Articles
Edukasi Tentang 5R Pada Pondok Pesantren X Di Kabupaten Pamekasan
Muhammad Iqbal Fahdi Arrochman;
Muslikha Nourma Rhomadhoni;
Fadeli Wibisono;
Muhammad Ilham Wahyudi;
Friska Ayu
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55338/jpkmn.v4i3.1599
Sistem pendidikan nasional pada Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 mengkritik bahwa pendidikan adalah kiat kursus untuk pengetahuan, keterampilan, dan orientasi gambar yang disusun secara sistematis. Hal termasuk menghendaki agar karet anak buah bisa melebarkan ketangkasan dirinya secara membuat-buat, setia secara akademik maupun spiritual. Para santri yang menetap di asrama dengan masa panjang tentunya ada banyak masalah. Keragaman sifat dan ulah mereka yang tidak patut ini seringkali membuat mereka melanggar susunan yang ditegakkan oleh pengurus pesantren. Adapun kasus yang kencang dihadapi melingkungi kasus kesehatan, lingkungan, dan kaidah para santri. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode pretest dan posttest terdapat 27 anak yang dipilih secara langsung, kemudian diberi pretest untuk mengetahui keadaan awal, adakah perbedaan antara Sebelum dan Sesudah. Setelah mengisi pretest lalu sosialisasi setelah selesai perlakukan di beri posttest. Dalam penelitian ini ingin mengetahui pemahaman dan pengetahuan (PHBS) pada para santri di pondok pesantren SMA X. Kesimpulan yang didapatkan setelah melakukan penelitian edukasi promosi K3 tentang pengetahuan budaya K3 dan pentingnya 5R pada Pondok pesantren X, yakni Pelaksanaan edukasi berupa sosialisasi dilakukan pada tanggal 20 Juni 2023 di Pondok pesantren X dan pada hasil pre test dan post test santri belum mengalami perbedaan peningkatan sebelum dan sesudah dilakukannya edukasi promosi K3. Hal ini ditandai dengan hasil signifikan dengan sebesar 10% yang dimana hasil pre test menujukan angka 70% dan hasil post test menujukan 80% tersebut.
EVALUASI HASIL PENGOLAHAN LIMBAH CAIR PADA INSTALASI PENGOLAHAN LIMBAH CAIR SALAH SATU RUMAH SAKIT SWASTA DI KOTA SURABAYA
Muslikha Nourma Rhomadhoni;
Friska Ayu
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 11 No. 2 (2019): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33005/envirotek.v11i2.8
Hasil pemantauan efluen limbah cair perusahaan menunjukkan kualitas buangan air IPAL belum memenuhi baku mutu lingkungan. Parameter limbah cair rumah sakit melampaui baku mutu Peraturan Gubernur Jawa Timur No. 72 tahun 2013, yaitu parameter BOD, COD dan fosfat serta parameter mikrobiologi yaitu escheriacoli. Kecenderungan hasil pemantauan meningkat selama tiga tahun terakhir khususnya pada rumah sakit milik swasta. Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup menyatakan bahwa “Setiap orang diperbolehkan membuang limbah ke media lingkungan hidup dengan persyaratan memenuhi baku mutu lingkungan hidup dan mendapatkan izin dari pemerintah”. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi sumber daya manusia, anggaran, metode dan material dalam Pengolahan Limbah Cair Pada Instalasi Pengolahan Limbah Cair (IPAL) Rumah Sakit Swasta di Kota Surabaya. Jenis penelitian adalah deskripsi dilakukan dengan pengambilan sampel air limbah effluen IPAL, wawancara dan observasi. Hasil penelitian bahwa dalam pengelolaan air limbah di rumah sakit perlu oprimasi peran SDM, anggaran, metode dan material. Pengelolaan air limbah rumah sakit yang baik perlu dukungan manajemen rumah sakit agar hasil pengolahan limbah cair mendapatkan hasil optimal
Perbandingan Metode Manajemen Risiko Pekerjaan Erection Steel Box Girder di PT. Waskita Karya Jalan Tol JAPEK II
Syerina Silvi Fitriyah;
Ratna Ayu Ratriwardhani;
Merry Sunaryo;
Friska Ayu
Teknika Vol 18, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26623/teknika.v18i2.7343
Manajemen risiko merupakan suatu proses penting dalam setiap proyek konstruksi untuk mengidentifikasi dan mengurangi potensi kerugian terkait biaya, mutu, dan jadwal proyek. Metode yang umum digunakan dalam manajemen risiko pada proyek konstruksi yaitu Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC) dan Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Pengendalian Risiko, Dan Peluang (IBPRP). Metode manajemen risiko yang digunakan pada PT. Waskita Karya Proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan yakni JSA dan HIRADC. Tujuan penelitian ini yaitu untuk membandingkan metode tersebut dalam mengelola risiko pada pekerjaan erection steel box girder di PT. Waskita Karya Proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan. Metode penelitian yang digunakan yakni deskriptif kualitatif. Penelitian ini terdiri dari informan utama, pendukung dan kunci.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan triagulasi data yakni observasi, wawancara dengan informan dan literasi dokumen terkait pengelolaan risiko. Hasil penelitian menunjukan bahwa metode IBPRP terbukti lebih efektif dibandingkan menggunakan metode HIRADC dikarenakan dalam mengidentifikasi maupun menilai risiko metode IBPRP lebih mendetail dan menggunakan matriks kemungkinan dan keparahan 5x5 dengan temuan 45 risiko bahaya dari 6 aktivitas dipekerjaan erection steel box girder Secara keseluruhan penggunaan metode yang lebih efektif dan terperinci seperti IBPRP dapat membantu perusahaan mencapai tujuan zero accident dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman bagi para pekerja.
PENGARUH FAKTOR KEBISINGAN DAN IKLIM KERJA TERHADAP KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA BAGIAN MAINTENANCE DI TERMINAL PETIKEMAS NILAM
Maya Nurahmadiana Syarifah;
Merry Sunaryo;
Friska Ayu;
Moch. Sahri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v4i4.20561
Area terminal petikemas merupakan area yang sering terpapar panas matahari, adanya alat berat seperti CC dan RTG serta truk juga menimbulkan kebisingan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor lingkungan kerja yang mempengaruhi kelelahan kerja pada bagian maintenance di TPK Nilam. Penilitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode pendekatan cross sectional dengan teknik total sampling pekerja maintenance di TPK Nilam berjumlah 30 responden. Teknik pengambilan data dilakukan sesuai metode SNI 7231:2009 dengan alat Sound Level Meter, SNI 7061:2019 dengan alat Heat Stress Apparatus, serta kelelahan kerja menggunakan Reaction timer. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa kebisingan di CC1 sebesar 89,83 dBA, pada CY Blok B sebesar 89,17 dBA melebihi NAB yang ada dan untuk pengukuran iklim kerja didapatkan kseleuruhannya melebihi nilai NAB dari pengukuran beban kerja tiap pekerja yang ada yakni di CC1 sebesar 32,530C serta pada RTG sebesar 32,860C. Hasil pengukuran kebisingan dan iklim kerja terhadap kelelahan dengan uji regresi ordinal menunjukkan bahwa adanya pengaruh kebisingan terhadap kelelahan kerja dengan signifikansi p=0,001 atau p<0,05. Namun, pada iklim kerja menunjukkan hasil yang tidak signifikan karena data yang didapatkan homogen. Sehingga, perlu dilakukan pengukuran secara rutin baik faktor lingkungan kerja maupun kondisi kesehatan pekerja serta dapat disediakannya Alat Pelindung Diri serta memperhatikan fasilitas kebutuhan air minum untuk meminimalisir Penyakit Akibat Kerja.
ANALISIS KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS DAN KELELAHAN KERJA MENGGUNAKAN METODE NBM DAN IFRC PADA INDUSTRI SANDAL UD. SATRIA SIDOARJO
Arfian Kurnia Akbar;
Cherry Indira Cahyani;
Fadli Firmansyah;
Friska Ayu
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2022): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55681/swarna.v1i4.202
Dalam dunia Keselamatan dan Kesehatan kerja ada dua tipe industri yang harus menerapkan program keselamatan dan Kesehatan kerja yaitu industri formal dan informal, namun masih banyak dari industri informal yang sampai saat ini belum menerapkan program keselamatan dan Kesehatan kerja hal ini disebabkan kurangna pengetahuan dari pemilik industri maupun pekerja industri tersebut. Dalam penerapan program keselamatan dan Kesehatan kerja kami telah melakukan survei – analisis data pada industri informal dan hasil data yang kami dapatkan menunjukkan adanya keluhan nyeri punggung musculoskeletal disorder dan kelelahan kerja yang di alami pekerja industri, tujuan kami membuat program keselamatan dan Kesehatan kerja untuk menumbuhkan budaya keselamatan dan Kesehatan kerja kepada pekerja maupun pemilik industri bahwa keselamatan dan Kesehatan kerja sangat penting untuk diteraokan pada industri informal, dalam menjalankan program keselamatan dan Kesehatan kerja dan mengedukasi pencegahan penyakit akibat kerja musculoskeletal disorder dan kelelahan kerja kami juga menjalankan dua metode menggunakan Nordic body map dan industrial fatique research committee untuk mendapatkan data apa saja yang menjadi penyebab keluhan tersebut dirasakan atau beban kerja mana yang menjadikan keluhan tersebut muncul. Dari program yang telah kami buat pekerja dan pemilik usaha sangat berterimakasih bahwa dengan apa yang kami sampaikan mereka sadar pentingnya menerapkan keselamatan dan Kesehatan kerja di industri informal dan mereka juga tau bagaimana cara mengatasi pencegahan penyakit akibat kerja musculoskeletal disorder dan kelelahan kerja. Kami berharap program ini untuk selalu di terapkan oleh pemilik industri dan di jalankan pekerja industri untuk mengurangi keluhan yang selama ini mereka rasakan.
PENDAMPINGAN KADER SANTRI DALAM MITIGASI BENCANA DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN ZAINUL HASAN GENGGONG PROBOLINGGO
Aditya Bhayusakti;
Dayu Satriya Wibawa;
Dwimantoro Iman Prilistyo;
Friska Ayu;
Aufar Zimamuz Zaman Al Hajiri;
Rifky Dwi Aditya Iryawan
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2022): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55681/swarna.v1i4.207
Pengetahuan dan kewaspadaan mengenai bencana bersifat sangat penting, karena kerugian yang disebabkan oleh bencana dapat menyebabkan kerugian materi maupun korban jiwa. Mitigasi bencana terdiri dari regulasi, pendidikan, perubahan perilaku masyarakat, dan pengendalian lingkungan. Berdasarkan letak geografis, Kabupaten Probolinggo berpotensi mengalami bencana alam. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang mitigasi bencana kepada peserta di lingkungan Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo. Metode: Sebelum diberikan materi mengenai mitigasi bencana, peserta melakukan pengerjaan soal pre-test. Materi mengenai mitigasi bencana disampaikan selama 30 menit, dilanjutkan dengan sesi diskusi selama 20 menit. Kemudian peserta melakukan pengerjaan soal post-test. Pemberian soal pre-test dan post-test bertujuan untuk mengevaluasi pengetahuan peserta sebelum dan sesudah diberikan materi mengenai mitigasi bencana. Hasil dan pembahasan: Kegiatan ini dilaksanakan pada 21 Mei 2022 di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo yang dihadiri oleh 20 peserta. Nilai rata-rata pre-test peserta adalah 61,5 dan nilai rata-rata post-test meningkat menjadi 74. Terdapat peningkatan pengetahuan peserta sebesar 12,5% dan menunjukkan perbedaan nilai rata-rata yang signifikan (p<0,05). Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat pendampingan kader santri dalam mitigasi bencana di Lingkungan Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo ini terlaksana dengan baik dan tercapai sesuai target. Terdapat adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan materi mengenai mitigasi bencana.
SOSIALISASI KESEHATAN TERKAIT GANGGUAN GERAK OTOT RANGKA AKIBAT KERJA (GOTRAK) PADA PENGRAJIN DI KUB MAMPU JAYA
Julianti Saffana Zahra;
Friska Ayu;
Syahriatul Hikmiah;
Ridwan Al Farizi;
Merry Sunaryo
ABDIMAS UNWAHAS Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31942/abd.v8i2.10107
Home industri sandal dan sepatu merupakan salah satu contoh komoditi industri skala kecil menengah yang cukup diminati. KUB Mampu Jaya merupakan salah satu kelompok usaha produksi sandal hotel dan sandal-sepatu fashion yang seluruh proses kerjanya melibatkan anggota gerak tubuh, yakni penggunaan tangan secara berulang dan bekerja dengan sikap duduk dalam waktu yang lama. Tentu, pengrajin dapat berpotensi mengalami penyakit akibat kerja (PAK), seperti gangguan pada otot rangka (Musculoskeletal Disorders). Menindaklanjuti permasalahan tersebut, sosialisasi diperlukan untuk mengedukasi pengrajin terhadap bahaya dan risiko ergonomi yang ada sehingga dapat diminimalisir atau dicegah. Sebelumnya dilakukan Survey Gangguan Otot Rangka Akibat Kerja secara subjektif sebagai skrining awal ini dengan tujuan guna mengidentifikasi keluhan subjektif Musculoskeletal Disorders (MSDs). Hasil analisis risiko keluhan GOTRAK menunjukkan segmen tubuh yang mengalami rasa sakit/nyeri dari 71% pekerja hampir pada semua anggota tubuh, kecuali bagian lengan dan kaki. Sosialisasi diselenggarakan dengan metode ceramah, diskusi interaktif, dan pemberian media edukasi berupa poster. Selanjutnya, tindak lanjut menggunakan instrumen wawancara pre-test dan post-test sebagai evaluasi kegiatan. Sasaran sosialisasi adalah pengrajin KUB Mampu Jaya sebanyak 9 responden. Evaluasi dari sosialisasi yang telah diselenggarakan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan signifikan terhadap hasil pre test sebelumnya. Hal ini mencakup pada seluruh topik materi sosialisasi. Indikator keberhasilan dari sosialisasi ini adalah meningkatnya pengetahuan umum mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta terkait Gangguan Otot Rangka Akibat Kerja yang diukur dengan evaluasi melalui post test yang dilakukan. Kegiatan sosialisasi ini dikatakan dapat berhasil dan mampu meningkatkan kesadaran pekerja akan pentingnya kesehatan selama bekerja terhadap penyakit akibat kerja (PAK), seperti Gangguan Otot Rangka Akibat Kerja.Kata kunci: Muscoleskeletal Disorders, GOTRAK, Sosialisasi, Pengetahuan, K3
Evaluation of Potential Ergonomic Hazards Using the SNI 9011:2021 Method for Labeling Unit Workers in One of the East Java Agro-Industrial Company
Safitri, Rizka Wahyu;
Rhomadhoni, Muslikha Nourma;
Sahri, Moch.;
Ayu, Friska
TEKNOLOGI MEDIS DAN JURNAL KESEHATAN UMUM Vol 7 No 2 (2023): Medical Technology and Public Health Journal September 2023
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33086/mtphj.v7i2.4749
The industry's lack of attention to the implementation of ergonomics can give rise to complaints of Occupational Skeletal Muscle Disorders (GOTRAK) in workers. This research aims to evaluate the potential ergonomic hazards of labeling unit workers in one of the East Java Agro-industrial companies. This research is quantitative with a descriptive approach. The population of this study were labeling unit workers in one of the East Java Agro-industrial companies using a sampling technique, namely saturated sampling, totaling 21 respondents. The data collection technique was carried out using the SNI 9011:2021 method. The results of the GOTRAK complaint risk level study show that there are 6 parts of the skeletal muscles that have a high risk, namely the upper back muscles (47.6%), lower back (42.9%), left and right hands (28.6%), left hip and right (33.3%) and left knee (28.6%), and right knee (23.8%). The research results on potential ergonomic hazards stated that all respondents (100%) had a total potential ergonomic hazard score ≥ 7, including the dangerous category.
Evaluasi Penerapan K3 Bekerja di Ketinggian berdasarkan Permenaker No. 9 Tahun 2016
Alvianshah, Nikhen Hanifah;
Sunaryo, Merry;
Ayu, Friska;
Rhomadhoni, Muslikha Nourma;
Ratriwardhani, Ratna Ayu
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : UHAMKA Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22236/arkesmas.v8i2.12597
ABSTRAK Penggantian DSP merupakan jenis pekerjaan yang berkaitan dengan ketinggian. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi penerapan K3 bekerja di ketinggian berdasarkan Permenaker No. 9 Tahun 2016 pada pekerjaan penggantian DSP di PT. PLN UPT Bekasi. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif bersifat observasional yang melibatkan 7 informan yaitu pekerja penggantian DSP, pengawas K3 dan project manager. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara kepada informan menggunakan teks pedoman wawancara dengan mengacu Permenaker No. 9 Tahun 2016 tentang K3 dalam Pekerjaan Ketinggian. Hasil penelitian yang diketahui melalui observasi dan wawancara menunjukkan bahwa pekerjaan penggantian DSP masih kurang peduli terhadap aspek K3, belum melaksanakan kesiapsiagaan tanggap darurat, dan terdapat tenaga kerja yang kurang berkompeten. Penyebab dari permasalahan tersebut adalah kurangnya SDM yang menyebabkan perusahaan memanfaatkan tenaga kerja lepas harian, hal tersebut disampaikan secara langsung oleh project manager melalui wawancara. Secara keseluruhan pekerjaan penggantian DSP belum sepenuhnya melakukan penerapan K3 bekerja di ketinggian sesuai Permenaker No. 9 Tahun 2016, salah satunya yaitu rencana kesiapsiagaan dan tanggap darurat. Rekomendasi yang dapat diberikan kepada perusahaan adalah dengan meningkatkan screening, monitoring, dan evaluasi, perusahaan dapat memberikan induction khusus yang membahas terkait jenis pekerjaan di ketinggian dan update regulasi terbaru tentang K3 bekerja di ketinggian untuk dapat diterapkan sehingga potensi dan risiko bahaya dapat di minimalisir. Kata Kunci: K3, Bekerja di ketinggian, DSP, Permenaker
PERAWATAN LUKA RINGAN KEPADA WARGA MIGRAN DI INTERNATIONAL ORGANIZATION OF IMMIGRATION SIDOARJO
Bhayusakti, Aditya;
Gumilang, Retna;
Ayu, Friska
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2023): Volume 4 Nomor 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v4i6.23454
Latar belakang: Kecelakaan atau kejadian yang tidak diinginkan dapat terjadi dimana saja dan kapan saja. Luka adalah hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh yang disebabkan oleh trauma tajam atau tumpul, perubahan suhu, paparan zat kimia, ledakan, sengatan listrik, maupun gigitan hewan. Sampai saat ini, Indonesia masih menjadi tujuan destinasi para migran dari luar negeri salah satunya untuk mengungsi. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kemampuan migran dalam perawatan luka sederhana jika terjadi hal yang tidak diinginkan. Metode: Metode yang dilakukan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah dengan cara pemberian pelatihan perawatan luka. Pematerian diberikan menggunakan bahasa Inggris. Luaran kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan peserta mengenai perawatan luka ringan. Soal Pre-test dan post-test diberikan kepada peserta digunakan sebagai indikator tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah diberikan materi. Hasil dan pembahasan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah dilaksanakan selama satu hari pada tanggal 2 Agustus 2023 di International Organization of Immigration Sidoarjo. Sasaran peserta adalah warga Migran di International Organization of Immigration Sidoarjo. Hasil rata-rata nilai pre-test adalah 81, sedangkan nilai rata-rata post-test adalah 76. Hal ini menunjukkan terdapat penurunan rata-rata nilai sebesar 3,3%. Hal ini dapat disebabkan karena berbagai faktor, terutama karena kendala bahasa yang berbeda antara pemateri dan peserta. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat mengenai perawatan luka ringan ini telah terlaksana dengan hasil akhir tidak menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta berdasarkan perbandingan rata-rata nilai pre-test dan post-test.