p-Index From 2021 - 2026
6.235
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Indeks Prediktif Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Berbasis Perilaku Sosial Masyarakat Di Kabupaten Indramayu Hairil Akbar; Shermina Oruh; Andi Agustang
Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/db4rg105

Abstract

Latar Belakang: Dengue Haemoragic Fever (DHF), merupakan penyakit infeksi akut menularkepada manusia melalui perantara gigitan nyamuk Aedes yang mengandung virus dengue. Tujuan :Tujuan penelitian mengembangkan indeks prediktif kejadian demam berdarah dengue berbasisperilaku sosial masyarakat di Kabupaten Indramayu. Metode: Jenis penelitian observasional analitikdengan menggunakan rancang bangun case control study. Penelitian dilakukan di KabupatenIndramayu Provinsi Jawa Barat dari bulan Maret sampai Mei 2019. Populasi yang diteliti adalahseluruh warga yang tinggal di Kabuapten Indramayu tahun 2017-2018 sebanyak 544 orang. Total besarsampel 102 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling sedangkan ujistatistic adalah regresi logistic sederhana, regresi logistic ganda, dan analisis ROC. Hasil: Hasil analisismultivariate menunjukkan bahwa terdapat 3 variabel yang termasuk dalam formula indeks yaitu praktik3M dirumah, kebiasaan menggantung pakaian, dan keberadaan sampah padat. Formula indeks prediktifdemam berdarah dengue (DBD) = -2,424 + 1,007* Praktek 3M di rumah (Buruk) + 1,087* KebiasaanMengantung Pakaian (Ya) + 1,107*Keberadaan Sampah Padat (Ada). Kesimpulan: Kesimpulankeberdaan ini dkator jika seseorang memenuhi minimal dua dari tiga indikator yang ada, maka orangtersebut diprediksikan risiko tinggi menderita demam berdarah dengue (DBD) Sedangkan keberdaanindicator jika seseorang memenuhi satu dari tiga indikator yang ada, maka seseorang tersebutdiprediksikan risiko rendah menderita demam berdarah dengue (DBD).
Analisis faktor Keaktifan Kader dalam Kegiatan Posyandu Shermina Oruh
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 10 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v10i1.612

Abstract

Introduction; The development and improvement of the quality of posyandu services is strongly influenced by the participation of the community, including cadres. Objectives; knowing the factor analysis of cadre activity in posyandu activities. Method; quantitative research with a descriptive analytical cross-sectional study approach, data collection is done by distributing questionnaires to respondents. The data analysis used was univariate and bivariate with the help of SPSS. Results; shows that there is a relationship between the level of education, knowledge, appreciation and distance from home with the activeness of cadres in posyandu activities. Conclusion: there is a relationship between education, knowledge, appreciation and distance from home with cadre activity in posyandu activities
Health Services for Health Social Security Administrative Body Participants at the Hingk Health Center, West Papua Province, Indonesia Marsumiyanto, Marsumiyanto; Annisa, Nur; Alim, Andi; Oruh, Shermina; Rusnita, Rusnita; Zainuddin, Zainuddin
Journal of Health Policy and Management Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: To improve services for members of the Social Security Administrative Body at the Hingk Community Health Center in West Papua Province, it is highly hoped that the leadership of the Community Health Center can improve services for participants of the Health Social Security Administering Body. This study aims to obtain information about the services of members of the Health Social Security Administration at the Hingk Community Health Center, West Papua Province, Indonesia.Subjects and Method: This study uses a qualitative descriptive approach. In this study, the authors used two key informants and main informant to dig for indepth information related to health services in terms of waiting time, health service facilities and payment mechanisms for members of the Social Security Administering Body in the working area of the Hingk Health Center. The instrument used by researchers in collecting data is the researchers themselves. The types of data and data sources that the researchers will collect in this study consist of primary data and secondary data. Data collection techniques were carried out through observation, in-depth interviews and documentation. While the stages of qualitative data analysis were carried out by researchers with three stages of the process, namely data reduction, data categorization, and data interpretation.Results: The results of the study illustrate that the level of service for members of the Social Security Administering Body at the Hingk Community Health Center in West Papua Province, waiting time, and facilities are still relatively low for services for participants of the Health Social Security Administering Body. This was revealed during in-depth interviews that most of the patients of the Health Social Security Administering Body waited a long time to be examined, and patients were dissatisfied with the facilities provided by health workers.Conclusion: The long waiting time for patient examinations would cause complaints from patients and the lack of availability of facilities provided by the Public Health Center would cause patients to feel less satisfied with the services provided.Keywords: waiting time, service facilities, financing mechanismsCorrespondence:Nur Annisa. Faculty of Public Health, University of Pejuang Republic Indonesia. Jl. Raya Baruga, Antang Village, Manggala District, Makassar City, South Sulawesi 90234. Email: nurannissa135@gmail.com. Mobile: +6282149539044.Journal of Health Policy and Management (2023)https://doi.org/10.26911/thejhpm.2023.08.02.05
Appanah Juku: Bentuk Kecerdasan Ekologis Nelayan dalam Menjaga Keberlanjutan Masyarakat di Pulau Liukang Loe Bulukumba Oruh, Shermina
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i2.3697

Abstract

Tulisan ini mengkaji kebiasaan masyarakat nelayan yang sangat tradisional di Pulau Liukang Loe dan terus dipertahankan di tengah modernisasi yang semakin kuat.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analitis deskriptif terhadap 15 sumber sebagai responden. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Appanah Juku merupakan kebiasaan masyarakat nelayan yang sangat baik dalam menjaga ekosistem laut dengan membangun hubungan antara laut dan manusia sebagai penjaga dan penikmat alam. Appanah Juku memiliki tiga motivasi utama, yaitu: aspek ekonomi untuk menciptakan kualitas hidup, aspek sosial untuk membangun hubungan kebersamaan dan keadilan antara lain dan aspek ekologi untuk melestarikan ekosistem laut dan biota. Di sisi lain, Appanah Juku memiliki nilai-nilai yang sangat bermakna untuk menjaga kekeluargaan dan persaudaraan dalam membangun relasi sosial, sehingga tercipta kebaikan kerukunan sosial. Berdasarkan perspektif, motivasi dan nilai-nilai yang terkandung dalam adat istiadat Appanah Juku sebagai kecerdasan ekologis, yang dapat dijadikan sebagai cara untuk memperkuat kesadaran masyarakat nelayan, melindungi ekosistem laut untuk masa depan anak cucu kita.
Inklusi Pendidikan Dan Dinamika Kebudayaan Lokal Di Papua Salehuddin, Salehuddin; Oruh, Shermina; Agustang, Andi; Maswati, Rani
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 6 No 2 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v6i2.1718

Abstract

Dinamika kebudayaan Papua sangat menggambarkan kekayaan dan keragaman warisan budaya di wilayah tersebut. Lebih dari 250 kelompok etnis yang berbeda, Papua menjadi medan pertemuan keanekaragaman bahasa, adat istiadat, dan tradisi unik. Lanskap budaya yang kaya ini mencerminkan kehidupan masyarakat Papua yang sangat beragam dan memiliki warisan budaya yang bernilai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus untuk mengeksplorasi hubungan antara inklusi pendidikan dan dinamika kebudayaan di Papua. Dilakukan di berbagai lokasi yang dipilih secara hati-hati, penelitian ini melibatkan pemangku kepentingan seperti guru, siswa, orang tua, tokoh masyarakat, dan praktisi pendidikan. Metode pengumpulan data melibatkan wawancara, observasi, dan analisis dokumen, semuanya dilakukan dalam bahasa dan konteks budaya setempat. Analisis data menggunakan pendekatan analisis tematik dan studi kasus untuk memahami dampak inklusi pendidikan terhadap keberlanjutan budaya di Papua. Penelitian ini menyoroti inklusi pendidikan di Papua, terutama dalam aksesibilitas pendidikan formal di daerah pedalaman yang terisolasi. Faktor utama melibatkan kurangnya infrastruktur, transportasi, dan sumber daya manusia pendidikan, menekankan perlunya perhatian khusus pada pemenuhan kebutuhan pendidikan di wilayah-wilayah sulit dijangkau. Selain itu, peran penting budaya kearifan local sebagai elemen kunci dalam mempertahankan identitas budaya Papua. Temuan signifikan lainnya menyoroti urgensi integrasi unsur budaya lokal dalam penyusunan kurikulum pendidikan, yang mencakup bahasa, tradisi, dan nilai-nilai lokal. Diperlukan pelatihan guru untuk menjadi fasilitator inklusi yang mampu menggabungkan kekayaan budaya dalam proses pembelajaran, menciptakan lingkungan di mana setiap siswa merasa diakui dan dihargai sebagai entitas yang merdeka dan setara.
Pengaruh Media Sosial pada Remaja Harisman, Harisman; Oruh, Shermina; Agustang, Andi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.13491

Abstract

Di era globalisasi, teknologi mengalami kemajuan yang sangat pesat. Tidak dapat dipungkiri bahwa kehadiran Internet semakin diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya untuk kegiatan sosial, tetapi juga untuk pendidikan, bisnis, dan lain-lain. Tidak dapat disangkal bahwa media sosial memiliki dampak besar pada kehidupan pribadi kita. Siapa pun yang memulai dari hal kecil dapat menggunakan media sosial untuk menjadi besar, dan sebaliknya. Media sosial telah menjadi sebuah kecanduan bagi masyarakat khususnya remaja, dan penggunanya terkadang tidak membuka media sosial sepanjang hari. Padahal, pada masa perkembangan di sekolah, remaja berusaha menemukan jati dirinya dengan menghabiskan waktu bersama teman-temannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media sosial, menjelaskan bagaimana media sosial mempengaruhi perkembangan remaja selanjutnya, dan mendalami bagaimana media sosial mempengaruhi sikap remaja masa kini.Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh media sosial. Jenis metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode penelitian kualitatif digunakan untuk mengkaji fakta, gejala dan peristiwa pengaruh media sosial terhadap sikap remaja di wilayah ini, dalam konteks spatio-temporal dan dalam situasi lingkungan alam remaja, hal ini karena memang dimaksudkan untuk ada dan diselidiki. Peneliti mencari hasil penelitian berupa data yang lebih kompleks dan rinci terhadap fenomena-fenomena yang sulit diungkapkan dengan metode kuantitatif dan tidak memerlukan pengolahan numerik atau statistik. Hasil penelitian kualitatif yang peneliti perlukan adalah informasi secara detail mengenai pengaruh media sosial terhadap remaja itu sendiri, dan metode penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Pendekatan ini digunakan karena sudah tersedia data yang diperoleh peneliti berupa data tertulis dari makalah siswa. Populasi sasaran penelitian ini adalah generasi muda yang masih dalam tahap perkembangan.
Efektivitas Pendidikan Moral Dalam Pembentukan Karakter Siswa Di TK Islam Terpadu Asa Sumbawa Ramlafatma, Ramlafatma; Oruh, Shermina; Agustang, Andi
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 7, No 4 (2021): Jurnal Ilmiah Mandala Education
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v7i4.2433

Abstract

Moral education is a conscious effort to teach the value of goodness including good behavior, in accordance with normative rules and human behavior in daily life. As individual and social beings in society. Moral means costums, habits, values or life procedures, such a honesty, trustworthiness, fairness, responsibility, respect for fellow human beings, harmony, social solidarity and so on which are packaged in the image of goodness. Moral education is very important to shaping the character. Student in moral learning, especially children, need orientation, for example, that treatment become actions or behavior. The purpose of this study was to (1) determine the effectiveness of moral education in student trhough reading daily prayers and short hadiths  in the context of building student character, (2) to know the implementation of moral education methods in student. This type of research is Classroom Action Research or CAR (Classroom Action Research), which is research conducted in a class to find out the consequences of action applied to a research subject in that class. The result of the study show that (1) the educational methods of reading daily prayers and short hadiths in order to shape the character of student is very effective where the abilities possessed by student can show their daily behavior at school. Their morals already reflect Islamic behavior. (2) The learning process carried out by the teacher in collaboration with parents at home is directly interacting with student both during learning and when student are playing.
Eksistensi Tari Kabasaran Pada Masyarakat Minahasa Nismawati, Nismawati; Oruh, Shermina; Agustang, Andi
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 7, No 4 (2021): Jurnal Ilmiah Mandala Education
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v7i4.2429

Abstract

This research discusses the existence of Kabasaran dance with the Minahasa culture in Tondano. This research was carried out to find out by exploring the meaning of cultural heritage that needs to be revealed. The diversity of Minahasa culture has a cultural meaning from the ancient Tou Minahasa generation until now which is still clear in its existence in the community and it needs to be translated into the meaning of that culture. One of them is the Kabasaran dance, which is a war dance that has three stages consisting of separate dance forms that have meaning. The research used is qualitative research with ethnographic methods. The informants taken consisted of cultural figures and performers of the Kabasaran dance. Collecting data through observation, interviews and documentation. The analysis conducted for qualitative data refers to the model proposed by Miles and Huberman. Kabasaran dance has dance equipment including accessories, uniforms, swords, and shields. Dance equipment has cultural symbols that need to be translated. These symbols have a meaningful and beneficial life value for generations of cultural heirs. The Kabasaran dance is one of the local wisdom that is preserved and is a regional cultural specialty and is a cultural asset of Indonesia. Kabasaran dance implicitly describes the unity of the Minahasa people in providing a sense of security and defending their homeland with all their strength.
Eksistensi Nilai Sosial Budaya Ndeu Paki Oi Mbaru Pada Masyarakat Donggo Kabupaten Bima Sumitro, Sumitro; Oruh, Shermina; Agustang, Andi
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 7, No 4 (2021): Jurnal Ilmiah Mandala Education
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v7i4.2432

Abstract

This study aims to determine the existence of the social value of the ndeu paki oi mbaru community of donggo, bima regency. this research is a qualitative descriptive research that aims to explain a situation or reality carefully and in accordance with the circumstances in society. the subjects in this research can be selected by purposive sampling, namely by determining the informants who have competence and know a problem to be studied. the number of informants in this study were 20 people. the informants who were targeted in this study were community members who were married, those who were not married, and those who were about to get married. an urgent problem in this research is the fading identity of the paki oi mbaru ceremony, currently in the donggo traditional wedding ceremony, the donggo community has rarely carried out the ceremony before the marriage contract. from this phenomenon, researchers will study the existence of the paki oi mbaru ceremony in the donggo community, bima regency. The results showed that the paki oi mbaru ceremony was rarely practiced by the donggo community, bima regency. the causes of the disappearance of the ndeu paki oi mbaru ceremony in the donggo community are as follows; 1. the internal factor of the community itself because it does not attach importance to tradition and culture from generation to generation and there is an assumption that when carrying out traditions it only costs a lot of money and wastes a lot of time. 2. external factors, namely contact with other cultures, such as cultural acculturation, the influence of mass media and modernization. The conclusion of this study is that the ndeu paki oi mbaru ceremony is no longer carried out by the donggo community in general, except that only certain people still carry it out and even then only a few of the existing donggo community.
A Systematic Literature Review: Dietary and Cultural Shifts and Child Nutrition Status in Fishing Families Nangi, Mohamad Guntur; Oruh, Shermina; Agustang, Andi; Lestari, Sari Arie; Yanti, Fitri
Formosa Journal of Science and Technology Vol. 3 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjst.v3i1.7969

Abstract

The diet and culture of fishing families are important factors in determining the nutritional status of children. However, changes in the diet and culture of fishing families have occurred over time. The review was conducted by searching for research articles published in reputable scientific journals between 2013 and 2023. The results of the review showed that shifts in the diet and culture of fishing families have negatively impacted children's nutritional status. Dietary changes from seafood to processed foods have led to decreased intake of protein and essential minerals. Cultural changes, such as changes in the identity of family cuisine, which is closely related to the family's economy, affect the family's eating environment. Dietary and cultural changes in fishing families have a major impact on children's nutritional status.