Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : J-CEKI

Sejarah Dan Jejak Peninggalan Kesultanan Deli Ramlan Anri Sianturi; Maulana Ramadhan Silalahi; Intan Rezkinah; Pristi Suhendro Lukitoyo
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 5: Agustus 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i5.9315

Abstract

Kesultanan Deli berdiri sebagai salah satu kerajaan Islam terkuat di Sumatera, Indonesia, pada abad ke-17 sebagai negara yang diperintah oleh Gocah Pahlawan. Kesultanan ini menjadi pusat penyebaran Islam dan budaya Melayu, di tengah dinamika perubahan politik berupa pengaruh dari Aceh, Siak, dan penjajahan Belanda. Penelitian ini menggunakan metode observasi lapangan dan studi pustaka tentang peninggalan sejarah, strategi politik, dan akulturasi budaya yang muncul dari peninggalan Kesultanan Deli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesultanan ini menempuh pendekatan pragmatis dalam menjaga otonomi melalui, antara lain, kerja sama dengan investor Eropa dalam pengembangan perkebunan tembakau dan karet. Komoditas ini menjadi tulang punggung perekonomian dan juga membangun jaring patrimonial antara sultan, elit lokal, dan Belanda, yang memperkuat posisi politik Deli. Desain bergaya Eropa, Masjid Al-Mashun mencerminkan keseimbangan budaya dalam struktur kubahnya yang dirancang dalam tradisi Muslim dan bergaya Spanyol di pintu-pintunya. Sementara itu, Masjid Al-Osmani di Labuhan berdiri sebagai tanda toleransi melalui penggabungan ornamen Cina dan arsitektur India. Dalam istilah sosial, Serampang Dua Belas (tari) dan kegiatan keagamaan lainnya di masjid menandakan upaya untuk melestarikan identitas seseorang. Meskipun sekarang dianggap sebagai lembaga adat, perlu disebutkan bahwa Kesultanan Deli masih meninggalkan jejak pada tatanan politik dan budaya kontemporer di Sumatera, yang menunjukkan bagaimana nilai-nilai tradisional dapat disesuaikan dengan modernitas. Penelitian ini dimaksudkan untuk menunjukkan betapa pentingnya melestarikan warisan sejarah sebagai refleksi dinamika permanen di bidang sosial, politik, dan budaya.
Jejak Sejarah : Perjalanan Kesultanan Langkat Sebagai Kerajaan Bercorak Islam Serta Peninggalan Sejarahnya Josefin Manalu; Jesika Febrianty Manalu; Anggi Johari Sitanggang; Izza Syafinas N HSB; Pristi Suhendro Lukitoyo
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 5: Agustus 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i5.9316

Abstract

Kesultanan Langkat merupakan salah satu kerajaan bercorak Islam yang berpengaruh di Sumatera Timur, dengan sejarah yang dimulai dari kerajaan Aru/Haru pada abad ke-13. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri jejak sejarah dan peninggalan bersejarah Kesultanan Langkat, serta peranannya dalam perkembangan ekonomi, politik, dan budaya di wilayah tersebut. Metodologi penelitian ini bersifat kualitatif, dengan metode pengumpulan data yang meliputi observasi, wawancara, dan tinjauan literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kesultanan Langkat memiliki berbagai peninggalan bersejarah, seperti Masjid Azizi, kolam peninggalan, dan Gedung Kerapatan yang kini menjadi museum. Kesultanan ini juga berperan penting dalam penyebaran Islam, pengembangan ekonomi melalui perkebunan dan pertambangan, serta menjalin hubungan politik dengan kerajaan-kerajaan lain dan pemerintah kolonial Belanda. Pengaruh Kesultanan Langkat masih terasa hingga saat ini, baik dalam aspek budaya maupun ekonomi, menjadikannya sebagai salah satu warisan sejarah yang signifikan di Indonesia.