Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

ANALISIS PERKEMBANGAN BAHASA ANAK SINDROM DOWN Ashari, Novita; Azis, Andi Sri Ramadana; Nadia, Nadia
JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiva.v5i1.3153

Abstract

ABSTRACTDown syndrome children have problems in language development because they have communication difficulties. The purpose of this study is to analyze language development in children with Down syndrome. The method used by researchers in qualitative research with a case study approach. Data collection techniques used are interview techniques, documentation, and observation. This research was conducted in class 2 SLB Negeri 1 Parepare City. The subjects in this study had the initials AN and SY. AN is 13 years old while SY is 9 years old. The results showed that AN had not been able to learn about the contextual meaning of punctuation marks, had not been able to use polite language and had not been able to compare language styles. While SY is not yet able to speak, is not brave enough to appear in public with effective grammar skills, is not interested in visual media and is not yet able to have adult-like speech patterns.Keyword:  Language Development, Down Syndrome ABSTRAKAnak sindrom down mempunyai permasalahan dalam perkembangan bahasa karena memiliki kesulitan pada komunikasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis perkembangan bahasa pada anak sindrom down. Metode yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Teknik wawancara, dokumentasi, dan observasi. Penelitian ini dilakukan di kelas 2 SLB Negeri 1 Parepare. Subjek dalam penelitian ini berinisial AN dan SY. AN 13 tahun sementara SY berusia 9 tahun. Hasil penelitian menujukkan bahwa AN belum mampu belajar mengenai makna konteks tanda baca, belum mampu menggunakan bahasa yang sopan dan belum mampu membandingkan gaya bahasa. Sementara SY belum mampu dalam berbicara, belum cukup berani tampil di depan umum dengan mampu memiliki pola bicara yang seperti orang dewasa.Kata kunci: Perkembangan Bahasa, Sindrom Down
PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS STEAM UNTUK MENINGKATKAN KOGNITIF ANAK MELALUI MEDIA TANAMAN DI KELOMPOK B TKIT DARUL QUR’AN MADANI Febrianti, Riska; Natsir, Tri Ayu Lestari; Ashari, Novita; Halifah, Syarifah
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.6717

Abstract

This research was motivated by the low level of cognitive development in children aged 5–6 years at TKIT Darul Qur’an Madani, where learning was still general and did not optimally stimulate children's thinking skills. The purpose of this study was to determine the effect of implementing STEAM-based learning using coconut plants as a medium on improving cognitive development in children aged 5–6 years in Group B at TKIT Darul Qur’an Madani. The method used in this study was a pre-experimental design with a one group pretest-posttest approach. The research subjects consisted of 15 children using a saturated sampling technique. Data were collected through pretest and posttest observations using a cognitive development assessment sheet based on the indicators from the Indonesian Ministry of Education Regulation No. 137 of 2013. Data analysis was conducted using a paired sample t-test with the help of SPSS version 22. The results showed that the average pretest score of 5.00 increased to 10.00 in the posttest. The t-test results showed a significance value of 0.000 < 0.05, indicating a significant effect of implementing STEAM-based learning through coconut plants on improving children's cognitive development. Thus, STEAM-based learning has proven effective in stimulating early childhood learning and problem-solving abilities in a contextual, enjoyable, and holistic manner. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya perkembangan kognitif anak usia 5–6 tahun di TKIT Darul Qur’an Madani, yang masih dilakukan secara umum dan belum menstimulus kemampuan berpikir anak secara maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran berbasis STEAM melalui media tanaman kelapa terhadap peningkatan perkembangan kognitif anak usia 5–6 tahun di kelompok B TKIT Darul Qur’an Madani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri dari 15 anak dengan teknik pengambilan sampel jenuh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi pretest dan posttest menggunakan lembar penilaian perkembangan kognitif anak berdasarkan indikator Permendikbud Nomor 137 Tahun 2013. Analisis data menggunakan uji-t sampel berpasangan (paired sample t-test) dengan bantuan program SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest sebesar 5,00 meningkat menjadi 10,00 pada posttest. Hasil uji-t menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan penerapan pembelajaran STEAM melalui media tanaman kelapa terhadap peningkatan kognitif anak. Dengan demikian, pembelajaran berbasis STEAM terbukti efektif dalam menstimulasi kemampuan belajar dan pemecahan masalah anak usia dini secara kontekstual, menyenangkan, dan menyeluruh.
PENDAMPINGAN PENINGKATAN KECAKAPAN GURU PAUD DALAM PEMBELAJARAN ABK Ashari, Novita; Palintan, Tien Asmara
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Keguruan dan Pendidikan (JPM-IKP) Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat (JPM-IKP)
Publisher : FKIP Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jmp-ikp.v6i1.1628

Abstract

Penanganan dan pemberian layanan terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK) pada Lembaga PAUD diasumsikan belum maksimal. Para pendidik di TK/RA merasa belum siap untuk mendidik siswa berkebutuhan khusus dengan alasan kurangnya pemahaman dan pengalaman. Namun, kondisi yang terjadi bahwa semakin banyak orang tua yang mendaftarkan anaknya dengan kondisi berkebutuhan khusus pada TK/RA. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kecakapan guru PAUD dalam mendampingi ABK di TK/RA di Kota Parepare. Pendampingan diberikan kepada 40 orang guru dari TK/RA yang berbeda. Kegiatan dilaksanakan melalui 3 tahapan, yakni: Observasi, Wawancara, Focus Group Discussion (FGD) dan Pelatihan Peningkatan Kecakapan Guru TK/RA dalam Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus. Hasil pelatihan diukur melalui pemberian preetest dan posttest menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan guru PAUD terkait pendampingan ABK serta pengisian angket respon guru (ARG) dengan hasil 98 % respon guru positif.