cause Invasive Pneumococcal Disease (IPD) such as pneumonia. The high prevalence of pneumonia causes antibiotics to be the appropriate therapy to treat cases of infection by bacteria. However, the use of antibiotics that are not indicated can lead to other health problems, namely antibiotic resistance. One of the efforts that can be made to reduce the rate of antibiotic resistance is the utilization of natural-based antibiotics. One of the plants that has potential as a natural antibiotic is Tin fruit (Ficus carica L.) which is thought to be due to the presence of antibacterial compounds in it, namely tannins, phenols, and flavonoids. The specialty of Tin fruit is also mentioned in the Qur'an surah At-Tiin verse 1 which means "By (the fruit) Tin and (the fruit) Olive".  To determine the antibacterial activity of Tin fruit (Ficus carica L.) against Streptococcus pneumoniae bacteria. The research conducted was a true experimental post test study using the disc diffusion method (Kirby Bauer method) to see the effectiveness of Tin fruit extract (Ficus carica L.) in inhibiting the growth of Streptococcus pneumoniae bacteria. Tin fruit extract (Ficus carica L.) with a concentration of 50% is resistant to Streptococcus pneumoniae bacteria with an inhibition diameter of 4.35 mm. While the 100% concentration is sensitive in inhibiting the growth of Streptococcus pneumoniae bacteria with an inhibition diameter of 19.45 mm. Tin fruit extract (Ficus carica L.) has antibacterial activity in inhibiting the growth of Streptococcus pneumoniae bacteria.
Pengaruh High Heels terhadap Timbulnya Varises Tungkai Bawah pada Sales Promotion Girls Inez di Sulawesi Selatan Aulia, Ade; Wisudawan, Wisudawan; Utami, Dian Fahmi; Nurhikmawati, Nurhikmawati; Mubarak, Andi Firman
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 22 No 1 (2026): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan high heels (sepatu hak tinggi) dalam jangka waktu lama, terutama pada pekerjaan yang menuntut posisi berdiri seperti Sales Promotion Girls (SPG), berpotensi meningkatkan risiko terjadinya varises vena tungkai bawah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan lama pemakaian high heels, tinggi high heels, dan posisi bekerja dengan kejadian varises vena tungkai bawah pada SPG Inez di Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel 38 responden yang dipilih menggunakan metode consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan pada bulan September–Oktober 2024. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki lama pemakaian high heels ≥1 tahun (55,3%), menggunakan high heels dengan tinggi ≥5 cm (73,7%), serta bekerja dalam posisi berdiri (76,3%). Kejadian varises vena tungkai bawah ditemukan pada 23 responden (60,5%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara lama pemakaian high heels (p = 0,004), tinggi high heels (p = 0,000), dan posisi bekerja berdiri (p = 0,007) dengan kejadian varises vena tungkai bawah, sedangkan lokasi nyeri tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p = 0,679). Dapat disimpulkan bahwa lama pemakaian high heels, tinggi high heels, dan posisi bekerja berdiri berhubungan dengan kejadian varises vena tungkai bawah pada SPG Inez di Sulawesi Selatan.
Gambaran Penggunaan Antibiotik pada Pasien Pneumonia Anak di RSUD H. Andi Sultan Daeng Radja Bulukumba Periode Januari–Juni 2024 Thalib, Andi Muhammad Nur Yazid AR; Mangarengi, Yusriani; Utami, Dian Fahmi; Irwan, Andi Alamanda; Dwiyanto, Abdi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i3.25077

Abstract

ABSTRACT Pneumonia is a common acute respiratory infection in children and a leading cause of mortality in developing countries. This study aims to describe the pattern of antibiotic usage in pediatric pneumonia cases treated at RSUD H. Andi Sultan Daeng Radja Bulukumba during January–June 2024. The study employed a descriptive retrospective design with total sampling from medical records. A total of 65 pediatric patients were included. Most patients were male and aged 1–3 years. The most widely used antibiotic combination was Ampicillin and Gentamicin. The dominant antibiotic classes were penicillin and cephalosporin. This pattern suggests alignment with empirical guidelines for pediatric pneumonia management. Keywords: Antibiotics, Pneumonia, Children, Pediatric Infection.  ABSTRAK Pneumonia merupakan infeksi saluran napas akut yang umum pada anak-anak dan menjadi salah satu penyebab utama kematian di negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan antibiotik pada pasien anak pneumonia yang dirawat di RSUD H. Andi Sultan Daeng Radja Bulukumba periode Januari–Juni 2024. Penelitian menggunakan desain deskriptif retrospektif dengan total sampling dari data rekam medik. Total pasien anak sebanyak 65 orang. Mayoritas pasien adalah laki-laki dengan rentang usia 1–3 tahun. Kombinasi antibiotik yang paling banyak digunakan adalah Ampisilin dan Gentamisin. Kelas antibiotik dominan adalah penisilin dan sefalosporin. Pola ini menunjukkan kesesuaian dengan panduan empiris pengelolaan pneumonia anak. Kata Kunci: Antibiotik, Pneumonia, Anak, Infeksi Pediatrik.
Comparative Analysis Of Glutation Perioxidase (GPx) Levels In Obesity And Non-Obesity Teenagers Ismaya, Fausiah; Gayatri, Sri Wahyuni; Pramono, Sigit Dwi; Bamahry, Aryanti R.; Utami, Dian Fahmi
Syifa'Medika Vol 16, No 2 (2026): Syifa Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i2.10377

Abstract

Obesitas pada remaja telah menjadi masalah kesehatan global yang meningkat, dengan dampak jangka panjang terhadap kesehatan fisik dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kadar glutation peroksidase (GPx) pada remaja obesitas dan non-obesitas serta mengeksplorasi hubungannya dengan obesitas. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan sampel 50 remaja. Pengukuran kadar GPx dilakukan menggunakan spektrofotometer, dan analisis data menggunakan uji T-test dan uji Kolmogorov-Smirnov untuk normalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar GPx pada remaja obesitas (109.68 U/g) lebih tinggi dibandingkan dengan non-obesitas (81.20 U/g), yang menunjukkan peningkatan stres oksidatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa obesitas berhubungan dengan peningkatan stres oksidatif, yang berpotensi mempengaruhi kesehatan metabolik remaja jangka panjang. Disarankan untuk mengembangkan program intervensi yang lebih berbasis bukti dan memperhatikan faktor gender dan sosial-ekonomi dalam pencegahan obesitas.