Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Efektivitas Media Komik Digital terhadap Keterampilan Membaca Pemahaman Siswa Kelas IV SD Inpres Kantisang Kota Makassar Sukoco, Rezki Afriyanti; Mayong, Mayong; Nojeng, Asis
Panthera : Jurnal Ilmiah Pendidikan Sains dan Terapan Vol. 5 No. 3 (2025): July
Publisher : Lembaga Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kamandanu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/panthera.v5i3.584

Abstract

This study aims to describe students' reading comprehension skills before and after using digital comic media, and to measure the effectiveness of its use on the reading comprehension skills of fourth-grade students of SD Inpres Kantisang. The method used is quantitative with a one-group pretest-posttest design. The sample of the study was 25 fourth-grade students. Data were collected through multiple-choice tests analyzed using the SPSS version 30 application. The pretest results showed an average score of 50.8 with 3 students (12%) achieving completeness. After treatment using digital comic media, the average posttest score increased to 79.6 with 17 students (68%) achieving completeness. Normality and homogeneity tests showed that the data were normally distributed and homogeneous. The results of the paired sample t-test showed a significant difference (p = 0.01 < 0.05; tcount = 12.745 > ttable = 2.064). The average N-gain score of 0.60 is included in the medium category with a fairly effective level of effectiveness. Thus, digital comics have proven effective in improving students' reading comprehension skills, as they increase learning motivation and help students understand reading content in a more enjoyable way. Digital comics have demonstrated significant effectiveness in improving students' reading comprehension skills. This is due to their ability to present engaging learning, motivate students, and facilitate optimal comprehension of reading content.
Analisis Kesalahan Proses Morfologi pada Teks Tulis Siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Parepare Sarimah, Syaisatul; Mayong, Mayong; Yunus, Andi Fatimah
Panthera : Jurnal Ilmiah Pendidikan Sains dan Terapan Vol. 5 No. 4 (2025): October
Publisher : Lembaga Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kamandanu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/panthera.v5i4.639

Abstract

This study aims to describe the error of morphological processes in the writing of written texts of grade XI students of SMA Negeri 2 Parepare, including affixation, reduplication, and pluralization. This type of research is qualitative descriptive research. The source of data from this study is student written texts. The focus of this research is: 1) morphological processes; 2) affixation errors; 3) reduplication errors; and 4) composition errors. The data collection technique is carried out by test technique. The instruments of this research are the researcher himself and the table. The results of the study showed that the morphological errors found consisted of: 1) affixation, including the use of prefixes, suffixes, and confixes that were not in accordance with the rules; 2) reduplication, in the form of improper repetition of words; and 3) pluralization, including writing compound words that are not in accordance with spelling. These findings indicate that students still have difficulty in applying morphological rules appropriately in formal writing. These findings show that students still have difficulty in applying morphological processes appropriately in writing.
Pemanfaatan Media Teks Multimodal dalam Pembelajaran Cerita Rakyat pada Siswa Kelas V SD Negeri 88 Pinrang Wulandari, Putri; Mayong, Mayong; Baharman, Baharman
Panthera : Jurnal Ilmiah Pendidikan Sains dan Terapan Vol. 5 No. 4 (2025): October
Publisher : Lembaga Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kamandanu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/panthera.v5i4.659

Abstract

This study aims to describe the use of multimodal text media in folklore learning in grade V students of SD Negeri 88 Pinrang, including the application of media, student responses, and obstacles faced by teachers and students in learning. This study uses a type of qualitative method with a qualitative descriptive design. Data collection is carried out through observation or observation in the learning process, using media use checklists, interviews, and using student response questionnaires. The data analysis techniques used are data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The results show that the use of multimodal text media, such as images, sounds, and videos, can attract students' attention, increase motivation, and help them understand the cultural values contained in folklore. Limited infrastructure, devices, and networks are some of the challenges encountered. However, it is evident that multimodal text media increases students' interest, active participation, and understanding of the lessons. This research is expected to contribute to the development of more innovative and contextual learning methods in elementary schools.
PELATIHAN TINDAK TUTUR MELALUI INTERAKSI PENYIAR: PENGALAMAN MAGANG SPADA RRI PRO 2 MAKASSAR Muhammad Alfian Tuflih; Asia M, Asia M; Mayong, Mayong; Armin, Adelia Ramadhani; Sarina, Sarina
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 3 No. 05 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu program unggulan yang disiarkan oleh RRI Pro 2 Makassar adalah SPADA (Selamat Pagi Teman Pro 2), yang menyapa pendengar muda dengan cara yang santai, interaktif, dan penuh semangat. Berdasarkan pengalaman dan pengamatan mahasiswa magang dari Universitas Negeri Makassar (UNM) di RRI Pro 2 Makassar, artikel ini bertujuan untuk menjelaskan tindak tutur dan bentuk interaksi dalam program SPADA. Selama siaran, observasi langsung dan wawancara informal dilakukan dengan penyiar dan narasumber. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa, melalui sapaan khas dan penggunaan humor ringan, Tindak tutur penyiar didominasi oleh bahasa yang komunikatif, hangat, dan akrab dengan pendengar. Sebagian besar, interaksi antara penyiar, narasumber, dan terjadi secara langsung di studio, dan pendengar secara virtual melalui radio atau rri digital. Namun, interaksi langsung lebih sering terjadi. Sebagai hasilnya, hubungan antara penyiar dan audiens semakin erat karena pendengar berpartisipasi aktif dalam segmen Bisik Bincang Asik dan kesempatan untuk request lagu. Suara yang dihasilkan menjadi hidup, dinamis, dan ramah. Singkatnya, Tindak tutur yang santai dan interaksi yang terbuka menjadi ciri khas program SPADA, yang berhasil menarik minat pendengar muda dan memperkuat peran radio sebagai media komunikasi publik yang positif dan menyenangkan.
PROGRAM MAGANG PENYIAR RADIO DI RRI MAKASSAR SEBAGAI MEDIA PELATIHAN KESANTUNAN BERBAHASA BAGI GEN Z Asia M, Asia M; Muhammad Alfian Tuflih; Mayong, Mayong; Hikma, Nur; Rahmadani, Nia
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 3 No. 05 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Magang berfungsi sebagai pelatihan penting untuk meningkatkan keterampilan lunak mahasiswa, khususnya dalam bidang penyiaran radio. Di Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (RRI) Makassar, program magang pada Santai Siang di Pro 2 menyediakan pengalaman praktis yang mencakup aspek teknis dan non-teknis penyiaran. Mahasiswa belajar tidak hanya dalam mengoperasikan perangkat siaran, tetapi juga dalam mengembangkan kemampuan komunikasi, etika siaran, serta pengelolaan emosi saat siaran langsung. Melalui berbagai segmen interaktif seperti Pro 2 Hitlist, NGULIK (Ngobrol UMKM dan Kuliner), Pro 2 Sport, Pro 2 Entertain, dan LOKIN (Lokal Informasi Makassar), mahasiswa magang dilatih membuat konten, memanfaatkan media sosial untuk promosi, dan berinteraksi langsung dengan pendengar. Pengalaman ini membantu menumbuhkan sikap profesional, kreativitas, kerja sama tim, dan kesiapan menghadapi tantangan di industri media yang dinamis. Pengabdian ini juga akan memberikan pelatihan kesantunan berbahasa secara tidak langsung bagi Gen Z melalui siaran-siaran yang dilakukan.
MENUMBUHKAN KESANTUNAN BERBAHASA DAN KETERAMPILAN JURNALISTIK MAHASISWA MAGANG MELALUI PROGRAM SORE CERIA DI RRI PRO 2 MAKASSAR Tuflih, Muhammad Alfian; Mayong, Mayong; Damayanti, Putri Nadila; Sarina, Sarina; Rahmadani, Nia; Armin, Adelia Ramadhani; Nurhikma, Nurhikma
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 05 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program magang di Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 2 Makassar bertujuan untuk menumbuhkan kesantunan berbahasa dan keterampilan jurnalistik mahasiswa melalui keterlibatan langsung dalam program Sore Ceria. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode partisipasi aktif dan observasi. Dalam Prosesnya, mahasiswa menghadapi berbagai tantangan, seperti rasa gugup dan takut salah ucap saat berbicara di depan mikrofon, kesulitan dalam improvisasi, serta penyesuaian terhadap gaya penyiaran yang Santai namun tetap informatif khas Gen Z. Selain itu, adaptasi terhadap teknologi penyiaran dan dinamika kerja tim menjadi pengalaman penting yang membentuk kemampuan profesional mahasiswa dan berkomunikasi secara santun. Meskipun tantangan tersebut cukup signifikan, melalui bimbingan dari penyiar berpengalaman dan latihan berulang, mahasiswa mampu mengembangkan keterampilan komunikasi serta memahami etika dan teknik penyiaran yang baik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesantunan berbahasa dan kepercayaan diri, serta pemahaman tentang praktik jurnalistik radio di era digital. Secara keseluruhan, program ini berhasil menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk mengasah kreativitas, komunikasi, dan profesionalisme di dunia penyiaran.
Representasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia pada Siswa Kelas VIII SMPN 26 Makassar Mursalin, Awal Jum’a; Mayong, Mayong; Saleh, Muhammad
Panthera : Jurnal Ilmiah Pendidikan Sains dan Terapan Vol. 5 No. 4 (2025): October
Publisher : Lembaga Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kamandanu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/panthera.v5i4.706

Abstract

This study aims to describe the values ​​of character education and the methods used by teachers to instill these values ​​in Indonesian language learning for eighth-grade students at SMPN 26 Makassar. This study used a qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results indicate that eight main character values ​​are integrated into Indonesian language learning: religiousness, tolerance, honesty, discipline, independence, hard work, peace-loving, and responsibility. These values ​​are not taught separately but are internalized through learning activities such as reading, writing, discussions, and group work. The methods used by teachers to instill character include storytelling, discussions, assignments (recitations), and projects. These methods are selected based on the desired character development and are tailored to the learning material. These findings confirm that Indonesian language learning at SMP Negeri 26 Makassar has been implemented holistically, not only developing cognitive abilities but also contributing significantly to student character formation.
Nilai-nilai Agama dan Moral pada Pembelajaran Teks Nonfiksi Siswa SD Inpres Pallangga Kabupaten Gowa Wulandari, Erika; Mayong, Mayong; Hajrah, Hajrah
Panthera : Jurnal Ilmiah Pendidikan Sains dan Terapan Vol. 5 No. 4 (2025): October
Publisher : Lembaga Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kamandanu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/panthera.v5i4.707

Abstract

This study examines the analysis of religious and moral values ​​in nonfiction text learning at Pallangga Elementary School, Gowa Regency. This study aims to describe the religious and moral values ​​contained in nonfiction text learning at Pallangga Elementary School, Gowa Regency. This study used a qualitative method with a descriptive approach. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. The results show that teachers actively instill religious values ​​by selecting texts containing stories of religious figures and relating them to students' real lives. Religious values ​​such as faith, honesty, patience, and responsibility are the main focus in developing students' religious character. In addition, moral values ​​such as cooperation, discipline, and mutual respect are also taught through a contextual and creative approach. Students' responses to this learning were positive, and they were able to internalize these values ​​in their daily behavior. Learning nonfiction texts contributes to strengthening character values ​​through the integration of religious and contextual stories.
Internasionalisasi Bahasa Indonesia di ASEAN: Suatu Tinjauan Sosiolinguistik Tuflih, Muhammad Alfian; Mayong, Mayong; Jariah, Ainun; S., Arjun
SAWERIGADING Vol 31, No 2 (2025): Sawerigading, Edisi Desember 2025
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v31i2.1318

Abstract

This research aims to describe the feasibility of Indonesian as the official language of ASEAN and explain the supporting factors. This type of research is classified as qualitative research. The approach used is a sociolinguistic approach. The data sources in this research are books or manuscripts related to Indonesian as the official language of ASEAN. The data collection techniques used are note-taking techniques, participatory observation techniques, and documentation techniques. The results of this research show that Indonesian has the potential to become the official language of ASEAN. The factors that support Indonesian becoming an ASEAN language are (1) history of the Indonesian language, (2) Indonesian language regulations, (3) ASEAN language regulations, (4) Indonesian for Foreign Speakers (BIPA), and (5) attitudes and language politics. These five factors work together so that Indonesian deserves to be the official language of ASEAN. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi ASEAN dan memaparkan faktor-faktor pendukungnya. Jenis penelitian ini tergolong penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosiolinguistik. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah buku atau naskah-naskah yang berhubungan dengan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi ASEAN.  Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik catat, teknik observasi partisipatif, dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa Indonesia memilki potensi untuk menjadi bahasa resmi ASEAN. Faktor-faktor yang menjadi pendukung bahasa Indonesia menjadi bahasa ASEAN yakni (1) sejarah bahasa Indonesia, (2) regulasi bahasa Indonesia, (3) regulasi bahasa ASEAN, (4) Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA), dan (5) sikap dan politik bahasa. Kelima faktor tersebut saling bersinergi sehingga bahasa Indonesia layak menjadi bahasa resmi ASEAN.
PROGRAM AMC (AKU MAU CERITA) SEBAGAI WADAH PENGEMBANGAN KREATIVITAS DAN STORYTELLING MAHASISWA DI RRI PRO 2 MAKASSAR Tuflih, Muhammad Alfian; Mayong, Mayong; Abidin, Aslan; Nadila, Putri
ALAINA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): ALAINA: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT: IN PROGRESS
Publisher : Cendekia Citra Gemilang Scholar Foundation, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/alaina.v3i1.440

Abstract

Program magang di Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 2 Makassar melalui program AMC (Aku Mau Cerita) bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam menulis naskah cerita, teknik bercerita, serta pemahaman proses produksi audio berbasis pengalaman personal. Kegiatan ini dilaksanakan melalui metode partisipasi aktif, observasi langsung, dan praktik produksi konten yang ditayangkan pada segmen Jaga Malam. Dalam proses pelaksanaannya, mahasiswa menghadapi berbagai tantangan, seperti kesulitan merangkai pengalaman menjadi naskah naratif yang komunikatif, rasa gugup saat melakukan perekaman suara, serta penyesuaian terhadap standar produksi siaran radio yang menuntut ketelitian dan konsistensi kualitas audio. Selain itu, mahasiswa harus beradaptasi dengan dinamika kerja tim, alur komunikasi kreatif, dan ritme kerja penyiaran yang profesional. Meskipun tantangan tersebut cukup menantang, melalui bimbingan penyiar dan tim produksi, mahasiswa mampu mengembangkan kemampuan menulis, meningkatkan ekspresi vokal, serta memahami alur produksi siaran mulai dari penulisan hingga penayangan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, serta pemahaman mahasiswa terhadap praktik penyiaran berbasis narasi personal. Secara keseluruhan, program AMC menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang efektif dalam mengasah kreativitas, kemampuan bercerita, dan profesionalisme mahasiswa di dunia penyiaran modern.