Claim Missing Document
Check
Articles

Program Pencegahan Perilaku Bullying melalui Internalisasi Nilai-Nilai Rahmatan lil ‘Alamin bagi Santri di Pondok Pesantren At-Tazkir Ansori, Yoyo Zakari; Jatisunda, Mohamad Gilar; Nengsih, Rina
Papanda Journal of Community Service Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Paguyuban Panalungtik Sunda (Papanda)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/pjcs.v4i1.2462

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Pondok Pesantren At-Tadzkir Maja, Majalengka, dengan sasaran utama para santri yang memiliki latar belakang sosial, budaya, dan pendidikan beragam. Tujuan program adalah menginternalisasikan nilai rahmatan lil alamin melalui pendekatan Values Clarification Technique (VCT) dan model analisa nilai dengan metode ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, serta pelatihan keterampilan produktif. Evaluasi dilakukan dengan observasi, wawancara, dan angket pra–pasca kegiatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tiga ranah utama. Pertama, ranah sikap (afektif), ditandai dengan peningkatan kesadaran toleransi, anti-bullying, serta pemahaman nilai rahmatan lil alamin hingga 30%. Kedua, ranah sosial-budaya, ditandai dengan terbentuknya forum komunikasi santri yang mendorong budaya musyawarah serta berkurangnya kasus perundungan sebesar 40% dalam tiga bulan. Ketiga, ranah ekonomi, ditandai dengan meningkatnya keterampilan wirausaha melalui pelatihan produksi tahu dan tempe, yang mendorong terbentuknya tiga kelompok usaha santri dengan produk layak konsumsi. Temuan ini menegaskan bahwa internalisasi nilai melalui pendekatan VCT tidak hanya efektif membentuk karakter santri, tetapi juga mampu memperkuat kohesi sosial dan meningkatkan kemandirian ekonomi. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi pada terciptanya lingkungan pesantren yang aman, toleran, dan produktif sesuai dengan prinsip rahmatan lil alamin.
Pendampingan Guru Matematika SMA di Kabupaten Majalengka dalam Pemanfaatan Sumber Daya Digital untuk Pengembangan Profesionalisme Jatisunda, Mohamad Gilar; Hartanto, Ahmad Iqbal; Utami, Wulan Putri
Papanda Journal of Community Service Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Paguyuban Panalungtik Sunda (Papanda)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/pjcs.v4i1.2495

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital guru Matematika SMA di Kabupaten Majalengka melalui pendampingan berbasis penguatan literasi digital. Metode yang digunakan meliputi workshop interaktif, coaching dan mentoring, serta evaluasi dan refleksi dengan pendekatan knowing–doing–reflecting. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman literasi digital, keterampilan penggunaan aplikasi interaktif (GeoGebra, Desmos, Quizizz, dan Kahoot), serta kepercayaan diri guru dalam merancang RPP berbasis digital. Evaluasi menunjukkan bahwa 82% guru memperoleh keterampilan baru, 76% lebih percaya diri, dan 88% menilai program relevan dengan kebutuhan profesional mereka. Meskipun terdapat kendala teknis berupa keterbatasan perangkat dan jaringan internet, kegiatan ini terbukti mampu memperkuat profesionalisme guru Matematika serta meningkatkan kualitas pembelajaran. Program ini disarankan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan guna menyesuaikan keterampilan guru dengan perkembangan teknologi pendidikan di era digital
Literasi Statistika Mahasiswa Adminitrasi Publik Jatisunda, Mohamad Gilar; Nahdi, Dede Salim; Suciawati, Vici
SJME (Supremum Journal of Mathematics Education) Vol 4 No 2 (2020): Supremum Journal of Mahematics Education
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Singaperbangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/sjme.v4i2.3488

Abstract

Kemampuan literasi statistika merupakan salah satu aspek pentingpembelajaran matematika yang perlu di kuasai oleh mahasiswa.Beberapa hasil studi menggambarkan kemampuan literasi satistikamasih belum memuaskan. Alternatif yang dapat meningkatkankemampuan literasi statsitika adalah penggunaan pembelajaranberbasis masalah. Tujuan dari penelitian untuk menganalisisperbadaan kemampuan literasi statistika dan implikasi terhadap prosespembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode Pre-Eksperimentdengan tipe One-shot Case Study. Populasi penelitian ini adalahseluruh mahasiswa administrasi publik di Universitas Majalengka,dengan sampel sebanyak 60 orang. Penelitian ini menghasilkan adanyaperbedaan signifikan kemampuan lietarasi statistika. Implikasiterhadap proses pembelajaran berbasis masalah, penting untukmempersiapkan materi ajar yang berdasarkan kebutuhan siswa tidakhanya sebatas bagaimana membuat aktivitas siswa mengkontruksipengetahuannya.
Integrating Silih Asah, Silih Asih, and Silih Asuh in Primary School Character Education Ansori, Yoyo Zakaria; Agustin, Mubiar; Jatisunda, Mohamad Gilar; Azman, Mohamed Nor Azhari
Profesi Pendidikan Dasar Vol. 12, No. 3, December 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ppd.v12i3.12143

Abstract

Character education is a foundational pillar in students' moral and social development, particularly at the primary education level. This study examined the role of Sundanese local wisdoms silih asah (mutual enlightenment), silih asih (mutual affection), and silih asuh (mutual care) in shaping students' character across the cognitive, affective, and behavioural dimensions. A qualitative case study design was employed to enable an in-depth exploration of how these values are integrated into the learning ecosystem of a public primary school in Nunuk Baru Village. Data were collected through classroom observations, in-depth interviews, and document analysis conducted within the school setting. Qualitative data were systematically analyzed using NVivo software to support coding, thematic analysis, and data triangulation. The findings indicate that teacher empathy accounted for 30% of compassion-based interactions, peer support behaviours emerged in 25% of observed incidents, and practices reflecting silih asuh, such as a buddy system, were documented 21 times. In addition, spontaneous acts of care and active participation in extracurricular communal activities reflected the authentic internalization of these values. This study highlights the importance of embedding local wisdom into formal schooling as a sustainable approach to fostering prosocial behaviour and strengthening students' moral resilience amid the challenges of globalization.
Praxeological analysis of junior secondary students’ epistemological obstacles in algebraic operations Jatisunda, Mohamad Gilar; Hoon, Teoh Sian; Jamilah, Jamilah; Rohimatunissa, Dela
JRAMathEdu (Journal of Research and Advances in Mathematics Education) Volume 10, Issue 4, October 2025
Publisher : Lembaga Pengembangan Publikasi Ilmiah dan Buku Ajar, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jramathedu.v10i4.13374

Abstract

This study investigates junior secondary students’ epistemological obstacles to learning algebraic operations through a praxeological framework grounded in the Anthropological Theory of the Didactic (ATD), with Didactical Design Research (DDR) as the conceptual orientation. Diagnostic algebra tasks and semi-structured interviews were administered to six seventh-grade students in Indonesia to examine their algebraic techniques and justifications. Students’ written and verbal responses were analysed by reconstructing tasks (T), techniques (τ), technologies (θ), and theories (Θ). The findings reveal that students generally exhibit procedural fluency in routine tasks, such as simplification and distributive expansion. However, substantial epistemological obstacles arise in tasks that require justification, relational interpretations of equality, variable generalisation, and contextual transfer. These obstacles are characterised by a misalignment between students’ correct techniques and weak or absent justificatory discourse, indicating that procedural correctness does not consistently reflect conceptual understanding. This study contributes to mathematics education by offering a fine-grained praxeological analysis that makes epistemological obstacles often overlooked in error-based analyses visible. By distinguishing students’ actions from their justifications, the study clarifies the structural nature of algebraic difficulties and identifies instructional directions that emphasise relational equality, explicit justification, and stable conceptions of variables to support deeper structural and theoretical understanding of algebra.