Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBERDAYAAN KELOMPOK TERNAK MELALUI PEMBUATAN SILASE UNTUK PEMENUKAN PAKAN Arifin, Tuti Handayani; Wahyuni, Sri; Mahmud, Haris; Taufika, Nur Pratiwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5701

Abstract

ABSTRACTFeed is a crucial factor in increasing livestock productivity, but its availability often faces obstacles, especially during the dry season. One potential solution is silage technology, which is a method of preserving forage through fermentation. This Community Service (PkM) activity aims to improve the knowledge and skills of livestock groups in processing complete silage-based fermented feed. The main problems faced by partners include a lack of understanding of fermented feed processing, traditional livestock management, and limited feed production tools. The activity was carried out with the participation of the Barokah Malik livestock group in Tidore, North Maluku Province. This activity took place from June to September 2025 and was attended by 30 participants consisting of lecturers from the Faculty of Agriculture, students, and goat farmers. Keywords: Fermented Feed, Technology Application, Farmer Empowerment, Silage, Goat Farming ABSTRAKPakan merupakan faktor krusial dalam meningkatkan produktivitas ternak, namun ketersediaannya seringkali mengalami kendala terutama pada musim kemarau. Salah satu solusi yang potensial adalah teknologi silase, yaitu metode pelestarian pakan hijauan melalui proses fermentasi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan kelompok peternak dalam memproduksi pakan fermentasi berbasis silase lengkap. Permasalahan utama yang dihadapi mitra antara lain kurangnya pemahaman tentang pengolahan pakan fermentasi, manajemen usaha ternak yang masih tradisional, serta keterbatasan alat produksi pakan. Kegiatan dilakukan dengan mengikutsertakan kelompok ternak Barokah Malik di Tidore Provinsi Maluku Utara. Kegiatan ini berlangsung mulai bulan Juni-September 2025 dan selama kegiatan ini diadakan diikuti oleh 30 orang peserta yang terdiri dari Dosen Fakultas Pertanian, mahasiswa dan peternak kambing.Kata Kunci: Pakan Fermentasi, Penerapan Teknologi, Pemberdayaan Peternak, Silase, Ternak Kambing
PENGUATAN KELEMBAGAAN KELOMPOK TANI SENGKANAUNG DI DESA AKEKOLANO KECAMATAN OBA UTARA KOTA TIDORE KEPULAUAN Fatmawati, Mila; Sidayat, Mardiyani; Djumadil, Nurdiyanawati; Kaddas, Fatmawati; Basuki, Natal; Mahmud, Haris; Nursamsi, Nursamsi; Annisa, Khairun; Syahroni, Syahroni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5812

Abstract

ABSTRACTFarmer Institutions provide institutional strengthening of farmers through non-formal education that includes activities in knowledge and skills with the main objective of providing strengthening to farmers is one form of empowerment of farmers and agricultural business actors to increase productivity, income and welfare. In improving the knowledge and skills of the community in utilizing agricultural crops into crops that have high economic value. Assistance to farmers in Akekolano Village, Oba District is very important, especially in terms of institutional strengthening of this group, it is necessary to build public awareness in terms of cooperation between extension officers with farmers and other related institutions. The objects that are the main targets in institutional strengthening are farmer groups and the general public in Akekolano Village, Oba District. Where the targets are farmers and farmer group associations who are de facto the family economic managers and young men and women who come from farming families. Keywords: Institutions, Farmer Groups, Values, Economy and EmpowermentABSTRAKKelembagaan Petani memberikan penguatan kelembagaan kepada petani melalui pendidikan non formal yang meliputi kegiatan dalam pengetahuan dan ketrampilan dengan tujuan utama memberikan pengauatan kepada petani adalah salah satu bentuk upaya pemberdayaan petani dan pelaku usaha pertanian untuk meningkatkan produkstivitas, pendapatan dan kesejahteraan. Dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mayarakat dalam memanfaatkan tanaman pertanian menjadi tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Pendampingan terhadap petani di Desa Akekolano Kecamatan Oba sangat penting terutama dalam hal penguatan kelembagaan kelompok ini perlu untuk membangun kesadaran masyarakat dalam hal kerjasama antar petugas penyuluh dengan petani serta lembaga terkait lainnya. Adapun objek yang menjadi target utama dalam penguatan kelembagaan yaitu kelompok petani serta masyarakat umum yang berada di Desa Akekolano Kecamatan Oba. Dimana sasarannya adalah para petani dan gabungan kelompok tani yang secara de facto merupakan pengatur ekonomi keluarga dan para pemuda/pemudi yang berasal dari keluarga petani.Kata Kunci: Kelembagaan, Kelompok Tani, Nilai, Ekonomi dan Pemberdayaan
Penerapan Teknologi Biosaka-Plus dan Pengembangan Produk Olahan Bawang Merah untuk Penguatan Kapasitas Kelompok Tani Muhibuddin, Andi; Maulana, Zulkifli; Fatmawati; Chakti, Andi Gunawan Ratu; Mahmud, Haris; Ilyas, M. Irham
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v8i2.3159

Abstract

Program Pemberdayaan Desa Binaan ini bertujuan mengembangkan sentra bawang merah berbasis pertanian ramah lingkungan melalui lima tahapan: sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan keberlanjutan. Sosialisasi berjalan efektif dengan partisipasi tinggi, membangun pemahaman dan rasa memiliki mitra. Pelatihan menghasilkan keterampilan praktis dalam penerapan Biosaka-Plus, pembuatan bawang goreng renyah, dan pasta bawang merah dengan produksi awal 30liter Biosaka-Plus, 50 kemasan bawang goreng, dan 30 botol pasta. Penerapan teknologi melalui Demonstration Plot meningkatkan produktivitas bawang merah menjadi ±14,5 ton/ha dari 6,5 ton/ha, sekaligus mengurangi ketergantungan pada input kimia. Evaluasi menunjukkan peningkatan kapasitas mitra sebesar 50%–80%. Program ini juga memberi rekognisi akademik 8 SKS bagi mahasiswa MBKM yang terlibat. Dengan demikian, program terbukti meningkatkan kapasitas petani, produktivitas, dan diversifikasi produk bawang merah secara berkelanjutan.
Analisis Pendapatan Usahatani Cabai Rawit Di Kecamatan Ternate Utara Kota Ternate Provinsi Maluku Utara Mahmud, Haris; Jainuddin, Jainuddin; Basuki, Natal; Syahroni, Syahroni
Jurnal Imiah Management Agribisnis (Jimanggis) Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Management Agribisnis (Jimanggis)
Publisher : Magister Agribisnis Program Pascasarjana Universitas Sjakhyakirti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48093/jimanggis.v6i2.338

Abstract

Usahatani cabai rawit memiliki prospek yang cukup baik karena komoditas ini banyak dibutuhkan masyarakat sebagai penambah cita rasa makanan, dengan tingkat konsumsi yang terus naik setiap tahun seiring pertumbuhan jumlah penduduk. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pendapatan petani cabai rawit serta besarnya biaya pengolahan usahatani cabai rawit di Kecamatan Ternate Utara. Responden penelitian adalah petani yang tergabung dalam beberapa kelompok tani di Kelurahan Tubo, Kecamatan Ternate Utara. Analisis pendapatan dihitung dari selisih antara total penerimaan atau Total Revenue (TR) dengan total biaya atau Total Cost (TC). Rata-rata pendapatan usahatani cabai rawit yang diperoleh petani di Kecamatan Ternate Utara adalah sebesar Rp16.246.846 per hektar per musim tanam. Pendapatan tertinggi mencapai Rp44.150.000 per musim tanam, sedangkan pendapatan terendah sebesar Rp8.188.000 per musim tanam.