Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pendampingan Tematik Melalui Kegiatan Pengolahan Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos, Budikdamber dan Aquaponik di Desa Selokaton, Gondangrejo, Karanganyar Chusniatun; Ambarwati; Nurul Latifatul Inayati; Dartim; Laila Zurli Azzahra
Abdi Psikonomi Vol 4, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/psikonomi.v4i2.2685

Abstract

Desa Selokaton merupakan salah satu desa di Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Secara administratif luas wilayah Desa Selokaton adalah 609,6035 Hektar. Desa Selokaton merupakan salah satu lokasi KKN Tematik pada Tahun 2022 dari mahasiswa UMS. Program kerja KKN Tematik 2022 UMS ini disusun berdasarkan koordinasi dengan pemerintah desa dan sasaran Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs). Program kerja tim KKN Tematik Desa Selokaton 2022 UMS meliputi: 1. Pengolahan Sampah, 2. Plangisasi dan Peta Kawasan, 3. Mengajar di Sekolah, 4. Taman Pendidikan Al Quran (TPA) dan Pembuatan Pojok Literasi, 5. Posyandu. Pengabdian pada masyarakat yang dilakukan pada awal bulan Maret-Juni 2023 ini merupakan kegiatan lanjutan dari kegiatan KKN Tematik dengan mengintegrasikan program kerja KKN Tematik setelah kegiatan KKN Tematik dilaksanakan dan dievaluasi maka perlu adanya tindak lanjut pengabdian. Dengan melihat realitas masalah yang ada salahsatunya adalah masalah sampah dan pengelolaanya, maka pengabdian ini dilakukan. Adapun program kegiatan adalah pembuatan kompos dan teknik budidaya ikan dalam ember plus aquaponik.
Increasing Public Welfare Through Increasing Human Resources of Original Songket Weaving Craftsmanships in Nganjuk District Ambarwati; Supheni, Indrian; Arintowati, Dyan; Wulandari, Vina; Ningrum, Dwi Septia
Indonesian Journal of Devotion and Empowerment Vol. 6 No. 2 (2024): December
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/vfn6nc40

Abstract

The background of this activity is the gap between active craftsmen and new craftsmen. This is a concern for weaving actors/craftsmen in Barong hamlet, Kedungrejo village, Tanjunganom District, Nganjuk regency. If no action is taken, the weaving culture will become extinct. On the one hand, weaving is a cultural heritage that must be maintained and preserved, but on the other hand, weaving is a promising source of income. Carrying out training activities to improve human resources for these weaving craftsmen means that two goals can be achieved at once, namely preserving ancestral culture and improving the welfare of weaving craftsmen which will have an impact on the community in general. The method chosen in implementing this activity was to provide basic weaving training for beginners, which continued with training so that it was hoped that they could become proficient. This activity was carried out in Barong hamlet, Kedungrejo village, Tanjunganom District, Nganjuk regency. The result of implementing this activity was the growth of new craftsmen who started from beginners/laymen about weaving and are now able to increase family income through weaving crafts.
PENINGKATAN KESEHATAN PADA LANSIA MELALUI SENAM REMATIK UNTUK MENGATASI NYERI PENDERITA RHEUMATOID ARTHRITIS Vera Fitriana; Hirza Ainin Nur; Luluk Cahyanti; Alvi Ratna Yuliana; Eny Pujiati; Jamaludin; Ambarwati; Icca Narayani Pramudaningsih
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Negeriku Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Negeriku
Publisher : LPPM AN Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Aging is associated with degenerative changes, one of the physical changes experienced by humans is changes in the musculoskeletal system, where the joint disorder that is often experienced by the elderly is rheumatoid arthritis (RA). The impact of rheumatism on the elderly is not only in the form of obvious limitations in mobility and daily living activities, the management that can be done to overcome this is doing physical activity with rheumatic exercises. Purpose: This community service aims to increase knowledge about exercise for the elderly with rheumatism among the community, especially the elderly at the Japanese village posyandu, Mejobo subdistrict. Method: implementing this community service activity is by providing health education and rheumatic exercise practices to the elderly. Activities start from the planning, implementation and evaluation stages of the results of the outreach activities. Results: The results of this activity show an increase in health knowledge in the elderly through rheumatic exercises to treat rheumatoid arthritis pain, which is indicated by the audience being able to answer questions about the material presented and being able to practice the rheumatic exercises taught. Conclusion: The results of this community service have proven effective in increasing understanding about improving health knowledge in the elderly through rheumatic exercises to treat rheumatoid arthritis (RA) painK  
Penurunan Burnout Perawat Melalui Implementasi Relaksasi Autogenik Nur, Hirza Ainin; Pramudaningsih, Icca Narayani; Pujiati, Eny; Cahyanti, Luluk; Yuliana, Alvi Ratna; Ambarwati; Jamaludin; Fitriana, Vera
JURNAL KESEHATAN PRIMER Vol 9 No 2 (2024): JKP (Jurnal Kesehatan Primer)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jkp.v9i2.1780

Abstract

Background: Burnout is prolonged stress that is often experienced by nurses due to work fatigue. Nurses who experience burnout can cause fatal problems such as the risk of suicide in nurses, as well as a decrease in the quality of service for patients. One action that can be used to reduce burnout symptoms is autogenic relaxation. Objective: This research aims to determine the effectiveness of autogenic relaxation measures on nurse burnout. Method: The research method used is pre-experimental design with one group pretest-posttest design. The total sample was 22 respondents. Autogenic relaxation was carried out once every day for 1 week in the morning with a duration of 20 minutes. Data collection used observation sheets, autogenic relaxation SOPs, the Maslach Burnout Inventory (MBI) instrument. Statistical analysis uses the Wilcoxon Rank Test. Results: This research shows that autogenic relaxation is effective in reducing nurse burnout with p-value of 0.000 for emotional exhaustion, 0.000 depersonalization, 0.000 personal accomplishment.
Pengaruh Aspek Modal, Skala Usaha dan Jenis Usaha Terhadap Kinerja Keuangan UMKM di Kecamatan Bagor Nadia Mita Putri Enjelina; Dwi Puji Rahayu; Ambarwati; Muhammad Ali Lutfi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3549

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aspek modal, skala usaha, dan jenis usaha terhadap kinerja keuangan UMKM di Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk. UMKM memegang peranan penting dalam perekonomian daerah, terutama dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Meski demikian, perkembangan UMKM kerap menghadapi berbagai kendala, khususnya terkait keterbatasan modal, skala usaha yang masih kecil, serta jenis usaha yang belum sepenuhnya adaptif terhadap perubahan pasar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei, di mana data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 227 pelaku UMKM yang tersebar di Kecamatan Bagor. Instrumen penelitian telah diuji validitas dan reliabilitasnya, sehingga data yang diperoleh dapat diandalkan untuk dianalisis lebih lanjut. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda, didahului oleh uji asumsi klasik untuk memastikan kelayakan model. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aspek modal, skala usaha, dan jenis usaha secara simultan maupun parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan UMKM. Aspek modal menjadi faktor paling dominan dalam mendukung keberlanjutan dan pertumbuhan UMKM, sementara skala usaha yang lebih besar serta pemilihan jenis usaha yang tepat juga terbukti meningkatkan efisiensi dan profitabilitas. Model penelitian ini mampu menjelaskan sekitar 36,6% variasi kinerja keuangan UMKM, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Dalam penelitian ini menegaskan pentingnya dukungan pemerintah dan lembaga keuangan dalam memberikan akses permodalan, pelatihan manajemen, serta fasilitas pemasaran kepada pelaku UMKM. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pelaku UMKM dalam mengelola usaha secara lebih efektif serta meninhkatkan system kinerja keuangan secara optimal.