p-Index From 2021 - 2026
9.791
P-Index
This Author published in this journals
All Journal VISIKES Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health (JIHOH) JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING, MANUFACTURES, MATERIALS AND ENERGY ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan IDENTIFIKASI: Jurnal Ilmiah Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan Business and Finance Journal AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Medical Technology and Public Health Journal Community Development Journal Human Care Journal To Maega: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health) Abdimas UNWAHAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat UNWAHAS Jurnal Teknologi Dan Sistem Informasi Bisnis Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology International Islamic Medical Journal Jurnal Kesehatan Tambusai Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Journal of Health Community Service Jurnal Media Informatika Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Teknika Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Jurnal Pengabdian Masyarakat Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) SWARNA Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat ARembeN SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka Pelita Nusantara Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of Heat Strain on Production Workers Due to Exposure to Hot Working Climate at CV. X Siti Arrum Julia Azzahra Giri; Moch. Sahri; Ratna Ayu Ratriwardhani; Friska Ayu
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 17 No. 1 (2026): Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/nkvpr613

Abstract

A hot work climate is one of the risk factors that can negatively affect occupational health and safety, especially in production industries that use fiberglass materials, such as CV. X. A work environment with temperatures exceeding the threshold limit value (TLV) has the potential to cause heat strain complaints, which can reduce productivity and increase the risk of health problems among workers. This study aims to analyze the level of heat strain among production workers due to exposure to a hot work climate. This research uses a descriptive quantitative method with a cross-sectional design and total sampling involving 10 production workers. Data were obtained through measurements of the Wet Bulb Globe Temperature (WBGT) index in the production area using the Heat Stress Apparatus Quest Temp 46, as well as the assessment of heat strain using the Physiological Strain Index (PSI) based on workers’ body temperature and pulse rate before and during work. The results showed that the WBGT value in the production area, with an area of 288 m², was 30.1°C, exceeding the TLV for a moderate workload category (28°C). Individual characteristics such as age, nutritional status, and water intake were obtained through interviews using questionnaires.
IDENTIFIKASI FAKTOR BAHAYA BIOLOGI MENGGUNAKAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) SEKTOR PERTANIAN Arsanti, Aura Angelly Putri; Sahri, Moch; Ayu, Friska; Romadhoni, Muhammad Rizqi
IDENTIFIKASI Vol 11 No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i3.683

Abstract

Salah satu desa di Jawa Timur memiliki sebagian besar penduduk yang bekerja sebagai petani. Sebagai daerah agraris, kegiatan pertanian di desa ini berpotensi menimbulkan paparan bahaya biologi yang tinggi, seperti mikroorganisme, gigitan serangga, serta risiko infeksi akibat bakteri atau parasit yang ada di area persawahan. Kondisi tersebut mendasari dipilihnya desa ini sebagai lokasi penelitian guna mengidentifikasi berbagai faktor risiko biologi di sektor pertanian. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara dengan beberapa pekerja serta observasi langsung di lapangan. Proses identifikasi bahaya dilaksanakan menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA) sebagai langkah sistematis untuk mengenali potensi bahaya, menilai tingkat risiko, dan menentukan strategi pengendalian yang tepat guna mendukung keselamatan dan kesehatan para petani di wilayah tersebut.
Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada Santriwati Pondok Pesantren Assalafi Al-Fithrah Merry Sunaryo; Friska Ayu; Atik Qurrota A Yunin A; Ratna Ayu Ratriwardhani; Muchamad Rafi Wahyu Pratama
ARembeN Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2023): Edisi Juni
Publisher : CV. Ro Bema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69688/aremben.v1i1.33

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah gambaran dari pola hidup yang bersih dan sehat yang selalu menjaga kondisi kesehatan fisik maupun mental. Padatnya kegiatan di pondok pesantren yang menyebabkan beberapa dampak yang salah satunya yaitu dalam kepedulian dalam melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat. Oleh sebab itu, perlunya meningkatkan pengetahuan pada santriwati tentang pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat pada para santri. Pengabdian kepada masyarakat ini di laksanakan pada Pondok Pesantren Assalafi Al-Fithrah dengan metode pemberian materi dan games. Untuk melihat keberhasilan kegiatan, dapat dilihat dari hasil pre test dan post test. Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjalan dengan lancar, para santriwati sangat antusias. Pemahaman para santriwati setelah diberi pemaparan materi mengalami peningkatan yang signifikan. Peningkatan pengetahuan tersebut dapat dilihat dari lebih dari 75% santri mengetahui tentang PHBS secara umum, pentingnya PHBS hingga maca-macam perilaku PHBS yang sebaiknya di terapkan di kehidupan sehari-hari. Kedepannya, untuk keberhasilan jangka panjang perlunya dilakukan peningkatan keterampilan para santri perlunya pelatihan khusus terkait pelaksanaan perilaku hidup bersih dan sehat
EDUKASI MCKENZIE EXERCISE DAN PENGGUNAAN SUPPORT BACK BELT UNTUK MENCEGAH LOW BACK PAIN PADA PEKERJA PT. AUTOKORINDO PRATAMA Muslikha Nourma Rhomadhoni; Friska Ayu; Dwimantoro Iman Prilistyo; Merry Sunaryo; Rizka Novembrianto; Muhammad Ilham Wahyudi; Bayu Istiar
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37405

Abstract

Autokorindo Pratama memiliki 5 line produksi yaitu Side ring line, Disc line, Rim line, Assy line dan Painting line untuk memproduksi velg, dalam proses produksi masih banyak ditemukan pekerjaan yang masih menggunakan penanganan manual dengan tenaga pekerja seperti mendorong, mengangkat dan memindahkan beban. Observasi dan wawancara pada Painting line mendapati keluhan dari para perkerja di sana tentang nyeri pungung bawah dikarenakan melakukan kegiatan angkat angkut dan mendorong berulang. Metode Langkah Pertama Melakukan survey lokasi untuk menemukan pekerjaan yang berisiko menderita low back pain. Tahap kedua Pada tahap kedua, dilakukan persiapan berupa sarana prasarana yang dibutuhkan saat melakukan edukasi, serta pembuatan power point sebagai media penyuluhan. Tahap ketiga Pada tahap ini dilaksanakan edukasi dengan pekerja dan pengerjaan pre test post test sebagai gambaran pengetahuan pekerja sebelum dan sesudah edukasi. Dilanjutkan dengan praktik Mckenzie Exercise dan penggunaan. Hasil : adanya peningkatan pengetahuan para pekerja yang semula hanya 8 pekerja yang skor diatas rata-rata menjadi 13 pekerja. Dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan pekerja dapat meningkatkan pengetahuan tentang low back pain dan faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya keluhan tersebut. Pengetahuan ini dapat ditingkatkan melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini. Selain memberikan edukasi pengabdian masyarakat ini juga memberikan cara untuk mengatasi atau meminimalisir low back pain dengan melalui Mckenzie Exercise dan penggunaan support back belt. Kesimpulan Edukasi ini dapat dikatakan berhasil karena adanya peningkatan pengetahuan pekerja terhadap low back paindan cara menangani dengan Mckenzie Exercise dan penggunaan support back belt.
Peningkatan Kesiapsiagaan Siswa melalui Pelatihan (P3K) di PPWNI Klang, Selangor, Malaysia. Hendra Dwi Nurianto; Friska Ayu; Moch Sahri; Octavianus Hutapea; Zulfi Ahmad Ruhan Syah; Rafli Ivananda Zidan
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v5i1.2205

Abstract

Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) di PPWNI Klang, Selangor, Malaysia, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan siswa dalam menghadapi situasi darurat di lingkungan sekolah. Program ini melibatkan 16 peserta dan menggunakan desain evaluasi pre-test serta post-test untuk menilai efektivitas kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan dari rata-rata nilai pre-test sebesar 32,5% menjadi 92,5% pada post-test, dengan skor N-gain 0,89 yang termasuk dalam kategori tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa metode pelatihan berbasis praktik langsung mampu meningkatkan kesiapsiagaan dan keterampilan pertolongan pertama siswa, sejalan dengan pendekatan experiential learning (Lestari & Hartini, 2022; Putri & Yuliana, 2024). Selain meningkatkan kemampuan kognitif, pelatihan ini juga berkontribusi dalam membangun budaya keselamatan dan tanggap darurat di sekolah. Oleh karena itu, pelatihan P3K disarankan menjadi program berkelanjutan yang terintegrasi dalam kurikulum sekolah dasar, dengan dukungan sarana kesehatan dasar. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengevaluasi keberlanjutan keterampilan dan efektivitas program dalam jangka panjang.
Evaluasi Kelelahan Subjektif Akibat Paparan Faktor Kimia Pada Pekerja Bengkel Kendaraan Ringan di Mojokerto Mochamad Sahril; Mokhammad Ferry Kurniawan; Friska Ayu
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v5i1.2240

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kelelahan subjektif pada pekerja bengkel kendaraan ringan yang terpapar faktor kimia serta kondisi lingkungan kerja yang kurang optimal. Program dilaksanakan di Bengkel Eddy Garage Mojokerto dengan melibatkan empat pekerja aktif melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lingkungan kerja, pengisian kuesioner kelelahan subjektif, serta edukasi keselamatan kerja. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa 75% pekerja berada pada kategori kelelahan rendah dan 25% pada kategori sedang. Faktor yang berkontribusi meliputi paparan uap bahan bakar, oli, emisi knalpot, ventilasi yang terbatas, postur kerja statis, serta penggunaan alat pelindung diri yang belum konsisten. Meskipun sebagian besar berada pada tingkat rendah, terdapat indikasi risiko kesehatan kerja sehingga diperlukan upaya preventif melalui edukasi dan perbaikan lingkungan kerja.
Socialization of Occupational Safety and Health in the Kemiri Village Community in an Effort to Become a K3 Caring Village Moch Sahri; Octavianus Hutapea; Friska Ayu; Muslikha Norma Romadhoni; Merry Sunaryo; Ratna Ayu Ratri Wardhani
Journal of Health Community Service Vol. 4 No. 2 (2024): Journal of Health Community Service: 2024 May Editor's Choice
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/jhcs.v4i2.8632

Abstract

Socialization of occupational safety and health (OSH) is an important effort to raise community awareness about the importance of implementing OSH principles in the workplace, especially in villages with a high potential for accidents and work-related illnesses. This article examines the implementation of an OSH socialization program in Kemiri Village, aimed at fostering a strong OSH culture and creating an OSH-conscious village. The methods used in this study include observation, interviews, and the distribution of questionnaires to village residents. The research results indicate that the community's understanding of OSH remains low, with numerous cases of workplace accidents occurring due to a lack of knowledge and awareness of safety importance. The socialization program involved training, seminars, and outreach activities that engaged all community members. As a result of the socialization efforts, there was a significant increase in the community's knowledge and awareness of OSH. The community became more proactive in implementing preventive measures, leading to a reduction in workplace accident rates in the village. These findings suggest that effective OSH socialization efforts can create a safer and healthier working environment and encourage the establishment of an OSH-conscious village.
Perencanaan Penyediaan APAR di PT X Berdasarkan Permenakertrans Nomor 4 Tahun 1980 Indi Febriyanti Vimala; Ratna Ayu Ratriwardhani; Merry Sunaryo; Friska Ayu
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Media Informatika
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i3.5743

Abstract

Fire is an accident that can cause significant losses to humans, assets, and company productivity. PT X, a manufacturing company engaged in the production of metal and plastic, has a high risk of fire due to the use of flammable materials and production activities that generate sparks. This study aims to plan the provision of Fire Extinguishers (APAR) at PT X in accordance with the provisions of Permenakertrans Number 4 of 1980. The use of APAR is crucial for providing initial fire protection as they are easy to operate and can be placed at various strategic points. This study employs a qualitative method with data collection techniques including interviews, observations, measurements, documentation, and literature studies. The study involved three informants. The results show that PT X requires 10 APAR units to ensure optimal protection in production areas including office, workshop, u-bend, plastic, welding, spot welding, metal stamping, warehouse, and assembling. The recommended APAR types are dry powder and carbon dioxide (CO2), effective in extinguishing fires involving solid, liquid, gas, and electrical equipment. The placement of APARs is done considering fire risks and accessibility for quick and safe evacuation. The conclusion of this study is that the implementation of APAR according to the applicable standards is crucial to enhance workplace safety at PT X. Procuring dry powder and CO2 APARs, providing regular training for employees, and conducting routine inspections and maintenance of APARs are essential steps to ensure the company's readiness in facing potential fires. This research is expected to serve as a guideline for PT X in improving workplace safety and minimizing fire risks. Fire is an accident that can cause significant losses to humans, assets, and company productivity. PT X, a manufacturing company engaged in the production of metal and plastic, has a high risk of fire due to the use of flammable materials and production activities that generate sparks. This study aims to plan the provision of Fire Extinguishers (APAR) at PT X in accordance with the provisions of Permenakertrans Number 4 of 1980. The use of APAR is crucial for providing initial fire protection as they are easy to operate and can be placed at various strategic points. This study employs a qualitative method with data collection techniques including interviews, observations, measurements, documentation, and literature studies. The study involved three informants. The results show that PT X requires 10 APAR units to ensure optimal protection in production areas including office, workshop, u-bend, plastic, welding, spot welding, metal stamping, warehouse, and assembling. The recommended APAR types are dry powder and carbon dioxide (CO2), effective in extinguishing fires involving solid, liquid, gas, and electrical equipment. The placement of APARs is done considering fire risks and accessibility for quick and safe evacuation. The conclusion of this study is that the implementation of APAR according to the applicable standards is crucial to enhance workplace safety at PT X. Procuring dry powder and CO2 APARs, providing regular training for employees, and conducting routine inspections and maintenance of APARs are essential steps to ensure the company's readiness in facing potential fires. This research is expected to serve as a guideline for PT X in improving workplace safety and minimizing fire risks.
ASSESSMENT PERILAKU K3 PERILAKU KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PEKERJA AREA PRODUKSI DI PT X Ivan Alvian Reynaldi; Ratna Ayu Ratriwardhani; Merry Sunaryo; Friska Ayu
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Media Informatika
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i4.6681

Abstract

Kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) merupakan aspek krusial dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), terutama di industri konstruksi baja yang memiliki tingkat risiko tinggi. Di PT X, meskipun APD telah disediakan sesuai standar dan kebijakan keselamatan telah diterapkan, observasi menunjukkan bahwa implementasi di lapangan belum sepenuhnya optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat kepatuhan penggunaan APD pada pekerja area produksi PT X serta mengidentifikasi faktor faktor yang memengaruhinya berdasarkan pendekatan Lawrence W. Green. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling terhadap 50 pekerja bagian fabrikasi. Hasil dari faktor preisposisi domininan meliputi usia > 35 tahun, pendidikan baik (98%), perilaku positif (86%), dan masa kerja baru. Faktor pemungkin didukung oleh ketersediaan APD (100%), dan kenyamanan (86%). Faktor penguat adalah pengawasan (100%) dan kebijakan perusahaan (88%). Hasil analisis cross tabulasi didapatkan hasil pekerja yang tidak patuh memiliki karakteristik usia ≤ 35 tahun, pengetahuan cukup, perilaku cukuo, masa kerja ≤ 5 tahun, kenyamanan APD rendah, pemahaman kebijakan yang belum sepenuhnya diterapkan. Perusahaan disarankan melakukan pengawasan lebih sering dan ketat.
Co-Authors A.S, Nur Azizah Adani, Tarissa Shinta Adini Anggun Risanti Putri Aditya Bhayusakti Aditya Bhayusakti Afandi Sudarmawan Afandi Sudarmawan Afina, Rizka Dany Afridah, Wiwik Ahla Tamaro Ainul Rofik Al-Faris, Muhammad Nadhori Faqih Alfarizi, Ridwan Khafid Alfiah, Anggi Algristian, Hafid Alvianshah, Nikhen Hanifah Alviatuz Zahro Subiyakto Alviatuz Zahro Subiyakto Amalia Sofwan, Mufida Arfian Kurnia Akbar Ari Anda Putri Melati Arrochman, Muhammad Arsanti, Aura Angelly Putri Atik Qurrota A Yunin A Attaqiya, Nirmala Kaana Aufar Zimamuz Zaman Al Hajiri Ayu, Ratna Bagus Apriyan Trio Afandy Bayu Istiar Bhayusakti, Aditya Bondan Winarno Budhi Setianto Cahya Ardie Firmansyah Cahya, Krisna Dwi Cahyawati, Nindy Kurnia Cherry Indira Cahyani Dayu Satriya Wibawa Dewi, Fitri Rahma Dwi Handayani Dwi Handayani Dwimantoro Iman Prilistyo Fadeli Wibisono Fadeli Wibisono Fadli Firmansyah Fain Roudlotull Jannah Firdaus Genta Lasono Gumilang, Retna Hana, Eka Helmi Ghozy Rahmatullah Hendra Dwi Nurianto Heris Santy, Wesiana Hikmiah, Syahriatul Hutapea, Octavianus Hutapea, Octavianus Indi Febriyanti Vimala Indu Dewi, RR.Galuh Ajeng Irawan, Amanda Nabilla Maharani Ivan Alvian Reynaldi Julianti Saffana Zahra Julianti Saffana Zahra Julianti Saffana Zahra Karya, Denis Fidita Khairul Bariyah, Khadijah Khamida, Khamida Kiranti Aisyah Fitri Kuswandi, Saddam Bill Adli Faza Larasati, Diah Ayu Lilis Hindun Wahyuni lintang andhaning M. Yogi Riyantama Isjoni Mardhotilla, Rachma Rizqina Maya Nurahmadiana Syarifah Merry Sunaryo Merry Sunaryo Moch Dwikoryanto Moch. Fahmi Husaini Tiway Moch. Sahri Moch.Nafiis Damanhuri Thoba Mochamad Sahril Moh. Nafiis Damanhuri Thoba Mohamad Nurhamzah Ramadani Mokhammad Ferry Kurniawan Muchamad Rafi Wahyu Pratama Muhammad Ilham Rizqi Dermawan Muhammad ilham Wahyudi Muhammad Ilham Wahyudi Muhammad Ilmi Ashshiddiqi Muhammad Iqbal Fahdi Arrochman Muhammad Iqbal Fahdi Arrochman Muhammad Satwiko Muhammad, Satwiko Mulyani Mulyani Muslikha Norma Romadhoni Muslikha Nourma Muslikha Nourma R Muslikha Nourma Rhomadhoni Nikhen Hanivah Alviansyah Nirmala Kaana Attaqiya Norus Sholeha Novera Herdiani, Novera Nur Ainiyah Nur Muhamad Nuzulul Syufi Nurani, Ilmi Tri Nurani, llmi Tri Nurul Hasanah Oktavia Sari P, Krisna Dwi Cahya S. Pratiwi, Eka Hana puspitasari, Yeni Dwi Putri Ayu Ananda Putri Ekawati Ariyantono Putri, Ulfatun Nadiyah Rafli Ivananda Zidan Rahmatullah, Helmi Ghozy Ramadhani, Husnul Kirom Ratna Ayu Ratna Ayu Ratri Wardhani Ratna Ayu Ratriwardani Ratriwardhani , Ratna Ayu Ratriwardhani, Ratna Ayu Raudhatul Jannah, Ken Putri Reynaldi, Ivan Alvian Reza Hery Mahendra P Rhomadhoni, Muslikha Rhomadhoni, Muslikha Nourma Ridwan Al Farizi Ridwan Khafid Al Farizi Ridwan Khafid Alfaridzi Rifky Dwi Aditya Iryawan Riskiani, Aprillia Rizka Wahyu Safitri Rohmawati, Riska romadhoni, muhammad rizqi RR.Galuh Ajeng Indu Dewi S, Mufida Amalia Saddam Bill Adli Faza Kuswandi Saffana Zahra, Julianti Safitri, Rizka Wahyu Satwiko, Muhammad Siti Arrum Julia Azzahra Giri Sofia, Ainin Sugiantoro Sugiantoro Sunaryan, Rosita Putri Sunaryani, Putri Rosita Sunaryani, Rosita Putri Sunaryo, Merry Syahriatul Hikmiah Syahriatul Hikmiah Syahriatul Hikmiah Syahriatul Syerina Silvi Fitriyah Taqiyyaa, Nirmala Kaana Vidia Rahmawati, Vidia Wahyudi , Muhammad Wibawa, Dayu Satriya Wibawa Wibisono, Fadeli Wijaya, I Gusti Ngurah Satria Zahra, Julianti Saffana Zulfi Ahmad Ruhan Syah