Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Respons Pertumbuhan dan Produksi Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Akibat Pemberian Pupuk NPK dan Biochar Sekam Padi Susilo, Dimas; Usnawiyah, Usnawiyah; Nurdin, Muhammad Yusuf; Nazirah, Laila; Ramadhani, Almuna; Fadhliani, Fadhliani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 4 No. 1 (2025): Vol 4, No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Maret 20
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan kacang tanah dari tahun ke tahun terus meningkat sejalan dengan perkembangan industri pakan dan makanan di Indonesia, namun produksi kacang tanah cenderung belum mampu memenuhi kebutuhan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan tanaman kacang tanah akibat penggunaan pupuk NPK dan biochar sekam padi. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama yaitu Pupuk NPK (N) terdiri dari 4 taraf yaitu N0: tanpa pemberian pupuk NPK, N1: pemberian 20 g/plot pupuk NPK, N2: pemberian 30 g/plot pupuk NPK dan N3: pemberian 40 g/plot pupuk NPK. Faktor kedua yaitu Biochar Sekam Padi (B) terdiri dari 3 dosis yaitu B0: tanpa pemberian biochar, B1: pemberian 1 kg/plot biochar, dan B2: pemberian 2 kg/plot biochar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik terdapat pada pupuk NPK dengan dosis 40 g/plot (N3) yang memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kacang tanah pada peubah jumlah cabang tripodial, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, dan produksi ton/ha. Kemudian perlakuan biochar sekam padi terbaik terdapat pada B2 dengan dosis 2 kg/plot yang memberikan respon terhadap pertumbuhan tanaman kacang tanah pada peubah jumlah cabang tripodial, jumlah biji pertanaman, jumlah polong per tanaman dan produksi (ton/ha). Pemberian pupuk NPK dan biochar sekam padi belum menunjukkan pengaruh interaksi yang nyata terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah.
Respon Karakter Agronomi Empat Varietas Kacang Hijau (Vigna radiata L) Terhadap Dosis Pupuk KCl yang Berbeda Berutu, Chainandro; Nilahayati, Nilahayati; Lukman, Lukman; Fadhliani, Fadhliani; Jamidi, Jamidi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Juni 2025
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang hijau merupakan salah satu jenis tanaman kacang-kacangan yang banyak diminati masyarakat Indonesia setelah kedelai dan kacang tanah. Namun, produksi kacang hijau di Indonesia saat ini masih mengalami penurunan. Salah satu penyebabnya adalah penggunaan varietas yang kurang sesuai dan rendahnya tingkat kesuburan tanah. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya peningkatan hasil tanaman kacang hijau melalui penggunaan varietas unggul dan pemberian pupuk untuk meningkatkan ketersediaan unsur hara dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh varietas dan pemberian pupuk KCl terhadap pertumbuhan dan produksi kacang hijau. Penelitian dilaksanakan di Desa Pulo Rungkom, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, dari April sampai Juni 2025. Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah varietas (Vimil-1, Vima-2, Vima-3, dan Vima-4), dan faktor kedua adalah dosis pupuk KCl (0, 75, dan 150 kg/ha). Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman 14 HST, klorofil daun, jumlah cabang, umur berbunga, jumlah polong, dan berat 100 biji kering. Berpengaruh nyata pada tinggi tanaman 21 HST. Varietas Vima-2 memberikan hasil terbaik pada berat 100 biji kering, sedangkan Vimil-1 terbaik pada umur berbunga. Pupuk KCl berpengaruh nyata terhadap klorofil daun, umur berbunga, dan berat 100 biji kering. Dosis optimal pupuk KCl yaitu 75 kg/ha pada peubah klorofil dan dan berat 100 biji kering. Tidak terdapat interaksi antar kedua perlakuan.
Pendampingan Petani Milinieal dalam Penggunaan ASSA: Sistem Jalur Distribusi di dalam e-Marketplace berbasis Smart Farming untuk Ketahanan Pangan di Kecamatan Lhoksukon Aceh Utara Ulva, Ananda Faridhatul; Fadhliani, Fadhliani; Nurhasanah, Nurhasanah; Andriani, Dela; Qamal, Mukti
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i2.15171

Abstract

Background: Petani mileneal dikenal sebagai petani yang berusia 18-55 tahun, di Kabupaten Aceh Utara Petani Mileneal khususnya di Desa Lhoksukon sangat meningkat pesat di tahun 2023. Para petani mileneal mengalami kesulitan dalam hal pemasaran dan hal pemantauan pertanian mereka secara jarak jauh dan realtime contohnya dalah pemantauan tata kelola air, dan penyiraman tanaman. Tujuan kegiatan ini adalah dapat meningkatkan minat para petani dalam pertanian guna menjadikan para petani mileneal maju dan mandiri dan tercapainya ketahanan pangan di Aceh Utara. Metode: Mitra yang menjadi kegiatan ini adalah 100 petani milleneal di Desa Lhoksukon serta Pemerintah Daerah Aceh Utara. Observasi, wawancara dan kuesioner dilakukan untuk pengumpulan data. Workshop, pelatihan, penyuluhan, dan pedampingan kepada petani dilakukan selama 4 bulan. Hasil: Adanya efesiensi jalur distribusi serta pengurangan biaya, peningkatan penjualan produk sebesar 30% dalam tiga bulan pertama penggunaan aplikasi ASSA, biaya produksi berkurang hingga 10%, pengiriman produk menjadi lebih cepat, sehingga produk masih segar saat sampai ke konsumen. Kesimpulan: Kegiatan ini berhasil meningkatkan keterampilan petani dibidang pemasaran digital, memperluas akses pasar dan penjualan produk, optimalisasi dalam jalur distribusi, dimana hal ini dapat berkontriusi signifikan terhadap ketahanan pangan di Aceh Utara.
Pengaruh Debit Limpasan Banjir Terhadap Kawasan Matangkuli Pada Subdas Krueng Keureuto Fadhliani, Fadhliani; Ersa, Nanda Savira; Hafli, Teuku Mudi
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 2 (2022): Volume 12 Nomor 2, September 2022
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v12i2.667

Abstract

Abstrak Banjir merupakan salah satu bencana alam di mana air yang berlebihan tidak mampu dialirkan ke sungai maupun saluran saluran yang ada (drainase). Kecamatan Matangkuli merupakan salah satu daerah terdampak banjir dari Krueng Keureuto. Hampir setiap tahun terjadi banjir yang merugikan aspek sosial ekonomi masyarakat. Oleh karena itusebagai studi awal terlebih dahulu perlu dilakukanperlu dilakukan analisa dampak banjir terhadap kawasan Matangkuli di sepanjang sungai Keureuto. Curah hujan rencana dianalisis dengan periode ulang 20, 50 dan 100 tahun. Analisis hidrograf banjir menggunakan persamaan Nakayasu. Untuk melakukan simulasi aliran sungai menggunakan software HEC-RAS Mapper. Hasil yang diperoleh pada lokasi tinjauan, sungai tidak dapat menampung debit banjir rencana. Selain itu, diprediksi genangan banjir sedalam 1-2 meter dengan klasifikasi bahaya banjir menengah hingga berat. Kata kunci: banjir, HEC-RAS, debit rencana Abstract Flood is one of the natural disasters where excessive water is not able to collected by existing channels (drainage). Kecamatan Matangkuli is one of the flood-prone areas around Krueng Keureuto. Almost every year there are floods that harm the community. Therefore, as a prior study, it is necessary to analyze the impact of Krueng Keureuto flood on the Matangkuli area. Planned rainfall was analyzed with return periods of 20, 50 and 100 years. Flood hydrograph analysis using the Nakayasu equation. HEC-RAS Mapper is used to perform river flow simulation. Results show that the river section cannot accommodate the planned flood discharge. In addition, hazard flood is classified medium to high with depth flood 1-2 meters. Keywords: flood, HEC-RAS, planned rainfall
Analisis Beban Emisi Pencemaran Udara Akibat Aktivitas Transportasi Kendaraan Bermotor di Jalan Keude Cunda, Kota Lhokseumawe Ersa, Nanda Savira; Akbar, Said Jalalul; Fadhliani, Fadhliani; Akbar, Teuku Ilhami Surya; Ikhwali, Muhammad Faisi
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 2 (2023): Volume 13 Nomor 2, September 2023
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v13i2.898

Abstract

Abstrak Sektor transportasi salah satu penyumbang emisi udara terbesar di Indonesia. Selain berkontribusi terhadap pemanasan global, pencemaran udara juga dapat menurunkan kualitas kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi beban pencemaran udara dari aktivitas transportasi di ruas Jalan Keude Cunda, Kota Lhokseumawe. Penelitian diawali dengan survey lapangan untuk menentukan jumlah kendaraan yang melintas pada jam puncak selama 7 hari sepanjang 400 meter. Kendaraan diklasifikasikan menjadi sepeda motor, mobil pertalite dan mobil solar. Selanjutnya, dilakukan estimasi beban emisi pencemaran dengan metode Tier-1 dan Tier-2. Melalui metode Tier-1, untuk jenis BBM pertalite dan solar diestimasi menghasilkan beban emisi CO2 sebesar 99.178 ton/tahun, CH4 28,8 ton/tahun dan N2O 9,2 ton/tahun. Sedangkan dengan metode Tier-2, beban emisi CO sebesar 13,8 ton/tahun, HC 4 ton/tahun, NOx 0,7 ton/tahun, PM10 0,2 ton/tahun dan SO2 0,04 ton/tahun. Aksi mitigasi dengan program Car Free Day diestimasi dapat menurunkan beban emisi sebesar 6% setiap tahunnya. Kata kunci: Bahan bakar, beban emisi, jumlah kendaraan, pencemaran udara Abstract The transportation sector is one of the largest contributors to air emissions in Indonesia. Besides contributing to global warming, air pollution can also reduce the public health quality. This study aims to estimate the air pollution load from transportation activities on Jalan Keude Cunda, Lhokseumawe City. First, a field survey was conducted to determine the number of vehicles passing during peak hours for 7 days with mileage 400 meters. Vehicles are classified into motorcycles, gasoline cars and diesel cars. Secondly, estimation of pollution emission loads is carried out using the Tier-1 and Tier-2 methods. Lastly, emission load reduction is predicted through a program mitigation, namely the Car Free Day. Through the Tier-1 method, gasoline and diesel fuel are estimated to produce a CO2 emission load of 99,178 tons/year, CH4 28.8 tons/year and N2O 9.2 tons/year. Whereas with the Tier-2 method, the CO emission load is 13.8 tons/year, HC 4 tons/year, NOx 0.7 tons/year, PM10 0.2 tons/year and SO2 0.04 tons/year. The Car Free Day mitigation actions will contribute to reducing the emission load by 6% annually. Keywords: fuel, emission load, vehicle number, air pollution
Analisis Perubahan Hidrograf Aliran Akibat Konversi Tutupan Lahan DAS Keureuto Rishaq, Alief Muhammad; Nanda, Syarifah Asria; Fadhliani, Fadhliani; Ersa, Nanda Savira; Usrina, Nura; Azra, Dio Syahlung; Budi, Rama
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i1.1038

Abstract

Abstrak Perubahan tata guna lahan akibat peningkatan jumlah penduduk mengakibatkan bertambahnya area pemukiman. Meningkatnya kebutuhan manusia terhadap tempat tinggal dan aktivitas lainnya menyebakan terjadinya beberapa permasalahan lingkungan semakin kompleks. Apabila keadaan ini berlangsung secara terus menerus maka menyebabkan menurunnya kemampuan tanah dalam menyerap dan menampung air hujan terutama di kawasan DAS Krueng Keureuto. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui seberapa besar perubahan tata guna lahan terhadap perubahan hydrograph aliran pada Sub DAS Krueng Keureuto. Data yang digunakan adalah data DEMNAS dan data citra satelit landsat 8 tahun 2015 dan 2021. Berdasarkan peta tata guna lahan tahun 2015 dan 2021, terjadi penambahan luas area ladang sebesar 4,75%, pemukiman 6,34%, perkebunan 11,83%, semak belukar 5,75%, dan sungai 0,21%. Adapun area yang mengalami penurunan luas yaitu hutan sebesar 27,67% dan sawah 1,21%. Hal ini berdampak pada laju limpasan permukaan dan besarnya debit aliran sungai yang terpantau pada outlet DAS Krueng Keureuto. Kata kunci: tata guna lahan, daerah aliran sungai, keureuto   Abstract Increasing human needs for housing and other activities have resulted in several complex environmental problems, such as a decrease in the soil capacity to absorb and hold rainwater, especially in the Krueng Keureuto watershed area. The aim of this research is to determine how much land use changes have affected changes in the flow hydrograph in the Krueng Keureuto Sub-watershed. The data used is DEMNAS data and Landsat 8 satellite image data for 2015 and 2021. Based on the 2015 and 2021 land use maps, there has been an increase in the area of fields (4.75%), residential (6.34%), plantations (11.83%), bushes (5.75%), and rivers (0.21%). Meanwhile, the area that experienced a decrease was forest (27.67%) and rice fields (1.21%). This has an impact on the rate of surface runoff and the magnitude of river flow discharge monitored at the outlet of the Krueng Keureuto watershed. Keywords: land use change, watershed, keureuto
Pengaruh Aplikasi Biofungisida Dari Ganoderma Dengan Bioaktif Pseudomonas Terhadap Fusarium Dan Tanaman Padi Fitriani, Fitriani; Fadhliani, Fadhliani; Siregar, Sri Rahayu Br
Agrium Vol 21 No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v21i2.16781

Abstract

Padi merupakan tanaman pangan penting bagi rakyat Indonesia, selain sagu dan jagung. Pada tahun 2023  produktivitas tanaman padi mengalami penurunan 1,12 juta ton sebesar 2,05 persen dibandingkan pada tahun sebelumnya menjadi 53,98 juta ton. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya  suhu dan kelembaban sebagai faktor pemicu perkembangan dan ledakan hama penyakit tanaman. Salah satu penyakit yang menyerang tanaman padi yaitu bakanae yang disebabkan oleh jamur Fusarium. Jamur ini mengakibatkan daun menguning, daun terpelintir dan di bagian pangkal batang membusuk. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya pengendalian Fusarium dengan mengunakan fungisida nabati, salah satunya menggunakan Ganoderma boninense dengan bioaktif Pseudomonas fluorescens. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pengaruh dan konsentrasi penggunaan biofungisida dari G. boninense dengan bioaktif P. Fluorescens terhadap F. fujikuroi pada tanaman padi. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan dengan jumlah sampel 25 sampel tanaman padi dengan konsentrasi Kontrol Negatif ,Kontrol Positif, 250 mL/L, 300 mL/L  dan 350 mL/. Berdasarkan hasil penelitian terdapat pengaruh penggunaan biofungisida dari G. boninense dengan bioaktif P. Fluorescens terhadap Fusarium pada tanaman pada tanaman padi setelah semai dan pindah tanam. Aplikasi biofungisida dari G. boninense dengan bioaktif P. Fluorescens dengan konsentrasi 300 mL/L  mampu meningkatkan benih berkecambah sebesar 0,5 %, menurunkan persentasi benih dan bibit mati sebesar 15%, menurunkan bibit bergejala stunting sebesar 11%, meningkatkan tinggi tanaman setelah semai sebesar 86%, meningkatkan jumlah daun setelah semai sebesar 7% dari hari ke 4 sampai ke 16 setelah semai. Namun biofungisida dari G. boninense dengan bioaktif P. Fluorescens dengan konsentrasi 350 mL/L mampu meningkatkan tinggi tanaman sebesar 38%, meningkatkan jumlah daun sebesar 2% dari hari ke 5 sampai ke 30 setelah pindah tanam.
PENDAMPINGAN KEGIATAN PEKARANGAN PANGAN LESTARI (P2L) DI LINGKUNGAN POLSEK MEURAH MULIA Rozana Sari, Cut; Firmansyah Tanjung, Ade; Fadhliani, Fadhliani; Zuliati, Septiarini; Nugrahawati, Anis; Hasby Puarada, Sakral
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 10 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i10.3658-3664

Abstract

Setiap warga negara mempunyai hak untuk memenuhi kebutuhan dasarnya dan bukan menjadi kekhawatiran terkait dengan kedaulatan atau ketersediaan pangan. Pemerintah harus mempunyai rencana untuk menjamin ketahanan, kemandirian, dan kecukupan pangannya sendiri dan meramalkan perubahan yang akan terjadi baik secara domestik maupun global. Pangan berkembang seiring dengan kesempatan dan pergantian peristiwa secara mekanis. Tujuan kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Polsek Meurah Mulia di Kabupaten Aceh Utara adalah untuk meningkatkan produktivitas pekarangan dan pemanfaatan tanaman pangan, khususnya tanaman cabai dan brokoli. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada bulan Januari hingga Maret 2023. Alat yang digunakan adalah cangkul, garpu, gunting, dan polibag. Kegiatan P2L diikuti oleh anggota kepolisian di Polsek Meurah Mulia Kabupaten Aceh Utara sehingga anggota kepolisian di Polsek Meurah Mulia dapat memahami teknik budidaya pertanian, khususnya tanaman cabai yang merupakan komoditas andalan Indonesia. Tahapan kegiatan meliputi (1) memberikan pemaparan tentang program P2L terhadap ketahanan pangan dan (2) memberikan demonstrasi dan pelatihan P2L. Peserta sangat antusias dan berperan aktif ketika mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pengabdian. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan informasi dan edukasi memanfaatkan lahan pekarangan menjadi pekarangan pangan lestari demi mewujudkan ketahanan pangan di masyarakat.
PELATIHAN PEMBUATAN LIGHT TRAP DAN INSECTISIDA ORGANIK SEBAGAI PENGENDALI HAMA PENGGEREK BATANG PADI BAGI KELOMPOK TANI DI DESA BLANG BATEE Fitriani, Fitriani; Fadhly, T. Andi; Fadhliani, Fadhliani; Ismida, Yulina
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v3i2.292-302

Abstract

Recently rice productivity has decreased due to the attack of stem borer pests that have been resistant to the use of an insecticide. Also, the adoption technology level of farmers is still limited and tends to slow down, which can see from the symptoms of stagnation in rice productivity and community welfare. Therefore, increasing farmers' knowledge in optimizing the use of local resources in improving national food security must be improved. One of them is by empowering farmer groups in the manufacture of light traps and organic insecticides as a monitoring tool and controlling fluctuations in stem borer pest population. That rice productivity can increase, increasing the role and function of extension workers, university (PT) and farmer groups in accelerating and expanding innovation adoption agriculture to support agricultural development through partnerships, government, and institutions. The method used is the direct method approach, including a location survey, socialization, lecture, and practice. The results have shown knowledge and skill increase of public about the implementation of light trap and organic insecticides that are equal to 90% and 95%. These data show that the application of light traps and natural pesticides has a positive impact on the community so that it expects that the implementation of the program can produce products that can reduce the population of stem borer pests to increase rice productivity.
PELATIHAN PEMBUTAN CAIRAN DISINFEKTAN STANDAR WORLD HEALTH ORGANIZATION (WHO) DALAM PENANGGUNALANGAN PERSEBARAN PANDEMIK CORONAVIRUS (COVID-19) DI DESA ALUE SENTANG KECAMATAN TUALANG CUT KABUPATEN ACEH TAMIANG Putri, Kartika Aprilia; Fitriani, Fitriani; Fadhliani, Fadhliani
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i2.562-570

Abstract

Coronavirus (Covid-19) cases continue to show an increase in Indonesia. To prevent the spread of coronavirus, especially in Alue Sentang Village, it is necessary to break the chain of virus spread. One way is by spraying desinfectants. Due to the large use of desinfectants in the community, it is necessary to empower the community, especially in training and assistance in making disinfectant fluids with WHO standards. Compounds used as desinfectants include distilled white vinegar, hydrogen peroxide, chlorine, etc. The method used in this activity was the direct approach method, practice, and lectures. The approach method was carried out by listing the problems faced by partners regarding Covid-19. The lecture method was carried out by providing information to partners about the advantages and benefits of using WHO standard disinfectants in inhibiting the activity of microorganisms (bacteria, fungi, parasites, and viruses). The practical method was carried out by providing training and assistance in making WHO standard disinfectant fluids