Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Hubungan Stresor dengan Kejadian Stres pada Mahasiswa Kepaniteraan Klinik Hambali Humam Macan; Tendry Septa; Rika Lisiswanti; Taufiqurrahman Rahim; Ratna Dewi Puspita
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan kedokteran merupakan program pendidikan dengan tingkat stres tinggi. Pendidikan kedokteran ditempuh dengan dua tahap, yaitu tahap program sarjana kedokteran dan tahap kepaniteraan klinik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan stres pada mahasiswa kepaniteraan klinik Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian metode campuran kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan kualitatif dengan wawancara. Sebanyak 31 mahasiswa kepaniteraan klinik dilakukan pengukuran faktor–faktor stress dengan kuesioner SRQ-20 (Self Reporting Quetionnaire) dan SDS (Survei Diagnosis Stres) serta dilakukan juga wawancara mendalam pada 12 mahasiswa sebagai data pendukung pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 16 responden (51,6 %) mengalami stres, 21 responden (67,7 %) merasa ketaksaan peran sebagai stressor sedang, 20 responden (64,5 %) merasa konflik peran sebagai stressor sedang, 19 responden (61,3 %) merasa beban kerja kuantitatif sebagai stressor berat, 21 responden (67,7 %) merasa beban kerja kualitatif sebagai stressor berat, dan 15 responden (48,4 %) merasa tanggung jawab sebagai stressor berat. Hasil analisis statistik menunjukan tidak terdapat hubungan bermakna antara ketaksaan peran dengan stress (p>0,05), terdapat hubungan bermakna antara konflik peran dengan stress (p<0,05), ada hubungan bermakna antara beban kerja kualitatif dan kuantitatif terhadap stress (p<0,05), dan ada hubungan bermakna antara tanggung jawab terhadap stress (p<0,05). Didapatkan hubungan yang bermakna antara konflik peran, beban kerja berlebih kuantitatif, beban kerja berlebih kualitatif, dan tanggung jawab dengan stres, sedangkan ketaksaan peran tidak berhubungan bermakna.Kata kunci: ilmu kebidanan dan penyakit kandungan, mahasiswa kedokteran, mahasiswa kepaniteraan klinik, stres
Strategi Koping pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2: Studi Kualitatif TA Larasati; Oktadoni Saputra; Rika Lisiswanti; Hanifah Rahmania
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan sindrom metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia akibat defek sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Pasien DM dituntut untuk melakukan penatalaksanaan penyakit yang kompleks seperti pengaturan makan, latihan fisik, pengontrolan glukosa darah, serta konsumsi obat-obatan. DM dapat menimbulkan komplikasi dan gejala penyakit yang mengganggu aktivitas. Implikasi tersebut merupakan stresor yang dapat menimbulkanstres. Stresor dapat dikendalikan melalui mekanisme koping. Penelitian ini bertujuan untuk menggali strategi koping pasien DM tipe 2 di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit DKT Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan pada penelitian ini adalah pasien DM tipe 2 yang berobat di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit DKT Bandar Lampung. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan data primer melalui wawancaramendalam. Metode analisis data adalah analisis konten. Didapatkan variasi strategi koping berupa problem-focused coping, emotion-focused coping, dan problem-emotion-focused coping. Bentuk koping terbagi menjadi koping positif dan negatif. Koping positif berdampak pada keadaan fisiologis dan psikologis yang baik sedangkan koping negatif sebaliknya.Kata kunci: diabetes mellitus, koping, studi kualitatif
Perbandingan Seroprevalensi Toxoplasma gondii pada Ayam Ras dan Ras di Kota Bandar Lampung Andi Nabila Maharani Insan; Jhons Fatriyadi Suwandi; Rika Lisiswanti; Hanna Mutiara
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Toksoplasmosis merupakan penyakit parasiter yang disebabkan oleh infeksi Toxoplasma gondii. Penularan ke manusia salah satu caranya adalah melalui tertelannya kista jaringan dalam daging mentah atau yang dimasak kurang sempurna. Toksoplasmosis dapat menyerang semua hewan ternak termasuk unggas, salah satunya adalah ayam yang dapat menjadi inang antara. Hal ini menjadi latar belakang untuk mengetahui perbandingan seroprevalensi Toxoplasma gondii pada ayambukan ras dan ayam ras di Kota Bandar Lampung. Jenis penelitian ini adalah penelitian cross sectional yang bersifat analitik dengan pendekatan laboratorik. Sampel penelitian diperoleh dari beberapa tempat pemotongan ayam dengan teknik simple random sampling. Sampel diambil secara acak sampai memenuhi 35 sampel pada ayam bukan ras dan 35 sampel pada ayam ras selama periode penelitian. Pemeriksaan dilakukan menggunakan metode To-MAT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seroprevalensi yang positif terinfeksi Toxoplasma gondii pada ayam bukan ras sebesar 94,3% (33 sampel) dan pada ayam ras sebesar 37,1% (13 sampel). Data dianalisis dengan uji Chi-Square dan didapatkan p=0,000. Terdapat perbedaan yang bermakna antara perbandingan seroprevalensi T. gondii pada ayam bukan ras dengan ayam ras di kota Bandar Lampung.Kata kunci: ayam buras, ayam ras, Toxoplasma gondii, seroprevalensi.
Hubungan Tingkat Stres Terhadap Motivasi Mahasiswa dalam Menyelesaikan Skripsi pada Mahasiswa Tingkat Akhir Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Made Afryan; Oktadoni Saputra; Rika Lisiswanti
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres merupakan keadaan yang sering dijumpai oleh mahasiswa, terutama pada mahasiswa tingkat akhir. Stres dapat mempengaruhi aktivitas mahasiswa dalam berbagai hal, terutama dapat mengarahkan mahasiswa untuk bertindak positif yang bersifat membangun, seperti adanya motivasi mengerjakan tugas atau skripsi, namun dapat pula mengarahkan mahasiswa untuk bertindak negatif, seperti adanya rasa malas dan tidak berminat dalam menyelesaikan skripsi. Penelitian inibertujuan untuk menilai hubungan tingkat stres terhadap motivasi pada mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi, terutama pada mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan cross sectional. Sebanyak 174 responden, yang di antaranya adalah mahasiswa tingkat akhir Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, mengisi kuesioner tingkat stres dan Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) untuk menilai motivasi dalam mengerjakan skripsi. Pada penelitian ini, tingkat stres yang dialami oleh responden yaitu tingkat stres sedang (53,1%),stres ringan (40,7%) dan tingkat stres berat (6,2%). Hampir seluruh responden memiliki motivasi yang tinggi (89,5%) dan sisanya memiliki motivasi rendah (10,5%). Pada uji Kruskal-wallis, didapatkan hubungan bermakna antara tingkat stres terhadap motivasi dengan nilai p=0,0001 (p<0,05).Kata kunci: motivasi, skripsi, tingkat stres.
Hubungan Antara Kualitas Tidur terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Rika Lisiswanti; Rodiani Rodiani; Oktadoni Saputra; Merry Indah Sari; Natasyah Hana Zafirah
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidur adalah salah satu kebutuhan dasar manusia dan memiliki peran dalam kualitas hidup, kesehatan fisik dan mental. Tidur merupakan aspek penting dalam menjaga ritme sirkadian tubuh. Kurang tidur cenderung menyebabkan gangguan konsentrasi, kelelahan, penurunan produktivitas, dan lain-lain. Tidur juga dapat mempengaruhi cara berpikir, bekerja, belajar, dan bergaul dengan orang lain sehingga, dapat mempengaruhi mahasiswa terutama terhadap hasil belajar mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan hasil belajar mahasiswa angkatan 2013 Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (PSPD FK Unila). Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Sebanyak 169 responden penelitian diminta untuk mengisi kuesioner Pittsburg Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengetahui kualitas tidur. Hasil belajar didapatkan dari hasil ujian blok Emergency Medicine. Data yang telah diperoleh, kemudian dilakukan analisis univariat dan bivariat. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji statistik Mann Whitney.Berdasarkan analisis univariat, didapatkan sebagian besar mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung memiliki kualitas tidur yang buruk. Hasil analisis bivariat menggunakan uji statistik Mann Whitney didapatkan hasil yaitu terdapat hubungan bermakna antara kualitas tidur terhadap hasil belajar mahasiswa dengan nilai p<0,05.Kata kunci: hasil belajar, kualitas tidur, mahasiswa kedokteran.
Hubungan Kecanduan Bermain Game Online pada Smartphone (Mobile Online Games) terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Arif Satria P; Merry Indah Sari; M. Ricky Ramadhian; Rika Lisiswanti
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan internet di Indonesia sangat pesat. Salah satu perkembangan internet yang marak digemari adalah game online. Kemudahan untuk mengakses game online didukung dengan kehadiran smartphone, diduga dapat menyebabkan kecanduan. Fenomena kecanduan game online pada smartphone dapat mempengaruhi prestasi akademik mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi potong lintang dengan metode deskriptif-korelatif. Pengambilan sampelmenggunakan teknik total sampling dengan kriteria inklusi berupa mahasiswa angkatan 2013 yang pernah bermain game online pada smartphone dalam 6 bulan terakhir. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Lampung terhadap 91 mahasiswa sebagai responden. Responden diminta mengisi kuesioner Game Addiction Scale for Adolescents yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia. Prestasi akademik dinilai dalam bentuk Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Sebanyak 47,17% mahasiswa terindikasi kecanduan. Skor kecanduan tertinggi yang diperoleh ialah 103 dan yang terendah ialah 21. Nilai prestasi tertinggi ialah 3,80 dan terendah ialah 1,15. Hasil analisis bivariat dengan uji korelasi didapatkan p value <0,05 (p=0,001) denganr= - 0,396. Terdapat hubungan negatif lemah kecanduan bermain game online pada smartphone terhadap prestasi akademik mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung.Kata kunci: game online, kecanduan, prestasi akademik, smartphone.
Efektivitas Collaborative Learning dan Independent Learning terhadap Pengetahuan pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Bisart Benedicto Ginting; Rika Lisiswanti; Efrida Warganegara; Dwita Oktaria
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu. Pembelajaran berarti suatu kegiatan yang berupaya membelajarkan peserta didik secara terintegrasi dengan memperhitungkan faktor lingkungan belajar, karakteristik siswa, karakteristik bidang studi, serta berbagai strategi pembelajaran baik penyampaian, pengelolaan, maupun pengorganisasian pembelajaran. Seorang mahasiswa yang baru masuk perguruan tinggi perlu menyesuaikan diri dengan lingkungannya agarmereka dapat terbiasa dan dapat membaur dengan lingkungan yang nantinya dapat mempengaruhi prestasi akademiknya. Inti proses belajar adalah perubahan pada diri individu dalam aspek pengetahuan, sikap, keterampilan, dan kebiasaan sebagai produk dan interaksinya dengan lingkungan. Strategi pembelajaran dibutuhkan pembelajar agar maksimal dalam proses belajar dan metode yang sering digunakan adalah collaborative learning dan independent learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas collaborative learning dan independent learning terhadap pengetahuan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Sampel dilakukan penilaian pre-test terlebih dahulu sebelum diberikan intervensi dan dilakukan post-test setelahnya. Hasil dari pre-test dan post-test akan dibandingkan untuk melihat apakah strategi belajar collaborative learning lebih baik dibanding independent learning. Terdapat perbedaan yang signifikan terhadap pengetahuan mahasiswa antara kelompok collaborative learning dan independent learning. Sehingga penting untuk meneliti tentang strategi belajar di lingkup mahasiswa kedokteran untuk meningkatkan hasil belajar.Kata kunci: collaborative learning, independent learning, strategi pembelajaran
Hubungan Kesiapan Belajar Mahasiswa Tahun Kedua terhadap Nilai Ujian Praktikum Patologi Anatomi (PA) di Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Rachel Junita Sitepu; Rika Lisiswanti; Susianti Susianti; Oktafany Oktafany
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Self-Directed Learning Readiness (SDLR) merupakan kesiapan belajar mahasiswa terhadap lingkungan belajarnya dan kemandirian yang menuntut mahasiswa untuk belajar. Praktikum adalah bagian dari pengajaran yang bertujuan agar mahasiswa mendapat kesempatan untuk menguji dan melaksanakan teori yang telah diterima. Metode praktikum dapat dilakukan di laboratorium sehingga efektif untuk mencapaitiga keterampilan yaitu kognitif, efektif dan psikomotor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kesiapan belajar mandiri mahasiswa tahun kedua terhadap nilai ujian praktikum Patologi Anatomi(PA) di Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Terdapat sebanyak 177 responden dengan menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner Self-Directed Learning Readiness (SDLR) yang diadopsi dari Zulharman. Berdasarkan hasil analisis univariat skor SDLR yang paling banyak dimiliki oleh responden yaitu skor tinggi sebanyak 67,2% dan skor sedang sebanyak 32,8%. Tingkat kelulusan pada ujian praktikum PA sebanyak 53,4% dan tidak lulus sebanyak 46,6%. Berdasarkan analisis bivariat dengan uji Chi-square didapatkan hasil bahwa tidak terdapat hubungan antara self-directed learning readiness dengan nilai ujian praktikum PA dengan nilai p= 0,192 (p>0,05).Kata kunci: laboratorium, praktikum, self-directed learning readiness (SDLR).
Faktor-faktor yang Memengaruhi Penggunaan Obat Rasional Rasmi Zakiah Oktarlina; Deandra Athaayaa Iswari; Rika Lisiswanti
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obat telah menjadi suatu hal yang esensial sejak lama dalam pelayanan kesehatan sejak adanya kemajuan teknologi medis. Bila digunakan dengan benar, obat dapat membantu menyembuhkan penyakit, meredakan gejala, dan meringankan penderitaan pasien. Pasien menerima pengobatan yang sesuai dengan kebutuhan klinis mereka, dalam dosis yang memenuhi kebutuhan individu mereka sendiri, untuk jangka waktu yang memadai, dan dengan biaya terendah bagi merekadan komunitas mereka, merupakan definisi dari penggunaan obat rasional dari WHO. Meskipun demikian, penggunaan obat yang tidak tepat tetap menjadi masalah utama yang dihadapi sebagian besar sistem kesehatan di seluruh dunia. Jika penggunaan obat yang tidak rasional tidak dicegah, hal ini dapat menurunkan kualitas terapi obat yang dapat meningkatkanmorbiditas dan mortalitas. Berbagai faktor mampu mempengaruhi penggunaan obat yang tidak rasional. Hal ini termasuk pasien dan komunitas, resep atau dokter, dispenser, dan sistem kesehatan. Kata Kunci: Faktor, irasional, penggunaan obat rasional
Hubungan Antara Regulasi Diri Dengan Kesiapan Belajar Mandiri Pada Mahasiswa Tahun Kedua Progam Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Dian Puspita Larasati; Oktafany Oktafany; Waluyo Rudiyanto; Rika Lisiswanti
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahasiswa kedokteran adalah seseorang yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi yang mempelajari ilmu kedokteran dengan asumsi memiliki tujuan menjadi dokter. Dalam meraih tujuan, mahasiswa kedokteran didukung oleh kurikulum SPICES (Student centered, Problem based, Integrated, Community based, Electives, dan Systematic) sehinggamahasiswa dituntut untuk dapat aktif, mandiri, dan mampu memecahkan masalah. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara regulasi diri dengan kesiapan belajar mandiri pada mahasiswa tahun kedua Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel yang digunakan adalah mahasiswa tahun kedua Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Lampung yang berjumlah 186 sampel terpilih dengan teknik total sampling. Data diperoleh melalui pengisian The Short Self Regulation Questionnaire (TSSRQ) dan Self Directed Learning Readiness Scale (SDLRS). Data dianalisis dengan uji Spearman Rank Correlation. Hasil penelitian ini terdapat 71,5% responden memilikiregulasi diri yang sedang, 28,5% responden memiliki regulasi diri yang tinggi, 75,8% responden memiliki kesiapan belajar mandiri yang tinggi, 24,2% responden memiliki kesiapan belajar mandiri yang sedang, dan tidak terdapat responden yang memiliki regulasi diri dan kesiapan belajar mandiri yang rendah. Hasil uji analisis Spearman Rank Correlation menunjukkan terdapat hubungan dengan arah positif yang kuat antara regulasi diri dengan kesiapan belajar mandiri yang dibuktikandengan P-value=0,0001 < 0,05 dan koefisien korelasi 0,622. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara regulasi diri dengan kesiapan belajar mandiri pada mahasiswa kedokteran.Kata Kunci : Kesiapan belajar mandiri, mahasiswa kedokteran, regulasi diri.