p-Index From 2021 - 2026
9.791
P-Index
This Author published in this journals
All Journal VISIKES Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health (JIHOH) JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING, MANUFACTURES, MATERIALS AND ENERGY ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan IDENTIFIKASI: Jurnal Ilmiah Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan Business and Finance Journal AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Medical Technology and Public Health Journal Community Development Journal Human Care Journal To Maega: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health) Abdimas UNWAHAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat UNWAHAS Jurnal Teknologi Dan Sistem Informasi Bisnis Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology International Islamic Medical Journal Jurnal Kesehatan Tambusai Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Journal of Health Community Service Jurnal Media Informatika Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Teknika Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Jurnal Pengabdian Masyarakat Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) SWARNA Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat ARembeN SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka Pelita Nusantara Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI KELENGKAPAN ISI KOTAK PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN (P3K) SESUAI PERMENAKERTRANS NO. 15 TAHUN 2008 DI UD.RADALLA COLLECTION SELALU LENGKAP Nurani, Ilmi Tri; Sunaryo, Merry; Ayu, Friska; Sugiantoro, Sugiantoro; Sunaryan, Rosita Putri; Reynaldi, Ivan Alvian
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.30390

Abstract

Pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) merupakan tindakan awal yang sangat penting dalam menyelamatkan korban kecelakaan. Namun, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya isi dari kotak P3K masih rendah, terutama di lingkungan kerja seperti di UD. Radalla Collection. Hal ini dapat mengakibatkan penanganan kecelakaan yang tidak optimal dan berpotensi meningkatkan risiko kematian atau cedera yang lebih parah. Hasil survey dan wawancara yang telah dilakukan pada bulan mei 2024 terhadap pekerja di UD. Radalla Collection, menyatakan bahwa kecelakaan kerja yang sering terjadi yaitu sakit pinggang, sakit bagian lengan dan pusing. Ketika pekerja mengalami kecelakaan kerja tersebut maka dikategorikan kecelakaan ringan yang kemudian akan dilakukan pertolongan pertama dengan menggunakan obat nyeri dan balsem.Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif observasional dengan menggunakan penelitian studi cross- sectional (cross sectional study). Penelitian ini dilakukan di UD. Radalla Collection pada bulan mei 2024.jumlah karyawan di UD. Radalla Collection adalah 10 orang pekerja. Pengumpulan data menggunakan lembar pretest dan posttest yang berpedoman pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia No. 15 tahun 2008 tentang pertolongan pertama pada kecelakaan di tempat kerja.Pada UD. Radalla Colection sudah terdapat P3K namun belum memenuhi persyaratan yang ditentukan. Adapun yang belum menemui pertanyaan berdasarkan Permenakertrans no 15 tahun 2008 yaitu Terdapat P3K namun tidak ada kotaknya. Dipersyaratkan menurut Permenakertrans no 15 tahun 2008 seharusnya P3K terdapat kotak yang mudah dibawa saat terjadi keadaan darurat, dan untuk isi dari P3K tidak lengkap, P3K di UD Radalla Colection ini hanya menyediakan obat pusing dan balsem yang hanya diletakkan di kantor perusahan. Isi kotak P3K yang tidak lengkap dapat menghambat proses pertolongan pertama apabila alat - alat yang dibutuhkan tersebut tidak lengkap. Saran yang dapat diberikan yaitu diharapkan industri memfasilitasi isi kotak P3K secara lengkap yang sudah ditetapkan di Permenakertrans No. 15 Tahun 2008, dan petugas P3K.
PENGUKURAN FAKTOR BAHAYA FISIK KEBISINGAN DI LINGKUNGAN KERJA PT.ELANG JAGAD P, Krisna Dwi Cahya S.; Ayu, Friska; Sahri, Moch; S, Mufida Amalia
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.30515

Abstract

Lingkungan fisik memainkan peran krusial dalam kecelakaan kerja. Faktor lingkungan kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman, penting bagi pekerja dan perusahaan untuk menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam setiap aktivitas kerja. Kebisingan merupakan suara tidak diinginkan di area kerja yang disebabkan oleh alat produksi atau mesin. Dampak kebisingan melibatkan aspek psikologis dan emosional serta dapat menyebabkan gangguan fisik seperti kehilangan pendengaran. Dengan memiliki lingkungan kerja yang tepat, produktivitas tenaga kerja dapat ditingkatkan secara ekonomis dengan menghasilkan nilai tambah yang spesifik.Hasil pengukuran kebisingan menunjukkan bahwa ada area kerja yang melebihi Nilai Ambang Batas (NAB), mencapai dB. Hal ini menunjukkan tingginya intensitas kebisingan yang perlu mendapatkan perhatian dengan melakukan pengendalian risiko yang ada.
EVALUASI PEMERIKSAAN APAR DI PT LINTECH DUTA PRATAMA Kuswandi, Saddam Bill Adli Faza; Ayu, Friska; Ratriwardhani, Ratna Ayu; Pratiwi, Eka Hana
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.31157

Abstract

Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini dilakukan di PT. Lintech Duta Pratama yang bergerak di bidang manufaktur dengan risiko kebakaran sedang hingga tinggi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keselamatan kerja melalui evaluasi kondisi fisik dan operasional Alat Pemadam Api Ringan (APAR), mengidentifikasi APAR yang memerlukan perbaikan atau penggantian, serta memberikan rekomendasi perbaikan dan jadwal pemeliharaan rutin. Hasil observasi dan pemeriksaan menunjukkan bahwa beberapa APAR sulit dijangkau dan mengalami masalah seperti korosi, tekanan berlebih, dan nozzle berkarat. Meskipun sebagian besar manometer menunjukkan tekanan yang tepat dan segel masih utuh, beberapa APAR memerlukan penyesuaian. Penataan ulang APAR yang terhalang oleh barang-barang lain sangat diperlukan untuk memastikan akses yang mudah dan cepat dalam keadaan darurat. Selain itu, penting segera menindaklanjuti setiap ketidaksesuaian kondisi APAR yang ditemukan. Penting juga dilaksanakan program edukasi mengenai penggunaan APAR yang baik dan benar bagi pekerja juga sangat penting. Dengan penempatan yang lebih baik dan kondisi yang optimal, perusahaan dapat meningkatkan kesiapan dalam menghadapi kebakaran, menunjukkan komitmen terhadap keselamatan kerja dan perlindungan terhadap risiko kebakaran.
Edukasi Tanggap Darurat Pada Santri Pondok Pesantren X di Pamekasan Wibisono, Fadeli; Rhomadhoni, Muslikha; Arrochman, Muhammad; Wahyudi , Muhammad; Ayu, Friska
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 6 No. 4 (2023): Oktober
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v6i4.19025

Abstract

The X Islamic Boarding School, Pamekasan Regency, is almost a century old and is prone to accidents or emergencies, such as earthquakes and fires. Meanwhile, after direct observation, it turned out that Islamic boarding school X had not implemented an emergency response system. With so many students living and the administrators of the pesantren numbering in the hundreds, it is necessary to have preparations in case of an emergency. In this earthquake and fire emergency response activity, education will be carried out in the form of material provision on emergency response knowledge in the form of how to deal with an earthquake and fire hazard. The students were given a pre test before carrying out socialization and given a post test after being educated about earthquake and fire emergency response After the socialization, evacuation routes and assembly point boards were installed. This is a form of implementation in the field of Occupational Safety and Health (OSH) at the X Islamic Boarding School, Pamekasan Regency. By socializing and installing evacuation routes and assembly point boards, the students will know what emergency response means.
Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Pekerja Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di PT. XYZ Alfarizi, Ridwan Khafid; Ratriwardhani , Ratna Ayu; Ayu, Friska; Sunaryo, Merry
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 7 No. 4 (2024): October
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v7i4.32179

Abstract

PT XYZ, a state-owned port services company, faces significant occupational health and safety risks, particularly for loading and unloading workers (TKBM), who often lack discipline in using personal protective equipment (PPE). This study aimed to assess TKBM workers' behavior regarding PPE usage. Utilizing a cross-sectional observational approach, the research surveyed 71 out of 249 TKBM workers. The findings indicate that most workers exhibit good PPE usage behavior. Despite this positive outcome, the research suggests enhancing PPE use through targeted training and briefings. Continuing efforts to bolster worker safety and PPE awareness are crucial for maintaining and improving safety standards in PT XYZ's loading and unloading work environments focusing on worker protection through the behavior of using PPE.
Assessment of Physical Factors in the Work Environment as an Effort to Analyze Health Risks of Indonesian Informal Worker Hutapea, Octavianus; Ayu, Friska; Rhomadhoni, Muslikha Nourma; Sunaryo, Merry
TEKNOLOGI MEDIS DAN JURNAL KESEHATAN UMUM Vol 9 No 2 (2025): Medical Technology and Public Health Journal September 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/mtphj.v9i2.6861

Abstract

The sandal industry is one of the industries that poses health risks to workers, particularly due to the physical conditions of the work environment and the production process, which serve as potential hazards. One form of control  that can be implemented is the measurement of physical factors in the workplaces. Therefore, the purpose of this study was to measure the physical hazard factors, specifically noise and lighting, and to describe the potential health risks faced by workers in a shoe manufacturing company in Surabaya. This research employed an observational analytic design with a cross-sectional approach, involving 25 respondents selected using a total sampling technique. The study was conducted from Juli to August 2024. Data on respondents’ characteristics were collected through interviews using a questionnaire, while blood pressure was measured using an Omron digital sphygmomanometer. Blood pressure was assessed before and after work on the same day. Physical factors in the work environment, such as noise, were measured using a sound level meter, and lighting was measured using a lux meter. The results showed that the average noise level range from 80.5-82.4 dBA, which l does not exceed the threshold limit value (TLV) of 85 dBA according to the Minister of Manpower Regulation No. 5 of 2018 concerning Occupational Safety and Health in the Work Environment. The average lighting level 107.8 lux, which is below the minimum lighting standard for sewing activities, s (500-700 lux), based on the Minister of Health Regulation No. 70 of 2016 concerning Standards and Requirements for Environmental Health in Industrial Workplaces. Health examinations showed an increase in average systolic and diastolic blood pressure s among the workers. Further examination is required to determine whether physical factors in the work environment contribute to the observed  increase in blood pressure among workers in the sandal and shoe industry.  Keywords: Work environment measurement, Industrial Hygiene, Occupational Health, Informal Sector, Safety
Evaluation of Occupational Safety and Health Requirements in Confined Space at Turbine Maintenance PT. Sinergi Nusantara Gula PG Tjoekir Lilis Hindun Wahyuni; Merry Sunaryo; Muslikha Nourma Rhomadhoni; Friska Ayu
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol. 9 No. 2 (2025): December 2025 Edition
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v9i2.14281

Abstract

Confined space is a high-risk workplace because it contains various sources of danger such as toxic gases, lack of oxygen, and fire risk. PT. Sinergi Gula Nusantara PG Tjoekir has implemented work procedures based on BINWASNAKER No. 113/DJPPK/XI/2006, but evaluation is needed to ensure compliance with the latest regulations, namely Permenaker No. 11 of 2023. The study aimed to evaluate the OSH Requirements in confined space turbine maintenance at PT. SGN PG Tjoekir is by Permenaker no. 11 of 2023, including confined space classification, access restrictions to enter confined spaces, entry permits, safe work procedures, equipment and equipment, and OSH confined space personnel. The type of research method used is qualitative descriptive, namely providing an overview of OSH requirements in a limited space for turbine maintenance. Then the data obtained is compared to its conformity with Permenaker No. 11 of 2023. The results of this study out of 17 conditions that must be met only 60% that have been met. The conditions that have not been met are the classification of confined space, testing and monitoring of hazardous atmospheric gases, labeling and energy isolation forms, supply respirators, testing, and monitoring equipment for hazardous atmospheric gases, penetrating voltage measuring instruments, and OSH confined space personnel. This study concludes that the OSH requirements in confined space turbine maintenance are in the category of lacking. The advice provided by the company can update the entry permit procedure and increase compliance with the latest regulation, namely Permenaker No. 11 of 2023 to improve work safety.
Delivering Reality Therapy through Online Psychological Assistance for Healthcare workers during COVID-19 Pandemics A.S, Nur Azizah; Algristian, Hafid; Khamida, Khamida; Ayu, Friska; Khairul Bariyah, Khadijah
Jurnal Medis Islam Internasional Vol 7 No 2 (2025): December
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/iimj.v7i2.6504

Abstract

Introduction: Indonesia faces a critical situation with 8% of its COVID-19 deaths being healthcare workers (HCWs). These workers are highly susceptible to the virus due to contact with infected patients. Approximately 35.5% of HCWs treating COVID-19 patients develop symptoms within 14 days, and 7% test positive via PCR. Alarmingly, 36% of HCWs are asymptomatic, posing a significant risk of unknowingly spreading the virus. The pandemic has induced fear of death, infection, and transmitting the virus to family members among HCWs, necessitating psychological support to prevent burnout and maintain a functional healthcare system. Objective: This study aims to analyze the effectiveness of online psychological assistance for HCWs at the forefront of the COVID-19 battle. Methods: One of the psychological assistance methods offered is through social media applications. This type of psychological assistance can be considered the most practical and safe method because it prevents transmission between medical personnel. Results: The increasing number of COVID-19 patients has increased fatigue and infection rates among HCWs. They face uncertainty and feelings of loneliness during the pandemic. However, social support is crucial for psychological first aid and recovery. Misconceptions about COVID-19 being a conspiracy hinder HCWs' efforts. Promoting healthy behaviors such as hygiene practices and mask usage can mitigate the severity of the virus and improve survival rates. Conclusions: In 2020, the surge in COVID-19 cases has forced HCWs to adapt. Nonetheless, conspiracy theories about COVID-19 complicate their duties. Implementing an online psychological assistance application is essential to provide HCWs with the psychological support needed to adapt more effectively to the pandemic's challenges.
Penguatan Keterampilan P3k Dan Bantuan Hidup Dasar Pada Siswa Sekolah Dasar lintang andhaning; Friska Ayu; Moch Sahri; Muhammad Ilmi Ashshiddiqi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): JPM SEPTEMBER 2025
Publisher : UPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v11i2.2771

Abstract

Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam kehidupan sehari-hari merupakan salah satu tindakan yang dapat menyelamatkan diri kita sendiri dan orang-orang di sekitar kita. K3 juga harus diterapkan, terutama bagi anak-anak sekolah dasar. Hal ini dikarenakan banyaknya potensi bahaya di sekolah dasar, seperti jatuh dan terpeleset. Fakta menunjukkan bahwa lingkungan sekolah merupakan tempat anak-anak menghabiskan waktu dan berpotensi menyebabkan cedera ringan. Penting bagi anak-anak sekolah dasar untuk mengetahui cara menangani luka dengan pertolongan pertama dan penting bagi siswa untuk mengetahui pengetahuan bantuan hidup dasar. Penggunaan UKS juga harusnya diperlukan dalam kegiatan ini. Namun, UKS yang berada di Sekolah Dasar Kemiri 1 ini sudah tidak berfungsi daan dialih fungsikan menjadi ruang penyimpanan dan peletakkan alat-alat olahraga lainnya. Tahapan pelaksanaan ini dibagi menjadi 3 yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Metode pelaksanaan sosialisasi ini dilakukan dengan penyampaian materi menggunakan power point, penampilan edukasi video, dan praktek langsung mengenai P3K dan BHD. Pengukuran keberhasilan kegiatan sosialisasi ini menggunakan Pre Test dan Post Test dan lalu diukur menggunakan uji sample paire T test. Setelah dilakukannya sosialisasi ini banyak siswa yang menjadi paham dan bisa mempraktekkan langsung bagaimana penggunaan P3K dan BHD.
Analisis Kecelakaan Kerja pada Divisi Metal Stamping di PT. XYZ Menggunakan Metode Systematic Cause Analysis Technique (SCAT) Moch. Fahmi Husaini Tiway; Ratna Ayu Ratriwardhani; Friska Ayu; Moch. Sahri
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 6 No. 2 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.6.2.167-177.2025

Abstract

Dalam industri manufaktur, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sangat krusial seiring kemajuan teknologi dan meningkatnya risiko kecelakaan. PT. XYZ, perusahaan manufaktur komponen plastik dan logam di Kabupaten Malang, mencatat angka kecelakaan kerja tinggi pada tahun 2024, terutama di Divisi Metal Stamping. Laporan internal menunjukkan tiga kasus kecelakaan berat, termasuk insiden pekerja terjepit mesin pres hingga amputasi jari. Penelitian ini bertujuan menganalisis kecelakaan kerja di divisi tersebut menggunakan metode Systematic Cause Analysis Technique (SCAT). Pendekatan deskriptif kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pekerja, supervisor, kepala HCGA, serta korban, disertai observasi lapangan dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan kecelakaan paling sering berupa terjepit mesin pres, luka berat pada tangan, dan amputasi jari. Penyebab langsung mencakup tindakan tidak aman seperti kelelahan, kurang fokus, dan tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), serta kondisi tidak aman berupa desain mesin tidak ergonomis dan perangkat keselamatan yang kurang memadai. Penyebab dasar meliputi minimnya pelatihan, lemahnya pengawasan, budaya kerja abai terhadap K3, serta penempatan pekerja baru tanpa pembekalan. Rekomendasi meliputi peningkatan pelatihan, penegakan penggunaan APD, pemeliharaan alat keselamatan rutin, dan pengawasan ketat. Metode SCAT terbukti efektif mengidentifikasi akar masalah dan merancang strategi pencegahan kecelakaan kerja yang lebih baik.
Co-Authors A.S, Nur Azizah Adani, Tarissa Shinta Adini Anggun Risanti Putri Aditya Bhayusakti Aditya Bhayusakti Afandi Sudarmawan Afandi Sudarmawan Afina, Rizka Dany Afridah, Wiwik Ahla Tamaro Ainul Rofik Al-Faris, Muhammad Nadhori Faqih Alfarizi, Ridwan Khafid Alfiah, Anggi Algristian, Hafid Alvianshah, Nikhen Hanifah Alviatuz Zahro Subiyakto Alviatuz Zahro Subiyakto Amalia Sofwan, Mufida Arfian Kurnia Akbar Ari Anda Putri Melati Arrochman, Muhammad Arsanti, Aura Angelly Putri Atik Qurrota A Yunin A Attaqiya, Nirmala Kaana Aufar Zimamuz Zaman Al Hajiri Ayu, Ratna Bagus Apriyan Trio Afandy Bayu Istiar Bhayusakti, Aditya Bondan Winarno Budhi Setianto Cahya Ardie Firmansyah Cahya, Krisna Dwi Cahyawati, Nindy Kurnia Cherry Indira Cahyani Dayu Satriya Wibawa Dewi, Fitri Rahma Dwi Handayani Dwi Handayani Dwimantoro Iman Prilistyo Fadeli Wibisono Fadeli Wibisono Fadli Firmansyah Fain Roudlotull Jannah Firdaus Genta Lasono Gumilang, Retna Hana, Eka Helmi Ghozy Rahmatullah Hendra Dwi Nurianto Heris Santy, Wesiana Hikmiah, Syahriatul Hutapea, Octavianus Hutapea, Octavianus Indi Febriyanti Vimala Indu Dewi, RR.Galuh Ajeng Irawan, Amanda Nabilla Maharani Ivan Alvian Reynaldi Julianti Saffana Zahra Julianti Saffana Zahra Julianti Saffana Zahra Karya, Denis Fidita Khairul Bariyah, Khadijah Khamida, Khamida Kiranti Aisyah Fitri Kuswandi, Saddam Bill Adli Faza Larasati, Diah Ayu Lilis Hindun Wahyuni lintang andhaning M. Yogi Riyantama Isjoni Mardhotilla, Rachma Rizqina Maya Nurahmadiana Syarifah Merry Sunaryo Merry Sunaryo Moch Dwikoryanto Moch. Fahmi Husaini Tiway Moch. Sahri Moch.Nafiis Damanhuri Thoba Mochamad Sahril Moh. Nafiis Damanhuri Thoba Mohamad Nurhamzah Ramadani Mokhammad Ferry Kurniawan Muchamad Rafi Wahyu Pratama Muhammad Ilham Rizqi Dermawan Muhammad Ilham Wahyudi Muhammad ilham Wahyudi Muhammad Ilmi Ashshiddiqi Muhammad Iqbal Fahdi Arrochman Muhammad Iqbal Fahdi Arrochman Muhammad Satwiko Muhammad, Satwiko Mulyani Mulyani Muslikha Norma Romadhoni Muslikha Nourma Muslikha Nourma R Muslikha Nourma Rhomadhoni Nikhen Hanivah Alviansyah Nirmala Kaana Attaqiya Norus Sholeha Novera Herdiani, Novera Nur Ainiyah Nur Muhamad Nuzulul Syufi Nurani, Ilmi Tri Nurani, llmi Tri Nurul Hasanah Oktavia Sari P, Krisna Dwi Cahya S. Pratiwi, Eka Hana puspitasari, Yeni Dwi Putri Ayu Ananda Putri Ekawati Ariyantono Putri, Ulfatun Nadiyah Rafli Ivananda Zidan Rahmatullah, Helmi Ghozy Ramadhani, Husnul Kirom Ratna Ayu Ratna Ayu Ratri Wardhani Ratna Ayu Ratriwardani Ratriwardhani , Ratna Ayu Ratriwardhani, Ratna Ayu Raudhatul Jannah, Ken Putri Reynaldi, Ivan Alvian Reza Hery Mahendra P Rhomadhoni, Muslikha Rhomadhoni, Muslikha Nourma Ridwan Al Farizi Ridwan Khafid Al Farizi Ridwan Khafid Alfaridzi Rifky Dwi Aditya Iryawan Riskiani, Aprillia Rizka Wahyu Safitri Rohmawati, Riska romadhoni, muhammad rizqi RR.Galuh Ajeng Indu Dewi S, Mufida Amalia Saddam Bill Adli Faza Kuswandi Saffana Zahra, Julianti Safitri, Rizka Wahyu Satwiko, Muhammad Siti Arrum Julia Azzahra Giri Sofia, Ainin Sugiantoro Sugiantoro Sunaryan, Rosita Putri Sunaryani, Putri Rosita Sunaryani, Rosita Putri Sunaryo, Merry Syahriatul Hikmiah Syahriatul Hikmiah Syahriatul Hikmiah Syahriatul Syerina Silvi Fitriyah Taqiyyaa, Nirmala Kaana Vidia Rahmawati, Vidia Wahyudi , Muhammad Wibawa, Dayu Satriya Wibawa Wibisono, Fadeli Wijaya, I Gusti Ngurah Satria Zahra, Julianti Saffana Zulfi Ahmad Ruhan Syah