Claim Missing Document
Check
Articles

Pembentukan Remaja Tangguh Kesehatan dalam Menghadapi Situasi Bencana Banjir di Kota Langsa Abdurrahman Abdurrahman; Cut Mutiah; Nora Veri; Isnaini Putri; Keumalahayati Keumalahayati; Amiruddin Amiruddin; Suwardi Suwardi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.12641

Abstract

ABSTRAK Indonesia merupakan negara yang rawan bencana, maka dari itu individu diharapkan memiliki kemampuan untuk dapat mempersiapkan diri menghadapi bencana yang akan terjadi dan dampak yang muncul adalah berbagai masalah kesehatan. Di daerah Aceh, kota Langsa merupakan salah satu daerah rawan bencana banjir. BPBD Kota Langsa melaporkan pada tahun 2021 akibat tingginya intensitas hujan menyebabkan banjir bandang di Desa Lengkong Kecamatan Langsa Baro. Hal ini harus menjadi perhatian khusus bagi Pemda dan masyarakat setempat serta tenaga kesehatan untuk dapat melakukuan upaya pencegahan dan penangggulangan bencana secara bersama, maka karena itu perlunya peningkatan pengetahuan remaja tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir, meningkatkan kesadaran akan resiko krisis kesehatan dan membentuk remaja tangguh dalam memberikan pelayanan kesehatan reproduksi. Kegiatan dilakukan di Wilayah Kecamatan Langsa Baro dengan jumlah sasaran sebanyak 30 orang. Evaluasi yang di harapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil dari pelatihan yang dilakukan didapatkan pengetahuan peserta meningkat setelah diberikan edukasi dan keterampilan peserta mahir dalam Tangguh Kesehatan dalam menghadapi bencana banjir. Kata Kunci: Banjir, Evakuasi, Mitigasi Bencana, Remaja Tangguh Bencana  ABSTRACT Indonesia is a disaster-prone country, therefore individuals are expected to have the ability to prepare themselves for disasters that will occur and the impacts that arise are various health problems. In the Aceh area, the city of Langsa is one of the areas prone to flooding. BPBD Langsa City reported that in 2021, due to the high intensity of rain, it caused flash floods in Lengkong Village, Langsa Baro District. This must be a special concern for the local government and local communities as well as health workers to be able to carry out efforts to prevent and respond to disasters together, therefore it is necessary to increase adolescents' knowledge about flood disaster preparedness, increase awareness of the risk of health crises and form resilient adolescents in providing reproductive health services. Activities were carried out in the Langsa Baro District with a target number of 30 people. The evaluation is expected to increase the knowledge and skills of the participants. The results of the training were obtained that the participants' knowledge increased after being given education and the participants' skills were proficient in Health Resilience in the face of flood disasters.  Keywords: Flood, Evacuation, Disaster Mitigation, Disaster Resilient Youth
Peningkatan Kapasitas Perawat dalam Perawatan Luka Modern Menggunakan Ekstrak Daun Binahong Anda Syahputra; Fitriani Agustina; Syahabuddin Syahabuddin; Alchalidi Alchalidi; Serlis Mawarni; Nora Veri; Cut Mutiah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.12389

Abstract

ABSTRAK Terapi komplementer yang ada menjadi salah satu pilihan pengobatan masyarakat. Terapi komplementer diberikan untuk perawatan luka modern. Perawatan luka terkini adalah modern wound dressing. Modern wound dressing merupakan salah satu metode perawatan luka yang tertutup. Salah  satu  terapi  komplementer  untuk  mempercepat  penyembuhan luka adalah dengan memanfaatkan tanaman daun binahong yang memiliki fungi  sebagai  antibakteri, antiinflamasi, antifungi. Perawat luka merupakan tenaga kesehatan yang dipilih masyarakat dalam penangani perawatan luka, maka karena itu perlunya peningkatan pengetahuan, pemahan dan skill untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih baik. Kegiatan dilakukan di Wilayah Kota Lhokseumawe dengan jumlah sasaran sebanyak 40 orang dengan pelatihan perawatan luka modern menggunakan ekstrak daun binahong. Evaluasi yang di harapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil dari pelatihan yang dilakukan didapatkan pengetahuan peserta setelah diberikan pelatihan meningkat menjadi berpengetahuan baik sebesar 95% dan keterampilan peserta tentang perawatan luka modern menggunakan ekstrak daun binahong setelah pelatihan sebahagian besar berketerampilan mahir. Kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa meningkatnya pengetahuan dan keterampilan peserta setelah pelatihan perawatan luka modern menggunakan ekstrak daun binahong. Kata Kunci: Daun Binahong, Perawatan Luka Modren, Perawat  ABSTRACT Complementary therapies have become one of the community's treatment options. Complementary therapies are provided for modern wound care. The latest in wound care is modern wound dressing. Modern wound dressing is one of the closed wound care methods. One of the complementary therapies to accelerate wound healing is by utilizing binahong leaf plants that have fungi as antibacterial, anti-inflammatory, and antifungal. Wound nurses are the health workers chosen by the community in handling wound care, therefore it is necessary to increase knowledge, understanding and skills to be able to provide better services. The activity was carried out in the Lhokseumawe City Region with a total target of 40 people with modern wound care training using binahong leaf extract. Evaluation is expected to increase the knowledge and skills of participants. The results of the training were obtained that the participants' knowledge after being given training increased to good knowledge by 95% and the participants' skills regarding modern wound care using binahong leaf extract after training were mostly good skills. This activity can be concluded that the knowledge and skills of participants increased after training on modern wound care using binahong leaf extract.  Keywords: Binahong Leaf Extract, Modern Wound Care, Nursesn
The Effectiveness of Banana Flower in Reducing Emesis Gravidarum in First Trimester Of Pregnant Women Nora Veri
Gaster Vol 19 No 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/gaster.v19i2.556

Abstract

Continuous emesis gravidarum will become hyperemesis gravidarum, which can increase the risk of pregnancy disorders. Pregnant women with hyperemesis gravidarum are at risk of experiencing dehydration, lack of carbohydrate and fat reserves in the body, small tears in the esophagus and stomach's mucous membrane. One of the diets in the case of emesis gravidarum is consuming foods high in carbohydrates. Banana flower is a food high in carbohydrates and vitamins, and antioxidants. Objectives; to determine the effectiveness of Banana flower in reducing emesis gravidarum in first-trimester pregnant women. Methods; quasi-experiment with pretest and post-test control group approaches. The sampling technique was simple random sampling. Banana flower with 200 g / day dose is given for seven days to pregnant women who experience emesis in the first trimester. The research group was divided into two: the banana flower treatment group and the control group, with 32 samples. Data analysis using the Shapiro-Wilk test and Wilcoxon test. Result; There was a significant difference in the intensity of emesis gravidarum between the group given banana flower and the control group with a p-value of 0.014. The banana flower can reduce the intensity of emesis gravidarum.
VALIDITAS DAN RELIABILITAS KUISIONER PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU WANITA USIA SUBUR TENTANG KONTRASEPSI JANGKA PANJANG Veri, Nora; ljuna, Lia; Alchalidi
Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2024): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2024.011.02.6

Abstract

Cakupan kontrasepsi saat ini masih rendah. Faktor yang paling berpengaruh dalam pemilihan metode kontrasepsi adalah sikap, pengetahuan, ketersediaan layanan kontrasepsi dan faktor lainnya. Pengetahuan, sikap dan perilaku seseorang dapat diukur melalui kuesioner. Sebelum digunakan dalam suatu penelitian maka kuesioner harus diuji validitas dan reliabilitasnya. Penelitian bertujuan mendapatkan kuisioner yang baku dan valid untuk digunakan dalam penelitian terkait pengetahuan, sikap dan perilaku Wanita Usia Subur (WUS) tentang kontrasepsi jamgka panjang dengan model edukasi peer group dengan media medical eligibility for contraceptive use for Android. Penelitian uji coba kuisioner merupakan penelitian kuantitatif dengan sampel 31 orang yang diberikan kuesioner dan diisi melalui Google form. Pengujian validitas kuesioner dilakukan dengan menggunakan teknik Scale Corrected Item-Total Correlation sedangkan uji reliabilitas dengan teknik Alpha Chronbach. Tes validasi kuesioner menunjukkan pada 40 item didapatkan sebanyak 30 item yang dikategorikan memenuhi syarat validitas memiliki nilai korelasi >0,367. Tes reliabilitas item pengetahuan, sikap, dan perilaku didapatkan nilai Alpha Chronbach > 0,367, maka kuesioner yang dites dapat dianggap konsisten. Hasil tes validitas dan reliabilitas kuesioner menunjukkan bahwa kuesioner tersebut memenuhi syarat dan dapat digunakan dalam penelitian di masyarakat.
Ekstrak Binahong Mempercepat Periode Penyembuhan Luka Perineum Masa Postpartum Alchalidi Alchalidi; Nora Veri; Magfirah Magfirah
Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/2077r348

Abstract

Pendahuluan : Kematian ibu akibat infeksi pada masa nifas sangat tinggi dibandingkan pada masa kehamilan dan persalinan. Perawatan luka jalan lahir setelah melahirkan sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya infeksi perineum. Perawatan luka dilakukan untuk mempercepat penyembuhan luka perineum bisa dilakukan dengan menggunakan obat-obatan dan juga tanaman herbal salah satu daun binahong yang berfungsi sebagai antibakteri, antimikroba, antiseptik, analgesik, antioksidan. Tujuan : untuk mengetahui efektivitas topikal ekstrak daun Binahong dalam mempercepat penyembuhan luka perineum. Metode : Penelitian ini bersifat quasy experiment dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok intervensi dengan total sampel sebanyak 32 orang. Ekstrak daun binahong dibuat di Laboratorium Farmakologi FKH USK. Topikal ekstrak daun binahong 400 mg/hari diberikan selama 5 hari berturut-turut dengan cara dioleskan di luka perineum. Pengamatan luka perineum dilakukan sebanyak 1 kali pada hari ke 5 dengan instrumen skala REEDA (Redness, Oedema, Ecchymosis, Discharge dan Approximation). Hasil Penelitian : pengamatan menyatakan terdapat perbedaan rerata lama penyembuhan luka perineum antara kelompok intervensi dan perlakuan. Topikal ekstrak daun binahong dapat mempercepat penyatuan luka perineum ibu nifas. Kesimpulan : Penggunaan ekstrak daun Binahong secara topikal dapat dijadikan terapi komplementer dalam mempercepat penyembuhan luka perineum
Pengaruh Pijat Oketani terhadap Pencegahan Bendungan Asi pada Ibu Postpartum Nurfadillah Nurfadillah; Dewita Dewita; Nora Veri; Henniwati Henniwati
Jurnal Kebidanan Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Kebidanan Edisi Maret 2022
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v12i1.1011

Abstract

Data Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2015 menyebutkan bahwa terdapat ibu nifas yang mengalami bendungan ASI sebanyak 35.985 atau (15.60 %) ibu nifas. Pada tahun 2016 ibu nifas yang mengalami bendungan ASI sebanyak 77.231 atau (37.12 %) ibu nifas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pijat oketani terhadap kejadian bendungan ASI pada ibu nifas. Penelitian ini menggunakan metode Quasi eksperimen dengan desain Post test only with control group, dimana penelitian dibagi 2 kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Observasi dilakukan pada kedua kelompok setelah diberi perlakuan (Posttest), untuk mengetahui kejadian bendungan ASI pada ibu postpartum. Kelompok intervensi dilakukan pijat oketani selama 3 hari berturut-turut dengan durasi waktu 30 menit. Sedangkan kelompok kontrol tidak diberi intervensi. Pada hari ke-4 dilakukan observasi pada kedua kelompok. Jumlah sampel 32 responden dengan teknik pengambilan sampel consecutive sampling. Analisa data yang digunakan independent t-test. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan gejala bendungan ASI antara kelompok kontrol dan kelompok pijat oketani dengan nilai p=0.000. Dengan demikian hipotesis penelitian ini adalah ada pengaruh pijat oketani terhadap pencegahan bendungan ASI pada ibu postpartum, terbukti mayoritas ibu postpartum yang diberi intervensi pijat oketani mengalami gejala bendungan ASI yang lebih sedikit dibandingkan dengan ibu postpartum yang hanya dilakukan pengamatan gejala bendungan ASI.
Literature review: Penanganan nonfarmakologi untuk penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus Alfian Helmi; Nora Veri; Lina Lina
Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2024): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/gikes.v5i2.1703

Abstract

Background: Heart disease, stroke, neurological disease, and kidney disease, which can lead to kidney failure, are complications that occur as a result of diabetes mellitus. Nonpharmacological therapies for lowering blood glucose levels in people with diabetes mellitus are very diverse, including the consumption of natural ingredients such as ginger, bengkoang, and bay leaves proven to reduce blood glucose levels or with other interventions such as gymnastics and relaxation techniques.Objectives: This study aimed to provide knowledge regarding complementary therapies for diabetic blood glucose.Methods: The type of research is a narrative review of articles published from 2016 to 2023 using databases such as Google Scholar, PubMed, and Science. The reviewed articles were quasi-experimental studies and randomized controlled trials with data supporting non-pharmacological therapy for diabetes mellitus blood sugar levels. The data were processed and analyzed using the PRISMA approach.Results: Nonpharmacological treatments that are often used to lower blood sugar levels in patients with diabetes mellitus include gymnastics and relaxation. The results of the analysis highlighted the effect of interventions on patients with diabetes mellitus to reduce blood sugar levels before and after the provision of interventions.Conclusion: Gymnastics and relaxation techniques have the potential to reduce blood sugar levels. Nonpharmacological therapy, as a treatment to lower blood glucose in diabetes, aims to improve blood circulation, reduce muscle tension, and relax the body.
Tiga beban malnutrisi dan dampaknya terhadap kesehatan anak: Tinjauan gizi dalam perspektif kebidanan Veri, Nora; Al Rahmad, Agus Hendra; Lina, Lina; Lajuna, Lia; Effendy, Nurul Hajmi
Femina: Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Program Studi D3 Kebidanan Langsa, Polteknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/femina.v5i1.830

Abstract

Gizi buruk masih menjadi salah satu tantangan kesehatan global yang memengaruhi bayi dan anak-anak. Prevalensi malnutrisi akut dan parah di antara anak-anak di bawah 5 tahun berada di atas target WHO untuk mengurangi dan mempertahankan prevalensi di bawah 5% pada tahun 2025. Meski angka malnutrisi turun dalam sepuluh tahun terakhir, Indonesia masih memiliki angka malnutrisi ibu dan anak yang tertinggi di dunia. Indonesia juga menghadapi tiga beban malnutrisi. Tiga beban malnutrisi diakibatkan oleh rendahnya mutu makanan dan permasalahan lain, seperti kondisi ibu dan kualitas pengasuhan anak serta terbatasnya akses kepada layanan kesehatan, kebersihan, dan sanitasi yang bermutu. Kekurangan Energi Protein (KEP) merupakan keadaan kurang gizi yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari-hari atau disebabkan oleh gangguan penyakit tertentu, sehingga tidak memenuhi angka kecukupan gizi. KEP merupakan istilah umum yang meliputi malnutrition, yaitu gizi kurang dan gizi buruk termasuk marasmus dan kwashiorkor. Dampak malnutrisi pada anak diantaranya adalah: imunitas tubuh menurun, meningkatkan infeksi, keterlambatan tumbuh kembang, pertumbuhan fisik anak terganggu, perkembangan otak terganggu, masalah emosional dan perilaku, anemia, penyakit gondok, hipokalsemia dan manifestasi okular bayi.
Status gizi berdasarkan indeks massa tubuh pada remaja putri di SMKN 3 Kota Langsa Rayhan, Rayhan; Veri, Nora; Mahyuni, Hajri; Emilda AS; Henniwati, Henniwati
Femina: Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Program Studi D3 Kebidanan Langsa, Polteknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/femina.v5i1.849

Abstract

Masalah gizi, khususnya gizi lebih dan obesitas, menjadi isu kesehatan yang signifikan di Indonesia, termasuk pada remaja putri. Pemerintah telah mengimplementasikan berbagai program seperti Germas dan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) untuk mencegah anemia serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi seimbang. Salah satu pendekatan penting dalam pemantauan status gizi adalah pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi berdasarkan IMT pada remaja putri di SMKN 3 Langsa tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 70 responden, dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran berat dan tinggi badan, kemudian dianalisis untuk menentukan status gizi berdasarkan kategori IMT. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan gambaran status gizi remaja putri dan dapat digunakan sebagai dasar untuk intervensi gizi serta penyusunan kebijakan kesehatan remaja. Temuan ini juga relevan dengan upaya transformasi kesehatan nasional, khususnya dalam pencegahan Diabetes Mellitus tipe 2 yang erat kaitannya dengan obesitas remaja
Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi Corona Virus Diseases-19 (Covid-19) Di Kota Langsa, Aceh Alchalidi; Veri, Nora; AS, Emilda; Dewita; Ramadhani, Nila Suci
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 10 No 3 (2022): Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.356 KB) | DOI: 10.20527/jdk.v10i3.19

Abstract

Strategi pemerintah untuk mengurangi penularan COVID-19 adalah dengan vaksinasi yang menimbulkan Kejadian Pasca Ikutan Imunisasi (KIPI). Jumlah kasus Covid-19 semakin meningkat dikarenakan penularan yang cepat dan menginfeksi banyak orang. Banyak masyarakat yang tidak mau divaksinasi karena takut akan dampak yang timbul setelah vaksinasi. Penelitian dilakukan untuk mengetahui KIPI yang dialami masyarakat yang sudah melakukan divaksinasi COVID-19. Penelitian merupakan penelitian deskriptif dengan cross-sectional. Subjek 110 orang yang telah divaksin COVID-19. Penelitian melalui dengan menggunakan instrumen penelitian yang diedarkan melalui google-form. Pengumpulan data dilakukan di Kota Langsa, Aceh dari 2 Juni s/d 10 Juni 2022 dengan teknik purposive sampling.  Data dianalisis secara deskriptif. Jenis KIPI yang alami oleh responden setelah vaksinasi tahap I dari 203 responden mayoritas responden tidak mengalami demam 116 orang (57,14%), tidak mengalami kelelahan 168 orang (82,76%), tidak sakit kepala 162 orang (79,80%), tidak mengalami mual 182 orang (89,66%), mayoritas mengalami nyeri otot sebanyak 108 orang (53,20%), mayoritas mengalami mengantuk 110 orang (54,19%) dan tidak mengalami sakit lengan sebanyak 125 orang (61,58%). Dari total responden 203 orang yang telah vaksin tahap II mayoritas juga tidak mengalami demam sebanyak 181 orang (89,16%), tidak mengalami kelelahan sebanyak 185 orang (91,13%), tidak mengalami mual sebanyak 187 orang (92,12%), tidak nyeri otot sebanyak 138 orang (67,98%). Untuk parameter mengantuk, mayoritas responden mengatakan mengalami mengantuk sebanyak 129 orang (63,55%) dan untuk sakit lengan sebanyak 147 orang (72,41%).
Co-Authors Abdurahman Abdurrahman Abdurrahman Abdurrahman Agus Hendra Al Rahmad Alchalidi Alchalidi Alfian Helmi Alfian Helmi Amiruddin Amiruddin Anda Syahputra Anita Anita Aripin Ahmad, Aripin AS, Emilda Aufa, Fachrani Baharuddin Baharuddin Barirah Madani Cut Mutiah Dara Rizkasary Dewi, Silfia Dewita Dewita Dewita Dewita Dewita Effendy, Nurul Hajmi Elfida Elfida Emilda AS Emilda, Emilda Erlangga Galih Eva Sulistiany Fazdria . Fazdria Fazdria Fazdria Fazdria Fazdria Fazdria Fazdria Fazdria Fitriani Agustina Halimatussakdiah Halimatussakdiah Henniwati Henniwati Henniwati, Henniwati Humayra, Siti Dara Idwar Idwar Idwar Idwar Idwar Idwar, Idwar Iskandar Faisal Isnaini Putri Isneini Isneini Julidar Julidar Kasad Kasad Keumalahayati Keumalahayati Keumalahayati Khaira, Nuswatul Lia Lajuna Lili Kartika Sari Hrp Lina Lina Lina Lina Lina Lina ljuna, Lia Magfirah Magfirah Magfirah Magfirah Magfirah magfirah magfirah magfirah Magfirah, Magfirah Mahyuni, Hajri Maydawati, Vivi Meliani Sukmadewi Harahap Meliani Sukmadewi Harahap Mutiah, Cut Nelva Riza Nila Suci Ramadhani Niswah Niswah Nora Usrina Novina Rahmawati Nurfadillah Nurfadillah Nurhayati, Nurhayati Nuswatul Khaira Oktalia Sabrida Putro Simeulu Rahmli, Nurlaili Ramadhani, Nila Suci Rayhan, Rayhan Rinni Gusnimar Ritawati Ritawati Rizki, Syari Fitri Budia Rosvita Dewi Siregar Sabrina O Sihombing Serlis Mawarni Siti Mutia Rahmawati Sri Wahyuni Ms Susi Arli Suwardi Suwardi Syahabuddin Syahabuddin Syahputra, Anda T. Iskandar Faisal T. Iskandar Faisal