Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Perbandingan Kuat Dukung Pondasi Tiang Mini berdasarkan Hasil Hydraulic Static Pile Driver (HSPD) dan Metode Empiris Ningrum, Puspa; Toyeb, Muhammad; Hamdani, Rizki
SAINSTEK Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v13i1.295

Abstract

Pada umumnya, pondasi sebagai elemen struktur bawah terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu pondasi dangkal dan pondasi dalam. Pondasi berfungsi sebagai elemen struktur bawah yang menyalurkan beban dari struktur atas ke lapisan tanah keras. Untuk mencegah terjadinya kegagalan struktur, diperlukan investigasi tanah terlebih dahulu guna memahami jenis dan karakteristik tanah sebelum menentukan jenis pondasi yang akan digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan daya dukung pondasi tiang pancang mini (minipile) pada proyek pembangunan rumah tinggal dua lantai menggunakan metode empiris dan metode statis dengan alat Hydraulic Static Pile Driver (HSPD). Penyelidikan tanah dilakukan menggunakan uji Cone Penetration Test (CPT) atau sondir di tiga titik pengujian untuk mendapatkan data karakteristik tanah. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa lapisan tanah keras berada pada kedalaman lebih dari 15 meter. Oleh karena itu, digunakan pondasi dalam berupa tiang pancang mini dengan dimensi 20×20 cm yang dipancang menggunakan HSPD untuk mengurangi gangguan pada lingkungan sekitar. Daya dukung pondasi dianalisis dengan metode empiris, yaitu Mayerhoff, Janbu, dan Vesic, serta dibandingkan dengan hasil uji HSPD yang mencerminkan kondisi aktual lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai daya dukung izin rata-rata berdasarkan uji HSPD adalah 24,2 ton. Sedangkan hasil dari analisis perhitungan metode empiris diperoleh daya dukung izin rata-rata sebesar 8,34 ton. Perbandingan hasil analisis metode empiris dengan metode statis menggunakan alat HSPD yaitu sekitar lebih kurang tiga kali lipat, dimana nilai analisis metode empiris lebih kecil dari HSPD.
KORELASI ANTARA KUAT TEKAN BEBAS DAN KEPADATAN TANAH DICAMPUR ABU SAWIT TERAKTIVASI ALKALI AKTIVATOR Toyeb, Muhammad; Ningrum, Puspa; Elizar, Elizar
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 13, Nomor 2, Agustus Tahun 2025
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v13i2.4472

Abstract

Tanah dengan daya dukung rendah memerlukan stabilisasi untuk meningkatkan kekuatan dan kestabilannya, terutama dalam pembangunan infrastruktur jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan abu sawit (POFA) dan alkali aktivator terhadap kuat tekan bebas (UCS) dan nilai California Bearing Ratio (CBR) tanah asli. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan variasi komposisi POFA dan pemberian alkali aktivator sodium hidroksida (NaOH) 10 M dan sodium silika (Na2SiO3) pada tanah asli. Pengujian dilakukan untuk mengukur nilai UCS dan CBR pada variasi campuran 20 persen POFA dan alkali aktifator rasio Si/Al 2.5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan POFA secara signifikan meningkatkan kekuatan dan daya dukung tanah, dengan peningkatan paling tinggi terjadi pada campuran 20 persen POFA dengan larutan alkali aktivator, di mana nilai UCS dan CBR meningkat lebih dari 6 kali lipat dibandingkan tanah tanpa perlakuan. Analisis korelasi antara UCS dan CBR menghasilkan model regresi logaritmik CBR = 24.162x – 4.9963 yang menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara kedua parameter. Temuan ini mengindikasikan bahwa nilai UCS dapat digunakan sebagai parameter prediktif untuk memperkirakan nilai CBR, yang bermanfaat dalam proses desain dan evaluasi tanah dasar perkerasan. Stabilisasi tanah menggunakan POFA dan alkali aktivator terbukti efektif dan berpotensi diterapkan secara luas dalam pendekatan rekayasa geoteknik berkelanjutan, sekaligus mendukung pemanfaatan limbah industri sebagai material konstruksi alternatif.
Edukasi Kesehatan Mental Remaja dari Perspektif Bidang Psikologi, Konstruksi, dan Teknologi Puspa Ningrum; Khairunnisa' Syarif; Abdullah Adhha; Aqil Farras; Husni Mubarak
Lumbung Ngabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): April
Publisher : Pusat Kajian dan Pengembangan Publikasi Ilmiah Institut Agama Islam Hamzanwadi Nahdlatul Wathan Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/d0918k63

Abstract

Kesehatan mental remaja merupakan isu global yang semakin mengkhawatirkan, terutama akibat stres, perundungan, dan dampak perkembangan teknologi. Data WHO menunjukkan 14% anak usia 10-19 tahun mengalami gangguan mental tanpa penanganan yang memadai. Oleh karena itu, tim pengabdi melaksanakan program pengabdian masyarakat di Panti Asuhan Takdir Ilahi Pekanbaru dengan sasaran kalangan remaja. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi tentang kesehatan mental dengan mengaitkan tantangan remaja dengan tekanan pekerjaan konstruksi, guna untuk meningkatkan motivasi belajar, serta membantu remaja mengembangkan potensi dan kepercayaan diri. Metode pelaksanaan kegiatan melibatkan tiga tahapan utama: persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan. Tahapan pelaksanaan terdiri dari metode ceramah, diskusi interaktif, serta simulasi dan pemutaran video edukasi yang relevan dengan kehidupan remaja. Peserta pengabdian diajak memahami hubungan tekanan mental dalam pekerjaan konstruksi dengan tantangan remaja sehari-hari, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pengamatan terhadap jumlah partisipasi, keaktifan, dan tingkat kepuasan serta pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi berbasis dari perspektif bidang psikologi, konstruksi, teknologi ini membantu peserta memahami pentingnya kesehatan mental secara kontekstual. Adanya peningkatan motivasi belajar dan pemahaman peserta terkait pentingnya menjaga kesehatan mental. Untuk tingkat kepuasan peserta diperoleh sebesar 94% sangat puas dan 6% puas terhadap kegiatan pengabdian yang dilaksanakan.
Analysis Of Compressive Strength Of Foam Mortar With The Use Of Teratak Buluh Sand And Ringgit Sand Tisnawan, Rahmat; Doni Rinaldi Basri; Puspa Ningrum; Zulfikar, Adyus
JIM - Journal International Multidisciplinary Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Rumah Jurnal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jim.v1i2.479

Abstract

The core material in the manufacture of lightweight concrete (foam mortar) is influenced by the composition of the mixture of fine aggregate. The purpose of the study was to compare foam mortar with foaming agent using two types of fine aggregates from different sources, namely Teratak Buluh Sand, Kampar and Ringgit Sand, Indragiri Hulu. This study focuses on testing the properties of fine aggregate, flow value, bulk density and Unconfined Compression Strength (UCS) of foam mortar. The fine aggregate of Teratak Buluh has a mud content value of 0.50% while the ringgit sand silt content value is higher with a 1.92% mud content percentage value where the maximum silt content value is 3%. In this study, both types of aggregates had variations in the mixture of sand to cement, namely 18/82%; 16/84%; 15/85%; 14/86% and 12/88%. The flow value in a mixture of 14/86% Teratak Buluh Sand and a mixture of 12/88% ringgit sand has a flow value of 19.00 cm which is the highest value of the five variations. Teratak Buluh sand mixture of 14/86% has a higher value than the five variations, which is 781.67 Kg/m3 while ringgit sand has the highest density value of 758.12 Kg/m3 in a mixture of 12/88%. The value of Unconfined Compression Strength (UCS) using Teratak Buluh sand is superior when compared to the use of ringgit sand. The average value of the Unconfined Compression Strength (UCS) of lightweight foam mortar material from the use of mixed teratak buluh sand of 14/86% (1136.80 kPa) and 12/88% (1175.78 kPa) has the highest value which is close to the reference Unconfined Compression Strength (UCS) of the mixture. 15/85% (1253.73 kPa) while the mixture was 18/82%; 16/84% Teratak Buluh and 18/82%; 16/84%; 15/85%; 14/86%; 12/88% ringgit sand has the lowest f Unconfined Compression Strength (UCS) which does not meet the design Unconfined Compression Strength (UCS) of 1000 kPa and 800 kPa based on the SE-PUPR-46-SE-M-2015 specifications.
Analisis Produktifitas Alat Berat pada Pekerjaan Timbunan Proyek Jalan Tol Padang-Sicincin STA.13+300 - 13+900 Aprillia Rani Hamidah; Puspa Ningrum; Rahmat Tisnawan
aspal Vol 1 No 2 (2023): Aspal : Jurnal Aspirasi Teknik Sipil
Publisher : Unmuh Babel Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/aspal.v1i2.26

Abstract

The toll road of Padang - Sicincin uses earth embankments in the construction process. In earth filling work, there is a target that must be met, namely that it must be able to spread and compact the soil by 1,474,809 m3/day, where this volume is the plan to meet the target that has been set. The problem that is currently occurring is that the land for the toll road entrance at STA 13+300 – 13+900 on Jalan Nagari Lubuk Alung has just been acquired in 2022. From the results of a field inspection that took approximately a week, there was a delay in terms of landfill work. in the field. Therefore, it is necessary to research to find out the causes of delays. The focus of this research is to determine the productivity of heavy equipment to determine solutions to catch up with work delays that are occurring. After conducting a review in the field, the results obtained from each heavy equipment were 1,471,150 m3/day (excavator), 1,464,610 m3/day (dump truck), 3,086,070 (bulldozer), and 4,150,272 m3/day. (vibro roller). From the results obtained, the excavators and dump trucks in the field were unable to meet the planned targets. Therefore, the handling efforts carried out are by increasing the number of excavators and dump trucks working in the field. Based on the results of calculations and analysis, to complete the embankment work on time, increase the number of tools by two units for excavators and three units for dump trucks. With this additional simulation, the time required to complete work in the field is 13 days faster than the planned time that had been made.