Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor-Faktor Internal Yang Berperan Dalam Keberhasilan Terapi Pasien Terhadap Penyakit Morbus Hansen Di Kota Bandar Lampung Siti Zahnia; Tri Umiana Soleha; Ety Apriliana
MAJORITY Vol 9 No 1 (2020): MAJORITY
Publisher : Majority

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Morbus Hansen (MH) is a chronicinfectiousdisease caused by Mycobacterium leprae. Morbus Hansen's disease is a national public health problem in Indonesia. The cure rate in Lampung in 2014 is about 83.3% for PB and 60.1% for MB. The cure rate has not yet reached the target release from treatment, which is >90%. Low achievement of MH cure rate can be caused by patients who’re not regularly taking the medication. The lack of MH cure rate can be caused byseveralfactors, which are externalamd internal factors. This study aimed to determine the internal factors that associated with therapy success of Morbus Hansen's disease in Bandar Lampung. This study is an observational study with cross sectional design.The sample in this study isMH patients who take medication to Puskesmas in Bandar Lampung region, about 42 patients. Data then analyzed using chi-square test. The results showed that out of 42 respondents, the success of MH therapy is bigger on the child's age, female gender, higher education, not working, medication adherence, good knowledge and good socio-economic. From the bivariate analysis, it’s known that there is influence of age (p=0,017), knowledge (p=0,030) and socio-economic on the successful of therapy (p=0.002), while gender, education and employment do not affect the success of the therapy (p = 0.190; p = 0.064; p = 0.355). From six internal factors analyzed in this studythere are only age, level of knowledge and socio-economic thatassociated to the successful therapyof patients withMorbus Hansen's disease.
Identifikasi Mikroorganisme Yang Ditemukan Di Dalam Cairan Pembersih Lensa Kontak Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Denny Habiburrrohman; Tri Umiana Soleha; Ety Apriliana; Dwita Oktaria
MAJORITY Vol 9 No 1 (2020): MAJORITY
Publisher : Majority

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development and use of contact lenses is increasing rapidly, both in developed and developing countries. In line with that many contact lens users are one of the names of infections in the eye. One of the causes is contamination of contact lens solution. To identify the types of microorganisms found in contact lens solutions in students of the Faculty of Medicine, University of Lampung in 2018. This study used a descriptive observational research type. The study was conducted at the Faculty of Medicine, University of Lampung in June 2018. Samples were contact lens solution, with a total sample of 30 samples. The sample was taken to the Laboratory of Microbiology, Faculty of Medicine, University of Lampung. Samples were identified by bacterial culture, gram staining and biochemical tests. Identification of B. subtilis (22%), Pseudomonas aeruginosa (11%), Staphylococcus aureus (8%), Serratia sp (7%), Klebsiella sp (7%), E.coli (2%) . Of the 60 samples studied, it was found that there were no bacterial growths in 26 samples (43%), and there was bacterial growth in 34 samples (57%)
CHARACTERISTIC OF CARSINOMA MAMMAE AT RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG 2010-2012 Vicki Lusbiyanti Utami; Muhartono Muhartono; Dewi Nur Fiana; Tri Umiana Soleha
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 1 No. 1 (2014): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Tumor is a neoplastic condition, means the local tissue is overgrowth and incoordinated through the stimulus that triggers the growth has ceased. Histopathological examination is the gold standard method to determinate and diagnose tumors. This examination distinguish the degree of malignancy of a tumor, whether leading to a  benign  or  malignant changes. Currently, breast tumor is one of the neoplasm most often found, especially for malignant tumor, and cause high mortality in the world. The aim of study is to find out the histopathological type of the breast tumor.Methods: The method of this descriptive study is cross sectional, which is conducted in the Anatomical Pathology Installastion In Doctor Haji Abdul Moeloek General  Hospital,  Bandar  Lampung.  Data collecting procedure was carried out by analyses to each 75 data of medical records of breast tumor histopathology type during 2010-2012, using total sampling method. Histopathological type obtained  then grouped by the World Health Organization 2003 classifiation.Results: The results of this study indicate that the type of the most breast tumor histopathology on the Anatomical Pathology Installation in Doctor Haji Abdul Moeloek General Hospital, Bandar Lampung, during 2010-2012 is fibromadenoma mammae as the  most  benign  mammary  tumors  of 30  people (40%) and malignant tumor which is 45 people (60%).Conclusion: Fibroadenoma mammae is the most  benign mammary  tumor  and  invasive  ductal carcinoma mammae is the most malignant mammary tumor in Anatomical Pathology Installation  at Doctor Haji Abdul Moeloek General Hospital, Bandar Lampung,  during  2010-2012.  [J  Agromed  Unila 2014; 1(1):1-7] Keywords: breast tumor, descriptive, histopathology
Kesesuaian Peresepan Penyakit Faringitis Akut terhadap Standar Pengobatan di Puskesmas Rawat Inap Simpur Bandar Lampung Tahun 2013 Liana Sidharti; Giok Pemula; Rika Lisiswanti; Tri Umiana Soleha
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 2 No. 3 (2015): JURNAL AGROMEDICINE
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faringitis akut adalah infeksi faring yang disebabkan oleh virus atau bakteri. Menurut data dari Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, kasus faringitis akut masuk dalam urutan penyakit sepuluh besar terbanyak dan menduduki urutan ke lima pasien rawat jalan di Puskesmas Simpur Kota Bandar Lampung periode Januari-Desember 2013. Peresepan obatrasional merupakan peresepan obat yang jelas dan sesuai dengan kebutuhan pasien. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat kesesuaian peresepan penyakit faringitis akut dengan Standar Pengobatan Dasar di Puskesmas tahun 2007. Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif dengan menggunakan data sekunder berupa rekam medik. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Simpur Bandar Lampung dan subjek penelitian ini adalah seluruh data peresepan penyakit faringitis akut dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling (non probability sampling) dengan jumlah sampel sebanyak 96 peresepan dan dilaksanakan pada bulan Oktober-November tahun 2014.Hasil penelitian terdapat kesesuaian jenis obat antibiotik dan simptomatik 100%, kesesuaian dosis obat antibiotik 66,7%, kesesuaian dosis obat simptomatik 67,1%, serta kesesuaian lama pemberian obat antibiotik 0% dan kesesuaian lama pemberian obat simptomatik 100%. Simpulan, didapatkan ketidaksesuaian dosis obat antibiotik dan simptomatik, sertaketidaksesuaian lama pemberian obat antibiotik dan kesesuaian lama pemberian obat simptomatik. [J Agromed Unila 2015;2(3):196-202]Kata kunci: faringitis akut, peresepan obat, standar pengobatan
Pengaruh Ekstrak Metanol Daun Ketapang (Terminalia catappa L.) Terhadap Kepadatan Serabut Kolagen pada Penyembuhan Luka Sayat Mencit (Mus musculus) M. Ricky Ramadhian; Tri Umiana Soleha; Rizki Hanriko; Hanarisha Putri Azkia
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketapang merupakan salah satu tanaman yang diketahui memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Daun ketapang (Terminalia catappa L.) mengandung senyawa obat seperti steroid, tanin, dan flavonoid yang diduga memiliki efek dalam mempercepat penyembuhan luka. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak metanol daun ketapang (Terminalia catappa L.) terhadap kepadatan serabut kolagen pada penyembuhan luka sayat mencit (Mus musculus). Pada penelitian ini, 20 mencit jantan dibagi dalam 5 kelompok secara acak dan diberi perlakuan selama 7 hari. K- (kontrol negatif yang hanya diberi aquadest), K+ (kontrol positif yang diberi povidone iodine), P1 (diberi ekstrak daun ketapang 25%), P2 (diberi ekstrak daun ketapang 50%), dan P3 (diberi ekstrak daun ketapang 100%). Hasil uji statistik One Way Anova menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna antar kelompok percobaan dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Hasil uji statistic Post-Hoc LSD menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kelompok K- dengan kelompok P1, P2 dan P3 (p<0,05). Namun tidak terdapat perbedaan signifikan antara kelompok K+ dan P1, P2. Tetapi kelompok K+ menunjukkan perbedaan signifikan terhadap kelompok P3. Ekstrak metanol daun ketapang dengan konsentrasi 100% memberikan efek yang paling signifikan terhadap kepadatan serabut kolagen pada penyembuhan luka sayat. Kata kunci: daun ketapang, ekstrak methanol, kepadatan kolagen, penyembuhan luka
Penyebab Efusi Pleura di Kota Metro pada tahun 2015 Imelda Puspita; Tri Umiana Soleha; Gabriella Berta
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, kasus efusi pleura mencapai 2,7 % dari penyakit infeksi saluran napas lainnya. Efusi pleura adalah keadaan dimana terdapat akumulasi cairan dalam rongga pleura. Terdapat dua jenis cairan pleura yaitu eksudatif dan transudatif. Di negara-negara yang sedang berkembang, seperti Indonesia, lazim diakibatkan oleh infeksi tuberkulosis. Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti tertarik untuk melihat penyebab efusi pleura di kota Metro. Studi ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan potong lintang. Studi menggunakan data sekunder melibatkan 537 subjek dengan teknik sampling total sampling. Studi dilakukan di Kota Metro dengan tujuan mengetahui kejadian dan etiologi efusi pleura pada periode 1 Januari 2015-31Desember 2015. Di kota Metro terdapat 537 insidensi efusi pleura. Studi menemukan bahwa penyebab efusi terbanyak adalah keganasan yaitu sebanyak 33%, diikuti dengan efusi cardiac sebanyak 27%. Tuberkulosis menempati posisi ketiga sebagai penyebab efusi (22,9%) dilanjutkan dengan pneumoni (14,3%), sirosis hepatis (1,1%), uremia (0,9%),  dan penyebab yang paling sedikit adalah SLE (0,7%). Kata kunci: efusi pleura, kejadian, penyebab
Pengaruh Ekstrak Etanol Kulit Manggis terhadap Gambaran Histopatologis Hepar Tikus Putih (Rattus Norvegicus L) Galur Sprague Dawley yang Diberi Paparan Elektromagnetik Handphone Mohammad Syahrezki; Anggraeni Janar Wulan; Ade Yonata; Tri Umiana Soleha
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan penggunaan handphone mengakibatkan tingginya radiasi gelombang elektromagnetik yang dapat meningkatkan kadar radikal bebas atau Reactive Oxygen Species (ROS) yang dapat mempengaruhi struktur organ hepar. Xanthone dalam kulit manggis (Garcinia mangostana L) merupakan zat antioksidan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh ekstrak etanol kulit manggis terhadap perbaikan gambaran histopatologis hepar tikus putih (Rattus norvegicus) galur Sprague dawley yang diberi paparan elektromagnetik handphone. Penelitian merupakan penelitian analitik eksperimental dengan pendekatan Post Test Only Control Group. Sampel menggunakan 33 tikus putih galur Sprague dawley dengan berat badan 200-300 gram yang dibagi ke dalam 5 kelompok, yaitu kontrol 1 (K1) tikus yang tidak diberikan perlakuan, kontrol 2 (K2) diberikan NaCl 0,9% dan paparan gelombang elektromagnetik handphone, pada kelompok perlakuan (P1), (P2), dan (P3) diberikan ekstrak etanol kulit manggis dengan dosis bertingkat 50, 100, 200 mg/kgBB dan dilakukan paparan gelombang elektromagnetik handphone selama 3 jam/28 hari. Hasil penelitian ini didapatkan rerata tingkat kerusakan sel hepatosit yang mengalami degenerasi bengkak keruh pada K1=0, K2=1,6, P1=7,5, P2=8,5 , P3=2. Pada uji Kruskall Wallis (p<0,005) didapatkan paling tidak terdapat perbedaan yang bermakna dari tingkat kerusakan hepatosit yang mengalami degenerasi bengkak keruh antar dua kelompok p=0,001. Dalam uji Mann Whitney tidak didapatkan perbedaan bermakna antara kelompok kontrol positif (K2) dengan kelompok perlakuan (P3). Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak etanol kulit manggis (Garcinia mangostana L.) tidak dapat mempengaruhi gambaran histopatologi hepar tikus putih (Rattus norvegicus) galur Sprague dawley yang dipapari gelombang elektromagnetik handphone.Kata kunci: gelombang elektromagnetik, hepar, xanthone
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Stres Pengasuhan pada Ibu yang Memiliki Anak Tunagrahita di SLB Dharma Bhakti Dharma Pertiwi Sefira Dwi Ramadhany; TA Larasati; Tri Umiana Soleha
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres pengasuhan adalah proses yang membawa pada kondisi psikologis yang tidak menyenangkan yang muncul dalam upaya beradaptasi dengan tuntunan peran sebagai orang tua. Pengasuhan terhadap anak dengan tunagrahita bukan merupakan hal yang mudah karena seringkali orangtua harus berhadapan dengan situasi yang penuh stres akibat tuntutan dalam proses pengasuhan yang lebih besar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat stres pengasuhan pada ibu yang memiliki anak tunagrahita.Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada bulan September hingga Oktober 2015 di SLB Dharma Bhakti Dharma Pertiwi. Pada penelitian ini digunakan kuesioner Parenting Stress Index untuk menilai tingkat stres ibu dan kuesioner Supportive Environment Scale untuk menilai dukungan sosial yang diterima oleh ibu. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 88 orang ibu yang memiliki anak tunagrahita.Faktor-faktor yang tidak berhubungan dengan stres pengasuhan ibu adalah usia anak dan jenis kelamin anak. Sedangkan yang berhubungan dengan pengasuhan ibu adalah taraf tunagrahita anak, usia ibu, pekerjaan, penghasilan, pendidikan dan dukungan sosial. Diantara faktor-faktor tersebut didapatkan bahwa taraf tunagrahita anak merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap stres pengasuhan pada ibu.Kata kunci: dukungan sosial, stres pengasuhan, tunagrahita.
Pitiriasis Versikolor: Diagnosis dan Terapi Annisa Shafira Pramono; Tri Umiana Soleha
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pitiriasis versikolor adalah infeksi jamur superfisial umum pada lapisan epidermis. Penyakit ini memiliki distribusi yang luas di seluruh dunia, namun lebih sering terjadi di negara-negara tropis yang memiliki suhu dan kelembaban tinggi. Pitiriasis versikolor disebabkan oleh Malassezia furfur yang merupakan jamur saprofit pada manusia normal, namun dalam beberapa kondisi, jamur ini dapat berubah menjadi bentuk patogen. Diagnosis pitiriasis versikolor ditegakkan berdasarkan gambaran klinis, pemeriksaan mikroskopis atau kultur jamur. Lesi khas pitiriasis versikolor berupa makula, plak, atau papul folikular dengan beragam warna, hipopigmentasi, hiperpigmentasi, sampai eritematosa, berskuama halus di atasnya, dikelilingi kulit normal. Pada pemeriksaan mikroskopis, spesimen yang digunakan adalah kerokan kulit atau isolat dari kultur jamur. Pemeriksaan lain yang menunjang diagnosis pitiriasis versikolor adalah pemeriksaan lampu wood dan uji biokimia, namun kedua pemeriksaan ini hanya digunakan sebagai penunjang bukan untuk mengkonfirmasi diagnosis. Pengobatan pitiriasis versikolor dapat dilakukan secara oral ataupun topikal. Terapi lini pertama adalah terapi antifungal topikal, termasuk zink pirition, ketokonazol, dan terbinafin. Antifungal oral dianggap sebagai lini kedua dan digunakan pada kasus berat. Terbinafin oral dan ketokonazol oral tidak efektif dalam terapi pitiriasis versikolor, antifungal oral seperti itrakonazol dan flukonazol dianggap sesuai untuk terapi pitiriasis versikolor.Kata kunci: antifungal oral, antifungal topikal, diagnosa, pitiriasis versikolor.
Potensi Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum [Wight.] Walp.) sebagai Antibakteri terhadap Staphylococcus aureus secara In Vitro Alfan Tammi; Ety Apriliana; Tri Umiana Soleha; M. Ricky Ramadhian
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 5 No. 02 (2018): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Staphylococcus aureus dapat menyebabkan penyakit pada manusia seperti sistitis, pielitis, meningitis, septikemia, endokarditis, osteomielitis, dan lain-lain. Daun salam mempunyai zat aktif dengan efek antibakteri yaitu tanin, flavonoid, minyak atsiri, dan alkaloid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi daya hambat yang dihasilkan ekstrak daun salam terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Penelitian ini adalah eksperimen laboratorium dengan metode difusi cakram kirby bauer. Sampel penelitian ini adalah Staphylococcus aureus. Kadar ekstrak daun salam yaitu: 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%. Daya hambat diperoleh berdasarkan pengukuran zona hambat yang terbentuk di sekitar kertas cakram menggunakan jangka sorong. Ekstrak daun salam menghasilkan zona hambat untuk Staphylococcus aureus pada konsentrasi 20% (18,75 mm); 40% (20 mm); 60% (20 mm); 80% (20,25 mm); 100% (22,75 mm). Ekstrak daun salam dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dan meningkat sebanding peningkatan konsentrasi.Kata kunci: ekstrak daun salam, Staphylococcus aureus.
Co-Authors A. Rialdi Pranada Ade Yonata Alfan Tammi andestya nanda pratama Andrian Reza Saputra Anggita Dwi Paramitha Anggraeni Janar Wulan Annisa Shafira Pramono Ari Wahyuni Aryanti, Adinda Asep Sukohar Astriani Rahayu Ayu Wulan Sari Bayu Anggileo Pramesona Benny Bradley Pradana Pangaribuan Betta Kurniawan, Betta Danang hafizfadillah Denny Habiburrrohman Devi Restina Dewi Nur Fiana Dian Isti Angraini Diana Mayasari Dwi Indria Anggraini Dwita Oktaria Dyah Wulan Sumekar Efrida Warganegara Ervina Damayanti Ety Apriliana Evi Kurniawaty Femmy Andrifianie Fitria Saftarina Gabriella Berta Ghazlina Winanda Putri Edwin Giok Pemula Hanarisha Putri Azkia Hasril Mulya Budiman Haula Rizqiyah Hendra Tarigan Sibero Hesti Yuningrum Imelda Puspita Jhons Fatriyadi Suwandi Liana Sidharti Lulu Wilda Nurani M. Haikal M. Ricky Ramadhian Meiwa Rizky Ardhi Blla Putri Mohammad Syahrezki Muhammad Chaidar Ali Muhammad Iqbal Muhammad Ricky Ramadhian Muhartono Muhartono Mukhlis Imanto Nadira Rahil Ni Komang Sumantri Nisrina Aulia Amirah Oktafany - Oktoba, Zulpakor Putri Puspa Devi Putu Karis Ayu Kirana Putu Ristyaning Ayu Rachmi L.P. Rukmono Raka Novadlu Cordita Ramadhan Triyandi Rasmi Zakiah Oktarlina Ratu Restu Casayora Reffilia Irfa Revina Rifda Amelia Reyhan Anjani Putri Rifda Khairunnisa Rika Lisiswanti Rizki Hanriko sefira dwi ramadhany Sekar Feni Widiyastuti Siti Zahnia Soni Setiya Wardana Syahrul Hamidi Nasution Syazili Mustofa TA Larasati Ulima Mazaya Ghaisani Vicki Lusbiyanti Utami Winda Trijayanthi Utama, Winda Trijayanthi Yessa Rahmadini Putri