Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

The Effect of Neurodiversity on State Defense and Cybersecurity Asrudin, Muhammad; Perwita, Anak Agung Banyu; Purwantoro, Susilo Adi; Praditya, Editha; Almubaroq, Hikmat Zakky; Hananto, Subarkah
International Journal Of Humanities Education and Social Sciences (IJHESS) Vol 4 No 3 (2024): IJHESS DECEMBER 2024
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhess.v4i3.1282

Abstract

Neurodiversity is as much a part of human diversity as cultural or gender diversity. This perspective counters the traditional view of neurological conditions as deficits, and encourages recognition of the unique strengths of those with these conditions. The research method used is the critical analysis method. This method not only focuses on collecting empirical data, but also emphasizes a better understanding of the social, cultural and historical context. Neurodiversity encompasses a wide range of individuals with conditions such as autism and dyslexia. The main focus is to capitalize on their unique strengths. An inclusive design approach is essential to optimize the talents that individuals bring to the team. By implementing a strategic approach that supports the strengths of diverse team members, organizations can increase innovation and create an inclusive work environment. Workers with a diversity of intelligences report increased confidence when their job responsibilities match their skills and strengths. In addition, increasing understanding of neurodiversity in the workplace helps all staff members to better understand and appreciate neurodiverse coworkers, thereby increasing cooperation and morale. The cognitive diversity possessed by neurodiverse teams can increase productivity and innovation, which is particularly important in sectors such as state defense and cybersecurity.
Optimalisasi Pemberdayaan Potensi Organisasi Kemasyaratan (Ormas) di Kota Bandung dalam Upaya Pertahanan Negara Hamid, Nasim Abdul; Bastari, Bastari; Purwantoro, Susilo Adi; Almubaroq, Hikmat Zakky; Yanto, Sri
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.5656

Abstract

Pemberdayaan organisasi kemasyarakatan (Ormas) menjadi strategi penting dalam membangun ketahanan sosial dan pertahanan negara dengan mengoptimalkan peran masyarakat dalam menjaga stabilitas nasional. Penelitian ini menganalisis bagaimana pemberdayaan Ormas di Kota Bandung dapat meningkatkan kapasitas anggota dalam mendukung sistem pertahanan negara. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi terhadap berbagai Ormas yang memiliki latar belakang sosial, keagamaan, dan kepemudaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ormas telah menjalankan program pelatihan kepemimpinan, wawasan kebangsaan, dan kedisiplinan melalui bimbingan institusi pertahanan. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah minimnya sinergi dengan pemerintah dan kurangnya pemanfaatan teknologi digital dalam memperluas jangkauan pemberdayaan. Oleh karena itu, diperlukan strategi peningkatan kapasitas melalui pelatihan berkelanjutan, kolaborasi lintas sektor, serta optimalisasi media digital sebagai alat edukasi dan advokasi. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pemberdayaan Ormas harus berbasis partisipasi aktif masyarakat, penguatan jaringan sosial, serta dukungan kebijakan yang berkelanjutan agar dapat menjadi elemen strategis dalam memperkuat ketahanan nasional dan pemberdayaan komunitas secara holistik.
Farmer Corporation Management in Agroforestry Activities to Support Food Security Dewanto, Heru; Sarjito, Aris; Duarte, Editya Praditya; Purwantoro, Susilo Adi
International Journal of Business, Law, and Education Vol. 6 No. 2 (2025): International Journal of Business, Law, and Education (On Progress July-Desembe
Publisher : IJBLE Scientific Publications Community Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56442/ijble.v6i2.1205

Abstract

This study aims to analyze the role of farmer corporate governance in agroforestry activities and its implications for strengthening food security in Indonesia. Data collection techniques included literature studies from books, national journals, articles, and previous theses related to this research. The results indicate a synergistic relationship between farmer corporate governance and agroforestry success. A strong relationship is believed to enhance cooperation, strengthen interactions, reduce transaction costs, and guarantee a stable market. Corporate governance fosters organized management, including the development of partnerships between farmers and downstream industries, thereby encouraging better market access and strengthening the bargaining position of agroforestry farmers. Well-managed farmer corporations typically include technical and managerial training for farmers, aimed at fostering the adoption of appropriate technology and effective business management, supporting agroforestry farmer independence in production, financing, and marketing. This, in turn, strengthens agroforestry business resilience and long-term prospects for success, both directly and indirectly.
Optimalisasi Pemberdayaan Potensi Organisasi Kemasyaratan (Ormas) di Kota Bandung dalam Upaya Pertahanan Negara Hamid, Nasim Abdul; Bastari, Bastari; Purwantoro, Susilo Adi; Almubaroq, Hikmat Zakky; Yanto, Sri
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.5656

Abstract

Pemberdayaan organisasi kemasyarakatan (Ormas) menjadi strategi penting dalam membangun ketahanan sosial dan pertahanan negara dengan mengoptimalkan peran masyarakat dalam menjaga stabilitas nasional. Penelitian ini menganalisis bagaimana pemberdayaan Ormas di Kota Bandung dapat meningkatkan kapasitas anggota dalam mendukung sistem pertahanan negara. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi terhadap berbagai Ormas yang memiliki latar belakang sosial, keagamaan, dan kepemudaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ormas telah menjalankan program pelatihan kepemimpinan, wawasan kebangsaan, dan kedisiplinan melalui bimbingan institusi pertahanan. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah minimnya sinergi dengan pemerintah dan kurangnya pemanfaatan teknologi digital dalam memperluas jangkauan pemberdayaan. Oleh karena itu, diperlukan strategi peningkatan kapasitas melalui pelatihan berkelanjutan, kolaborasi lintas sektor, serta optimalisasi media digital sebagai alat edukasi dan advokasi. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pemberdayaan Ormas harus berbasis partisipasi aktif masyarakat, penguatan jaringan sosial, serta dukungan kebijakan yang berkelanjutan agar dapat menjadi elemen strategis dalam memperkuat ketahanan nasional dan pemberdayaan komunitas secara holistik.
Peran Doktrin Pertahanan Negara Dalam Menghadapi Ancaman Krisis Energi Dan Perubahan Iklim Di Indonesia Alghaffar, Muhammad Dicky; Purwantoro, Susilo Adi; Kuntjoro, Yanif Dwi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3030

Abstract

AbstrakIndonesia saat ini sedang menghadapi krisis yang dapat mengancam keamanan manusia. Salah satu bentuk ancaman non militernya adalah krisis energi. Krisis energi yang dimaksud adalah krisis energi fosil. Tidak hanya mengalami krisis energi, masalah lain yang timbul ialah dampak dari penggunaan energi fosil yaitu perubahan iklim yang tentunya akan mengganggu keamanan manusia. Oleh karena itu, diperlukan doktrin yang kuat guna melindungi dan mengolah sumber daya alam yang berlimpah dengan baik dan benar. Terlebih lagi pada sektor energi, adanya ancaman krisis energi. Perlu adanya tindakan lebih lanjut untuk berkelanjutan energi yakni dengan transisi ke energi baru terbarukan untuk memenuhi kebutuhan energi di daerah dan pangkalan yang berada di 3T.Kata Kunci: Doktrin, Krisis Energi, Perubahan Iklim AbstractIndonesia is currently facing a crisis that could threaten human security. One form of non-military threat is the energy crisis. The energy crisis in question is the fossil energy crisis. Not only experiencing an energy crisis, another problem that arises is the impact of the use of fossil energy, namely climate change which will certainly interfere with human security. Therefore, a strong doctrine is needed to properly and correctly protect and cultivate abundant natural resources. Moreover, in the energy sector, there is a threat of an energy crisis. Further action is needed to be sustainable, namely by transitioning to new renewable energy to meet energy needs in areas and bases located in 3T.Keywords: Doctrine, Energy Crisis, Climate Change
Dampak Penumpukan Rubber Deposit di Runway Terhadap Keselamatan Penerbangan di Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma Jakarta Maulana, Robbi Cahyo; Purwantoro, Susilo Adi; Thamrin, Suyono; Idris, Abdi Manab
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3164

Abstract

AbstrakLandasan pacu atau Runway merupakan infrastruktur inti dalam suatu Aerodrome yang berfungsi sebagai tempat tinggal landas (Takeoff) dan mendarat (Landing) suatu pesawat, oleh karena itu Landasan harus dalam keadaan prima sepanjang waktu, akibat dari aktivitas Takeoff dan Landing maka akan timbul tumpukan sisa karet ban dari Landing gear pesawat yang mana tumpukan ini disebut dengan Rubber Deposite, bila terdapat tumpukan yang tebal maka pada saat proses Landing pesawat akan mengalami slip yang dikarenakan kurangnya gaya gesek antara ban pesawat dengan permukaan landasan yang dapat mengakibatkan pesawat Overrun. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh apa penanganan penumpukan Rubber deposite di landasan pacu Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data, wawancara, dan kajian pustaka. Data yang diperoleh kemudian akan diolah dengan Data reduction, Data display, dan Conclusion drawing untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dan membuang data yang tidak diperlukan dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terkait dengan penumpukan Rubber Deposite di landasan yang terjadi di Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma sudah dilakukan penanggulangan-penanggulangan yang sesuai dengan apa yang sudah diatur Dirjen Perhubungan udara yang tertulis dalam SKEP/77/VI/2005, yakni berdasarkan frekuensi penerbangan dalam suatu Aerodrome dalam hal ini Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma sebanyak 154 pergerakan setiap hari dan di dalam aturan SKEP/77/VI/2005, angka 154 memiliki jadwal pembersihan Rubber deposite selama 3 bulan sekali dan hasil ini sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan dengan dibuktikan hasil wawancara dengan teknik Landasan Bandar Udara internasional Halim Perdanakusuma. sehingga hal tersebut menjamin keamanan penerbangan yang berlangsung di lokasi peneliti melakukan penelitianKata Kunci: Runway, Rubber Deposite, Undang-Undang AbstractRunway or Runway is the core infrastructure in an Aerodrome that functions as a place to take off (Takeoff) and land (Landing) an aircraft, therefore the runway must be in prime condition all the time, as a result of Takeoff and Landing activities there will be a pile of residual rubber tires from the landing gear of the aircraft which this pile is called the Rubber Deposite,  if there is a thick pile, during the landing process the aircraft will experience a slip due to the lack of friction force between the tires of the aircraft and the runway surface which can cause the aircraft to overrun. This study is intended to find out the extent of handling the accumulation of Rubber deposits on the runway of Halim Perdanakusuma International Airport. This research uses qualitative methods using data collection techniques, interviews, and literature reviews. The data obtained will then be processed with Data reduction, Data display, and Conclusion drawing to obtain the data needed and discard data that is not needed in this study. The results of this study show that related to the accumulation of Rubber Deposits on the runway that occurred at Halim Perdanakusuma International Airport, countermeasures have been carried out in accordance with what has been regulated by the Director General of Civil Aviation written in SKEP/77/VI/2005, , namely based on the frequency of flights in an Aerodrome in this case Halim Perdanakusuma International Airport as many as 154 movements every day and in the skep/77/VI/2005 rules, the number 154 has a rubber deposit cleaning schedule for 3 months and this result is in accordance with what happens in the field with evidenced by the results of interviews with the engineering of halim Perdanakusuma International Airport. so that this ensures the safety of flights that take place at the location where the researcher conducts the research.Keywords: Runway, Rubber Deposit, Act
AP Anesthesia Analysis of the Implementation of the Refuse-Derived Fuel (RDF) Pilot Test in Rorotan, North Jakarta, in Advancing National Energy Security: Indonesia Anesthesia, Annisa Priska; Supriyadi, Imam; Purwantoro, Susilo Adi
PendIPA Journal of Science Education Vol 9 No 3 (2025): October
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.9.3.853-860

Abstract

The escalating national energy demand and Indonesia's substantial reliance on fossil fuels underscore the imperative for the development of more sustainable alternative energy sources. Conversely, the magnitude of waste management challenges in DKI Jakarta persists, exerting an additional strain on the operational capacity of the Bantargebang TPST. Refuse Derived Fuel (RDF) is regarded as a strategic solution that can address the need for waste reduction and the provision of alternative energy. The objective of this study is to analyze the implementation of the RDF Plant Rorotan trial in DKI Jakarta using the implementation theory approach of Mazmanian & Sabatier and Allan McConnell's Policy Failure Theory model (2010). The methodological approach employed is descriptive qualitative, with data collection through documentation studies and observation.  The results of the study indicate that RDF Rorotan faces various technical, institutional, and social obstacles. According to the findings of Mazmanian & Sabatier's analysis, the characteristics of the problem, the clarity of policy objectives, coordination between relevant actors, and social environment support proved inadequate for achieving effective implementation. The presence of technical challenges, including elevated moisture content in waste, unpublished RDF quality, the ambiguity of off-takers, and complaints from residents regarding odors and health disturbances, suggests a suboptimal level of implementation readiness. McConnell's analysis corroborates the finding that RDF Rorotan is in a position of precarious success, which has resulted in policy failure in three areas: process, program, and politics. Indicators of early implementation failure include declining operational capacity, community resistance, and weakening policy legitimacy. The study's findings indicate that Rorotan RDF has not adequately fulfilled its designated role as a waste management solution and an energy alternative for national energy security. To optimize the potential of RDF, there is a necessity for improvements in quality standards, strengthened coordination, data transparency, and comprehensive environmental management strategies.
Co-Authors Aang Kuvaeni Aang Kuvaeni Abdi Manab Idris Agus Nugraha Ahmad Ahmad Ahmad Ahmad Ahmad Ahmad Ahmad Arifin Ahmad Arifin Akil Suwandi Albubaroq, Hikmat Zakky Alghaffar, Muhammad Dicky Amperiawan, Gita Anak Agung Banyu Perwita Anesthesia, Annisa Priska Ansori Ansori Arifin Hutomo Asrudin, Muhammad Bastari Bastari, Bastari BUDI PRAMONO Chris Hermawan Dede Suhendrawan Desyandri Desyandri Dewanto, Heru Dian Kusumah Djamarel Hermanto Dovian Isjarvin Duarte, Editya Praditya Editha Praditya Duarte Editha Praditya Duarte Era Nuansa Mediana Erwin Hermawan Fachmi Khoiruddin Fachmi Khoiruddin Galih Rakasiwi Soekarno Gita Sari Dewi Gita Sari Dewi Guntur Eko Saputro Haetami, Haetami Hamid, Nasim Abdul Hananto, Subarkah Herlina Juni Risma Saragih Hermanto, Djamarel Hikmat Zakky al Mubaroq I Nyoman Parwata Idris, Abdi Manab Ignatius Eko Djoko Purwanto Ihsania Karin Azzani Imam Supriyadi Indarti Indarti`` Indira Asa Putri Indira Asa Putri Ivan Yulivan Kuntjoro, Yanif Dwi Leo Sianipar M. Syaiful Alim Mardamsyah, Adam Maulana, Robbi Cahyo Muhammad Dicky Alghaffar Nanang Heri Soebakgijo Nugroho, Arya Dewa Oktaheroe Ramsi Panji Suwarno Praditya, Editha Prakoso, Lukman Yudho Prapsetyo, Agung Prihantoro, Kasih Priyanto Priyanto Putra, I Nengah R. Fajar Grahananto Rhandu Inzany Risman, Helda Riyadi Syahardani Robbi Cahyo Maulana Robby Moechammad Taufik Rudy A G Gultom Rudy Sutanto Rudy Sutanto Ryamizard Ryacudu Sarjito, Aris Shafira Karunia Hildawati Shafira Karunia Hildawati Sovian Aritonang Sri Sundari Suhirwan, Suhirwan Sundari, Sri suseto, buddy Sutanto Sutanto Suwarno, Panji Suwito Suwito Suyono Thamrin Thamrin, Suyono Tuflichatul Ummul Uksan, Arifuddin Untung Hartono Widihastuti Wirosuba Nugroho HS Wulan Fitri Utami Wulan Fitri Utami Yanif Dwi Kuntjoro YANTO, SRI Yayat Ruyat Yudi Asmar Yusuf Ali