Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

The Impact of Stress Due to Remote Working (Teleworking) Caused by Tecnostress on Employee Satisfaction, Anxiety, and Performance in DIY Yuniar Yulfannada Yasiroh; Suhada
International Journal of Economics and Management Research Vol. 4 No. 3 (2025): December : International Journal of Economics and Management Research
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijemr.v4i3.567

Abstract

The advancement of information technology has significantly transformed work patterns, leading to the widespread adoption of remote work or teleworking. While teleworking offers flexibility and convenience, excessive use of technology can result in technostress, which can negatively impact employees' psychological well-being and job performance. This study aims to examine the effect of technostress on job satisfaction, anxiety, and performance among teleworkers in the Special Region of Yogyakarta (DIY). A quantitative approach utilizing Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM) was applied, with 100 respondents participating in the study. The results indicate that technostress has a negative effect on job satisfaction, suggesting that high levels of stress caused by technology usage in teleworking reduce employees' satisfaction with their jobs. Additionally, technostress has a positive effect on work-related anxiety, meaning that increased technostress leads to heightened anxiety levels among teleworkers. Anxiety, in turn, was found to negatively influence job satisfaction, highlighting the detrimental impact of anxiety on employees' contentment with their work. However, anxiety did not show a significant impact on performance, indicating that while anxiety affects satisfaction, it does not directly hinder job performance. On the other hand, job satisfaction has a significant positive effect on performance, meaning that employees who are more satisfied with their jobs tend to perform better. These findings emphasize the importance of managing technostress to maintain a productive and healthy digital work environment. Practical implications include the need for digital training to help employees manage technology effectively, psychological support to alleviate stress and anxiety, and the development of structured remote work policies that prioritize employee well-being. By addressing these factors, organizations can improve job satisfaction, reduce anxiety, and enhance overall performance in teleworking environments.
Implementasi Strategi Pendidikan Islam Multikultural dalam Membangun Etika dan Moral Generasi Milenial di SMA Negeri 4 Tualang : Penelitian Suhada; Ary Asy’ari; M. Rizkoni Salis; Devi Fatwanti; Devfy Kartikasari; Fatoni Achmad; Syaiful Dinata
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5050

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan strategi, langkah-langkah strategis, dan model pembangunan etika serta moral generasi milenial di SMA Negeri 4 Tualang dalam perspektif pendidikan Islam multikultural. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan jenis participatory action research (PAR). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan metode kualitatif oleh Spradley, yang mencangkup empat tahap utama, yakni analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponensial, dan identifikasi tema-tema budaya. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa: Mahasiswa memahami etika dan moral, tetapi menghadapi tantangan globalisasi. Kejujuran, tanggung jawab, toleransi, dan kepedulian sosial berkembang, namun masih ada kasus plagiarisme dan kurangnya partisipasi sosial. Pembangunan etika dan moral dilakukan melalui strategi integrasi kurikulum dan keteladanan guru, langkah penguatan dialog lintas budaya serta pengabdian masyarakat, serta penerapan model pendidikan integratif dan experiential learning untuk meningkatkan kesadaran serta praktik moral siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Pengembangan Media Pembelajaran Pada Mata Pelajaran Komputer dan Jaringan Dasar Manoppo; Mulyanto; Suhada
Jurnal MediaTIK Volume 4 Issue 2, Mei (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/mediatik.v4i2.3079

Abstract

Pada saat proses pembelajaran di dalam kelas, ditemukan bahwa siswa cepat bosan jika terlalu banyak mencatat materi pembelajaran dari modul elektronik berformat PDF, dengan isi modul yang sebagian besar disajikan dalam bentuk teks dan tidak interaktif. Selanjutnya, jika dilihat dari cara guru mengajar dan memberikan materi, kurangnya penggunaan metode dan variasi media dalam pembelajaran menyebabkan guru masih menggunakan modul elektronik berformat PDF sebagai media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis Adobe Animate Creative Cloud pada mata pelajaran Komputer dan Jaringan Dasar untuk siswa kelas X RPL di SMK Negeri 3 Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) model ADDIE. Hasil penelitian melalui pengujian kelayakan media pembelajaran oleh satu ahli materi, yaitu guru mata pelajaran Komputer dan Jaringan Dasar, diperoleh skor rata-rata 125 dengan kriteria sangat layak. Hasil pengujian kelayakan media pembelajaran oleh dua ahli media, satu orang dosen dan satu orang dari pihak TVRI Gorontalo, diperoleh skor rata-rata 120 dengan kriteria sangat layak. Sehingga, pengujian kelayakan media pembelajaran berdasarkan ahli materi dan ahli media termasuk dalam kategori sangat layak. Sedangkan hasil penilaian tanggapan siswa (respons siswa) terhadap media pembelajaran dalam uji coba dengan 9 orang siswa diperoleh skor rata-rata 91,77 dengan kriteria layak. Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran pada mata pelajaran Komputer dan Jaringan Dasar yang dikembangkan di SMK Negeri 3 Gorontalo layak digunakan dalam proses pembelajaran.