Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH

PERAN PEMASARAN DIGITAL BERBASIS ELECTRONIC WORD OF MOUTH (e-WOM) DALAM MENINGKATKAN DAYA TARIK DAN KUNJUNGAN WISATAWAN KE DESA WISATA TETEBATU, LOMBOK TIMUR NUSA TENGGARA BARAT Sanjaya, Lalu Rudi; Wulandari, Lastiani Warih; Syamsu, Moch. Nur; Nugroho, Agung Yuliyanto
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.4116

Abstract

Abstract: Tourism is a vital sector that supports regional economic development. Lombok, particularly East Lombok Regency, has experienced an increase in tourist visits annually, although there was a significant decline in 2020 due to the COVID-19 pandemic. Tetebatu Tourism Village possesses substantial tourism potential, but the dissemination of information remains limited, resulting in underutilization of digital platforms such as social media. This study aims to examine the influence of electronic word of mouth (e-WOM) as a digital marketing medium on tourist visits through the mediating variable of visit interest to Tetebatu Tourism Village. This research employs a quantitative associative method with a sample of 350 respondents selected using purposive sampling. Data were collected through questionnaires and analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with the Partial Least Squares (PLS) approach. The results show that e-WOM has a significant influence on tourists’ visit interest, indicated by a significance value of 0.000 < 0.05. However, e-WOM does not directly influence tourist visits (significance 0.140 > 0.05). Nevertheless, e-WOM significantly influences tourist visits through the mediating effect of visit interest (significance 0.008 < 0.05). In conclusion, e-WOM as a digital marketing tool effectively increases visit interest, which in turn contributes to greater tourist visits to Tetebatu Tourism Village Keywords: e-WOM, Interest, Visits, Tourist Abstrak: Pariwisata merupakan sektor penting dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah. Lombok, khususnya Kabupaten Lombok Timur, menunjukkan peningkatan jumlah wisatawan setiap tahun, meskipun sempat menurun pada 2020 akibat pandemi COVID-19. Desa Wisata Tetebatu memiliki potensi besar dalam sektor wisata, namun penyebaran informasi masih minim, sehingga belum dimanfaatkan secara optimal melalui media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh electronic word of mouth (e-WOM) sebagai media pemasaran digital terhadap kunjungan wisatawan melalui minat berkunjung ke Desa Wisata Tetebatu. Metode penelitian ini bersifat kuantitatif asosiatif dengan jumlah sampel 350 responden, menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-WOM berpengaruh signifikan terhadap minat wisatawan dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Namun, e-WOM tidak berpengaruh langsung terhadap kunjungan wisatawan (signifikansi 0,140 > 0,05). Sementara itu, terdapat pengaruh signifikan e-WOM terhadap kunjungan wisatawan melalui minat berkunjung (signifikansi 0,008 < 0,05). Dengan demikian, e-WOM efektif digunakan untuk meningkatkan minat yang berdampak pada peningkatan kunjungan ke Desa Wisata Tetebatu. Kata kunci: e-WOM, Minat, Kunjungan, Wisatawan
INTEGRASI BISNIS INKLUSIF DAN COMMUNITY-BASED TOURISM DI LOMBOK TENGAH Firdaus, M. Surya Maulana; Widiyanto, Nur; Syamsu, Moch. Nur; Nugroho, Agung Yuliyanto; Suswanto, Suswanto
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.4117

Abstract

Abstract: Community-Based Tourism/CBT is a tourism approach that places the community as the main actor. In order for economic and social benefits to be more evenly distributed, an implementation model with an inclusive business approach is needed in its management. This study aims to analyze the implementation of inclusive business in the development of CBT in Sukarara and Bilebante Tourism Villages, Central Lombok. The research method used is qualitative descriptive, with data collection techniques in the form of interviews, observations, and documentation. The results of the study indicate that Sukarara Village has succeeded in implementing the principles of inclusive business through strengthening local weaving businesses, training, access to capital, and partnerships with the tourism sector. In contrast, Bilebante Village still faces obstacles in institutional capacity and market access even though it has the potential for local herbal businesses. The conclusion of this study shows that the implementation of inclusive business can strengthen the development of CBT fairly and sustainably if supported by cross-sector collaboration, increasing community capacity, and policies that favor locality. This study contributes to strengthening the theory of inclusive business in the tourism sector and offers applicable policy recommendations for the development of tourist villages. Keywords: Inclusive Business, Community-Based Tourism, Tourism Village, Community Empowerment Abstrak: Community-Based Tourism/CBT merupakan pendekatan pariwisata yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama. Agar manfaat ekonomi dan sosial lebih merata, diperlukan model penerapan dengan pendekatan bisnis inklusif dalam pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi bisnis inklusif dalam pengembangan CBT di Desa Wisata Sukarara dan Bilebante, Lombok Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Sukarara telah berhasil menerapkan prinsip bisnis inklusif melalui penguatan usaha tenun lokal, pelatihan, akses modal, serta kemitraan dengan sektor pariwisata. Sebaliknya, Desa Bilebante masih menghadapi kendala dalam kapasitas kelembagaan dan akses pasar meskipun memiliki potensi usaha herbal lokal. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi bisnis inklusif dapat memperkuat pengembangan CBT secara adil dan berkelanjutan jika didukung oleh kolaborasi lintas sektor, peningkatan kapasitas masyarakat, dan kebijakan yang berpihak pada lokalitas. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap penguatan teori bisnis inklusif di sektor pariwisata serta menawarkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif untuk pengembangan desa wisata. Kata kunci: Bisnis Inklusif, Community-Based Tourism, Desa Wisata, Pemberdayaan Masyarakat
STRATEGI PERSONALISASI PRODUK UMKM KULINER TRADISIONAL DI YOGYAKARTA DENGAN METODE RFM DAN K-MEANS CLUSTERING Liyan, Sur; Yulianto, Dwi Hery; Nugroho, Agung Yuliyanto
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.4324

Abstract

Abstract: Traditional culinary Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) face significant challenges in retaining customers amidst digital competition. This study aims to formulate an effective product personalization strategy for MSMEs by utilizing customer transaction data. We applied the RFM (Recency, Frequency, Monetary) model combined with the K-Means Clustering algorithm to transaction data from 200 culinary MSME customers in Yogyakarta. The analysis results show that customers can be grouped into four homogeneous segments: VIP Customers, Loyal Customers, Potential Customers, and Risky Customers. Based on the unique characteristics of each segment, relevant marketing strategies are formulated, such as exclusive loyalty programs for VIP Customers and reactivation campaigns for Risky Customers. This study contributes by providing a practical, data-driven methodology for MSMEs to improve their retention and marketing effectiveness, filling the existing research gap in the traditional culinary MSME sector. Keyword: RFM (Recency Frequency, Monetary),K-Means Clustering, VIP Abstrak: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner tradisional menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan pelanggan di tengah persaingan digital. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi personalisasi produk yang efektif bagi UMKM dengan memanfaatkan data transaksi pelanggan. Kami menerapkan model RFM (Recency, Frequency, Monetary) yang dikombinasikan dengan algoritma K-Means Clustering pada data transaksi dari 200 pelanggan UMKM kuliner di Yogyakarta. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelanggan dapat dikelompokkan menjadi empat segmen homogen: Pelanggan VIP, Pelanggan Setia, Pelanggan Potensial, dan Pelanggan Berisiko. Berdasarkan karakteristik unik setiap segmen, dirumuskan strategi pemasaran yang relevan, seperti program loyalitas eksklusif untuk Pelanggan VIP dan kampanye reaktivasi untuk Pelanggan Berisiko. Penelitian ini berkontribusi dengan menyediakan metodologi praktis berbasis data bagi UMKM untuk meningkatkan retensi dan efektivitas pemasaran mereka, mengisi kesenjangan penelitian yang ada pada sektor UMKM kuliner tradisional.