Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Connectivity Analysis of Non-Container Ports at PT Pelindo Multi Terminal Using SNA and GIS Abror Pohan, Nailul; Perwira Mulia Tarigan, Ahmad; Perdana Nasution, Zaid
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 4 No. 9 (2024): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v4i9.1264

Abstract

This study aims to analyze the connectivity of non-containerized ports, particularly in the sub-commodity of vegetable/animal oils and fats, within the operational area of PT Pelindo Multi Terminal. Using Social Network Analysis (SNA) and Geographic Information System (GIS) techniques, this study builds a network based on nodes (ports) and assesses inter-node connections with metrics such as degree centrality, betweenness centrality, and hub index. Gephi application was used for the calculation of network metrics, while QGIS visualized the shipping routes. The research revealed that high traffic ports such as Belawan, Dumai, and Tanjung Priok play a crucial role in the network. The findings support recommendations for infrastructure development and implementation of an integrated Terminal Operations System (TOS) to improve logistics efficiency.
Kajian Kelayakan Investasi TPS 3R di Kampus USU dengan Retribusi Sampah Berdasarkan ATP-WTP Pelanggan Sampah Rumah Tinggal di Kelurahan Padang Bulan Sitorus, Frarev Robbyan Joshua; Hasibuan, Gina Cynthia Raphita; Nasution, Zaid Perdana
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i6.59888

Abstract

Rendahnya realisasi retribusi sampah rumah tinggal di Kelurahan Padang Bulan Kecamatan Medan Baru Kota Medan disebabkan rendahnya partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan sampah kota. Penyebab rendahnya partisipasi masyarakat dikarenakan rendahnya layanan persampahan kota. Respon 100 orang responden masyarakat yang tinggal di Kelurahan Padang Bulan dan sekitarnya menunjukkan nilai WTP rata-rata lebih rendah daripada nilai ATP rata-rata. Nilai WTP lebih rendah daripada ATP menunjukkan rendahnya layanan persampahan kota dimana nilai ATP rata-rata (kemampuan membayar retribusi sampah) sebesar Rp 25.712,50 /bulan dan nilai WTP rata-rata (kemauan membayar retribusi sampah) sebesar Rp 23.000,- /bulan. Retribusi sampah yang ditetapkan secara bottom-up berdasarkan ATP-WTP dan peningkatan layanan persampahan akan meningkatkan partisipasi masyarakat Respon 92 % masyarakat Kelurahan Padang Bulan bersedia membayar retribusi sampah Rp 25.000,-/bulan jika sampah diangkut terjadwal setiap hari setelah TPS 3R sudah beroperasi dan dikelola oleh USU. Penetapan retribusi sampah yang bottom-up berdasarkan ATP-WTP mendorong peningkatan realisasi retribusi sampah rumah tinggal di Keluarahan Padang Bulan. Perkiraan realisasi retribusi sampah meningkat 47,4 % di Kelurahan Padang dengan retribusi sampah Rp 15.000,-/bulan skenario pesimis dan realisasi retribusi sampah meningkat 145,7 % di Kelurahan Padang Bulan dengan retribusi sampah Rp 25.000,-/bulan skenario optimis. Penelitian ini menemukan bahwa investasi TPS 3R di Kampus USU layak dijalankan dan menguntungkan berdasarkan analisa finansial dengan skenario optimis retribusi sampah rumah tinggal Rp 25.000,-/bulan yang ditetapkan secara bottom-up berdasarkan ATP-WTP pelanggan sampah rumah tinggal di Kelurahan Padang Bulan.
Optimasilisasi Rute Transportasi dan Biaya Pengangkutan Sampah di Tps 3r Usu Menggunakan Metode Saving Matrix Sinaga, Yoppy Tigor Mario; Hasibuan, Gina Cynthia Raphita; Nasution, Zaid Perdana
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i7.60756

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan rute transportasi dan biaya pengangkutan sampah di TPS 3R USU menggunakan metode Saving Matrix dengan bantuan Machine Learning Python. Latar belakang penelitian didasarkan pada meningkatnya volume sampah seiring pertumbuhan penduduk, khususnya di Kota Medan, yang menghasilkan sekitar 2.000 ton sampah per hari. Permasalahan utama yang dihadapi adalah ketidakefisienan rute pengangkutan sampah, yang menyebabkan pemborosan waktu dan biaya. Metode Saving Matrix dipilih karena kemampuannya dalam meminimalkan jarak tempuh, waktu, dan biaya dengan mempertimbangkan kapasitas kendaraan dan volume sampah. Data yang digunakan meliputi koordinat lokasi TPS, timbulan sampah, dan kapasitas kendaraan, yang kemudian diolah menggunakan bahasa pemrograman Python untuk menghasilkan rute optimal. Algoritma Nearest Neighbor diterapkan untuk menentukan urutan kunjungan terdekat dari depot (TPS3R USU). Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimasi rute berhasil mengurangi total jarak tempuh dan biaya operasional. Program Python yang dikembangkan menghasilkan 12 rute baru dengan biaya bahan bakar optimal sebesar Rp 139.732.713 per tahun. Selain itu, metode ini terbukti fleksibel dan dapat diterapkan pada skala yang lebih besar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode Saving Matrix efektif dalam meminimalkan biaya dan jarak pengangkutan sampah. Saran untuk penelitian selanjutnya mencakup pertimbangan dinamika jalan, pengembangan program Python untuk variabel tambahan, serta evaluasi pemilahan sampah untuk meningkatkan efisiensi.
Multi-Stakeholder Synergy in Waste Management Toward a Clean and Sustainable North Sumatra Nasution, Zaid Perdana; Tarigan, Vita Cita Emia; Affandi, Oding; Khair, Hafizhul; Sari, Yasmine Anggia; Bin Sanusi, Afriadi
Mahadi: Indonesia Journal of Law Vol. 5 No. 01 (2026): Vol. 05 No. 01 (2026) February Edition 2026
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waste management in North Sumatra faces complex challenges encompassing technical, legal, institutional, and community behavior aspects. The increase in waste generation, unbalanced with adequate management capacity, impacts environmental quality and public health, thus requiring a sustainable, collaboration-based approach. This research analyzes the legal framework and policy implementation of waste management in North Sumatra through Stakeholder Analysis, exploring the roles, interests, and authorities of local governments, educational institutions, the private sector, and communities in the waste management system. This normative legal research with a limited empirical approach examines national and regional regulations, provincial and district/city policies, as well as field practices. The findings indicate that the legal substance provides an adequate normative basis, but policy effectiveness is hindered by weak institutional structures, limited infrastructure, and inconsistent law enforcement, which reduce public compliance and participation. Multi-stakeholder synergy serves as the key to enhancing effectiveness through policy innovations, institutional capacity building, and changes in community behavior. Strengthening the waste management model oriented toward source reduction, reuse, and environmentally friendly final disposal requires integration of legal substance, institutional structures, and community legal culture. The success of a clean and sustainable North Sumatra depends on consistent cross-sector collaboration within a framework of shared responsibility.
Mengalame: tradisi budaya kearifan lokal yang memupuk kebersamaan dan meningkatkan ketahanan pangan pasca bencana hidrometrologi di Tapanuli Selatan Ameilia Zuliyanti Siregar; Meutia Nauly; Zaid Perdana Nasution; Arliza Juairini; Irli Masitah Marpaung; Syafiruddin Syafiruddin; Siti Meutia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38790

Abstract

AbstractThis study aims to explore the Mangalame  tradition, a traditional dodol-making activity in the Sipirok community, specifically in Aek Ngadol Village, South of Tapanuli Regency. Traditional food, Dodol AlamAlame Batak Angkola community, carried out from generation to generation before Eid al-Fitr. The service community method was carried out through direct observation of the dodol-making activity involving approximately 20–30 person from community members in Aek Ngadol during March 2026. The results indicate that the dodol-making process (Alame) uses glutinous rice flour, coconut milk, salt, vanilla or flavour, and brown sugar as the main ingredients, cooked in a large cauldron using a wood-fired stove. The time-consuming mixing process is carried out alternately, reflecting the values of mutual cooperation and strong togetherness among the residents. This tradition serves not only as a traditional holiday food, but also as a means of strengthening social solidarity, a symbol of cultural identity, and a learning tool for the younger generation in preserving ancestral heritage. Then, Keywords: traditional food; dodol alame; local wisdom AbstrakPengabdian Ini bertujuan untuk mengeksplorasi tradisi Mangalame, yaitu kegiatan pembuatan dodol secara tradisional pada masyarakat Sipirok, khususnya di Desa Aek Ngadol, Kabupaten Tapanuli Selatan. Tradisi Ini merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Batak Angkola yang dilakukan secara turun-temurun menjelang Hari Raya Idul Fitri. Metode pengabdian dilakukan melalui pengamatan langsung terhadap kegiatan pembuatan dodol yang melibatkan sekitar 20–30 orang dari masyarakat di Desa Aek Ngadol pada bulan Maret 2026. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa proses pembuatan dodol (Alame) menggunakan bahan utama, berupa tepung beras ketan, santan kelapa, dan gula merah yang dimasak dalam kuali besar menggunakan tungku Kayu Bakar. Proses Pengadukan yang memakan waktu lama dilakukan secara bergantian, mencerminkan nilai gotong royong dan kebersamaan yang kuat di antara warga. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai penyedia makanan kas Hari Raya, tetapi juga sebagai sarana Mempererat solidaritas sosial, simbol identitas budaya, serta media pembelajaran bagi Generasi Muda dalam melestarikan warisan leluhur. Kata kunci: makanan tradisional; dodol alame; kearifan lokal.
Communities Perception and Adaptation Towards The Tidal Flood Disaster (Case Study: Belawan City – Medan) Mardianta, Anthoni Veery; Nasution, Zaid Perdana; Purba, Ridhoi Meilona
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 5, No 4 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1130.776 KB) | DOI: 10.20961/shes.v5i4.68935

Abstract

Pemanasan global dan perubahan iklim berdampak terhadap peningkatan permukaan air laut. Akibatnya, terjadi banjir Rob di kawasan permukiman pesisir. Masyarakat pesisir tidak selalu mengganggap banjir rob sebagai bencana sehingga respon dan mitigasi juga lambat. Kota Belawan yang terletak di Utara Kota Medan rutin mengalami banjir rob. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi persepsi dan adaptasi masyarakat Belawan dalam menghadapi banjir Rob. Pengumpulan data dilakukan melalui tiga kegiatan workshop, dengan peserta kepala lingkungan, anggota Badan Pemberdayaan Masyarakat, perwakilan organisasi masyarakat (karang taruna, kaum ibu) dan Lembaga Swadaya Masyarakat di Kelurahan Belawan II. Hasil analisis data menunjukkan terjadi perubahan persepsi dari banjir bukan sebagai bencana menjadi bencana yang mengganggu dan merugikan seiring dengan tingkat kerugian yang dialaminya. Perlunya upaya adaptasi secara bertahap seiring dengan perkembangan resiko yang dialaminya. Pengalaman positif akan membantu masyarakat memaksimalkan pengelolaan resiko bencana dari, oleh, dan untuk masyarakat.